
Gejala mual Thomas makin menjadi.. bahkan tidak jarang di kantor maupun di rumah dia minta yang aneh menurut orang disekitarnya..
kadang minta seefood, kadang rujak, kadang mangga muda dan kadang juga tengah malam minta dibuatin mi goreng pake telur tapi dikuahin (sama aja mi kuah dong.. hhaa..ha..) pokoknya makanan yang selama ini tidak pernah disentuhnya.. apa lagi sekarang sering dia beli tanaman hias dan nyuruh orang buat bikin rumah kaca di belakang rumah.. ada aster, mawar warna warni, anggrek berbagai macam, melati, kaktus.. pokoknya aneh.. dulu jangankan beli bunga.. liat aja udah nggak suka.. megang aja ogah.
Betty sang ibu yang melihat tingkah aneh putra sulungnya itu jadi heran sendiri.
"Pa.. kok tingkah Thomas akhir-akhir ini aneh.. emosinya nggak stabil seperti orang lagi ngidam aja!" ujar Nyonya Betty pada suaminya.
"Perasaan mama aja kali." sahut tuan Heru sambil terus membaca koran.
"Nggak pa.. coba deh papa pikir.. selama ini Thomas alergi sama kepiting.. tapi malah akhir-akhir ini sering minta sama bik Marti buat masak kepiting dan makan tanpa alergi.. terus bunga.. biasanya dia benci dengan bunga tapi sekarang malah ngoleksi bunga dan buat rumah kaca lagi.. pagi sebelum kerja dan sore setelah pulang dia ngurusi bunganya itu.. aneh kan?" jelas Nyonya Betty panjang lebar.
"Mungkin sekarang lagi mau cari hobi baru dan juga mungkin alerginya dah sembuh!" ujar suaminya datar.
"Tapi pa.. Thomas itu sekarang sering muntah-muntah tiap nyium bau menyengat!"
ujar Nyonya Betty lagi dengan kesal karena suaminya menanggapi dengan cuek.
"Mungkin masuk angin kali ma." jawab tuan Heru.
"Papa!" seru nyonya Betty sambil mengambil koran dari tangan sang suami.. "Yang serius dong pa.. mama bicara kesana kemari kok malah dicuekin." gerutunya manja.
"Mama sayang.. terus papa mesti gimana? udah nggak usah dipikirin.. mungkin Thomas memang lagi ngidam.. dah selesaikan?" kata tuan Heru datar.
"Ya itu maksud mama paa.. " nyonya Betty menekan suaranya.
Tuan Heru terlihat diam dan sedikit berfikir dengan ucapan sang istri.
"Maksud mama.. gadis itu hamil dan Thomas yang ngidam gitu?" tanya tuan Heru masih dengan nada datarnya.
"Nah itu maksud mama pa.. gimana nasib gadis itu hamil diluar nikah dan tanpa ada yang memperhatikan dia.. mungkin keluarganya marah lalu mengusirnya karena bikin aib.. terus masyarakat tidak mau menerimanya jadi dia di kucilkan.. kasian pa.. kemana kita mesti mencari dia.." pikiran nyonya Betty jadi cemas.
"Ma kita berdoa yang terbaik buat dia.. semoga dia baik-baik saja dan papa juga masih terus menyuruh Kadir buat mencari gadis itu.. tapi mungkin memang belum ketemu.. mama tenangkan pikiran dulu" tuan Heru menenangkan sang istri.
"Semoga dia baik-baik saja pa." kata nyonya Betty pelan dengan sedih
"Ma.. papa siang nanti mau mengunjungi supermaket kita di kota L.. mama mau ikut nggak..? sekalian jalan-jalan." ajak tuan Heru
__ADS_1
"Ikut aja deh pa.. lagian bosen di rumah aja! mama siap-siap dulu ya?" nyonya Betty beranjak meninggalkan sang suami yang kembali asyik dengan koran paginya.
Siang hari tuan Heru dan nyonya Betty berangkat ke kota L. Kadir mengemudi dengan pasti membelah jalanan ibukota yang tidak begitu macet. Menempuh perjalanan hampir 2 jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Fais yang sudah diberi tahu kalau atasannya akan datang sudah bersiap menyambut mereka di lobi supermarket ternama di kota itu.. dan juga beberapa pegawai yang sudah berbaris rapi disampingnya..
Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk.. tuan Heru dan nyonya Betty keluar dari mobilnya.
"Selamat datang tuan dan nyonya Heru.. silahkan." sambut Fais dan seluruh pegawai membungkuk memberi hormat pada pemilik mall itu.
"Terimakasih sambutannya pak Fais.. bagaimana kabar kalian?" ucap tuan Heru ramah.
"Kita baik tuan dan juga di sini lancar dan stabil." jawab Fais dengan hormat.
"Bagus.. kita kesini mau lihat-lihat." kata tuan Heru datar.
"Mari tuan saya antar.. kalian kembali bekerja!"
Fais menyuruh pegawai lainnya untuk kembali bekerja dan dia sendiri mengikuti tuannya. Berkeliling meneliti setiap sudut dari mall itu. Fais dengan sabar mengikuti dan memberi penjelasan pada atasannya di setiap toko yang ada di mall itu.
"Untuk laporan ada di kantor saya tuan." ucap Fais setelah selesai berkeliling.
"Pa.. mama mau cari minuman dan cemilan dulu ya?"
"Boleh.. papa tunggu di kantornya pak Fais."
Nyonya Betty meninggalkan suaminya bersama pegawainya. Dia masuk ke area supermarket.. mau cari cemilan dan juga minuman buat perjalanan pulang nanti sekalian mencari kebutuhan yang habis. Di ambil troli dan mendorongnya mencari barang yang di butuhkan.
Nyonya Betty berkeliling saat sampai di area minuman dia berhenti dan mengambil beberapa minuman kemasan lalu memasukkan ke troli.. saat mendorong troli jalannya terhalang seorang pegawai yang lagi jongkok menata minuman dan tidak menyadari ada orang yang mau lewat.
"Maaf permisi mbak.. bisa saya lewat?" tegur nyonya Betty ramah.
"Oh iya.. maaf Bu saya yang salah.. silahkan." pegawai itu bangun dan menengok kearah suara dengan senyum.
Nyonya Betty terkejut melihat wajah pegawai itu.. yang ternyata Rissa.. sejenak dia hanya menatapnya.. tapi terus sadar.
"Kamu disini!" seru nyonya Betty yang langsung mendekati Rissa dan langsung memeluknya.
__ADS_1
"Alhamdulillah.. terimakasih ya Allah.. akhirnya kamu ketemu juga." kata nyonya Betty dengan haru bahagia hingga matanya berkaca-kaca.
Rissa yang bingung dengan tingkah wanita anggun yang sedang memeluknya itu hanya diam nggak tahu harus berbuat apa. Tari yang lewat pun berhenti melihat kejadian itu dan banyak pertanyaan di otaknya saat ini.
"Siapa wanita itu.. apa ibunya Rissa atau saudaranya.. seperti orang kaya?" pikir Tari
Nyonya Betty masih memeluk Rissa sampai dia merasakan perut gadis itu agak buncit.. dia melepaskan pelukannya dan mengelus perut Rissa pelan.. Rissa masih diam tak mengerti dengan kelakuan wanita didepannya itu.
"Sudah terlihat perutmu sayang.. " ucap wanita itu menyadarkan Rissa.
"Maaf.. anda siapa?" tanya Rissa bingung.
Wanita itu tersenyum sambil mengelus-elus perut Rissa.
"Mungkin kamu tidak mengenalku nak tapi mama sangat mengenal kamu!" jawab wanita itu dengan senyum bahagia.
"Mama? tunggu dulu nyonya.. saya bingung sekali dengan sikap anda ini.. mungkin anda salah ngenali orang." kata Rissa masih bingung.
"Tidak nak.. saya mengenal kamu.. ceritanya panjang.. sekarang kamu ikut saya dulu dan kita bicara..!"
Wanita itu memanggil seorang pegawai yang Rissa tahu itu masih atasannya di tempat itu.. pegawai itu dengan hormat menerima perintah wanita itu dan membawa troli ke kasir.
"Ayo ikut..!" nyonya Betty menggandeng tangan Rissa lalu mengajaknya keluar..
Hampir semua pasang mata dari pegawai di supermarket itu heran melihat Rissa bisa berjalan dengan pemilik dari tempat itu. Tapi Rissa tidak mengetahuinya dan hanya mengikuti langkah wanita anggun disampingnya.
Mereka berhenti dan masuk ke sebuah kafe di dalam mall itu.. mereka duduk di tempat yang agak sepi agar leluasa bicara.
"Kamu mau pesen apa sayang?" tanya wanita itu lembut.
"Nggak usah nyonya.. saya masih jam kerja.." jawab Rissa canggung.
"Jangan panggil Nyonya dong.. panggil mama saja seperti Thomas.. kamu sudah saya mintakan ijin..." ujar Nyonya Betty.. tapi Rissa masih aja tidak mengerti.
"Maksud anda?"
"Kita pesen makan dulu ya."
__ADS_1
Nyonya Betty memesan orange jus untuknya dan jus alpukat untuk Rissa dan sepiring kentang goreng dan salad buah. Tak berapa lama pesanan datang..
"Ayo makan dulu!"