
Kesehatan Mas Diman semakin hari semakin membaik, sekarang ia tampak agak gemuk lagi, walau matanya masih terlihat cekung namun otot tangannya mulai berisi lagi, tiap pagi ia berlatih berjalan di halaman samping rumahnya yang cukup luas.
Mas Diman juga sudah mulai pergi ke mesjid setiap waktu shalat, sebelumnya ia berjanji kalau sudah sehat akan memenuhi panggilan adzan yaitu shalat fardhu di mesjid, dengan mengajak Mang Jana, ia berjalan sejauh seratus lima puluh meter, melewati warung Nyi Eha, Kegiatan ini sepertinya sangat dinikmati oleh Mas Diman, hidupnya terasa lebih berarti, bahkan terkadang ia betah berlama-lama di mesjid, setengah jam sebelum adzan Mas Diman sudah bersiap-siap berangkat. Tetangga Mas Diman dan tetangga Mang Jana yang terlewati akhirnya pada ikut berangkat ke Masjid.
"Mas Diman sudah berangkat ke Masjid, ayo kita juga siap-siap, " bisik tetangga Mas Diman pada temannya yang lagi ngobrol di depan rumahnya.
"Ayo, aku ambil sarung dulu ya, malu kalau enggak ke Mesjid sama Mas Diman yang baru sembuh dari sakit, " jawab temannya.
"Iya aku tunggu, aku juga mau ambil sarung dulu, " sahut temannya langsung masuk ke dalam rumah mengambil sarung.
Akhirnya tetangga yang lain juga terpengaruh, mereka ikutan pergi ke masjid. Tanpa banyak kata Mas Diman bisa mempengaruhi orang lain, padahal ustadz Aceng saat khutbah jum'at sudah sering memberikan wasiat tentang pentingnya shalat berjamaah.
__ADS_1
Tadinya Surti masih khawatir kalau Mas Diman berjalan kaki, takut tiba-tiba pusing di jalan.
"Mas kenapa enggak pakai motor aja, kan kakinya masih lemas, atau aku antar ya ke mesjid, " tawar Surti.
"Enggak Dik, aku sudah kuat kok, lagian aku ingin pahala yang banyak." sahut Mas Diman
Masih terngiang di telinganya nasihat Kang Ahmad, tentang keutamaan melangkah ke masjid, Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam bersabda, "Setiap langkah menuju mesjid akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan,"
Keutamaan orang yang berjalan kaki menuju masjid juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: “Wa kullu khuthwatin yakhthuha ila as-shalaati shadaqatun.” Yang artinya: “Setiap langah berjalan untuk menunaikan sholat adalah sedekah.”
Mesjid yang tadinya sedikit jamaahnya, sekarang jadi bertambah tiga kali lipat, biasanya yang sholat berjamaah paling banyak sepuluh orang, sekarang meningkat menjadi tigapuluh orang, terkadang lebih.
__ADS_1
Luar biasa kehadiran Mas Diman bisa menjadi penggerak tanpa kata, sementara ustad Aceng yang selalu berkoar-koar setiap hari Jum'at tidak bisa mempengaruhi kesadaran jamaah untuk sholat berjamaah diwaktu sholat selain sholat jum'at.
Mudah-mudahan Mas Diman dan jamaah yang baru terus Istiqomah, bahkan bisa bertambah lagi jamaah, karena masih banyak yang belum berjamaah di masjid.
Sewaktu usahanya Maju, Mas Diman jarang sekali shalat di Mesjid, kecuali shalat jum'at, shalat lima waktu juga sering dikerjakan di toko, itupun sering diingatkan oleh Surti.
"Mas sudah mau Ashar, sudah sholat Dzuhur belum? " Surti
"Oh iya Dik, aku hampir lupa, " ujar Mas Diman sembari buru-buru mengambil air wudhu.
"Alhamdulillah, akhirnya suamiku benar-benar menepati janjinya, " guman Surti menatap Suaminya yang berjalan menuju Mesjid.
__ADS_1
Bersambung.