
Selesai dari makan Tia dan loli langsung kembali dari kelas beberapa jam berlalu, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, bel berbunyi tanda sudah pulang,
Tia dan loli berpisah, Tia datang menghampiri pak dimas(supir Tia), loli menghampiri sepeda motornya yang tidak jauh dari tempat parkir mobil Tia, Tia melambaikan tangan pada loli begitu juga dengan loli
"ayok pulang non) ucap pak dimas
"baik pak"jawab Tia singkat
mobil berjalan dengan kecepatan stabil tidak ada percakapan apapun, hanya ada suara orang-orang yang berlalu lalang, mobil dan motor itu saja, Tia hanya termenung ntah apa yang sedang bergelut dengan pikiran Tia, dan hanya melihat ke arah jalan, Tia duduk di depan tepat di samping pak dimas, dari dulu, jika Tia sendiri di antar oleh supir Tia tidak mau duduk di belakang karna Tia merasa dirinya kurang sopan jika harus duduk di belakang seperti nyonya besar, kecuali Tia sedang bersama keluarganya,
"kita sudah sampai non" ucap pak supir
" benar pak, makasih pak, Owh iya bapak kalo Tia sekolah jangan nunggu Tia sampe pulang ya pak, pasti bapak nggk tau harus ngapain selama nunggu Tia, bapak mau jalan-jalan juga gpp, atau mau pulang juga gpp, tapi jemput Tia harus tepat waktu ya pak "gumam Tia
"tapi non, bapak di bayar oleh tuan buat sekalian jaga non, gpp ko non, beneran, sudah menjadi tanggung jawab bapak, kalo bapak langgar sama aja bapak makan gaji buta" jawab pak dimas"
"nggk ada tapi-tapian, nanti Tia coba ngomong sama ayah Sama ibu, nggk boleh ngebantah oke bapak," ucap Tia yang langsung turun dari mobil, membuka pintu mobil sedangkan pak Dimas hanya mengiyakan ucapan Tia
Tia langsung masuk ke rumah yang di sambut beberapa asisten rumah tangga Tidak terkecuali ibunya, Ibu Shahni sibuk tapi jika bersangkutan dengan anak-anaknya shahni sangat sensitif, dan dia tidak pernah mempercayai siapapun untuk mengurus anak-anaknya termasuk bebysitter, dari kecil Shahni tidak mengizinkannya, ketakutan Shahni adalah kekerasan pada anaknya, tidak hanya itu jauh dari pengawasan orang tua bisa membuat mereka menjadi anak yang kurang didik'an, dan anak bisa kurang kasih sayang dari orang tua seperti dirasakan kebanyakan orang-orang walaupun tidak semua bebysitter jahat tapi Shahni sangat waspada, banyak yang menyarankan untuk menggunakan jasa bebysitter namun Shahni tidak menyetujuinya, Shahni sangat menentang soal itu,
"sudah sampai sayang, gimana sekolah barunya, apa sangat menyenangkan" tanya Shahni pada Tia
"lumayan si bu, ada yang menyenangkan, ada juga yang sangat menjengkelkan" jawab Tia kesal
" sini cerita pada ibu," ucap Shani yang langsung mengambil tas Tia dan langsung memberikannya pada asisten rumah tangga
" bi tolong simpan tasnya di kamar Tia, langsung di gantung ya" gumam Shahni pada bi Ijah, salah satu asisten dirumahnya
"baik nya" ucap bi Ijah yang mengambil tas itu dari tangan Shahni(nyonya besar)
"Bu, biar Tia aja yang narok, sekalian Tia mau mandi, soalnya gerah bener, kasian bi Ijah, pasti dia cape" gumam Tia pada ibunya
"udah gpp non, ini emng tugas bibi" jawab bi Ijah
" tu bi ijah aja gpp" gumam Shahni yang mencubit pelan hidung Tia
" ih ibu mah, Tia bukan anak kecil lagi" ucap Tia yang lagi-lagi Tia merasa Malu karna perlakuan ibunya yang kadang menganggap aku, kakak, dan adikku seperti masih bayi, bisa di bilang sangat manja
" udah ah, sekarang sepatunya di lepas, dan ke atas langsung ganti pakaian, ibu udh nyiapin makanan kesukaanmu" ucap shahni
"baik Bu, Owh iya dimana kak Wulan, sama Shady" tanya Tia
"kak Wulan belum pulang, tapi kalo sahdy lg keluar sama ayah tadi" jawab ibunya
"kemana Bu, emng ayah nggk kerja, " tanya Tia lagi
__ADS_1
" nggk sayang, ayah hari ini ngambil cuti"
" ayah mah nggk adil giliran weekend aja nggk mau libur/ ngambil cuti, sedangkan hari biasa, dimana Tia sekolah ayah malah libur" gumam Tia yang sambil menggerutu di depan ibunya
"ya sudah nanti kalo kakak kamu udh pulang kita nyusul ayah sama sahdy ya kita jalan-jalan" ucap shahni
" beneran Bu" jawab Tia kegirangan
" iya sayang, udh gih sana salin dulu, bau tau" gumam Shahni yang mengejeknya
"iya-iya Bu" jawab Tia yang langsung berlari menuju kamarnya
" hati-hati nanti jatoh dari tangga" pekik ibunya
" iya ibu ku sayang" jawab Tia sambil teriak
" hahaha anak jaman sekarang, lucu juga, udh gedek juga mereka nggk kerasa" gumam Shahni dalam hati
10 menit lebih kemudian Tia turun tangga untuk menemui ibunya yang sedari tadi menunggunya di meja makan
"cantik sekali si anak ibu ini, sini makan dulu, ibu udh siapin makanan kesukaan kamu, " ucap shahni
"ya kan emng dari ibu, hehehe ada sambel teri ya Bu, sayur dan ada ayam goreng kan" jawab tia
sedangkan asisten yang berada disana hanya tertawa kecil melihat Tia yang langsung menyantap makanan itu,
"sangat sederhana bukan, anak orang kaya tapi makanan kesukaaannya sederhana banget" celetuk asisten yang ada di sana
Tia hanya menikmati makanan, begitu juga ibunya, hanya ada suara piring dan sendok saling bertautan,
dan tiba-tiba saja Tia mengingat sesuatu
" Owh iya Tia lupa Bu, tadi Tia abis makan di kantin sekolah, Tia di ajak makan oleh teman Tia, enak tau Bu, bentar Bu" Tia langsung berlari menuju kekamarnya mengambil satu kantong plastik yang berisi makanan yang tidak lain adalah nasi uduk yang Tia pesan dari Kantin sekolah bersama loli
Shahni merasa kebingungan dengan Tia,
Tia langsung memberikan nasi uduk itu pada Shahni,
"bi Tia boleh minta tolong nggk? ambilin Tia piring satu aja ya hehehe" gumam Tia pada bi Surti
" baik non" jawab bi Surti yang mengambil piring dan memberikannya pada Tia "makasih bibi" ucapku pada bi surti
" kan kata ibu jangan sembarang beli makanan" ucap Shani pada tia
"ini Bu, ibu pasti suka, orang gak sembarangan ko Bu, gumam tia yang langsung menyodorkan makanan itu pada ibunya"
__ADS_1
" nggk ibu nggk mau," ucap shahni singkat
" cobain dikit aja, kalo ibu nggk suka ntar Tia yang abisin" gumam Tia
" baiklah, ibu coba ya tapi sedikit, demi kamu ni ibu makan" jawab ibunya
"iya ibu" jawab Tia singkat
Shahni langsung memakannya dan benar saja Shahni terdiam dan merasakan nasi uduk itu
" ini mah nasi uduk" ucap Shahni
"ko ibu tau" tanya Tia penasaran
"ya tau lah orang ibu juga pernah makan, cuma agak sedikit beda, ibu juga bisa membuat nya" gumam Shahni
" terus kenapa ibu nggk pernah masak, terus juga kenapa nggk pernah di kenalin ke Tia, ke kak Wulan sama ayah sama adik juga, hayo Lo" tanya Tia yang sedikit sebel
"ibu pikir kalian pada nggk suka, nanti ibu masak'in sekali-sekali buat kalian, sekarang ibu mau memakannya lagi" gumam shahni yang melanjutkan makannya
" kan pasti ibu suka " ucap Tia
" soalnya enak si" jawab Shahni
mereka hanya melanjutkan makanannya
tiba-tiba saja bel rumah berbunyi menandakan ada yang datang
ibu terdiam dan ingin melangkah keluar namun
"bu biar Tia aja yang buka" gumam ku
" biar bibi aja yang buka non" ucap bi Surti yang mencegat Tia keluar untuk membuka kan pintu
" gpp bi" tanya Tia
"gpp non, non lanjutin makanannya" gumam bi surti
" ya udah, makasih bi" jawab Tia
"aku laper" pekik suara yang tak lain adalah kak wulan
"akhirnya dia datang juga" gumam Tia dalam hati
BERSAMBUNG.........
__ADS_1