
Aku duduk di kursi Chitose hitam membelakangi matahari pagi, hangat cahayanya seakan menembus ke dalam kulit punggungku.
Secangkir teh manis hangat beberapa kali membasahi tenggorokanku, di meja kecil tampak pisang goreng , dua butir telur dan ubi rebus, tak ketinggalan roti bakar ikut dihidangkan istriku untuk sarapan pagi.
Sembari menerawang peristiwa yang telah kulalui, ternyata hidupku penuh dengan cobaan dan derita. Alhamdulillah semua itu telah aku lalui, sekarang aku sudah sehat. Tidak ada lagi sesuatu yang dirasakan sakit di perutku. Sekarang hanya perlu pemulihan agar fisikku tambah kuat, harus banyak makan makanan bergizi, dan sedikit olahraga ringan.
Aku bersyukur kepadaMu ya Allah, Engkau telah memberikan nikmat yang begitu besar, yaitu nikmat sehat, setelah Engkau uji aku dengan sakit yang begitu lama, aku harus banyak beribadah kepada Mu ya Allah sebagai tanda terimakasih atau tanda syukurku padaMu, setelah sebelumnya aku banyak lalai dalam menjalankan perintah Mu ya Allah.
__ADS_1
Kata Kang Ahmad, Bersyukur tidak hanya dilakukan lewat hati dan lisan saja, namun hendaknya juga diwujudkan lewat perbuatan. Satu di antaranya dengan cara menjadi pribadi yang bertakwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya, seperti menjaga salat lima waktu dengan shalat berjamaah di Masjid bagi laki-laki, membayar zakat, banyak membaca Al-Qur'an, menjalani puasa ramadan, dan mejauhi hal-hal yang berbau maksiat serta tercela.
Aku sebagai manusia biasa, tentu saja banyak dosa yang telah aku lakukan, aku pernah berlaku curang dengan mengurangi takaran dan timbangan saat aku berjualan dulu, seandainya tidak ada nasihat dari kang Ahmad mungkin aku terus melakukannya, padahal itu perbuatan dosa besar.
Kata kang Ahmad ada hadits yang menyebutkan bahwa celakalah orang yang menjual biji-bijian dengan takaran yang dikurangi sebab Allah akan mengurangi nikmat surga yang seluas langit dan bumi dan menggantinya dengan menambah lubang di dalam neraka dimana bukit-bukit akan mencair jika terkena panasnya.
Ya Allah, ampuni dosaku ya Allah, aku tak layak ke syurgaMu, namun aku juga tak sanggup ke nerakaMu, maka berikanlah taubat dan ampunilah dosaku, sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa- dosa besar, dosa-dosaku bagaikan butiran pasir, maka berikanlah aku taubat wahai Tuhanku Yang Maha Agung.
__ADS_1
Alhamdulillah ya Allah, Engkau anugerahkan kepadaku seorang istri yang sholehah, yang setia mendampingiku, yang selalu mengerti akan keadaan suaminya, menjadi penghibur disaat susah, lemah lembut dan penuh dengan kasih sayang, berbakti kepada suami, senantiasa tampil cantik dihadapan suaminya, pandai menjaga rahasia suami dan melayaniku dengan baik.
Saat ini istriku Surti sedang berjualan di pasar, maafkan aku sayang, seharusnya engkau tinggal di rumah, aku yang seharusnya bekerja mencari nafkah, mudah-mudahan kesehatanku cepat pulih, sehingga aku bisa kembali membangun usaha.
Anak-anakku Rizki dan Rizka, semoga kalian menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada kedua orang tua. Maafkan papah belum bisa mengajak kalian jalan-jalan, mudah-mudahan kita bisa kembali berkumpul bersama di sini.
Kemarin mamah ke sini menengok, mau memastikan kalau aku sudah sembuh, ia sangat senang melihat keadaanku sekarang. Do'a-do'a mamah selalu deras mengalir, setiap kali datang ke sini. Alhamdulillah mamah masih sehat, semoga diberi kesehatan dan panjang umurnya.
__ADS_1
Hari semakin siang, cahaya matahari tambah panas, tak terasa sudah satu jam aku berjemur, sudah dulu ah, aku mau pindah ke ruang depan, semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Bersambung