
Dua tahun kemudian.
"Mas, beberapa hari lagi kita mau berangkat menunaikan ibadah haji, apa fisikmu sudah kuat Mas? " tanya Surti sembari membereskan barang-barang yang mau dibawa dan dimasukkannya ke dalam koper. Surti masih khawatir suaminya sakit lagi, padahal Mas Diman sudah sembuh, sudah seperti biasa lagi, makan dan beraktivitas seperti dulu.
"Sudah Dik, tiap pagi aku olahraga berjalan kaki, tiap waktu sholat juga jalan kaki ke mesjid, " jawab Mas Diman yang saat ini tampak lebih bugar, dan sudah agak gemuk lagi.
Kurang lebih 2 tahun menunggu, setelah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji, Surti dan Mas Diman melakukan persiapan-persiapan, mulai dari mengikuti manasik haji yang diadakan oleh Kemenag, Melakukan persiapan fisik dengan berolahraga rutin dan menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan sehat bergizi. Pakaian ihram juga sudah lengkap, obat-obatan juga sudah dimasukkan ke dalam koper.
"Mas, pas kita berangkat nanti rumah kita kosong ? "
"Enggak Dik, sementara mamah dan anak-anak tinggal di rumah kita, Mamah tidur di kamar tamu, Rizki dan Rizka tidur di kamarnya masing-masing, kamar ini akan aku kunci Dik, soalnya banyak barang-barang pribadi. "
"Iya Mas, mungkin itu lebih aman, " sahut Surti.
"Kemungkinan ada orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan Dik, masih ada orang yang beranggapan aku menyimpan harta di kamar ini, takutnya kalau kosong bisa dijarah orang, Kang Eman juga belum ketangkap sampai saat ini, entah ke mana Dia, kasihan istri dan anaknya tidak ada yang menafkahi, untungnya Nyai Nenti punya adik yang bekerja, jadi tidak terlalu khawatir tidak makan, kita juga sekali-kali ikut membantu. " ucap Mas Diman, dalam hatinya sebenarnya mengakui bahwa, benar apa yang dikatakan oleh orang-orang, ia menyimpan harta benda di bawah kamarnya, tapi saat ini Surti sendiri belum dikasih tahu.
"Aku menyimpan harta ini bukan bermaksud menimbun, tapi ini disimpan untuk masa depan anak-anak, siapa tahu ekonomi ke depan itu lebih sulit, jadi mereka tidak usah bersusah-payah bekerja," bisik Mas Diman dalam hati.
__ADS_1
Untuk berangkat haji, Surti lah yang bekerja keras mengumpulkan uangnya, mulai dari ongkos naik haji sampai membeli perlengkapan dan bekal untuk dibawa ke tanah suci.
"Mas, kita belum pamitan ke kang Ahmad, dan beberapa teman dekat kita, bagaimana kalau sore ini kita ke Kang Ahmad dulu, " ajak Surti.
"Boleh Dik, sekalian kita minta do'a dari Kang Ahmad, agar dilancarkan selama menjalankan ibadah haji. "
**********************************************
Akhirnya sore pun tiba, Mas Diman, Surti dan kedua anaknya berkunjung ke rumah Kang Ahmad. Dengan mengendarai mobil kesayangannya kijang Inova dengan nomor polisi D134NSS.
"Ke rumah Pak Guru sayang, mau pamitan sekalian minta do'a, " jawab Surti.
"Mah, nanti pulangnya beli sate ya! " Seru Rizki.
"Iya, boleh sayang, Mamah juga mau, sekalian mau beli jus alpukat buat papah, " jawab Surti.
"Aku juga mah, mau jus mangga, " ujar Rizka.
__ADS_1
"Iya, ayo kita berangkat pah, " Surti menoleh ke Mas Diman dengan memberi isyarat tangan agar mobilnya segera dijalankan.
Setelah sampai di rumah Kang Ahmad, Kang Ahmad menyambut baik kedatangan sahabatnya itu. Dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.
Tampaknya kang Ahmad sudah punya kegiatan selain mengajar di sekolah, terlihat banyak anak-anak yang sedang murojaah atau mengulang hafalannya. Kang Ahmad serius sekali mengelola rumah tahfidznya, santrinyapun bertambah banyak.
"Man, gimana sekarang sudah sehat," tanya Kang Ahmad seraya menyalami dan memeluk sahabatnya itu.
"Alhamdulillah kang, sekarang sudah lebih terasa bugar, sudah kuat berjalan jauh, kemarin hampir dua kilo menyusuri kampung bareng sama Surti. " jawab Mas Diman.
"Wah, Alhamdulillah aku jadi senang mendengarnya Man, semoga sehat terus ya, minggu ini jadi berangkat? "
"Iya kang, Aku dan Surti ke sini mau pamit sekalian minta do'anya dari kang Ahmad, mohon dilancarkan segalanya, diberikan kesehatan, " pinta Mas Diman.
"Amiiin, semoga dilancarkan diperjalanan, dimudahkan segala urusan, menjadi haji mabrur, dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat." sahut Kang Ahmad.
"Amiiinnn! " Mas Diman dan Surti serempak mengaminkan do'a Kang Ahmad.
__ADS_1