
Tiba di Kota Madinah
Bus yang ditumpangi para Jamaah haji telah tiba di Asrama haji di kota Bekasi, rencananya para jamaah akan menginap semalam, sehabis sholat subuh baru akan diberangkatkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Esoknya, sehabis sholat subuh para jamaah calon haji kloter 20 JKS sudah memasuki busnya masing-masing, untuk diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta.
"Mas sebentar lagi kita, bakal naik pesawat," seru Surti.
"Iya Dik, mudah-mudahan lancar, nanti kita sholat zuhur di pesawat," sahut Mas Diman.
Jadwal keberangkatan pun telah tiba, setelah menunggu beberapa jam akhirnya para jamaah berbaris menuju pesawat.
"Ayo Mas, kita naik pesawat, wah besar sekali pesawatnya,"
"Ayo, akhirnya kita berangkat juga, " ucap Mas Diman.
Semua jamaah calon haji kelompok terbang JKS 20 sudah masuk ke dalam pesawat sesuai dengan nomor tempat duduk masing-masing, tentu saja untuk yang baru naik pesawat hal ini terasa sangat istimewa.
Pesawat pun akhirnya terbang lepas landas menuju kota Madinah, dan akan mendarat di Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdulaziz atau Bandar Udara Madinah yang terletak di Timur Laut Kota Madinah, Arab Saudi.
Pesawat yang ditumpangi oleh Surti dan Mas Diman adalah pesawat Saudia Arabia Airline, jenis pesawat Boeing B747-400 dengan kapasitas 450 seat. Pesawat ini akan terbang nonstop selama 9 jam 55 menit.
Surti dan Mas Diman duduk dengan nyaman di pesawat, sambil melihat ke sekeliling badan pesawat. Tampak pramugari hilir mudik. Sesekali Surti melihat ke luar jendela tampak pemandangan indah, lautan lepas di bawah sana.
__ADS_1
Selama di perjalanan mereka terus berdoa, apalagi kalau pramugari menyuruh penumpang mengenakan sabuk pengaman, dikarenakan cuaca buruk, pesawat pun terasa bergoyang dan terdengar suara gradak gruduk. Tapi selebihnya perjalanan mereka menyenangkan.
Pesawat yang ditumpangi Surti dan Mas Diman, sudah mendarat di bandara kota Madinah, yaitu Bandar Udara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdulaziz sekitar pukul 2.00 siang waktu setempat.
Dari Bandara rombongan jamaah haji akan diangkut menuju hotel tempat menginap, setelah menunggu cukup lama di bandara untuk pemeriksaan dokumen, jamaah baru diperbolehkan naik ke bus yang sudah berjejer kurang lebih ada 10 bus, di bus juga lumayan menunggu cukup lama, para petugas bandara sibuk memindahkan koper jamaah dari pesawat menuju bus, kopernya akan ditaruh di bagasi dan sebagian ditaruh di atap bus.
Akhirnya bus pun berangkat menuju hotel, di perjalanan tampak keindahan kota Madinah, gedung-gedung, masjid, pohon kurma dan bangunan lain yang terlewati sepanjang perjalanan.
"Silahkan Bapak dan ibu jamaah turun, kita sudah sampai di penginapan, nanti menunggu koper diturunkan dari bis, kunci kamar akan dibagikan sesuai regu, " Seru ketua Rombongan.
"Ayo Mas kita turun, sudah sampai, tuh hotelnya, kita nunggu di lobi," ajak Surti
"Iya Dik, kita tunggu di lobi, "
"Iya Dik, itu tampak menara mesjid, itu ya mesjid nabawi, masya Allah, kita sudah sampai di kota Nabi! " Seru Mas Diman.
"Oh Iya Mas, itu seperti payung di halaman mesjid, Masya Allah indahnya, akhirnya kita sampai di sini, "
Mas Diman dan Surti turun dari Bus menuju lobi hotel yang nampak bercahaya terang benderang.
"Dik kita duduk di sini, " ujar Mas Diman menunjuk ke sofa dekat tiang besar sambil menarik tangan Surti.
Semua penumpang bus sudah turun, mereka berkumpul di lobi hotel Wisham, hotel ini terletak di sebelah timur laut masjid Nabawi atau terletak sebelah kanan arah kiblat.
__ADS_1
Kesibukan terlihat di pinggir jalan di depan hotel, di mana sepuluh bus rombongan kloter 20 JKS berhenti, para kuli Panggul dengan sigap menurunkan koper milik jamaah yang diangkut dengan troli menuju lobi hotel.
Setelah semua koper selesai diangkut, para jamaah dipersilahkan mencari kopernya masing-masing.
"Ini Mas koper aku, mana koper mulai Mas," Tampak Surti sudah menemukan kopernya.
"Sebentar Dik, aku cari ke sebelah sana, " Mas Dimana pun terus mencari dan akhirnya ketemu juga.
Tentu saja jamaah yang lain juga sibuk ke sana kemari mencari koper miliknya.
Tiba saatnya setiap regu mendapatkan kunci kamarnya, setiap regu diberi 4 kamar. Satu kamar ada yang diisi dia orang ada juga yang tiga orang.
Ketua rombongan menempelkan daftar penghuni kamar di dinding sebelah lift.
"Kamar kita di lantai 2 Dik, lihat tuh daftarnya, " seru Mas Diman.
"Iya Mas, aku di kamar 3-105, berdua sama bu Rita" Ujar Surti girang.
"Aku di kamar 3-104, aku bersama pak Rudi dan Pak Agus, ayo ambil kuncinya di ketua rombongan.
Mas Diman dan Surti pun bergegas menaiki lift menuju kamar yang sudah di siapkan dengan membawa koper masing-masing.
Bersambung
__ADS_1