
Sesampainya Wulan di rumah tanpa basa basi Tia langsung menghampiri Wulan
" kak kita jalan-jalan yuk" gumam Tia pada Wulan
"nggk Ay capek, ngpain jalan-jalan, mending tidur," jawab Wulan yang langsung menghampiri ibu dan langsung menyalami ibu
"kakak, ini kesempatan kita jalan-jalan sekeluarga, mumpung ayah lg libur dan kumpul, kan biasanya juga kita sibuk masing-masing apa lagi ayah" ucap tia pada kak Wulan
" males" jawab kak Wulan singkat
"ibuuu, tu kak Wulan nggk mau ikut," gumam Tia manja pada ibunya
" Wulan ganti baju sana, kita jalan-jalan keluar, nyusul ayah sama sahdy, kapan lagi, nggk boleh ngebantah, nggk tau kita kapan bisa jalan-jalan apa lagi sekarang ini sudah punya kesibukan, kalian sudah besar pasti sangat sulit untuk berkumpul, dan sekarang ada kesempatan, jadi cepet ganti baju mu, dan langsung makan, ibu sama Tia nunggu di ruang tamu, cepat, jangan pake lama" gumam ibu
"tapi Bu Wulan mau istirahat, capek tau" grutuk Wulan
" cepetin, nggk ada tapi-tapian" Gumam ibu
Tia pun tersenyum menang sedangkan Wulan hanya mengerutkan keningnya dan melirik ku dengan tajam
"iya-iya, Wulan ganti baju dulu" jawab Wulan yang langsung ke kamarnya
tidak lama dari itu kak Wulan selesai dari ganti baju dan makan
__ADS_1
"ish jorok, nggk mandi" ejek Tia pada Wulan
" berisik, bodo, gak peduli" jawab wulan
"pantasan jomlo, soalnya bau si, jarang mandi, jadi nggk ada yang mau hahaha" pekik Tia dan langsung menghampiri ibunya yang sedang menunggu di mobil
" eh, gini-gini aku punya mantan banyak ya, lah situ mantan cuma satu, nggk ada perkembangan lagi, kasian" ucap Wulan yang mengejar Tia
Tia pun berhenti, Wulan pun ikut berhenti dan hampir menabrak Tia, Tia langsung menatap Wulan serius
"gak peduliiii," pekik Tia lagi dan kembali berlari menuju parkiran mobil
"dasar adek nggk ada akhlak" gumam Wulan yang melanjutkan jalannya dan menyusul ibunya dan Tia
" dari mana aja kalian berdua, dari tadi ibu tungguin" tanya ibu pada Tia dan Wulan
" tau tu bu, kak Wulan malah sempet-sempetnya bikin drama dulu" jawab Tia bohong, padahal yang memulainya tadi itu Tia
"eh-eh, yang mulai duluan itu Tia Bu) ucap Wulan kesal
" udah malah jadi salah-salahan gini, nggk bisa apa kalian nggk berantem kayak gini, udh gedek juga apalagi kalo udh kumpul sama si sahdy, udh kayak perang aja, dan kamu juga Wulan udh gedek bukannya ngalah, cepet naik mobil, ayah sama sahdy udh nunggu dari tadi " ucap ibunya
"iya Bu" jawab mereka kompak
__ADS_1
Tia, Wulan, dan Shahni kali ini memakai mobil keluarga, yang lumayan besar dan cukup untuk 6 orang, di garasi ada banyak mobil, satu orang punya masing-masing kendaraan pribadi namun ayah Tia tidak mengizinkan mereka untuk mengendarainya sendiri tanpa di temani supir, kecuali ada keperluan yang memang mengharuskan mereka mengendarainya, dan yang sudah di beri izin untuk mengendarai mobil sendiri hanya ibunya dan Wulan karna Wulan sendiri sudah cukup umur dan sudah mempunyai SIM, begitulah ayah, ada kecemasan sendiri untuk anak-anaknya, namun Tia sering diam-diam meminta supir untuk mengajarinya hasilnya nihil, supir Tidak mau jika bukan tuan sendiri yang memintanya karna jika itu terjadi supir akan dimarahi dan bisa-bisa di pecat oleh ayahnya Tia
di dalam mobil tidak ada suara sedikitpun, ibunya, kak Wulan hanya bermain hp sedangkan Tia, Tia hanya bisa melihat luar jendela mobil, hanya melihat pemandangan di luar mobil saja, keluarga Tia memang kaya namun Tia sendiri dan sahdy(adiknya Tia) belum di beri izin untuk memegang hp, sebelum umur yang sudah di tentukan ayahnya, Wulan saja memegang hp saat dia sudah berumur 17 tahun, di keluarga Tia banyak peraturan, Tia pun kadang sering merasa kalau dirinya seperti di Kekang keluarganya sendiri, banyak peraturan yang sangat konyol yang membuat Tia sering bertengkar dengan pikirannya sendiri, meskipun begitu Tidak ada ada kekurangan, ntah itu dari pakaian, perlengkapan segala macam sudah di sediakan, hanya ada peraturan2 yang tidak di perbolehkan untuk di langgar keluarganya
Tia dan Wulan duduk di belakang kursi no 2 sedangkan ibunya duduk di samping supir
tidak terasa berlalu mereka sudah sampai di tempat ayahnya dan sahdy menunggu, tepatnya di restoran
ayah mengetahui kami sudah sampai, ayah yang langsung menghampiri kami, dan mengambil kunci mobil
" pak sini kuncinya Bawak mobil yang ini, dan ada barang-barang di dalamnya keluarkan kalo sudah sampai di rumah, suruh saja yang lain untuk membawanya ke kamar sahdy" ucap ayahnya Tia pada pak Somad,
pak Somad adalah supir mobil pribadi keluarga Tia, dia bekerja saat di butuhkan saja begitu juga dengan supir2 yang lainnya, tapi gaji mereka besar/sama tidak ada bedanya, supir-supir di rumah Tia sangat banyak lebih dari 5 orang karna satu mobil harus ada 1 supir, walaupun supir tidak ada panggilan untuk bekerja mereka tetap digaji yang sesuai
"baik tuan" jawab pak Somad
ayahnya hanya mengangguk pelan kepada pak Somad dan langsung masuk kedalam mobil yang ada penghuninya yaitu, ibu, kak Wulan dan Tia, sedangkan sahdy tiba-tiba saja mengetuk pintu dan mengagetkan kan kami di dalam mobil
"woy sahdy apaan si, bikin orang jantungan aja" pekik Tia
" dih, lebay" ucap sahdy yang langsung duduk di belakang kursi ketiga sedangkan ayah menggantikan supir menjadi supir dadakan kami
tiba-tiba saja Tia refleks mencubit tangan sahdy
__ADS_1
" aw sakit" ringis sahdy