Kesetiaan Surti

Kesetiaan Surti
Madu Ajaib


__ADS_3

Pagi hari sehabis sholat subuh, seperti hari-hari biasa, Surti sebelum berangkat ke pasar untuk berjualan, selalu menyiapkan sarapan untuk suaminya,


Ketika memasuki kamar Mas Diman, dilihatnya suaminya sedang sholat sambil berdiri di atas sajadah, Surti pun kaget, ternyata suaminya sudah bisa sholat sambil berdiri, padahal kemarin masih harus ia bangunkan, untuk berwudhu ia harus merangkak ke toilet, sholat pun sambil duduk.


"Alhamdulillah..... Ya Allah suamiku sudah sembuh, " Pikirnya sambil terus duduk di kursi samping ranjang Mas Diman, menunggu suaminya selesai sholat.


Setelah Mas Diman selesai dari sholat nya, Surti pun langsung menghampiri nya.


"Mas, kamu sudah bisa sholat sambil berdiri? " tanya surti sambil memegang pundak suaminya.


"Alhamdulillah Dik, tadi pas dengar Adzan subuh aku terbangun, badan terasa enak, enggak terasa berat seperti biasanya, kepala juga enggak terasa pusing. " Jawab Mas Diman sambil memegang tangan istrinya.


"Alhamdulillah..........., Mudah-mudahan sehat terus Mas, " ujar Surti tampak senang.


Entah sudah berapa lama Surti pisah kamar, jadi dia tidak tahu kalau Mas Diman sudah bangun, Surti bukan enggak mau menemani suaminya, tapi ia enggak bisa tidur karena rintihan suaminya, Mas Diman baru berhenti merintih di atas jam 2 pagi, jadi ia lebih memilih tidur di kamar lain.


Selain itu juga Kamar Mas Diman baunya khas, bau obat-obatan dan bau macam-macam, padahal tiap hari suka dibersihkan. Surti enggak suka baunya, kepalanya jadi ikut pusing.

__ADS_1


Seperti biasa sehabis sholat subuh, Surti menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya, yang semakin hari semakin membaik kesehatannya.


Sudah dua hari ini Mas Diman mencoba makan nasi tim, lauknya ayam goreng ditambah sayur sop. Minumannya susu murni ditambah madu dari kang Ahmad.


"Kata kang Ahmad, ini bukan sembarang madu, tapi madu yang sudah dibacakan ayat-ayat rukyah, untuk mengusir jin yang bersarang ditubuh," tutur Mas Diman sehabis sarapan pagi.


"Emang di tubuhmu ada jinnya Mas? " tanya Surti keheranan.


"Kata kang Ahmad, bisa saja penyakit ku ini sulit sembuh karena ada penyakit non medis, yang tidak bisa disembuhkan dengan medis," ungkap Mas Diman menjelaskan.


"Maksudnya gimana Mas, aku belum mengerti? " tanya Surti lagi.


"Oh begitu Mas, aku baru mengerti sekarang, tapi emang ada orang yang dengki sama Mas, kalau ada siapa ya, jahat sekali orang itu, " ucap Surti geram.


"Kata kang Ahmad itu perbuatan Syirik, sudah minta pertolongan kepada dukun, dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah, jadi biarkan saja biar Allah yang membalasnya, " tutur Mas Diman.


"Iya Mas, biar Allah yang menghukum, tapi kasihan ya nanti masuk nereka, mudah-mudahan dia bertobat Mas. " ujar Surti.

__ADS_1


"Iya, mudah-mudahan kalau benar ada orang yang dengki sama aku, dan membuat aku sakit seperti ini, mudah-mudahan ia bertobat sebelum matinya, " ucap Mas Diman.


"Mudah-mudahan, Aamiin, " Surti mengaminkan.


"Tapi Mas, ini madunya tinggal sedikit lagi, sementara kang Ahmad sudah lama belum ke sini, " ujar Surti.


"Mudah-mudahan sore ini dia ke sini, kalau diomongin biasanya suka datang, kita tunggu saja, mungkin madunya tinggal untuk dua harian lagi. " kata Mas Diman.


"Iya Mas semoga saja kang Ahmad sore nanti ke sini, " ujar Surti berharap.


"Mas aku pamit dulu mau ke pasar ya, pintunya dikunci aja, takut ada orang masuk, kalau ada keperluan bisa nelpon ke mang Jana, jangan lupa nanti berjemur, biar tambah sehat, tambah kuat ya Mas, " ujar Surti sambil menyalami suaminya dengan mencium tangannya.


"Iya, hati-hati sayang, " ucap Mas Diman.


Surti pun bergegas pergi ke pasar untuk menjalani rutinitas nya berjualan di pasar.


"Mudah-mudahan, hari ini mendapat rizki yang banyak, " gumamnya.

__ADS_1


Kesehatan Mas Diman semakin membaik, membuat Surti semakin bersemangat, tidak lagi terlihat sedih, wajahnya cerah ceria.


Bersambung


__ADS_2