
Belum saja ingin duduk suara dari arah pintu membuat mereka menatap orang-orang yang baru saja tiba
"cintaku" pekik seseorang itu yang tak lain adalah Riki teman Bendi
"bidadari ku" pekik Alfin yang tak kalah heboh
"mereka siapa" tanya ibunya Tia
"ah itu tante, mereka teman Bendi" jawab bendi sopan
" dan dia" menunjuk ke arah seseorang
" dia satpam sekolah" jawab Kevin
" baiklah" jawab shahni pusing dengan keadaan hari ini
" ya sudah lebih baik kalian bergabung, ikut makan" ucap shahni
jangan di tanya soal mereka tau alamat rumah Tia, sebelum itu bendi sudah memberitahu kepada kedua temannya dan juga kepada semua pihak sekolah kalo sekarang Tia sudah berada di rumah, bendi memberi alamat rumah Tia karna paksaan dari kedua temannya.........
tanpa basa basi Mereka langsung mendekat
mereka menyalimi Shahni
"tente, ko Tia nggk ada, apa dia hilang lagi" ucap Alfin yang seperti ingin cari mati, sontak kaki Alfin di injak Bendi
"aw, sakit gblok" ucap Alfin pelan pada Bendi
"hilang" jawab Shahni
"soalnya tadi main peta umpet Tante" timpal Riki gelagapan yang mengerti karna tatapan tajam dari orang-orang yang ada di sana
"ah benar, maksud Alfin gitu tante," ucapnya nyengir
"Tia lagi ganti baju di atas" bisik Kevin pada Alfin, Aldi dan juga Riki teman Bendi
"oke" jawab riki
"kalian ini ada-ada saja" jawab Shahni tanpa curiga
mereka menyalimi Shahni begitu juga satpam itu, Aldi (satpam) seumuran dengan kevin namun dia tidak melanjutkan pendidikan karna masalah ekonomi beruntung dia bekerja sebagai satpam, dia terpaksa mengganti kan ayahnya yang sedang sakit-sakitan
"selamat siang ibu mertua cinta ku" gumam Alfin
" woy kanebo kering, ibu mertua palak lo peyang" timpal Rio teman Kevin
__ADS_1
"apa si iri aja," jawab Alfin
"nambah saingan lagi ini" ucap Gilang
semua orang menatap sinis Gilang....
tidak habis pikir lagi-lagi Shahni rasanya ingin pingsan karna ulah teman-teman nya Tia, Shahni sesekali memijat pelipisnya
tak
tak
tak
suara langkah Tia membuat semua orang menatap ke arahnya, mereka memperhatikan Tia dari atas ke bawah,
dipikiran mereka hanya ada kata "cantik" batin meraka masing-masing
Tia seketika langkahnya terhenti melihat 3 orang lagi yang dia kenal
Tia melotot tidak percaya meja makan dipenuhi banyak laki-laki tampan yang sedang menunggu dirinya
"hai ti, kamu gpp" tanya Alfin di balas anggukkan Riki
"kalian lihat sendiri, aku baik-baik saja" jawab Tia
" jodoh gue cantik bener" batin Alfin
"masa depan gue" batin Riki juga
Tia hanya tersenyum, dia balik menatap pak satpam yang tadi di sekolah dia bohongi
"hai pak" sapa Tia gelagapan, dia tau pak satpam bakalan marah Karna ulahnya dia di cap tidak becus
"hmm" jawabnya singkat menatap sinis Tia
.......
Tia duduk di samping kanan ibunya, di depan Tia Kevin, dan disamping kirinya Bendi
seketika di meja makan mencekam, mereka hanya diam semakin horor, mereka seperti batu tidak berbicara, tidak biasanya pikir Tia
Tia memperhatikan satu persatu wajah mereka lalu berpikir
__ADS_1
" kenapa malah jadi serunyem ini si" batin Tia
" temen-temen kamu pada ganteng-ganteng ya, hayo kamu pilih yang mana" ucap ibunya meledek Tia, mereka yang mendengar itu seketika kaget
celetukan ibu Tia membuat seisi rumah tertawa geli, tidak terkecuali art dan bodyguard yang ada di rumah itu
ada yang senyum-senyum tidak jelas, ada yang hanya tersenyum kaku, dan ada juga hanya menampakkan wajah datar
sedangkan Tia berpikir dengan ucapan ibunya Barusan
"apa si Bu, ibu becandanya lucu sekali, mereka teman-teman Tia semua bu" ucap Tia sedikit tertawa membuat mereka agak sedikit kecewa
"aelah gimana ini bawaknya, ibuuuuu" pekik Wulan kakak Tia, dia baru pulang membawa banyak buku di tangannya
mereka yang di meja makan lagi-lagi menghentikan aktivitas makannya, dan menatap Wulan yang baru saja sampai
"wih ada banyak tamu nih, mana cakep-cakep lagi" ucap wulan
"Wulan " panggil Shahni
" iya Bu, becanda, 😁" jawab Wulan
Tia mendekat ke arah Wulan,
"kak mereka teman-teman Tia" gumam Tia
"nggk heran si, temenmu kan laki semua" ucap Wulan agak keras
" kak😤" tegur Tia
"hai semua, kenalin kakaknya Tia"
"hai kak, salam kenal, kakak juga nggk kalah cantik ya " ucap Rio
"kamu bisa aja Rio, nama kakak Wulan, panggil aja kak Wulan oke, mana nih yang bakal jadi calon adik ipar aku" ucap Wulan, seketika lengan Wulan di cubit Tia
mereka hanya tersenyum
"hmm, paham-paham selamat berjuang kalian" ucapnya langsung pergi karna menatap mata ibunya
"hati-hati saingannya banyak" pekik Wulan berlari ke kamar
"kak wulaaaannnnnnnnn" teriak Tia
mereka berani ngaku-ngaku jadi calon masa depan Tia jika di belakang Tia, mereka tidak berani jika di hadap Tia langsung mengucapkan kata yang menjurus membuat Tia ilfil
__ADS_1