Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Aset Berharga Milik Bendi


__ADS_3

Selesai sudah acara makan malam, saatnya mereka harus bersiap-siap melanjutkan acara malam itu


semua sudah berkumpul lagi di regu masing-masing, sudah setengah jam mungkin mereka beristirahat setelah makan malam


"baik sebelum kita melanjutkan acara Alangkah baiknya kita berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, berdoa di mulai" printah Nando


mereka menundukkan kepala sibuk dengan doa masing-masing


"berdoa selesai" ucap Nando


"to the point saja kakak disini tidak akan banyak bicara jadi kita langsung pembagian regu lagi, karna acara kita malam ini adalah jurid malam, maka regu perempuan dan laki-laki akan di campur dan akan di pilih oleh kakak sekertaris Pramuka, tidak ada yang protes" terang Nando sebagai Pradana Putra


"tapi kak kenapa harus di campur, emang nya gado-gado harus di campur-campur" tanya seorang siswi


"gini, ibarat di dalam satu keluarga ada yang namanya pemimpin, jika di dalam keluarga itu salah satunya laki-laki bisa di katakan dia adalah pemimpin dalam keluarga itu dan kalian tau kebanyakan pemimpin adalah seorang laki-laki, sama saja di dalam anggota keorganisasian, kalian perempuan pasti membutuhkan figur seorang laki-laki begitu juga sebaliknya apalagi saat seperti ini, kalian saling membutuhkan satu sama lain, jelas" jawab Nando panjang lebar


"ibu saya single parents, dia ngebesarin aku sendirian tanpa ada seorang laki-laki apalagi ayah, syukurnya ibu saya nggk ngeluh tu" ucap seorang siswi


"iya bener tu" jawab yang lainnya


kini semua anggota Pramuka saling menatap, baru kali ini mereka menghadapi angkatan yang berani mengeluarkan pendapat dan menentang perintah mereka, sesekali mereka menghembuskan nafas gusar

__ADS_1


"oke, maaf kakak mungkin salah bicara atau kurang pas menyampaikan nya, kakak cuma minta ikuti saja dan tolong hargai keputusan kami disini" tegas Nando


dengan begitu semua murid langsung diam, ada yang masih mengoceh karna tidak terima, ada juga hanya pelangak pelongok tidak jelas, dan ada juga yang sangat patuh, mungkin karna mereka sudah mengerti dunia Pramuka seperti apa, sedangkan Tia hanya mendengarkan tanpa protes baginya cukup dengan mengikuti printah dari kakak kelas yang menjabat sebagai anggota OSIS dan Pramuka


kini sudah berjalan pembagian regu sementara malam ini, Tia sudah berada di dalam kelompok regunya yang terdiri salah satu musuh bebuyutan nya yaitu Bendi, Bendi datang terlambat, dia datang pada saat Tia sedang asik masak di dapur bersama kakak-kakak kelasnya, dia sudah di hukum oleh kakak anggota Pramuka yang khusus memberi hukuman pada saat anggota Pramuka melakukan kesalahan


..........


saat ini mereka sedang berada di satu regu yang di pilih lagi sementara, mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan, kebetulan Tia dekat di samping bendi


Tia menatap bendi dengan tatapan membunuh, sedangkan bendi hanya menaik turunkan alisnya, sesekali dia menggoda Tia tanpa di ketahui Riki dan Alfin, kebetulan mereka berdua juga berada di regu yang sama dengan Tia, regu mereka terdiri dari 9 orang yaitu, Mutiara, Asih, Bendi, Alfin, Riki, Firdaus, Reno, Karin, dan Sari


"kenapa lo liat-liat, suka ya lu Ama gua" tanya bendi berbisik


"wah, kecoak bunting apa woy, ginii gantengnya gue seantero jagat di bilang kecoak bunting, tu liat muka lo bulat, mata bulat, pendek, jelek juga, udh kayak boneka Mampang yang khusus buat bocil " cibirnya


"Sitthh, an*jir masa depan gua" pekiknya


tendangan maut Tia pas sasaran, bendi menatap Tia seolah ingin menghabisi nyawa nya


"lagian main-main sama gue" ucap Tia setelah itu dia pergi menghampiri sari dan yang lainya

__ADS_1


"Ben lo kenapa" tanya Alfin


"lo gak liat tu, anunya abis di tendang sama Tia" Riki tiba-tiba datang menggelengkan kepala lalu menatap ke arah bendi yang menahan sakit pada bagian sensitifnya


"wuhahahahha, gila-gila ini harus di abadikan" hendak saja Alfin mengambil hp dia langsung di beri peringatan Riki


"ketauan sama kakak kelas baru tau rasa lo, simpan tu hp"


"ah iya lupa, momen kayak gini itu langka" ucapnya ketawa di ikuti Riki juga


" dasar gak tau diri, bukannya di bantu malah ngetawain gue lu berdua" kesal bendi


" eh maaf Ben, abisnya kapan lagi coba, liat lo menderita kayak gini,😂"


plak


lengan Alfin di pukul Bendi kuat,


"sakit bng*st" pekiknya


"udh cepat keburu kita di marahin kak Kevin, kakak lo" ucap Riki

__ADS_1


mereka berjalan, bendi masih saja memegang aset berharganya, untung saja tidak sampai membuat bendi mati karna tendangan keras Tia, bisa kena pidana Tia


.....................


__ADS_2