Kesucian Cinta Rissa

Kesucian Cinta Rissa
Jalan-jalan 2


__ADS_3

"Heh.. gadis sombong.. kamu sudah berani melawanku.. beraninya mempermalukan aku .. tunggu pembalasanku.. akan kubuat kamu membayar semua ini yang akan kamu ingat seumur hidupmu!" ancam pemuda sombong itu..


Rissa tak peduli dan terus melangkah sambil memapah nenek itu ke pinggir jalan.. pemuda itu masuk dengan marah lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi..


Semua orang bubar sendiri-sendiri.. tinggal Wati yang menatapnya dengan ketakutan..


"Nenek baik-baik saja kan?" Rissa melepaskan nenek itu begitu ditepi jalan..


"Makasih ya nak.. kamu sudah menolong nenek.. nenek takut masuk penjara" ujar nenek itu masih ketakutan..


"Tenang nek.. nenek sudah aman.. nggak usah takut lagi" Rissa menenangkan nenek itu dengan lembut..


"Kamu gadis yang baik nak.. semoga kelak hidupmu penuh dengan kebahagiaan" nenek itu tersenyum seraya mengelus rambut Rissa..


"Makasih doanya nek.. sekarang nenek pulang saja.. saya antar ya..rumah nenek mana?" tawar Rissa..


setelah menyebutkan alamatnya.. Rissa dan Wati mengantar nenek itu dengan taksi online yang kebetulan searah dengan tujuan mereka..


Setelah beberapa saat nenek itu mengisyaratkan untuk minggir.. mobil berhenti di depan sebuah gang sempit..


"Dah sampai dekat dah nenek nak.. sampai sini saja.. sekali lagi terimakasih" ujar nenek itu tersenyum..


"Sama-sama nek.. hati-hati dan ini sedikit buat nenek makan.. hari ini nenek istirahat saja" Rissa menyodorkan selembaran uang pada nenek itu..


"Nggak usah nak.. " tolak nenek itu pelan


"Biarpun nggak seberapa nenek terima ya.. saya ikhlas.. kalau tidak mau saya marah.." Rissa memanyunkan bibirnya.. nenek itu tersenyum dan menerima uang Rissa..


"Makasih ya nak.. nenek nggak tahu harus bilang apa lagi" nenek itu meneteskan air mata terharu..


"Sama sama nek.. doain saya sehat dan nenek juga jaga kesehatan ya.."


Nenek itu lalu turun dari mobil.. mobil mulai berjalan meninggalkan nenek itu yang masih melambaikan tangan..


Di mobil..


"Kamu gila RIS.. bikin aku takut aja.. gimana kalau itu cowok tadi nekat bisa mukul kamu tadi! kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana aku bilang sama orang tuamu" omel Wati..

__ADS_1


"Maaf mbak.. tapi aku nggak tahan melihat kelakuan cowok sombong itu.. bikin naik darah saja.. dan orang-orang itu kenapa cuma lihat aja tidak mau bantu nenek-nenek tua yang sedang di tindas" gerutu Rissa geram..


"Soalnya mereka tidak mau terlibat dengan orang kaya sombong lagi.. bisa kena masalah.. mereka masih sayang sama keluarga.. ini kota say.. di sini hidup keras.. beda dari desa yang masih ada tenggang rasa" Wati menjelaskan panjang lebar tentang kehidupan di kota metropolitan yang keras tanpa peduli orang lain..


"Iya mbakku sayang.. dah jangan ngomel mulu.. nanti cepat tua.. mas Herman bisa kabur...hhhhaaa..haa.." goda Rissa yang membuat bibir Wati manyun..


Dengan gemas Wati mencubit hidung Rissa hingga membuat gadis itu berhenti tertawa..


"Kamu tu ya paling bisa menggoda.."


"Aduh mbak.. sakit.. ampun deh.." Rissa memelas pada Wati agar melepaskan hidungnya..hhh..


💖💖💖💖


Di tepi jalan tadi di mana sang nenek turun dari taksi online..


"Kamu dimana? cepat kesini!!" sang nenek berbicara dalam hp.. dan hpnya itu bukan hp murahan.. siapa sang nenek itu...


"Saya sudah di jalan.. baik nyonya saya segera ke sana.. tolong serlok" jawab suara dari seberang...


Tak berapa lama kemudian sebuah mobil Mercedes hitam mengkilap menghampiri sang nenek... dan terlihat sang nenek masuk kedalamnya..


"Ayo jalan.." perintah sang nenek sambil melepaskan wik dan menghapus mek up tebal yang membuatnya berubah jadi nenek-nenek.. dan ternyata oh ternyata... sang nenek berubah menjadi wanita yang cantik dan berkulit bersih meskipun umurnya sudah tidak muda lagi..


" Bagaimana dengan den Thomas.. Nya?" tanya sang sopir kemudian..


"Ternyata kamu benar Dir.. kelakuan Thomas semakin menjadi.. dia seperti preman.. mungkin salahku selalu meninggalkan dia buat kerja dan kerja.. dia jadi berandalan.. dia sampai tega berbuat kasar pada seorang nenek-nenek.. untung ada gadis baik yang bisa menghentikannya.. salut aku DIKOTA ini masih ada orang baik dan itu anak muda yang biasanya hanya ngerti berfoya-foya seperti anakku sendiri.. Thomas.." ucap wanita itu sedih mengingat anak bungsunya yang berandalan...


Yaaaaahhh.. ternyata nenek-nenek tua itu adalah nyonya Betty Cokrowiguno.. Mamanya pemuda berandalan tadi yang tak lain Thomas Cokrowiguno.. yang menyamar menjadi nenek tua untuk menyelidiki kelakuan anak bungsunya yang mulai berubah semenjak berada di bangku kuliah..


karena beberapa hari yang lalu nyonya Betty mendapat telfon peringatan dari kampus perihal anaknya suka ngebully temannya dan jarang masuk sekolah.. tapi nyonya Betty tidak percaya anaknya jadi preman kampus..


"Kadir.. kamu pantau terus Thomas dan juga selidiki gadis yang menolong aku tadi.. seperti dia gadis baik yang bisa meluluhkan Thomas!!"


"Siap nyonya..!!" jawab pak Kadir yang bukan hanya jadi sopir pribadi nyonya Betty tapi juga orang kepercayaannya.


💖💖💖💖

__ADS_1


Akhirnya sampai juga di mall.. kedua gadis itu turun dari taksi online dan berjalan masuk kedalam mall..


"Waaaaah.. besar banget ya mbak tokonya.." Rissa terkagum-kagum melihat pemandangan didepannya..


"Udah jangan katrok.. ayo masuk.. kita nikmati liburan ini buat belanja.." Wati hanya tersenyum lalu menyeret tangan Rissa membawanya masuk ke dalam mall..


Rissa makin kagum lagi melihat mall yang begitu besar.. ramai.. banyak toko.. dari baju, sepatu, hp, mainan, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan bayi.. dan lainnya.. pokoke komplit.. di kampung nggak ada toko sebesar itu.. dan jalannya pakai eskalator...


"Ayo naik ke atas!" Wati mengajak Rissa naik kelantai atas.. tapi dia takut naik menggunakan eskalator.. maklum orang kota baru


"Duh mbak.. nanti kalau jatuh apa kejepit gimana??" kata Rissa khawatir..


"Duh RIS jangan kampungan deh.. sini aku pegangin" Wati tertawa kecil melihat kelakuan Rissa yang menurutnya lucu..


Gimana nggak lucu.. melawan preman aja berani kok cuma naik eskalator takut.. dasar gadis aneh.. takut jatuh katanya.. padahal kalau ngelawan preman kalau beruntung juga cuma masuk rumah sakit.. kalau sial bisa langsung ke alam kubur.. hiii...


Mereka berdua mengelilingi mall itu masuk keluar toko yang menarik menurut mereka.. melihat-lihat dan mencoba barang yang mereka sukai.. kebanyakan hanya Wati yang mencoba.. karena Rissa melihat bandrolnya aja sudah merinding.. mahal buanget baginya.. paling murah harga 50 ribu itu aja cuma daleman.. sedang bajunya.. bisa sampai jutaan.. kalau dibelikan di pasar bisa dapet satu karung hhhaaahhha.. jiwa desonya belum ilang dari dirinya..


"RIS coba ini dek.. cakep buat kamu.." Wati menyodorkan dress warna biru muda dengan lengan terbuka pada Rissa..


"Duh.. mbak nggak usah deh.. pasti mahal.. besuk aku beli di pasar aja" bisik Rissa takut ada yang nertawain dirinya..


"Ini murah Ris cuma 650ribu aja" sahut Wati datar yang membuat mata Rissa melotot..


"Apa.. cuma 650 ribu..!" seru Rissa agak tinggi.. yang membuat pengunjung lainnya menoleh.. yang membuat dia malu..


"beli di pasar dapet 5 mbak.." bisik Rissa lagi..


"Aduh RIS.. kamu mbok jangan kampungan too.. sana coba dulu.." Wati mendorong Rissa masuk keruang ganti mencoba baju tadi..


" mbak nggak usah deh.. uangnya mau aku kirim ke kampung..!"


"udah diem coba saja.. nanti gampang.." Wati terus saja mendorong Rissa masuk..


Mau tidak mau Rissa mencoba dress itu.. dan sebelum keluar dia melihat dirinya di kaca dan kagum dengan dirinya sendiri..


"ternyata cantik juga aku kalau dandan... " gumamnya dalam hati..

__ADS_1


Lalu dia keluar dengan baju yang menurutnya mahal itu.. Wati yang menunggunya terlihat kagum juga dengan kecantikan Rissa yang kini terlihat begitu cantik dan anggun.. tidak terlihat lagi gadis desa yang tomboi..


__ADS_2