
Hari yang cerah, setelah kemarin diguyur hujan deras, masih tampak genangan air di beberapa halaman rumah, tak terkecuali di halaman rumah Surti.
Surti baru saja pulang dari pasar, setiba di rumah langsung memasuki kamar Mas Diman.
"Gimana keadaanmu Mas, apa udah lebih baik hari ini," tanya Surti pada suaminya yang tengah terbaring lemah.
"Badan masih sakit Dik, pegal-pegal kelamaan tidur, perut masih belum terasa enak, masih ada mual, perih di lambung," ringis Mas Diman sambil memegang perutnya.
"Sabar Mas, ini aku bawakan jus Alpukat, diminum ya Mas, mudah-mudahan tidak bikin kembung perutnya." ucap Surti sambil memberikan jus alpukat yang dibelinya di warung jus dekat pasar.
"Aku coba minum ya Dik," Kata Mas Diman sambil terus menyeruput jus alpukat.
"Enak Dik, aku suka, terasa dingin di perut, mudah-mudahan tidak bikin mual" Kata Mas Diman sambil terus meminum jus alpukat sampai habis.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan kamu semakin sehat Mas, makin kuat, jangan berbaring terus, sekali-kali duduk, kalo tidak merasa pusing bisa belajar jalan Mas." pinta Surti.
"Akan aku coba Dik, aku harus semangat, aku mau sembuh, sudah bosan jadi orang sakit, ya Allah berilah kekuatan, kesembuhan, berilah keajaiban ya Allah, sudah terlalu lama aku berbaring di sini, mau memenuhi panggilanMu ya Allah, pergi ke Mesjid, udah lama aku tak bersujud di rumahMu ya Allah. Ya Allah tolong hambaMu ini ya Allah." rengek Mas Diman sambil berderai air mata.
Surti pun tak kuasa menahan tangis, mendengar rintihan suami tercintanya. Air mata Surti pun tumpah ruah tak terbendung.
Entah sudah berapa banyak air mata tumpah di rumah Surti, semenjak Mas Diman sakit keras, kesedihan demi kesedihan terus datang silih berganti mereka lalui dengan penuh ketabahan, tetap tidak bosan-bosannya meminta kepada Allah, mereka tetap bersabar dan bersabar.
Alhamdulillah berkat nasihat dan bimbingan kang Ahmad mereka kuat dan tegar menghadapi cobaan ini.
Setelah suasana tenang, tak ada tangisan lagi, Surti pun mulai berbicara lagi sama suaminya.
"Mas, Alhamdulillah daganganku laris terus, pelanggan yang dulu mulai berdatangan kembali, untungnya lumayan banyak, gimana kalau kita menabung untuk pergi haji Mas" pinta Surti sambil memperlihatkan sejumlah uang hasil dagangannya.
Mas Diman kaget sekaligus merasa terharu akan keinginan sang istri, ia bahkan senang mendengarnya, mengingat dulu ketika usahanya maju dan uang berlimpah, tak ada sedikitpun keinginan untuk pergi haji, bahkan uangnya ia hamburkan untuk kesenangan saja, pergi ke tempat-tempat rekreasi hampir setiap kesempatan.
__ADS_1
"Aku setuju Dik, setuju sekali, mudah-mudahan ini jadi motivasi aku untuk sembuh, terimakasih istriku, sayangku, kau baik sekali, " ucap Mas Diman seraya meraih tangan Surti ditariknya dan dipeluknya dengan penuh kasih.
Surti pun memeluk suaminya, bahagia rasanya, bisa seperti itu lagi, biasanya Mas Diman semenjak sakit tidak pernah mau menjamah istrinya, tidak ada selera, mungkin karena merasakan sakit, sehingga menjadi lemah tak berdaya.
Mas Diman setiap hari selalu merintih merasakan sakit, setelah minum obat baru mereda, kadang bosan minum obat, karena hanya mereda sebentar dan sakit lagi, begitulah keadaan Mas Diman sampai sekarang.
"Baik Mas, mulai besok sehabis jualan aku mau ke bank, mau buka tabungan haji, semoga ini jadi jalan kebaikan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat kita Mas." ujar Surti seraya melepaskan pelukannya.
"Dik tadi pagi Ibu ke sini sama adikku, si bungsu kholid, ibu merasa khawatir atas kejadian semalam, takut kenapa-napa," kata Mas Diman yang masih terlihat kuyu.
"Tahu dari dari siapa ibu Mas?" tanya Surti.
"Tadi pagi pas kamu berangkat aku telpon, aku minta ibu ke sini, barusan ibu pulang, soalnya sebentar lagi Rizka sama Rizki pulang sekolah, di rumah tidak ada siapa-siapa." tutur Mas Diman.
"Oh ibu ke sini Mas, gimana kabar anak kita, mereka baik-baik kan, udah seminggu aku nggak ke sana Mas, habis jualan rasanya cape banget, biasanya kalau lagi sepi jam 10 aku sudah pulang, Minggu-minggu ini lagi rame jadi jam 11.30 aku baru pulang, " tutur Surti.
"Mas aku tinggal dulu ya mau ke dapur, menyiapkan makan siang buat mas," ucap Surti sambil terus berjalan menuju ke dapur.
"Aku mau masak sayur sop aja Mas sama ayam goreng!" seru Surti yang sudah berada di luar kamar.
Sore hari waktu ashar udara masih panas, kang Ahmad terlihat memacu sepeda motornya, sehabis mengajar di sekolah, ia baru mendengar kabar bahwa rumah Surti disantroni orang tak dikenal, mungkin mau merampok rumah Mas Diman.
"Kayaknya mereka tahu Mas Diman lagi sakit dan hanya ditemani istrinya Surti sebagai perempuan yang lemah tidak akan memberikan perlawanan, jadi mereka berusaha masuk lewat pintu belakang. Kalau begitu malingnya bukan orang jauh.
Tapi siapa ya, yang suka berbuat senekad itu. Kan resikonya kalau ketahuan warga bisa hancur babak belur." Bisik kang Ahmad sambil terus memacu sepeda motornya.
Setiba di rumah Mas Diman.
"Gimana Man sudah baikan? " tanya kang Ahmad seraya duduk di pinggir ranjang di mana Mas Diman terbaring.
__ADS_1
"Alhamdulillah kang masih seperti kemaren, yang penting enggak parah lagi, yang penting menjaga asa aja, berharap dan berharap terus agar sembuh dari sakit ini, " ucap Mas Diman yang tampak mulai punya semangat.
"Betul kang, kita jangan putus harapan, seperti yang sering saya bilang, teruslah bersabar dan kuatkanlan kesabaran itu, Insya Allah kita dapat pahala sabar, Ada beberapa ayat di Alquran yang menunjukan atau menerangkan pahala bagi seorang hamba yang bersabar.
Diantaranya, ayat 10 surat Az-Zumar, Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas dan al-Qoshosh ayat 54 Mereka itu diberi pahala dua kali karena kesabaran mereka....,
juga ada Dalam surat An-Nahl ayat 96, Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Begitu ya Man, kita harus yakin sama Allah. "
"Iya Kang, terimakasih kang sudah banyak menasehati saya, hanya tinggal akang teman yang selalu datang memberi semangat, memberi nasehat, yang lain entah kemana sudah lupa sama saya, tapi biarlah enggak apa-apa, mungkin mereka sibuk. " ujar Mas Diman.
"Man ini saya bawakan madu buat kamu, diminum setiap sebelum makan, tiga kali sehari, untuk memperbaiki pencernaanmu."
"Terimakasih kang sudah dibawain madu, saya coba minum sekarang, Dik tolong ambilin sendok, aku mau minum madu dari kang Ahmad! " seru Mas Diman yang berada di ruang tengah.
"Baik Mas, aku ambil di dapur! " jawab Surti sambil terus bangkit dari duduknya.
"Ini Mas, biar aku buka madunya," Surti
Langsung menyuapi suaminya.
"Man aku pulang dulu ya, semoga dengan minum madu badanmu tambah seger, tambah sehat, bisa pulih seperti sedia kala," kata kang Ahmad sambil menyalami Mas Diman.
"Sur, nanti sebelum maghrib pintu-pintu harus segera dikunci ya, takut ada yang menyelinap masuk," pesan kang Ahmad pada Surti.
"Baik Kang, terimakasih banyak, salam sama teh Maya, udah lama enggak ketemu, kapan-kapan ajak ke sini, " Kata Surti sambil mengikuti langkah kang Ahmad yang berjalan menuju pintu depan untuk pulang.
"Iya, insya Allah nanti, disampaikan, Assalamu'alaikum" Kata kang Ahmad gegas menuju sepeda motornya.
"Wa alaikum salam warohmatulohi wabarakatuh, hati-hati di jalan kang! " seru Surti.
__ADS_1
"Ya, " kang Ahmad langsung tancap gas menuju rumahanya.