Kesetiaan Surti

Kesetiaan Surti
Aman Terkendali


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu warga dikejutkan dengan kejadian yang tak terduga, yaitu percobaan perkos44n terhadap Nyi Eha dan perampokan di rumah Surti dengan membobol tembok dapur.


Kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Sekarang dalam tahap penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi semoga pelakunya segera tertangkap.


Dengan kejadian itu, maka semua warga mulai menyadari akan pentingnya ronda malam, jadi tidak ada lagi warga yang menganggap sepele. Dan tidak ingin ini terulang lagi.


Maka dengan sigap Pak Rt sebagai kepala keamanan, kembali mengumpulkan warganya. Kali ini semua warga turut hadir.


Kali ini pertemuan di adakan di tempat kejadian perkara, yaitu di rumah Nyi Eha, janda muda yang kemarin nyaris jadi korban,


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, tampak rumah Nyi Eha sudah penuh dengan bapak-bapak, pemuda tak ketinggalan kakek-kakek turut berpartisipasi, semua merasa ikut bertanggungjawab.


Tampak pak Rt sudah hadir dengan mengenakan pakaian batik, tampak juga pak Rw, Pak ustad Aceng turut serta, tokoh-tokoh masyarakat ambil bagian.


Suasana ramai tak terkendali, jarang ada pertemuan seperti ini, ajang ini mereka jadikan untuk mengobrol, karena biasanya mereka sibuk bekerja, pulang kerja langsung istirahat dan tidur, besoknya bekerja lagi, begitu seterusnya.


"Assalamu 'alaikum warohmatulohi wabarakatuh" Pak Rt mulai membuka acara


"Wa alaikum salam warohmatulohi wabarakatuh......" Warga menjawab dengan serempak.


"Bapak-bapak silahkan duduk yang rapi, melingkar, mari kita mulai acaranya.


Selamat datang kepada Bapak Ruslan selaku ketua Rw, pak Ustad Aceng juga sesepuh-sesepuh yang telah hadir, saya ucapkan terimakasih kepada semua warga yang telah memenuhi undangan, untuk mengawali acara ini dipersilahkan kepada pak Rw untuk memberi sambutan." Tutur pak Rt dengan antusias.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh.... " Pak Rw memulai pembicaraan.


"Wa alaikum salam warohmatulohi wabarakatuh,..... " Warga menjawab dengan semangat, semua mata tertuju pada pak Rw yang terlihat berwibawa.


"Saya sebagai ketua Rw mengucapkan terimakasih kepada Pak Rt yang dengan cepat mengundang Bapak-Bapak warga, untuk membicarakan masalah keamanan di wilayah kita, mudah-mudahan pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi antar sesama warga, sekaligus bisa menjadi solusi untuk keamanan wilayah kita. Saya mendukung upaya Pak Rt yang sudah mengadakan Ronda malam sehingga bisa mencegah kejahatan yang terjadi malam kemarin, saya juga ucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kang Rokim, Kang Sobir dan Kang Iran yang sudah berhasil menggagalkan upaya perkos44n terhadap Nyi Eha.


Selanjutnya saya berpesan kepada semua warga agar waspada, tolong jaga anak perempuan kita supaya tidak berkeliaran pada malam hari, agar kejadian ini tidak terulang lagi, pintu-pintu dikunci rapat-rapat supaya lebih aman. Demikianlah sambutan dari saya, mohon maaf bila ada salah kata.


Wassalam alaikum warohmatulohi wabarakatuh.


"Wa alaikum salam warohmatulohi wabarakatuh....... Hidup kang Rokim.... , Hidup kang Sobir, Hidup Kang Iran, Hidup pak Rt, hidup Pak Rw, " Teriak warga dibarengi riuh tepuk tangan.


"Bapak-bapak semuanya, silahkan merapihkan lagi duduknya, kita lanjutkan acaranya.Saya haturkan terimakasih kepada Pak Rw yang telah memberikan sambutan dan wejangannya kepada kita semua, semoga wilayah kita semakin aman dan kondusif.


"Saya Pak Rt, saya mau usul, bagaimana kalau jumlah petugas ronda ditambah dan posnya juga ditambah, yang tadinya tiga orang jadi empat orang, pos 1 tetap di warung bi Ifah dan pos dua di sini di warung nyi Eha, " usul seorang warga.


" Terimakasih, itu usulan yang bagus, bagaimana, saudara-saudara setuju? "


tanya Pak Rt.


"Setuju Pak Rt, setuju sekali.... " jawab salah seorang warga.


"Bagaimana yang lain, setuju? " tanya Pak Rt sambil melihat ke sekeliling warga.

__ADS_1


"Saya mah setuju aja Pak Rt, " ujar Mang Jana.


"Ya, saya juga setuju..... " jawab yang lain.


"Bagaimana saudara-saudara, setuju? " tanya Pak Rt lagi.


"Setujuuuuuuuu....... " akhirnya semua warga setuju.


"Ya udah kalau begitu, ronda kali ini terdiri dari 8 orang, empat orang di pos satu dan empat orang di pos dua, semua siap? "


"Siaaaaap, Pak Rt...... " jawab warga antusias.


"Baiklah akan saya bagi dan saya undi seperti kemarin. "


Akhirnya keluarlah empat nama untuk pos satu yaitu, Komar, Aef, Ajat dan Wahyu. Untuk pos dua, Aceng, Anto, Rosid dan Wanto.


"Saudara-saudara berhubung pembagian tugas ronda sudah selesai, maka kita akhiri acara ini dengan do'a yang akan di pimpin oleh ustadz Aceng, silahkan Ustadz, " ujar Pak Rt sambil mempersilahkan ustadz Aceng memimpin do'a.


Setelah selesai membaca doa akhirnya semua wargapun bubar, pulang ke rumahnya masing-masing, kecuali delapan orang petugas ronda.


Malam makin larut, petugas ronda di pos satu terlihat asyik mengobrol, sambil merokok dan minum kopi. Begitu juga terlihat di pos dua mereka lebih asyik lagi.


Alhamdulillah sampai jam empat pagi tidak ada kejadian apa pun, semua aman terkendali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2