Kenyataan Di Balik Kisah Ku

Kenyataan Di Balik Kisah Ku
Perang


__ADS_3

Dari awal tia sudah menduga seseorang yang menyodorkan tangannya bukanlah loli melainkan laki-laki yang berparas tampan dia adalah ketua OSIS di SMA cipta karya, Kevin William nama yang sangat bagus bukan??


"aw sakit" ringis Tia, Tia terjatuh kembali karna kaget melihat Kevin yang sengaja berdiri di depannya dan ingin menolong Tia,


"apa kamu tidak apa-apa?" tanya Kevin


"nggk punya mata apa gimana udh liat aku kesakitan gini malah di tanya gak papa-ga papa, dasar, untung ganteng" gumam tia dalam hati sambil memegang punggungnya yang masih terasa sakit akibat terhentak keras di atas lantai sekolah tia dua kali,


""iya gpp" sambil menahan rasa sakit Tia memanggil loli yang sedang mematung melihat pesona Kevin yang sangat ganteng apa lagi Kevin adalah ketua OSIS dan dia adalah seseorang yang pintar bahkan dia juga pernah menjadi perwakilan sekolah untuk memenangkan olimpiade matematika internasional tapi keberuntungan belum berpihak kepadanya Kevin hanya mendapatkan juara 2 tapi semua pihak sekolah sangat bangga kepada Kevin, dan sudah di akui pihak sekolah bahwa keluarga Kevin sangat berjasa di sekolah karya cipta ini, dia adalah kakak kelas Tia yang berbeda satu tahun di atas Tia,


"loli" panggil Tia namun Loli tidak mendengar nya


"loliiiiiiiiiiiiiii"" pekik Tia


loli tersentak kaget dan melihat Tia yang masih duduk di atas lantai,


*kenapa Tia, ganggu aja orang lg liat yang cakep mata aku langsung cerah nih liat yang beginian" ucap loli yang sedang meraih tangan Tia, Tia hanya Diam tanpa membalas loli untuk bicara,


"iya sih ganteng tapi nggk lah masih gantengan ayah aku" gumam tia dalam hati,


loli langsung membantu Tia berdiri dan langsung menatap Tia berjalan menuju kelas begitu juga Kevin dia kaget dan tersenyum tipis sambil tertawa kecil melihat Tia yang tidak ingin di bantu olehnya


"hei, apa aku bisa tau namamu" pekik Kevin, namun tia hanya melanjutkan perjalanan dan pura-pura tidak mendengar Kevin, berbeda dengan loli, loli ingin berbalik badan namun tia langsung menarik tangan loli


" kamu mau ninggalin aku dengan keadaan kayak gini cuma gara-gara si ketos itu" ucap tia

__ADS_1


"hehe nggak deh aku bantu kamu aja, eh bentar-bentar ko kamu tau dia ketua OSIS Tia, tanya loli


"ya tau lah, liat gih yang di pakai kak kevin itu jas almamater OSIS dan tertera nama dan jabatan nya" gumam tia sambil tertawa kecil


"aku nggk memperhatikan itu lah aku cuma memperhatikan ciptaan tuhan yang begitu indah, cakep banget, glowing parah tipe aku banget" gumam loli yang tersipu malu melihat Kevin


"ya ya ya terserah kamu deh, ayok cepat kita ke kelas ntar kita nggk kebagian bangku dan tempat duduk" gumam tia


"owh iya, ayok" let's go, Tia dan loli tidak menghiraukan Kevin mereka langsung pergi begitu saja dan berterima kasih karna berniat membantu Tia saat jatuh, Kevin hanya menggeleng kan kepala sambil bergumam "lucu" sambil tertawa kecil dan memperlihatkan giginya yang rapi lalu beranjak pergi dan meninggalkan tempat kejadian dimana dia bertemu gadis yang dia suka selama ini


sesampainya Tia dan loli di kelas mereka langsung mencari bangku dan tempat yang nyaman untuk di duduk Ki , Tia langsung tertuju di sebelah jendela kursi nomor dua dan tepat berada di depan guru, Tia langsung menunjuk ke arah bangku itu dan berjalan menghampirinya, tia tidak peduli rasa sakit yang ada di punggunya sedangkan loli dia langsung mendekat ke arah bangku yang ia pilih di dekat tia tepat di samping Tia namun sedikit berjarak karna di sekolah itu tidak ada yang berpasangan untuk duduk bersebelahan,


setelah mereka duduk dengan nyaman di bangku masing-masing, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang datang ke kelas Tia, melihat dari postur tubuh laki-laki itu tia langsung mengenalnya, iya dia adalah laki-laki yang menabraknya nya tadi di depan kelas X(10)ipa1


laki-laki itu menatap Tia dengan tajam


"jangan sok akrab nggk usah lu manggil aku kamu, aku kamu, dan satu lagi nggk usah lu Bawak nama orang tua gua, kamu paham!!! Owh iya soal yang tadi gua emng sengaja jadi nggk perlu gua ngerasa bersalah apa lagi sampai minta maaf sama lu, laki-laki itu langsung pergi dan meninggalkan tas ranselnya di atas meja yang ada di belakang tia


"bere**s*k dasar laki-laki gila"teriak Tia


sedangkan laki-laki itu tidak peduli dengan tia yang dari tadi kebakaran jenggot marah-marah dengannya


sedangkan loli hanya terdiam dan menenangkan Tia


"sabar Tia sabar ini baru awal " gumam tia dalam hati,

__ADS_1


nggk bisa ini, aku bakal bales semua perlakuan laki-laki bere**s*k itu,


*aku setuju* ucap loli, Tia langsung tersenyum dan memikirkan ide gila untuk menjahili laki-laki itu


tia langsung melihat apa yang bisa dia lakukan, Tia langsung tertuju ke tas yang berada di atas meja yang tepat di belakangnya, Tia langsung melirik loli sedangkan loli langsung mengerti ap maksud Tia,


mereka memastikan apakah aman atau tidak, saat itu kebetulan para murid sedang berada di kantin dan yang lain masih belum datang,


tia langsung berbisik kepada loli dan sudah memberi tugas masing-masing setelah itu loli langsung mengambil tas laki-laki itu dan menyimpan buku-buku yang ada di tas ke dalam lemari guru sedangkan Tia mencari kantong untuk mengisinya dengan batu di luar mereka sudah menyusun rencana untuk mengerjai laki-laki itu, tapi tidak sengaja Tia bertemu Kevin sama temen-temennya


" kamu sedang mencari apa" tanya Kevin


"aduh gimana ini ada kak Kevin lagi, nggk kak aku lagi mencari ada barang aku yang ilang" gumam tia berbohong


"boleh kakak bantu, kakak sama temen-temen yang lain bisa bantu kamu" tanya Kevin tiba-tiba saja temen-temen Kevin ngomong " cantik Vin buat gua aja ya"ucap Gilang sambil tertawa dan melihat Tia yang sedari tadi mencari batu untuk menjahili laki-laki itu, Kevin langsung memasang wajah yang sulit di artikan oleh Tia


* eh nggk papa kak nanti Tia bisa cari sendiri kok, lagian nanti malah ngerepotin kakak sama temen-temen kakak* gumam tia


"beneran nggk papa nih, kakak dan temen-temen juga mau ngurusin acara anak-anak baru buat besok juga sih " ucap Kevin


"iya kak gpp lagian juga barangnya nggk terlalu penting-penting amat" gumam tia


"ya sudah kakak sama yang lain permisi dulu ya, kalo butuh bantuan tinggal keruangan OSIS, kakak ada di sana" gumam Kevin sedangkan teman-teman Kevin melambaikan tangan ke Tia, "dadah cantik nanti kita ketemu lagi," ucap Rio salah satu teman kevin, dih apaan Lu kalo lu mau kita perang siapa yang menang berarti bisa dapetin Tia ucap Danu yang juga menyukai Tia, mereka serempak mengatakan oke sedang kan Kevin hanya melihat mereka dengan tatapan tajam yang berarti nggk ada yang bisa dapetin Tia kecuali gua.....


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2