
"Serlok aja.. aku jemput sama mas Herman jangan kemana-mana..!"
Telfon di tutup.. Rissa duduk dibalik pohon perindang di pinggir jalan.. bersembunyi takut Thomas bisa menemukan dirinya.. kakinya di peluk sambil menangis meratapi nasibnya yang malang..
"Kenapa semua terjadi padaku.. bagaimana aku menghadapi orang tuaku dan juga Yoga.. aku sudah kotor.. aku sudah tidak suci lagi.. Yog maafkan aku tidak bisa menjaga diriku untukmu.. hu.. hu..." ratap Rissa
Satu jam Rissa menunggu Wati di tempat itu.. tiba-tiba hpnya berbunyi.. Wati menelfon..
"Iya mbak!" jawabnya pelan
"Kamu dimana..aku sudah sampai didekat tempatmu?"
Rissa keluar dari tempat persembunyiannya.. dilihatnya di seberang jalan Wati sedang celingukan mencari keberadaan dirinya..
"Aku di seberang mbak.." Rissa melambaikan tangan ke arah Wati.. yang segera berlari mendekati Rissa..
"Mbak.." Rissa menangis melihat Wati yang langsung memeluknya.. Rissa menangis sejadi jadinya diperlukan Wati..
"Kamu kenapa RIS.. kok bisa di sini?" tanya Wati lembut.. tapi tangis Rissa malah semakin menjadi..
"Ya sudah kita pulang dulu..!ayo..?"
Wati memapah Rissa menuju ke mobil.. dia begitu trenyuh melihat sahabatnya terpuruk seperti itu..
"Kamu tidak apa-apa RIS?" tanya Herman begitu mereka sudah masuk mobil..
Rissa hanya menggeleng kepalanya.. Herman yang melihat raut wajah Rissa yang begitu sedih tidak lagi bertanya..
Herman melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju ke restoran..
💖💖💖
Di tempat lain Thomas masih marah-marah kehilangan mangsanya dan juga dompetnya..
setelah muter-muter hampir 3 jam tidak ketemu dengan Rissa.. dia putuskan untuk pulang kerumahnya.. karena mamanya sudah telfon terus nyuruh pulang..
Mobil sport itu masuk ke dalam garasi rumah mewah.. Thomas turun dari dalam mobil.
Cowok keren yang alergi sama cewek itu terlihat cool meskipun dandanan kaya preman.. tubuhnya yang tegap dan kekar dengan wajah yang begitu ganteng menambah daya tarik bagi kaum hawa.. tapi sayang Thomas selalu jaga jarak dari setiap wanita yang mengejarnya..
"Ada apa sih ma.. nyuruh Thom pulang aja?"tanya Thomas kesal begitu sampai di ruang tengah pas semua kumpul menikmati minum teh.
Ada papanya, ada mamanya, ada kakek dan juga adik perempuannya Syakira namanya.. yang masih berusia 17 tahun dan masih sekolah SMA..
__ADS_1
Semua mata menatapnya seperti ingin menyidangnya.
"Duduklah dulu!" perintah mamanya.. "Syakira sayang.. kamu masuk kamar dulu sana.. !"
"Iya.. ma.." gadis itu beranjak dari duduknya dan naik kelantai atas menuju kamarnya.
Thomas akhirnya duduk juga meskipun kesal..
"Belakangan ini papa mendengar kelakuan kamu diluaran sana yang sudah di luar batas..
kamu mau jadi preman hah..!" papa Heru berkata sambil menekan.
"Kamu itu lulusan luar negeri.. seharusnya kamu bisa membantu papa mengurus bisnis papa.. bukan cuma bisanya menghamburkan uang saja!!"
"Buat apa sih pa.. ma.. Thomas kerja.. toh semua sudah ada yang ngatur.. tiap kali Thomas kerja selalu saja salah di mata papa!" Thomas berkata dengan suara datar saja.. tapi itu malah membuat orang tuanya marah..
"Karena kamu tidak pernah becus menjalankan tugas kamu! kamu tidak pernah bertanggung jawab!" sentak papanya ketus..
"mulai sekarang semua fasilitas kamu papa cabut.. mobil, ATM, kartu kredit tidak ada lagi!"
Thomas tersentak mendengarnya..
"Nggak bisa gitu dong pa..!" protes Thomas..
"Apa!! nggak mau.. Thomas nggak mau ke pesantren titik!" protes Thomas makin keras
"opa bantu Thomas dong!" rengek Thomas menatap sang kakek..
"Maaf Thom.. kakek tidak bisa bantu.. kamu sudah keterlaluan..! disini opa hanya akan menjadi penengah dan penonton bukan pembela!" ucap kakeknya acuh..
"Papa setuju dengan mama kamu.. besuk juga kamu diantar mama ke pesantren di Bandung.. biar kamu bisa belajar lebih bertanggung jawab dan dewasa! dan keputusan papa sudah bulat tidak bisa di bantah!! karena papa sudah tahu kelakuan bejat kamu.. dan juga di villa semalam mang Jono menelfon papa.. siapa gadis yang sudah kamu kerjain..!" sentak papanya makin keras..
"Apa.. gadis!" mamanya terkejut.. "Kamu apakan gadis itu Thom.. bukankah kamu alergi dengan gadis?"
Thomas diam saja dalam keterkejutannya.. dihatinya dia memaki mang Jono habis habisan..
"Thomas.. jawab mama! kamu apakan gadis itu?" teriak mamanya juga makin keras sambil berdiri di depan Thomas..
"Tidak Thomas apa-apakan ma.. kami hanya bersenang-senang" Thomas mencoba menghindar dari pandangan mamanya yang menuntut jawaban yang benar.. karena mamanya tahu Thomas sedang berbohong..
"Lihat mama Thomas.. mama tahu kamu berbohong.. jawab yang benar!! karena kamu alergi sama cewek!"
"Ok.. ma.. Thomas perkosa cewek itu.. dan Thomas tidak alergi sama dia.. mama puas!!"
__ADS_1
Seketika wajahnya terasa panas karena tamparan keras dari mamanya.. yang sudah tidak bisa menahan emosi lagi.. darah segar keluar dari sudut bibirnya..
Nyonya Betty yang mendengar jawaban anaknya begitu kecewa dan setelah menampar Thomas dia terduduk lemas dan menangis...
"Kenapa kelakuan anak mama seperti binatang.. mama membesarkan kamu dengan kasih sayang.. kenapa kamu tega seperti itu sama mama Thom.." mamanya menangis meratapi kelakuan anak sulungnya..
"Papa kecewa sama kelakuan bejat kamu Thom.. !" papanya mendekati sang istri yang menangis dan memeluk menenangkannya "Ma.. tenanglah.. nanti mama sakit!"
"Mama kecewa pa sama kelakuan anak kita yang selalu kita banggakan.. apalagi sampai berbuat asusila.. seharusnya dia bisa melindungi perempuan.. seharusnya dia ingat mama dan adiknya juga seorang perempuan"
Perkataan mamanya kembali menampar Thomas tapi hatinya yang ditampar.. mengingat adik kesayangannya juga seorang gadis.. rasa bersalah langsung merasuki hatinya.. terbayang lagi wajah menderita gadis yang dia renggut paksa kehormatannya..
Thomas dengan lemas.. mendekati mamanya dan bersimpuh di depannya..
"Maafin Thomas ma.. Thomas sudah melakukan kesalahan yang fatal.. Thomas akan bertanggung jawab"
"Siapa gadis itu Thom? apa salahnya sampai kamu tega melakukan hal kotor itu?" tanya papanya masih dengan nada kecewa..
"Thomas cuma mau membalas dendam karena dia kemarin mempermalukan Thomas didepan umum.. dan Thomas tidak tahu siapa gadis itu!"
Nyonya Betty sangat terkejut dengan jawaban putranya itu lalu dia mendorong keras Thomas sampai jatuh.. Thomas dan papa Heru terkejut..
"Kamu tega menghancurkan masa depan gadis polos dan sebaik dia.. otak kamu di mana Thomas..!" sentak mamanya..
Thomas makin terkejut..
"Mama kenal gadis itu?" tanya Thomas pelan..
"Ya.. mama tahu siapa gadis yang sudah berani membela nenek-nenek tua yang mau kamu tabrak.. bahkan gadis itu mengantarkan dan memberi uang pada nenek itu.. dia gadis yang baik Thom.. sekarang mana ada orang yang dengan tulus mau menolong orang lain!"
rasa kecewa nyonya Betty makin menjadi.
"Dari mana mama tahu masalah itu?" Thomas makin penasaran
"Karena nenek tua itu mama yang menyamar buat lihat kelakuan kamu di luar rumah.. karena mama sering dengar dari orang lain tapi mama tidak percaya kalau tidak melihat dengan mata kepala mama sendiri.."
Thomas makin lemas mendengar cerita mamanya.. rasa bersalah makin terasa didalam hatinya.. cowok itu mengusap kasar wajahnya..
"Mau tidak mau besuk kamu pergi ke pesantren.. mama sudah urus semua.." ucap Nyonya Betty pelan..
"Sekarang kunci mobil dan dompet serahkan ke papa!" papa Heru meminta kembali fasilitas yang diberikan pada Thomas.
Thomas menyerahkan kunci mobil kesayangannya..
__ADS_1
"Dompet mana!"