Kesetiaan Surti

Kesetiaan Surti
Kehidupan Lain


__ADS_3

Mas Diman memiliki adik yang bernama Sudarman, biasa dipanggil dengan Mas Darman, usianya beda 2 tahun.


Mas Darman nasibnya tidak lebih baik dari kakaknya Mas Diman, ia bahkan hampir drop out dari sekolah SMA nya, salah pergaulan membuat Mas Darman jauh dari harapan orang tua, Mas Darman sering bolos sekolah, ia juga kerap mendapatkan teguran dari sekolah karena kenakalannya, seperti tawuran, merokok, bahkan pernah ia mencuri uang temannya.


Mas Darman sekarang sudah menikah dengan teman sekolahnya bernama Safitri dan mempunyai satu orang anak.


Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sekarang ia bekerja di toko Mas Toni, sebagai sopir, atau apa aja yang bisa dikerjakan di toko.


Mulanya Mas Darman bekerja di toko Mas Diman, sebelumnya ia hanya seorang pengangguran, karena ia sangat pemalas, tidak mau mencari kerja, akhirnya diajak oleh Mas Diman bekerja di tokonya, diajarinya Mas Darman menyetir mobil, kebetulan Mas Diman butuh tenaga sopir untuk mendistribusikan barang.


Mulanya Mas Diman amat menaruh kepercayaan kepada adiknya itu, hampir selama dua tahun pekerjaan itu dipegang oleh Mas Darman.


Sampai suatu ketika Mas Diman mendapatkan laporan dari Mang Jana, kalau Mas Darman suka mengambil barang-barang dari toko, mulanya Mang Jana mengira itu atas perintah Mas Diman, setiap toko mau tutup Mas Darman keluar paling belakang sambil membawa barang-barang seperti gula pasir, kopi, terigu, hal ini ditanyakan sama Mang Jana apakah ini disuruh sama Mas Diman,


Mendengar pertanyaan itu Mas Diman kaget, karena tidak pernah ia menyuruh Mas Darman mengambil barang-barang itu, akhirnya Mas Darman dipanggil.

__ADS_1


"Hei, Darman saya mendapat laporan dari Mang Jana, kamu suka mengambil barang-barang di toko untuk dibawa pulang, apa benar, " tanya Mas Diman.


"Ah, enggak Mas, itu mah mang Jana aja salah lihat, saya enggak pernah tuh ngambilin barang, sembarangan aja nuduh orang, " ujar Mas Darman berang.


"Ya udah kalau enggak merasa ngambil enggak apa-apa, " ucap Mas Diman datar.


Namun Mas Diman tidak percaya begitu saja, ia pun mengecek pengiriman barang ternyata jumlah yang dikirimkan selalu berkurang, dari 50 pcs, cuman 48 pcs yang dikirimkan, berarti 2pcs hilang. Nah kemana yang 2 pcs itu, mungkinkah jatuh di jalan?


Seandainya itu diambil Mas Darman, maka ia sudah banyak merugikan usaha Mas Diman, walau sedikit tapi kalau lama-lama menjadi bukit.


Akhirnya Mas Darman diberhentikan dengan secara tidak hormat.


"Kenapa kamu berbuat seperti itu Man, apa gajimu kurang banyak, " ucap Mas Diman agak kesal.


"Maaf Mas, aku terpaksa, istriku suka merengek-rengek terus, minta dibelikan sesuatu jadi terpaksa aku mengambil barang-barang dari toko terus dijual ke warung-warung." aku Mas Darman.

__ADS_1


"Ya udah, karena kamu sudah berbuat kesalahan dan sudah merugikan usahaku, maka silahkan kamu mencari pekerjaan lain, aku sudah tak butuh lagi sopir, biar aku sendiri yang nyopir, " ujar Mas Diman tampak masih kesal.


"Jangan Mas, aku masih butuh pekerjaan Mas, maafkan kesalahanku Mas, nanti istriku makan apa? " Mas Darman memelas.


"Terserah kamu Man, pokoknya aku sudah tak butuh kamu lagi, padahal aku sudah menaruh kepercayaan kepada kamu, kamu malah menyia-nyiakan, dasar tak tahu diri," Sambil bergegas pulang Mas Diman menggerutu.


Safitri istri Mas Darman hanya melongo menyaksikan kejadian itu enggak nyangka suaminya berbuat seperti itu.


"Mas kok kamu malah nyalahin aku sih, aku enggak suka merengek-rengek sama kamu kok, jadi selama ini dikemanain uang hasil penjualan barangnya, aku enggak pernah dikasih? apa kamu main judi lagi sama si eman? iya kan, " Safitri memberondong Mas Darman dengan pertanyaan menohok.


"Diam kamu enggak udah ikut campur, ini urusan aku sama kakakku, " hardik Mas Darman.


Safitri terdiam, hatinya kesal dengan kelakuan suaminya itu, gara-gara main judi jadi begini, menang enggak, sengsara iya.


Dengan diberhentikannya Mas Darman, maka untuk mendistribusikan barang untuk sementara dipegang Mas Diman. Baru beberapa hari kemudian Mas Sodik yang menggantikan Mas Darman, itu atas saran Mang Jana. Mas Sodik terkenal baik dan jujur orangnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2