
"Dik suka melihat kang Ahmad lewat? kok udah lama ya, enggak mampir ke sini. " tanya Mas Diman pada Surti yang baru datang dari pasar.
"Enggak lihat Mas, padahal biasanya dua hari sekali, atau paling telat lima hari sekali ke sini, sekarang sudah seminggu lebih, aku juga heran, ada apa ya, jangan-jangan Kang Ahmad Sakit Mas. " jawab Surti.
"Coba nanti kamu telepon Dik, aku pengen ketemu, udah lama enggak dapat nasehat dari Kang Ahmad, rasanya hampa hati ini enggak dapat nutrisi, dialah yang selalu menyemangati aku Dik, suruh dia ke sini mampir barang sebentar, " pinta Mas Diman.
"Aku mau berterima kasih sama kang Ahmad, dia udah ngasih madu, syariatnya dengan madu ini aku semakin lebih baik, aku sudah bisa berjalan walau perlahan, tapi ini suatu perkembangan yang luar biasa, " ujar Mas Diman.
"Iya Mas, nanti aku telepon, ini aku bawain jus Alpukat sama nasi tim ayam, diminum ya jusnya, "
"Iya Dik, rasanya sekarang aku cepat lapar, maunya ngemil terus, tapi aku harus hati-hati memilih makanan, enggak boleh yang keras- keras dulu." sahut Mas Diman sambil meraih jus alpukat di atas meja.
"Iya Mas, ini aku juga bawain kurma madinah, empuk, enggak keras, enak sekali rasanya. buat ngemil " ujar Surti sambil menyodorkan kurma Madinah yang ia beli di toko oleh-oleh haji.
"Oh iya Dik, gimana kamu udah ke bank daftar untuk berangkat haji? "
"Udah mas, kemarin aku daftar, udah bayar uang mukanya, nanti dicicil tiap bulan sampai dapat porsi, sisanya lagi dibayarkan kalau udah dekat mau berangkat."
"Alhamdulillah Dik, Mudah-mudahan aku cepat sembuh, jadi pas berangkat sudah benar-benar sehat seperti dulu, " ucap Mas Diman terlihat bersemangat.
"Iya Mas, ibadah haji tuh memerlukan kekuatan fisik dan mental, kalau lemah fisiknya enggak bisa menjalankan ibadah dengan sempurna. " sahut Surti.
"Sebentar Mas, aku coba telepon Kang Ahmad dulu, " ujar Surti sambil merogoh ponsel yang selalu ia taruh di tasnya.
"Hpnya enggak aktif Mas, coba aku telpon teh Maya,(Surti mencoba menghubungi nomor hp teh Maya istri Kang Ahmad) sama Mas teh Maya juga enggak aktif, " Surti menaruh kembali ponselnya.
__ADS_1
"Coba Dik, nanti kamu tanya Mang Jana, barangkali tahu, nanti titip pesan kalau ada Kang Ahmad disuruh mampir ke sini, " ujar Mas Diman.
"Baik Mas, nanti aku ke rumah Mang Jana, "
±++++++++++++++++++++++++++++++++
Seminggu tak ada kabar, Kang Ahmad ternyata sedang sibuk mengurus istrinya di rumah sakit.
Kabar sakitnya teh Maya sampai juga ke telinga Surti dan Mas Diman, berkat penelusuran Mang Jana.
"Mas........! "
"Ada apa Dik? "
"Saya dapat kabar dari Mang Jana, Kang Ahmad sekarang ada di rumah sakit, teh Maya sakit. " ucap Surti.
" Enggak tahu Mas, nanti sore boleh enggak aku menjenguk Mas? " pinta Surti.
"Iya Dik, kalo bisa kamu jenguk sore ini juga, aku ada simpanan uang buat bantu biaya rumah sakit," Kata Mas Diman.
"Baik Mas aku bersih-bersih dulu ya, hari ini gerah sekali," ujar Surti seraya keluar dari kamar Mas Diman menuju kamar mandi.
Dengan mengendarai sepeda motornya, Surti melaju kencang menuju rumah sakit tempat teh Maya di rawat.
Sesampainya di rumah sakit, Surti bergegas menuju ruang perawatan, tampak kang Ahmad sedang duduk termenung sendirian di samping teh Maya yang sedang berbaring lemah.
__ADS_1
"Assalamualaikum.... "
"Waalaikumsalam salam..., eh kamu Sur, sama siapa ke sini? "
"Sendirian Kang, saya dapat kabar dari Mang Jana, Mang Jana dapat kabar dari Pak Suwito, " jawab Surti.
"Kang, gimana keadaan teh Maya? " tanya Surti sambil memegang tangan teh Maya yang sedang tidur pulas.
"Sakitnya lumayan parah, mudah-mudahan masih bisa tertolong, mohon do'a nya aja Sur, " ucap Kang Ahmad tampak sedih melihat nasib istrinya.
"Mudah-mudahan teh Maya cepat sembuh Kang, Mas Diman titip salam, katanya sampaikan terimakasih ke Kang Ahmad, sekarang Mas Diman sudah semakin membaik, sudah bisa berjalan, berkat madu dari Kang Ahmad. "
"Alhamdulillah, mudah-mudahan Mas Diman cepat pulih kembali kesehatannya, seperti semula, " Kang Ahmad terlihat gembira mendengar kabar sahabatnya sudah membaik. Namun di satu sisi ia terlihat sedih dengan keadaan teh Maya.
"Kang Ahmad saya Enggak bisa lama-lama ya, kasihan Mas Diman sendirian di rumah. "
ujar Surti.
"Iya Sur, titip salam ke Mas Diman, mudah-mudahan cepat pulih ya, maaf Kang Ahmad belum bisa ke sana. "
"Enggak apa-apa Kang, ini ada titipan dari Mas Diman, lumayan buat tambah biaya rumah sakit, " Surti menyodorkan amplop yang cukup tebal ke kang Ahmad.
"Oh iya, terimakasih, jazakumullahu khairan Katsira, semoga Allah memberi balasan yang setimpal, Amiin.
Surti pun bergegas pulang ke rumah, takut keburu adzan Maghrib, kasihan Mas Diman, biasanya jam segini dia minta makan.
__ADS_1
Bersambung