
Berangkat ke tanah suci
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, Mas Diman dan Surti sudah bersiap untuk berangkat menuju tanah suci. Mobil pengiring sudah berjajar, para tetangga dan sanak saudara dari Mas Diman sudah menunggu di mobil untuk mengantarkan Surti dan Mas Diman. Sehabis sholat subuh
Rencananya kloter 20JKS akan berangkat menuju Asrama haji dengan titik kumpul di lapangan Polda.
Setelah menunaikan shalat safar, Mas Diman dan Surti naik ke Mobil, diikuti oleh Rizka dan Rizki serta Ibu Mertua Surti.
"Ayo berangkat Kang, " seru Mas Diman ke Kang Sobir, sopir langganan Surti.
"Oke semua, sudah siap, " kata Kang Sobir.
"Oke, siap " kata sopir di mobil yang lain.
Akhirnya mobil mulai berjalan perlahan, sekitar sepuluh mobil beriringan mengantarkan Mas Diman dan Surti diiringi dengan gema lantunan tarbiyah.
"Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak"
__ADS_1
Sepanjang jalan terus berkumandang bacaan tarbiyah di pimpin oleh ustadz Aceng dan Kang Ahmad yang berada di mobil kedua dengan menggunakan toa kecil.
"Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak,"
"Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak"
Bacaan yang benar-benar menggetarkan jiwa, mengantarkan kepergian Mas Diman dan Surti, mungkin mereka kembali lagi atau mungkin mereka pulang tinggal nama.
Tak terasa mobil sudah tiba di tempat tujuan, tampak sepuluh bus sudah berjajar di halaman Polda siap mengantarkan para jamaah menuju Asrama haji di Bekasi.
*Ayo Mas kita turun, sudah sampai " ujar Surti.
Sebelum naik ke bus, Surti memeluk Rizki dan Rizka diciuminya anak kesayangannya itu, tak terasa tangis pun pecah, Rizki dan Rizka pun menangis, melepas kepergian kedua orang tuanya. Mereka harus ikhlas ditinggal keduanya, agar perjalanan keduanya lancar serta selamat sampai tujuan, serta bisa kembali lagi ke tanah air dengan sehat dan selamat.
"Mah, hati-hati ya Mah, jangan lupa kalo udah sampai di sana telpon Rizka ya, " ucap Rizka sambil terisak.
"Iya sayang, jangan lupa doakan terus Papah dan Mamah ya, " balas Surti.
__ADS_1
"Pah, maafin Rizki ya, Rizki suka bandel, " sambil memeluk erat Mas Diman Rizki pun menangis.
"Kang, maafkan saya ya, kalau saya ada salah , titip kedua anak saya, berikan nasihat takut kalau mereka lalai menjalankan salat." Ujar Mas Diman sambil memeluk erat sahabatnya itu.
"Baik Man, saya sudah maafkan, saya juga minta maaf, sebagai manusia biasa tentu saja banyak salah. Do'akan saya bila sudah sampai di sana, saya juga ingin pergi haji mudah-mudahan Allah memberi jalan untuk sampai ke sana. Anak-anakmu Insya Allah akan saya perhatikan, mereka semua anak baik. " jawab Kang Ahmad.
"Mah, maafkan Diman Mah, selama ini Mamah selalu direpotkan, harus mengurus Rizka dan Rizki, Mamah sehat terus ya, jangan banyak pikiran, do'a kan aja si Darman semoga jadi orang yang baik, nurut sama orang tua, " ucap Mas Diman sama orang tua yang tinggal satu-satunya itu.
"Iya Man, Mamah senang kamu mau pergi haji, semoga menjadi haji mabrur, " Ucap Mamah nya Mas Diman sambil memeluk erat anak sulungnya itu.
"Mah, Surti juga minta maaf ya, belum bisa menyenangkan Mamah, malah banyak merepotkan, dan menyusahkan Mamah, " ucap Surti seraya mencium tangan mamah mertuanya itu.
Setelah semuanya bersalaman, Surti dan Mas Diman pun naik ke bus dengan menenteng tas kecil berisi paspor dan uang bekal mereka nanti di tanah suci.
Setelah semua jamaah naik ke dalam bus, dan siap diberangkatkan.
Perlahan bus nomor satu berjalan keluar dari halaman Polda di iringi lambaikan tangan sanak saudara dan teman-teman jamaah. Kemudian disusul bus nomor dua dan seterusnya, sampai seluruh jamaah meninggalkan semua yang mengantarkan mereka.
__ADS_1
Lambaian tangan dan Isak tangis mengantarkan kepergian mereka, ucapan do'a menyertai deraian air mata. Semoga mereka selamat diperjalanan dan bisa kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur.
Bersambung