
"Kok buru-buru Ris.. kan masih sore" Herman mencoba mencegah Rissa...
"Iya ntar lagi ngapa.." Wati ikutan nyegah..
"Nggak ah.. disini cuma jadi obat nyamuk" bibir Rissa manyun membuat Wati dan Herman tertawa..
"Ya udah.. aku pesenin taksinya.. ntar malem bobo sendiri ya deek" ucap Wati segera yang di sambut senyum dan anggukan Rissa..
"Aku dah selesai makan.. sebaiknya aku tunggu diluar saja ya mbak.. mas..?" Rissa berdiri dan pamit pada sepasang kekasih yang sudah dianggap seperti kakak sendiri.
"ok deh.. hati-hati ya.. nanti sopirnya akan menelfon kamu" seru Wati melihat Rissa sudah berjalan meninggalkan mereka.
Di meja pojok dimana segerombol cowok lagi ngumpul sambil ngawasi Rissa dan Wati..
"Bagus.. dia sudah pergi.. gaes gue cabut dulu!" Thomas berdiri dan mengikuti langkah Rissa dari belakang.. tanpa menghiraukan teman-temannya..
Rissa sama sekali tidak menyadari kalau ada seseorang yang mengikutinya.. dengan ceria gadis itu melangkah keluar dari mall menuju pintu depan.. lalu menunggu taksi yang di pesankan oleh Wati di pinggir jalan..
Melihat gadis itu berhenti dipinggir jalan.. tadinya Thomas mau ngedorong gadis itu supaya jatuh dan tertabrak.. tapi diurungkan.. terlalu kejam.. segera dia pergi ngambil mobilnya.. dengan cepat ditinggalkan parkiran itu..
" Tuh cewek masih di sana.. gue culik aja deh!" gumamnya..
Segera dihentikan mobil tepat didepan Rissa.. dia keluar dan langsung menarik tangan Rissa masuk ke mobilnya.. sedang Rissa yang sama sekali tak menyadari begitu terkejut dan tersadar sudah ada di dalam mobil.. begitu mobil ditutup dia baru sadar dan mulai panik..
"Tolong... tolong...!" teriaknya sambil memukul kaca mobil.. karena saat mau buka pintu sudah terkunci.. Rissa makin panik dan terus berteriak minta tolong.
"Diam Lo..!" bentak Thomas keras..
Rissa lalu menoleh kearah suara.. lalu dia lebih terkejut lagi saat sadar kalau cowok itu yang tadi pagi berantem dengannya dipinggir jalan..
"Kamu..!" mata Rissa melotot melihat kearah Thomas.." mau apa kamu?!"
Thomas hanya tersenyum menyeringai dan terus melajukan mobilnya membelah jalan ibukota...
"Berhenti.. aku mau keluar!" Rissa masih saja panik dan terus menerus memukul kaca mobil..
Thomas sama sekali tidak menghiraukan teriakan Rissa.. gadis itu jadi marah dan memukuli lengan kekar Thomas.. membuat cowok itu jadi tidak konsentrasi nyetir..
__ADS_1
"Diam Lo.. kalau tidak gue ikat lo..!" bentak Thomas geram.. tapi Rissa tidak menggubris dan masih aja terus memukul lengan Thomas..
Dengan terpaksa Thomas meminggirkan dan menghentikan mobilnya.. lalu mengambil sapu tangan dan botol yang isinya obat bius.. Rissa yang melihatnya melorot bertambah panik.. mau keluar tidak bisa karena pintu terkunci..
"kamu mau ngapain..?" gadis itu terlihat ketakutan..
"Bikin Lo diem!" bentak Thomas sambil menarik paksa Rissa dan menutup hidung Rissa dengan sapu tangan yang telah di beri obat bius.. Rissa meronta tapi tetap kalah tenaga.. dan akhirnya dia pingsan..
Melihat gadis itu sudah pingsan.. kembali Thomas melajukan mobilnya menuju ke villa keluarga di puncak..
Setelah perjalanan satu jam dia sampai di depan villa keluarganya.. segera di gendongnya Rissa yang masih pingsan.. dua orang penjaga villa itu sepasang suami-istri.. menyambut majikannya dengan heran.. karena ini pertama kali mereka lihat tuan mudanya membawa seorang gadis..
"Selamat datang tuan muda.." sapa mereka ramah..
"Hmmm.." Thomas tak menghiraukan mereka dan terus masuk ke lantai atas di mana kamarnya berada.
Dia meletakkan Rissa di atas kasur.. lalu segera keluar dan turun kebawah mencari kedua pelayannya..
"Bibi.. Mamang... !" teriaknya..
"Iya tuan muda.." sahut mereka menunggu perintah...
"Malam ini kalian boleh pulang..saya kasih libur dua hari.. dan jangan banyak tanya! Dan ini bonus buat kalian..!" Thomas menyodorkan beberapa lembar uang pada keduanya..
Meskipun bingung dan heran keduanya tak berani bertanya melihat raut wajah kemarahan di mata majikannya dan menerima uang itu dan bergegas pergi.
Thomas kembali ke kamarnya.. dilihatnya gadis itu belum sadar...
"Mau gue apain ni cewek..?" pikirnya.. 'Gue cuma mau bikin dia malu dan di ingatnya seumur hidup!" gumamnya kesal..
Direbahkan tubuhnya di samping Rissa.. lalu dia miring menatap Rissa yang masih terpejam..
"Kok gue nggak alergi sama nih cewek.. biasanya kalau nyentuh cewek selain nyokap dan adik gue pasti bakal mual.. tapi kok megang ni cewek baik-baik saja!" gumamnya lagi..
Thomas mengelus pipi Rissa.. tak ada rasa alergi itu.. lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Rissa..
"Cantik juga ni cewek.." gumamnya
__ADS_1
Tiba-tiba Rissa membuka matanya.. dirasakan masih pusing.. lalu matanya bertatap dengan mata Thomas yang berada di depan wajahnya.. dia begitu terkejut dan langsung mendorong tubuh Thomas dengan keras..
"Kamu mau apa?" Rissa ketakutan lalu menutup bagian dadanya dengan lengan..
"Gue mau apa?" Thomas tersenyum menyeringai "Lo pikir aja.. apa yang di lakukan cowok pada cewek di dalam kamar seperti ini!"
Rissa semakin ketakutan.. gadis itu berdiri dan berlari keluar kamar.. tapi pintu terkunci.. dipukulnya pintu itu keras..
"Tolong..!" teriaknya.
Thomas hanya tertawa melihat tingkah gadis dihadapannya yang terlihat begitu ketakutan..
"Lo pikir bisa kabur dariku.. tidak semudah itu..!"
Thomas mendekati gadis itu dan menarik tangannya kasar.. Rissa meronta sambil menangis..
"Apa mau kamu! lepaskan" sambil menangis Rissa terus meronta.
"Apa lepaskan.. setelah tadi pagi seenaknya Lo membuat malu gue didepan umum..hah!" Thomas melotot lalu mencengkeram wajah Rissa.." sekarang akan kubuat lo merasakan malu juga tapi seumur hidup..!"
Setelah berkata seperti itu Thomas mendorong tubuh Rissa ke ranjang dan langsung menindihnya.. tangannya mencengkram kedua tangan gadis itu yang masih menangis dan meronta meminta belas kasihan.. tapi Thomas sudah kerasukan setan.. dia tidak peduli dengan rintihan dan tangisan Rissa.. dia terus berusaha membuka paksa baju Rissa.. dan terus melakukan hal-hal yang diluar batas..
Sampai Rissa sudah lemas kehabisan tenaga.. dengan leluasa Thomas membuka baju Rissa dan membuangnya.. dengan ganas dia menikmati setiap lekuk tubuh Rissa dari atas sampai bawah.. Rissa hanya bisa menangis pasrah.. tenaganya tak mampu melawan tenaga Thomas..
Rissa memejamkan matanya yang tak henti mengeluarkan air mata menahan sakit dan perih saat kegadisannya direnggut paksa oleh pria yang sama sekali tidak dikenalnya.. hancur rasa hatinya..
Sedangkan Thomas yang sudah sangat bernafsu sama sekali tidak memperdulikan Rissa yang sudah sangat kesakitan.. terus saja bermain di atas tubuh Rissa.. menyisakan bekas merah di leher dan payudara Rissa yang terus di nikmatinya.. sampai akhirnya dia melepaskan keperjakaannya di dalam rahim Rissa.. dan menjatuhkan diri di atas tubuh gadis itu.. dan tersenyum puas...
Sedangkan Rissa yang sudah begitu lemah tidak mampu lagi bergerak.. bahkan untuk menangis pun sudah tak bisa mengeluarkan suara.. hanya air mata yang terus saja mengalir..
"Beruntung sekali Lo bisa dapetin perjakaan gue.. ha.. ha.." dengan tubuh yang merasa lelah Thomas tertawa dengan puas.. menatap wajah gadis dibawahnya yang begitu menderita..
"Kamu ba****n.. cowok bre****k.. hiks.. hiks.." suara Rissa begitu lemah.. "kenapa kamu lakukan ini padaku.. hiks.. hiks.."
"Karena gue mau Lo bayar perbuatan Lo tadi pagi sama gue.. Tapi gue belum puas!"
Thomas kembali me****t bibir kenyal Rissa dengan paksa.. yang membuat nafsunya kembali membara.. apalagi itu pertama kalinya Thomas merasakan kenikmatan berhubungan dengan lawan jenis.. meskipun dengan cara merampas..
__ADS_1