Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Maaf


__ADS_3

Sahdy tidak peduli, dia hanya berlindung di belakang ibunya takut di marahi Tia


wajah Tia memarah akibat ejek'an Sahdy,


"aws kau, sampai rumah ku bejek-bejek jadi pecel lele" gumam Tia dalam hati


" ya sudah sana mending jalan-jalan sebelum pulang" ucap ayahnya pada Tia,


namun Tia tidak mempedulikan nya


"ayok Tia ikut kakak sebentar, disana pemandangan lebih indah" ajak Kevin pada Tia


"Tia mau disini aja kak, mau main sama ibu sama Tante" jawab Tia


"udah gpp ibu sama Tante juga ada yang mau di bahas, Tia belum boleh tau urusan orang dewasa" ucap ibunya


"ya udh Tia main sama Sahdy di sini" ucap Tia


" gak boleh, pasti kakak bakalan bales dendam sama aku, ntar aku di cubit lagi" jawab Sahdy


"nggk kakak nggk cubit, tapi Sahdy disini aja sama kakak" ucap Tia pada Sahdy


" gak mau, liat Bu, kakak maksa" ucapnya manja pada ibunya


" AWS aja kamu di rumah, liat aja nanti" gumam Tia menatap tajam sahdy


belum saja Tia melirik ayahnya, ayah dan om langsung kompak menyuruh Tia mengikuti ajak'an kevin


"ya udh deh, ayok kak Tia ikut kakak" ajak Tia balik pada Kevin


"ayok" jawab singkat Kevin


refleks Kevin memegang tangan Tia


Tia langsung terkejut dan mengikuti Kevin dari belakang


"kenapa ini, ada apa ini kenapa ayah malah membiarkan kak Kevin memegang tangan ku, padahal ayah sangat menentang kami untuk tidak terlalu dekat dengan laki-laki, apakah emng ada sesuatu di balik ini semua, bahkan dari tadi aku merasa memang ada yang nggk beres" batin Tia


Tia langsung melepaskan genggaman tangan Kevin


" kenapa" tanya Kevin


" maaf kak Tia nggk biasa di sentuh sama laki-laki" jawab Tia


" ya udh maaf ya" ucap Kevin

__ADS_1


Tia hanya mengangguk pelan, Tia masih belum percaya dengan semua ini, Tia hanya bertanya-tanya kenapa ayah, dan yang lain hari ini sangat aneh


"kamu kenapa, dari tadi kakak perhati' in ngelamun, kayak yang ada di pikirin" tanya Kevin


"nggk ko kak, mungkin perasaan Kakak aja kalik, bener ya kak bagus bener pemandangannya disini" jawab Tia mengalihkan pembicaraan


"iya dong, kan kakak tadi udah bilang pemandangannya bagus, makanya Kakak ajak Tia kesini" ucap Kevin


" wah bener, kakak Bawak hp nggk, soalnya tadi Tia lupa Bawak hp ibu, mau minjam kamera ayah juga, ayah lagi sibuk, jauh juga dari sini" gumam Tia yang kegirangan


" ada ko, tunggu sebentar ya, " jawab Kevin dan langsung mengeluarkan hp dari kantong celananya


"kakak boleh potoin Tia nggk, ntar kirim ke ibu ya kak, maaf kak ngerepotin, nanti kalo udh di kirim langsung hapus aja, soalnya hp kakak nanti penuh lagi, di penuhi Poto Tia hehehe" ucap Tia


" iya Tia siap, kamu berdiri disana ya " gumam Kevin


" baik kak" jawab Tia yang langsung berpose layaknya anak zaman now


" cekrek-cekrek" bunyi kamera hp Kevin


" sudah kak" tanya Tia


" kamu liat dulu hasilnya, nanti kalo kata kamu nggk bagus kita cari beground yang bagus lagi dari sini" ucap Kevin


Tia langsung menghampiri Kevin dan langsung melihat hasil Poto itu"


Tia tidak sadar Kevin dan dia hanya berada beberapa cm saja, wajah Tia hampir bersentuhan dengan wajah Kevin, Kevin terdiam dan mematung seolah dia tidak bernafas lagi, tia memang agak pendek sedikit di banding kan dengan cewek-cewek yang lain, tinggi badan tia hanya berkisaran 156 cm saja, namun Kevin sedikit jongkok mengimbangi badan Tia yang imut itu, sedangkan tinggi badan Kevin sendiri sampai 170 cm


Kevin hanya bisa Diam dan memastikan kalo jantungnya masih aman dan masih berfungsi,


"sepertinya dia memang di ciptakan untukku, Tuhan sangat baik dia menciptakan bidadari secantik ini dan sesempurna ini, dia sedang berada di depan ku saat ini, tuhan juga sangat bahagia kala dia menciptakannya" batin kevin


" kak" Panggil Tia, Tia belum menyadarinya Kevin sedang mengatur jantungnya yang dari tadi nggk bisa diam


" duh, dug, dug, dug," suara jantung kevin


"kak, kakak" panggil Tia lagi


"eh iya, kenapa" jawab Kevin kaget


" kakak kenapa, tadi Tia ngomong tau, masak nggk di dengerin" tanya Tia pada kevin


" emng tia ngomong apa, maaf tadi kakak nggk denger" jawab Kevin


"itu potonya bagus bener, keren bener pemandangannya" gumam Tia

__ADS_1


"iya, cantik" ucap Kevin singkat sambil memandang wajah Tia


" ha? maksud kakak" tanya Tia


" maksud kakak pemandangannya cantik" jawab Kevin bohong


" owalahh, menurut kakak ini bagus nggk " tanya Tia lagi


" bagus ko, bagus sekali malah" jawab Kevin tersenyum


" ya udh simpan bentar ya kak, nanti kirim ke ibu, terus kakak hapus deh biar nggk menuhin memori hp kakak" ucap Tia


" kalau kakak simpan potonya boleh nggk," tanya Kevin


" untuk apa kak, pasti buat ngusir tikus kan" jawab Tia


" buat kakak lah, buat di jadiin teman segalanya, ya kali buat ngusir tikus, nanti malah di ambil tikus lagi potonya" jawab Kevin tertawa, lagi-lagi Kevin memandang Tia


"Mmmm, terserah kakak deh, asal jangan aneh-aneh ya. sama Poto Tia" jawab Tia


" makasih Tia" ucap Kevin tersenyum lagi dan lagi pada Tia


"kak kayaknya kita di tungguin sama ayah, ibu, om, Tante dan yang lain deh kak, balik yuk kak" ajak tia


" emng tia nggk mau poto-poto lagi," tanya Kevin


" kayaknyq cukup deh kak, kapan-kapan lagi kan bisa, lagi pula besok mau sekolah kak" jawab tia


" baik tia, kapan-kapan berarti bisa dong kalo kakak ajak jalan-jalan lagi" tanya Kevin


" Mmm, tergantung kalo di kasih ayah sama ibu si hehehe" jawab tia


" masalah gampang" gumam Kevin


Tia hanya tersenyum pada kevin


" ya udah kita balik kesana yuk kak takutnya kita nanti di tinggalin" ucap tia


" ayok" lagi-lagi Kevin ingin menggenggam tangan Tia


Tia langsung menghindar


" maaf, kakak lupa" ucap kevin


"iya kak, gpp" ucap Tia

__ADS_1


kali ini tia yang berjalan di depan Kevin seperti menuntun Kevin


Kevin hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Tia yang membuatnya semakin ingin memiliki Tia


__ADS_2