Kesucian Cinta Rissa

Kesucian Cinta Rissa
1. Awal cerita


__ADS_3

"Hiks.. hiks.. dasar pria br***k.. ba*****n!!!!"


Suara tangis Rissa memecah dalam kamar mandi memaki pria yang telah merenggut kesuciannya dengan paksa.. di guyur seluruh tubuhnya berharap noda yang ditinggalkan pria itu luntur tersiram air.. tapi apa daya.. semua sudah hancur bersama hilangnya kegadisannya..


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Seorang gadis berumur sekitar 20 tahunan bernama Rissa Kusuma Dewi yang berasal dari sebuah desa di tanah Jawa tengah.. bertekad merantau ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik.. impiannya ingin mengumpulkan rupiah agar bisa membantu kedua orangtuanya yang hidup sebagai petani di desanya yang masih harus membiayai adik semata wayangnya yang masih duduk di SLTP.


Rissa setelah lulus SMA tidak bisa melanjutkan studinya karena keterbatasan biaya. Semula dia bekerja di daerah kelahirannya tapi gajinya cuma cukup untuk makan saja..


"Mak.. Rissa mau kerja di ibukota ikut mbak Wati" Rissa meminta ijin pada maknya untuk ikut kakak kelasnya dulu yang sudah lebih dulu bekerja di ibukota menjadi pelayan restoran yang gajinya juga lumayan..


Beberapa hari yang lalu Rissa bertemu dengan kakak kelasnya itu saat reuni di sekolahnya dan ditawari ikut dengan dia karena di sana sedang membutuhkan tambahan karyawan dan gajinya juga lumayan disana juga di sediakan mes jadi tidak perlu ngekos..


Rissa pun tergiur dengan tawaran Wati dan bertekad untuk merantau ke ibukota.


"Nak ibukota itu kehidupan yang keras.. kalau kamu tidak bisa jaga diri semua bahaya" sahut bapaknya yang baru pulang dari sawah..


"Iyo nduk.. Mak kwatir sama Kamu"


"Bapak.. emak.. Rissa bisa jaga diri.. Rissa kan pernah ikut extra karate.. percaya pada Rissa Mak.. pak.." Rissa mencoba meyakinkan kedua orang tuanya yang begitu khawatir melepaskan dirinya ke ibukota..


"Pikirkan matang-matang dulu sebelum ngambil keputusan nak.. bapak dan emak tidak mau terjadi sesuatu padamu.." maknya masih berharap anaknya berubah pikiran..


"Mak disana gajinya lumayan.. Rissa bisa nabung dan juga membantu biaya sekolah Riko.. Rissa janji akan jaga diri baik-baik Mak"


Kedua orangtuanya akhirnya menyerah dengan tekad Rissa yang begitu kekeh.. dan dua hari lagi dia akan berangkat ke ibukota bersama Wati dan mereka janjian bertemu di terminal.


🌺🌺🌺🌺


Besuk Rissa akan pergi ke ibukota tapi dia belum bilang pada Yoga kekasihnya.. karena mereka jarang bertemu takut ketahuan orangtua Yoga..


Tanpa sengaja Yoga mendengar kalau pacarnya itu akan pergi ke ibukota dan otomatis juga akan meninggalkan dirinya.. ada rasa marah dihatinya kenapa Rissa tidak bicara dulu dengannya.. padahal Yoga berencana mau menikahi Rissa meskipun tanpa restu dari kedua orang tuanya..

__ADS_1


Yoga bergegas mencari keberadaan Rissa yang masih bekerja di toko mainan depan pasar untuk mengambil gaji terakhir kalinya..


Begitu sampai didepan toko mainan itu Yoga menarik paksa tangan Rissa yang masih merapikan aneka mainan ditoko itu..


Mereka berhenti di dekat taman kota.. di depan pasar X.


"Yoga lepas.. akukan lagi kerja.. nggak enak sama pak Slamet" sentak Rissa dan akhirnya Yoga berhenti dan melepaskan tangan Rissa.


"Paman nggak akan marah melihat aku bawa kamu..!" Yoga berkata dengan nada yang agak tinggi dan dimatanya terpancar kemarahan pada kekasihnya itu..


"Kenapa kamu mau pergi? kamu mau ninggalin aku hah..?"


Rissa tersentak dengan pertanyaan Yoga dia lupa bilang sama kekasihnya itu kalau mau kerja di ibukota..


"Bukan begitu Yog.. aku pergi karena ingin cari duit agar kehidupanku berubah.. dan agar orang tuamu tidak lagi merendahkan aku mengatai aku cewek miskin dan matre"


Rissa terduduk di bangku taman dengan sedih setiap kali mengingat kata-kata ibunya Yoga yang selalu merendahkan dirinya karena miskin.


Rissa menatap Yoga sendu "Yog.. aku belum siap untuk menikah saat ini dengan keadaan keluargaku seperti sekarang.. aku tidak mau keluargaku dipandang rendah oleh orangtuamu.. dan aku ingin merubah dulu keadaan ekonomi keluargaku.. tolong mengertilah.. kumohon.."


suara Rissa begitu lirih menahan tangis yang menyesak di dadanya..


Yoga memandang kekasih hatinya itu dengan tatapan tidak tega.. kemarahan yang tadi menggebu kini sirna sudah.. diraihnya kedua tangan Rissa lalu digenggam erat.. ditatapnya lekat-lekat wajah ayu sang kekasih..


"Ris.. tetaplah disini.. kita berjuang bersama.. aku janji akan bekerja keras dan membahagiakan kamu sayang.. jangan pernah tinggalkan aku!!"


"Yog.. itu sama saja aku hanya tetap tergantung padamu.. aku ingin berdiri sendiri dan membuktikan kalau aku bisa berhasil dan aku bukan cewek matre yang hanya mengharapkan uang darimu saja.. aku ingin berjuang demi keluargaku.. aku ingin membahagiakan orang tuaku dulu.."


Rissa menarik tangannya dari genggaman Yoga.


"Berarti kamu tidak mencintai aku lagi Ris?" kembali Yoga terbawa emosi mendengar kata-kata Rissa..


"Bukan begitu Yog.. aku tetap sayang sama kamu.. makanya aku ingin berjuang agar orang tuamu merestui hubungan kita.. dan jalan satu-satunya aku harus bekerja untuk memperbaiki ekonomi keluargaku dulu.. kumohon mengertilah.."

__ADS_1


"Aaaarrrggghhh...." Yoga merasa kesal dan menjambak rambutnya sendiri.. dia merasa putus asa tidak bisa membujuk Rissa agar tidak pergi..


Rissa memandang Yoga dengan tatapan penuh harap agar kekasihnya itu mau mengerti dan merelakan dia pergi ke ibukota..


Yoga paling tidak tega menolak keinginan Rissa bila sudah melihat kekasihnya seperti itu.. rasa kesalnya semakin memuncak tapi tidak bisa di keluarkan.. hanya bisa mengepalkan tangannya saja.. dan diam seribu bahasa..


"Yog.." gadis itu menarik narik baju Yoga yang terdiam disampingnya.. gadis itu tau kalau kekasihnya itu marah padanya..


"Terserah kamu!!" ujar Yoga kesal sambil berdiri dan meninggalkan Rissa yang masih terdiam menatap punggung Yoga yang menjauh darinya.. gadis itu meneteskan air mata ditinggal pergi sang kekasih dengan kemarahan yang di tahan..


"Maafkan aku Yog.. aku tetap harus pergi.. ini semua aku lakukan juga demi kita agar orang tuamu tidak memandang aku dan keluargaku dengan begitu rendah.. aku janji akan selalu mencintai kamu" tangis Rissa dalam hati.


Rissa melangkah dengan lunglai kembali ke tempat kerjanya.. hati dan pikirannya sedih tapi tekadnya untuk pergi ke ibukota tetap kekeh.. keinginan untuk merubah ekonomi keluarga dan keinginan untuk mendapatkan restu dari orang tua Yoga menjadi semangatnya.


"Maaf pak Slamet.. tadi Yoga menarik saya paksa" kata Rissa pada majikannya begitu sampai di tempat kerjanya..


"Aku ngerti RIS.. apa kamu tidak bilang kalau mau pergi?" tanya pak Slamet kemudian..


Rissa hanya menggeleng kepalanya..


"Pantesan dia marah.. sudahlah.. sebenarnya bapak juga pengen kamu tetap disini.. tapi kamu tahu sendiri aku tidak bisa membayarmu lebih.. karena keadaan"


"Rissa ngerti pak.. Rissa juga minta maaf harus pergi dari sini pak.. Rissa cuma mau agar orang tua Yoga tidak menganggap Rissa cewek matre lagi.." kata Rissa masih sedih.


"Bapak ngerti RIS.. memang mbakku itu terlalu sombong jadi orang.. mentang-mentang mereka berduit.. meskipun saudara istriku tapi sifatnya berbeda.. yang sabar ya nak" pak Slamet menepuk bahu Rissa memberi semangat..


"Oh ya.. ini gaji kamu bulan ini dan sedikit uang jajan buat kamu dijalan besuk" pak Slamet menyerahkan amplop kepada Rissa..


"Terimakasih pak" Rissa menerima amplop itu dan mengangguk kepala.


"Sebaiknya kamu pulang saja dan bersiap.. biar bapak jaga sendiri.. lagian hari ini sepi kok"


"Iya pak.. Rissa pamit dulu pak" Rissa menyalami pak Slamet dan melangkah pergi untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2