Kesucian Cinta Rissa

Kesucian Cinta Rissa
Rencana menikah


__ADS_3

Di rumah sakit.. Rissa hanya tiduran dan nonton tv.. sedang Thomas tetap berkutat dengan hp dan laptopnya. Bekerja dari rumah sakit.. jadi dia tetap bisa menjaga Rissa dan tidak perlu meninggalkan pekerjaannya.


Bosan nonton TV Rissa bermain game di hpnya.. tiba-tiba hpnya berbunyi.. ada panggilan masuk dari emaknya di kampung.


Rissa mengangkatnya.


"Hallo Mak . assalamualaikum." sapa Rissa .


"waallaikum salam nak.. piye kabarmu di situ?" suara maknya di seberang.


"Alhamdulillah Mak Rissa sehat.. emak , bapak ,dan Riko gimana kabarnya?" kata Rissa berbohong.. sambil menahan tangisnya.. karena kangen dengan keluarganya.. ingin sekali bilang keadaan yang sebenarnya pada maknya tapi takut membuat orang tuanya sedih.


"Alhamdulillah nduk.. kami disini baik-baik saja.. uang yang kamu kirim sudah sampai.. makasih nak.. tapi sisihkan uangmu untuk ditabung nduk"


"Pasti Mak.. Rissa tetap menabung."


"Kamu lagi bekerja nak?"


"Rissa lagi istirahat mak.. bapak ke sawah ya Mak?" tanya Rissa yang tidak mendengar suara bapaknya.


Thomas masih berkutat dengan laptopnya tapi juga menguping pembicaraan Rissa dan maknya.


"Iya nduk.. makanya emak nelfon kamu mau ngasih kabar.. kalau ada bapakmu Mak bisa kena marah." kata ibunya khawatir.


"Ada kabar apa Mak di kampung?" tanya Rissa penasaran.


"Tapi kamu harus kuat nak.. emak cuma nggak mau kamu masih berharap."


"Ada apa sih Mak.. Rissa pasti kuat kok! emak bilang aja.. Rissa nggak apa-apa!"


"Nduk.. ini tentang Yoga!" emaknya masih ragu buat bicara.


"Ada apa dengan Yoga Mak?" Rissa sangat penasaran.. ada rasa khawatir pada kekasihnya itu..


"Seminggu lagi Yoga akan menikah nduk.." kata ibunya pelan dengan nada khawatir.


"Apa Mak?!" sentak Rissa membuat Thomas jadi kaget dan menatap wajah Rissa yang berubah tegang.Terasa ada petir yang menyambar di telinganya mendengar berita itu. Tapi sekuat tenaga dia menahan tangisnya.


"Yang sabar nak.. mungkin kalian tidak berjodoh.. sejak kepergian kamu Riko sering lihat Yoga jalan dengan cewek lain.. jadi ibu harap kamu lupakan Yoga dan jangan bersedih nduk..!"


"Jangan khawatir Mak.. Rissa baik-baik saja.. Rissa juga udah lupa sama Yoga.. mungkin itu lebih baik untuk kami.. disini Rissa juga sudah punya pacar yang begitu mencintai Rissa kok.. ya udah Mak Rissa kembali kerja dulu.. assalamualaikum."


"Syukurlah.. Mak lega dengarnya.. ya udah jaga diri baik-baik.. waallaikum salam."

__ADS_1


Rissa menutup telfonnya.. dan dengan lemas tangannya terjatuh sampai hpnya jatuh ke bawah ranjang.. sudah tidak bisa di bendung lagi air matanya yang akhirnya jebol sudah tangisnya.. Thomas segera mendekati dan meraihnya dalam pelukannya. Rissa menumpahkan tangisnya di dada kekar Thomas.


"Kamu jahat Yog.. kamu tega padaku.. pantas saja kamu tidak pernah menghubungi aku.. hu..hu..!"


"Dia pacar kamu?" tanya Thomas datar sambil membelai rambut Rissa.


"Ya.. dia orang yang aku cintai.. tapi sekarang dia menghianati aku..!" kata Rissa dalam tangisnya.


Ada sedikit rasa tidak suka di hati Thomas mendengar ada cowok lain di hati Rissa bahkan mampu membuat cewek itu patah hati.


"Sudahlah.. disini kamu ada aku yang mencintaimu dan sebentar lagi ada anak diantara kita.. lupakan dia.. dan mulai buka lembaran baru dengan keluarga kecil kita!" ucap Thomas menguatkan Rissa yang tak berhenti menangis.


"Jangan nangis lagi sayang.. air matamu terlalu berharga untuk menangisi pria yang sudah menghianati kamu.. jangan pikirkan dia lagi.. kalau kamu stres.. anak kita jadi korbannya.. pikirkan aku dan anakku saja!" lanjut Thomas sambil mengusap lembut pipi Rissa yang basah.


"Kita juga akan segera menikah setelah kamu sehat sayang!" ucap Thomas meyakinkan Rissa.


"Tapi aku tidak mencintaimu! aku benci kamu..!" kata Rissa dengan suara parau.


"Itu urusan terakhir.. yang penting anak kita lahir dengan status!" ucap Thomas.


"Ok.. aku mau nikah tapi kamu tidak boleh menyentuhku.. semua cuma demi anak ini!" kata Rissa tak sadar hanya karena ingin balas Yoga yang akan menikah dengan gadis lain.


"Baiklah.. setelah kamu keluar dari rumah sakit kita nikah.. masalah cinta aku akan terus berusaha membuat kamu mencintai aku sayang." Thomas merasa bahagia mendengar kata-kata Rissa.


"Aku akan jaga kalian seumur hidupku." ucap Thomas sambil mencium kepala Rissa yang masih dalam pelukannya.


Suara pintu kamar terbuka.. membuat Thomas menoleh ke arah pintu. Dilihatnya mama dan papanya masuk ke kamar itu.


Rissa melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tua Thomas yang menghampiri mereka.


"Papa.. mama.. kalian kapan sampai kok nggak ngasih kabar?" tanya Thomas lalu menyalami dan mencium tangankedua orang tuanya.


"Baru saja sayang.. bagaimana kamar kamu nak?" tanya nyonya Betty pada Rissa.


"Saya sudah baikan nyonya." jawab Rissa datar.


"Kok nyonya sih.. panggil mama dong sayang!" sahut Nyonya Betty sambil memeluk Rissa.


"Sebentar lagi kamu kan akan menikah dengan Thomas.."


Nyonya Betty melepaskan pelukannya dan menatap Rissa dan terlihat wajah Rissa yang sembab dengan mata yang masih basah.


"Kamu kenapa sayang? apa Thomas nyakitin kamu lagi? Thomas.. kamu apakan menantu mama!" sentak nyonya Betty sambil menatap Thomas tajam.

__ADS_1


Thomas jadi salah tingkah di tatap mamanya seperti itu.


"Nggak ma.. itu tadi.."


"Thomas nggak salah.. tadi saya cuma kangen sama orang tua di kampung saja." sela Rissa cepat agar tidak ada salah paham.


"Beneran?" tanya Nyonya Betty masih tidak percaya.. Rissa mengangguk pasti.


Thomas akhirnya lega setelah terlihat mamanya percaya dan mulai kembali lagi duduk di sofa didekat papanya.


"Gimana rencana kamu setelah ini Thom?" tanya tuan Heru.


"Setelah Rissa sehat kami akan menikah pa.." jawab Thomas datar.


"Papa hanya bisa mendukungmu.." Ucap tuan Heru sambil menepuk pundak Thomas.


Nyonya Betty memberikan buah yang di bawanya barusan pada Rissa


"Makanlah sayang biar cepat sehat.. dan cucu mama juga sehat.."


"Makasih.."


Rissa menerima buah yang di berikan ibu mertuanya dan memasukkan ke dalam mulutnya.. masih dengan perasaan canggung.


Nyonya Betty begitu perhatian pada Rissa.. dia memang sayang pada Rissa sejak pertama kali dia bertemu dengan gadis pemberani yang mau menolong orang yang tertindas.. Rissa kadang jadi merasa tidak enak dengan perlakuan calon mertuanya yang di rasakan terlalu berlebihan.


"Kapan rencana kalian menikah?" tanya nyonya Betty tiba-tiba.


Rissa hanya diam tak menjawab.. dan masih setia memasukkan buah ke dalam mulutnya. Dihatinya masih ada rasa bimbang dan sedih mendengar kekasih hatinya akan menikah dengan gadis lain.. tapi melihat keadaannya yang sekarang sedang hamil anak pria lain juga tak mungkin untuk menuntutnya.. mau tidak mau Rissa hanya pasrah dengan nasibnya sekarang.


"Rencananya setelah Rissa sehat ma." jawab Thomas singkat.


"Baiklah.. mama yang akan persiapkan semuanya.. kita kembali ke rumah setelah Rissa keluar dari sini." kata nyonya Betty bersemangat.


"Tapi maaf sebelumnya.. " sela Rissa sambil menatap mereka satu persatu.


"Ada apa sayang?" tanya Nyonya Betty lembut.


"Begini.. saya ingin bicara tentang asal usul saya yang jauh dari derajat kalian.. saya cuma orang kampung yang miskin.. orang tua saya hanya petani.. apa pantas saya menjadi bagian dari keluarga kalian?" kata Rissa pelan.


Nyonya Betty menggenggam tangan Rissa lembut sambil membelainya.


"Sayang.. dengerin mama.. di keluarga kami tidak pernah memandang status seseorang dari harta yang mereka miliki.. tapi kita melihat derajatnya dari sikap dan ketulusan hati seseorang.. jadi kamu tidak boleh berpikir kalau harta itu yang utama.. mama melihat sikap kamu dan ketulusan hatimu nak.. apalagi karena kamu Thomas kami yang berandalan kini sudah berubah jadi pria yang bertanggung jawab.. itu adalah anugerah yang paling indah bagi kami sayang.. terimakasih karena kamu Thomas jadi lebih baik.." ucap nyonya Betty dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2