Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
berhutang penjelasan


__ADS_3

Lagi-lagi mereka melanjutkan bernyanyi, tidak tanggung-tanggung banyak yang request pada sang musisi dadak'an itu, Tia hanya mengikuti dan menikmati alunan musik di iringi semua siswa yang ada di sana tanpa protes,


Saat Tia menikmati alunan musik itu, netra Tia tertuju pada seseorang yang sedari tadi memperhatikan dirinya,


Tia mengerutkan keningnya melihat seseorang tiba-tiba tersenyum padanya


"lah kenapa tu bocah" batin Tia


Tia melihat ke belakang, tidak ada orang di belakangnya, hanya ada loli di samping kiri, itu pun loli lagi asik bernyanyi mengikuti irama gitar yang di petik seseorang bernama tag Rangga


merasa aneh, Tia celingak-celinguk tidak karuan, rasanya dirinya ingin membalas senyuman itu, namun dirinya tersadar


"apasih Tia, gak usah geer" grutuk Tia pada dirinya sendiri,


namun tidak bisa di elak, dirinya merasa ingin terbang melihat seseorang yang pertama kali ia temui langsung membuat Tia mengagumi sosok Reno


iya, Reno orang yang memperhatikan Tia sejak tadi


ada rasa kurang nyaman karna tatapan Reno yang sulit di artikan Tia, akhirnya Tia memutuskan untuk kembali ke tenda, begitu juga loli yang di ajak Tia tiba-tiba


"padahal lagi seru tau Tia" ucap loli sedikit kesal


" ya udah sana, gabung lagi gih"


"nggk ah, udh nggk mood lagi, mau istirahat aja, sebelum ikut tempur nanti malam" tolak loli


Tia tidak menjawab dia langsung merebahkan tubuhnya di samping Rahma yang sedari tadi tidur bersama beberapa teman barunya, begitu juga loli


sayup-sayup terdengar suara seseorang memanggil nama Tia, namun tidak di hiraukan Tia, dia tidak peduli, palingan juga para buaya darat yang mencari mangsa dan korban selanjutnya adalah dirinya pikir Tia,


saat ini semua siswa di biarkan beristirahat sampai selesai magrib, setelah itu mereka nanti akan menguras tenaga untuk mengikuti jurid malam,


sebelumnya mereka sudah di beri aktivitas yang sedikit melelahkan yaitu membersihkan lingkungan sekolah, walaupun notabenenya sekolah itu sudah cukup bersih, namun tidak untuk hari ini,


dimana semua kakak-kakak panitia membiarkan sampah berserakan agar membuat semua murid baru merasakan bagaimana rasanya menjadi anak Pramuka yang sesungguhnya, mengenal kegiatan Pramuka, bagaimana menyenangkannya ikut kegiatan ini, dan akan ada dimana Meraka tau hidup berdampingan dengan alam


tidak hanya anggota OSIS, anggota Pramuka pun ikut hadir, seperti Pradana putra/putri, kordinator pramuka, dan sekaligus mengajak pembina Pramuka


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


sudah cukup lama mereka beristirahat, sekarang sudah menunjukkan pukul 5:30 dimana waktu magrib sebentar lagi, ada yang sedang mandi, ada yang masih tidur, ada juga yang membantu panitia memasak dan ada juga membantu menyiapkan sesuatu yang akan di perlukan pada saat kegiatan jurid malam,


Tia yang tadinya memakai baju Pramuka sekarang sudah berganti memakai baju olahraga SMP nya, karna memang sekarang mereka belum mendapatkan baju sekolah SMA yang baru

__ADS_1


Tia bingung harus melakukan apa, dia ingin mengajak loli keluar tapi ia mengurungkan niatnya karna melihat loli yang bersiap-siap ingin melaksanakan kewajibannya sebagai umat Muslim yaitu sholat magrib di musholla, kebetulan sekolah itu sudah menyiapkan berbagai tempat untuk beribadah, ada musholla, gereja, kelenteng, pura, dan Vihara.


namun agak sedikit berjauhan dari segi toleransi setiap orang berbeda-beda maka dari itu pihak sekolah memberikan jarak yang berjauhan, dan ketakutan pihak sekolah adalah kesalahpahaman dari masyarakat,


dengan adanya tempat ibadah itu semua murid tidak punya alasan lain untuk keluar sekolah pada saat jam pelajaran berlangsung hanya beralasan untuk menunaikan ibadah masing-masing


.........................


Tia juga ingin melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim namun keadaannya tidak bisa, hari ini adalah hari ketiga dia datang bulan (haid)


Tia yang bingung harus melakukan apa, tiba-tiba saja ia di panggil salah satu kakak panitia perempuan untuk mengikutinya, tentu saja membuat Tia bersemangat kendati demikian dia harus meminta izin kepada semua temannya yang berada di tenda takutnya mereka mencari dirinya,


setelah meminta izin, Tia langsung melangkah mengikuti kakak bernama tag Jesicca


" kak kita mau kemana" tanya Tia heran, pasalnya Tia di bawa ke tempat panitia berkumpul


"bantuin kita" ucapnya dengan nada memohon


"bantuin apa kak" tanyanya lagi


"masak, kami kelabakan di tambah bentar lagi jam makan malam" ucapnya langsung mengambil alih pisau ditangan temannya yang hendak keluar untuk bersiap-siap menunaikan sholat


"baik kak jawab Tia" tanpa aba-aba lagi Tia langsung membantu, bukan hal susah bagi Tia, Tia sangat lihai dalam hal memasak, dari kecil memang sudah di ajarkan ibunya untuk memasak


"kakak tau dari mana, kakak belum mengenal aku dari mana kakak tau" tanya Tia penasaran yang masih lincah menggoreng sesuatu yang ada di wajan


"dari Kevin" bukan Jesicca yang menjawab melainkan Nadya wakil ketua OSIS teman satu angkatan Kevin


Tia langsung melirik siapa yang menjawab nya tadi, ternyata dirinya kenal dengan sosok Nadya beberapa kali bertemu di sekolah


"owalah" jawab Tia


di tempat panitia putri hanya ada beberapa orang saja, yang lain sudah bersiap-siap untuk melaksanakan sholat


"kakak sama yang lain nggk sholat, nanti biar Tia aja yang handle ini semua, insyaallah Tia bisa ko kak" ucap Tia memecah keheningan


"nggk boleh" jawab Jesicca singkat


"kakak lagi berhalangan/ haid ya sama kayak Tia" jawab asal Tia


"nggk" jawab


"gpp, beneran kak, nanti Tia aja yang handle, kalo mau sholat kakak yang lain juga gpp di tinggal, dosa lo kalo ninggalin sholat apalagi kalo sengaja" ucap Tia terkekeh geli karna sudah berani-beraninya mengatakan sesuatu pada kakak-kakak panitia yang baru ia kenal, namun untungnya mereka juga sangat baik jadi mereka tidak baper ataupun marah kepada Tia

__ADS_1


"kami kalo ibadah kapan pun kami mau, tapi lebih baiknya hari minggu" jawab seseorang bernama tag Maria, kakak kelas Tia juga


Tia langsung menutup mulutnya tidak percaya, dia langsung merasa bersalah nyerocos tanpa jeda dan menyuruh mereka untuk sholat sampai menyeramahi mereka padahal bukan kewajiban mereka


"maaf kak" lirihnya menyesal


"gpp, santai aja kali, namanya juga nggk tau" ucap Jesicca tertawa pelan di ikuti angguk'an teman-temannya yang lain


jangan di tanya kenapa mereka bisa tau nama Tia, tidak perlu bertanya semua orang sudah mengenal gadis cantik itu, dengan kecantikan dan keluarga yang sangat terpandang Tia cukup terkenal apa lagi di tambah sosok nya yang baik, ramah terhadap orang lain membuat siapa saja merasa Tia adalah bidadari yang tak bersayap,


namun di balik itu semua kenyataan hidup Tia tidak seindah yang di bayankan orang-orang


"Owh iya kak, Tia boleh nanya lagi nggk" tanya Tia sedikit ragu-ragu


"iya" jawab singkat Jesicca


" kenapa harus masak, kenapa nggk pesan makanan aja, lebih simpel kak, nggk usah buang-buang waktu dan tenaga" tanya Tia lagi


Jesicca terdiam lalu menghembuskan nafas sedikit gusar, guna-guna untuk menjawab pertanyaan Tia, sambil melanjutkan memasak dia menjawab dengan pelan


"coba kamu bayangin, kalo seandainya kamu terjebak di hutan sama teman-teman kamu tanpa membawa apapun, hanya memakai pakaian yang kalian kena kan pada saat itu, terus kalian tiba-tiba laper, tidak ada makanan atau minuman di sana apa yang akan kalian lakukan" tanya Jesicca


"nggk tau, palingan nyari jalan keluar" jawabnya singkat membuat Jessica sedikit geram


"ini ni kalo anak milineal zaman sekarang, pasti nyarinya instan" batin Jesicca


ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya, pikir Jesicca


"kakak tanya lagi, apa tujuan kalian ikut Pramuka" tanya Jesicca lagi


"buat mengenal lingkungan, terus juga biar kita tau kebersamaan itu seperti apa" jawab Tia singkat, itu inti yang ia tangkap dari penjelasan kakak-kakak OSIS sebelumnya


"benar tapi yang spesifik nya lagi, Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki berkecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik" ucap Jesicca panjang lebar


"terus hubungannya sama masak apa kak" tanya Tia lagi


"Tia, seperti yang kamu katakan sebelumnya salah satu tujuan dari Pramuka adalah kebersamaannya dan yang harus kamu garis bawahi di sini kegiatan ini juga sangat menjunjung tinggi kedisiplinan, menjadikan diri kita sebagai mahluk sosial yang mampu beradaptasi dengan lingkungan, menjadikan diri kita sebagai seseorang yang harus melakukan sesuatu dengan sendiri, tidak mudah namun jika kita terus belajar maka hal yang tidak mudah akan menjadi mudah dengan sendirinya, jadi selagi kita bisa melakukan apapun dengan sendiri kenapa kita harus mengambil cara yang instan" tegasnya pada Tia


Tia hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan kakak kelas yang ada di depannya ini, sedangkan yang lain hanya bisa menyimak tanpa memotong penjelasan dari Jesicca sedikitpun


Tia sedikit tidak mengerti apa hubungannya dengan memasak, sepertinya kak Jesicca masih punya hutang penjelasan, pikir Tia.


..........

__ADS_1


...............


__ADS_2