
Sahdy dan Tia memang sering bertengkar jika di bandingkan dengan Wulan, mereka lah juaranya,Tia dan sahdy memang seperti Tom and Jerry, tidak pernah akur namun di balik itu semua ada rasa kepedulian dia antara mereka berdua, pertengkaran mereka hal yang wajar seperti halnya saudara-saudara yang lainnya, meskipun Sahdy laki-laki tidak pernah Sahdy bermain fisik, kebalikannya Tialah yang sering memukul Sahdy, namun tidak pernah Sahdy membalasnya,
"kak Kata ayah kita mau jalan-jalan ya" tanya Sahdy
" em" jawab Tia singkat
" orang nanya juga, jawab ngpa, nggk ada mulut ya" gumam Sahdy
Tia langsung melotot ke arah Sahdy, namun Sahdy hanya diam saja dan balik bertanya pada kak wulan
" tanya tu sama ibu, Sama ayah" jawab Wulan
" dahlah, punya kakak dua-dua jadi bikin orang mati berdiri, capek nanya ke kalian berdua, kayak nggk pernah suka punya adik kaya aku ini" gumam Sahdy
" siapa suruh jadi adik ku" jawab Tia
"kalian bisa diam nggk, yang capek itu ayah sama ibu, sering bener liat kalian ribut-ribut Mulu, kalo adek nanya itu di jawab" gumam ibu pada kami
" iya Bu" jawab kami kompak kesal dan menoleh ke Sahdy,
Sahdy tertawa lepas melihat kami berdua kak Wulan di marahi
"punya adek kayak gini, sering bikin emosi, punya Kakak ngeselin bener bikin orang darah tinggi, dahlah emng nasib jadi anak tengah," batin Tia
" udah diam, ikut aja" celetuk ayah geram
mobil langsung melaju dengan kecepatan normal, seperti biasa Tia hanya bisa melihat jalan sedangkan Sahdy tertidur seperti kerbau
sesampainya mereka disana Tia langsung dulu turun dari mobil, pertama yang Tia liat adalah laut yang sangat indah,
sedangkan yang lain menyusul Tia,
" kak liat sini bentar, potoin aku, disini bagus pemandangannya" ucap Tia
namun Wulan tidak mendengar Tia Wulan hanya fokus pada hpnya, Wulan sedang mengerjakan tugasnya yang tiba-tiba saja di berikan dosennya pada saat perjalanan di mobil tadi
"udah jangan di ganggu, kak Wulan lg ngerjain tugasnya, sini ibu aja yang potoin, berdiri disana" ucap ibu
" ih apaan si kak Wulan, orang lagi jalan-jalan juga, bukannya refreshing malah lanjut aja sama tugas, udh pulang saja sana" ucap tia kesal
" berisik" jawab Wulan yang kembali ke mobil
" dih, marah-marah Mulu, cepat tua baru tau rasa," jawab Tia
"bu Sahdy mama" tanya tia
" lah bukannya dia tadi udh turun" jawab Shahni ibu Tia
" belum Bu, kan tadi yang turun duluan Tia"
__ADS_1
" Sahdy di sini Bu" pekik Sahdy dari jauh yang melambaikan tangannya pada kami
" owalahh, biarin aja dia lg sama ayah, sekarang selfie yuk bu" ajak Tia pada ibunya
"boleh tapi sekarang kita samperin ayah sama Sahdy biar kita Poto bareng" ucap ibunya
" terus kak Wulan" tanya Tia
" nanti dia nyusul, kalo tugasnya udh selesai" jawab ibunya
"oke, let's go" Tia langsung memegang tangan ibunya
sesampainya Tia dan ibunya di tempat, ayahnya yang asik mengobrol dengan temannya langsung memperkenalkan Tia,
ibunya dan Sahdy sudah di kenalkan lebih dahulu
"ini anak kedua ku Mutiara, dan yang pertama dia juga cewek tapi sekarang di mobil sedang mengerjakan tugasnya dari kampus" ucap ayahnya memperkenalkan tia,
" hallo om, aku Mutiara panggil aja Tia hehehe" ucap Tia
" aduh cantik bener anak kamu, pantes aja anak nya cantik, ganteng, bapak sama ibunya juga nggk kalah ganteng sama cantik, jadi anaknya pada ikut kan" ucap om Handi dan istri
" bisa aja om, om juga nggk kalah ganteng, cocok sama Tante yang cantik ini" gumam Tia pada om Handi dan istri
" Tia bisa aja ya, Tia cantik bener si, pasti ibunya dulu ngidam berlian ya pas lg mengandung kamu" tanya Tante masyeka yang tak lain adalah istri Om Handi
" duh gemes bener si sama anak kamu Shahni," gumam Tante masyeka pada ibunya Tia
" iya, dia emng gitu" jawab ibu yang tertawa pada Tante masyeka
"bukannya kamu punya putra yang seumuran dengan Tia"tanya ibu pada Tante masyeka
" iya, tapi dia nggk ikut, cuma anak kedua aku aja yang ikut, dia juga bersekolah yang sama dengan anak ku yang bungsu, cuma beda satu tahun saja jadi dia sekarang sebagai kakak kelas dari Bendi, itu yang sedang mengobrol dengan Sahdy, " gumam Tante yang menunjuk pada Sahdy dan anak Tante masyeka
Tia melihat ke arah yang di tunjuk oleh Tante masyeka
"sepertinya aku mengenal nya, ah tapi tidak mungkin"batin tia
Tante memanggil mereka berdua
"Kevin Sahdy" panggil Tante masyeka
" Kevin" lagi-lagi Tia berpikir seperti tidak asing nama itu
" Iya bunda Bentar" jawabnya
mereka menghampiri kami semakin mendekat, benar saja Tia mengenalnya
" kak Kevin, " panggil Tia
__ADS_1
Kevin terkejut melihat ada orang yang dia sukai
" Tia, ko bisa ada disini," tanya Kevin pada Tia
ayah, ibu, Sahdy, Om Handi dan Tante masyeka terpelongok melihat Tia dan Kevin sudah saling mengenal
" kalian sudah kenal" tanya om Handi
"iya" jawab mereka kompak
" cie, jodoh ni yeee" ejek sahdy
" apaan si anak kecil" gumam Tia yang kesal mendengar ucapan adiknya itu
" iya yang udah tua" jawab Shady yang berlari takut ke arah ibunya
sedangkan Kevin tersenyum menahan tawa ketika melihat adik dan kakak itu ribut
" kak nggk usah di dengerin ya kak, emng itu anak nggk takut dosa sama kakaknya sendiri" ucap Tia pada Kevin
"iya gpp" jawab Kevin singkat
"udah-udah, sekarang jawab ayah ko kalian bisa kenal" tanya ayah Tia
begitu juga Ibu, Om dan Tante yang penasaran
" kak kevin kakak kelas Tia di sekolah ayah" jawab Tia
" berarti Tia sekarang bersekolah yang sama dengan Kevin dan Bendi" tanya Tante masyeka
" iya Tante" jawab Tia
"baguslah berarti Tia ada yang ngejagain, Om titip Tia ya kevin, jaga dia, pokoknya om percaya sama kamu" ucap ayah memohon pada Kevin
" ayah Tia udh besar, nggk perlu di jagain, Tia bisa jaga diri sendiri, kasian kak Kevin, dia pasti sibuk, lagian juga Tia banyak teman-teman di sana" gumam tia memohon pada ayahnya untuk tidak di titip kan pada siapapun
namun ayahnya pura-pura tidak mendengar kan Tia dan memasang wajah memohon pada kevin
" dengan senang hati Om, Kevin janji akan berusaha menjaga tia sebisa Kevin dan selama Kevin masih sekolah disana, Kevin pastiin Tia baik-baik saja" jawab kevin
" terima kasih Kevin, om sangat berterima kasih pada Kevin" gumam ayahnya Tia
" asik punya kakak ipar" ucap Sahdy
"yaaaaaa" pekik Tia yang langsung melihat Shady dan menatapnya tajam
sedangkan mereka semua yang ada di sana tersenyum senang yang sulit di artikan tia
BERSAMBUNG........
__ADS_1