
Alexi menyeruput coffee ditangannya, sedari tadi ia berusaha mengabaikan wanita berambut sebahu didepannya ini. Inilah yang terjadi jika ayahnya menyuruhnya untuk bertemu dengan wanita yang menurutnya cantik dan bisa merebut hati Alexi.
Seperti kebanyakan wanita yang sering dijumpai, tidak ada satu oun yang menarik dari dirinya menurut Alexi, Kecantikan yang dilengkapi dengan berbagai make up yang tebal membuatnya merasa tidak nyaman dan ingin membetulkannya.
' Apa"an itu di kelopak matanya ? warnanya berwarna hitam ke unguan, apa biasanya itu terlihat seperti itu ? ' batin Alexi menutup mata, mencoba menyembunyikan ketidak nyamanan nya sekarang ini.
" Hei apa kau mendengarku ? " tanyanya dengan sedikit kesal, sepertinya dia sadar bahwa Alexi tidak begitu tertarik padanya.
" Ya " jawabnya singkat tanpa melihatnya.
Sama seperti kencan-kencan yang berlalu, Alexi tidak mudah untuk di dekati dan diajak mengobrol santai. Sebenarnya wanita bernama Ersa ini tahu bahwa dia merupakan pria yang membosankan. Ia cukup menyesal tidak mendengarkan saran dari teman-temannya sebelum menyetujui untuk melakukan kencan ini dengannya.
Tapi diatas segala itu Ersa sangat menyukai wajah dingin dan acuh Alexi, rasa menantang yang dirasakannya saat ini mendorongnya untuk semakin memaksakan perhatian Alexi harus tertuju padanya. Saat ini mereka berdua duduk saling berhadapan, meja yang di tempatinya saat ini khusus untuk 4 orang. Ersa hendak mengajaknya bertemu di restoran yang mewah dan romantis sebelumnya, tapi Alexi mengatakan bahwa ia tidak bisa bertemu dimalam hari dan memutuskan untuk bertemu di cafe kecil dekat tempat kerjanya. Ersa pun memutuskan untuk menyetujuinya dan disinilah mereka, sebuah cafe yang sederhana dan berhadapan langsung dengan jalan kecil. Sekitaran mereka banyak terdapat cafe yang serupa, dan ada 1 Bar yang buka.
' Bukannya Bar biasa buka ketika malam ? ' pikirnya.
Menyadari Alexi yang terus-terusan melihat ke arah Bar itu membuat Ersa penasaran.
" Apa kau pernah ke sana ? " tanya Ersa ke Alexi yang langsung mendapatkan anggukan ringan darinya.
" Ohh, sangat jarang Bar buka siang hari seperti ini "
" Hng, Mereka bukan hanya melayani orang yang ingin mabuk-mabukan saja, tapi juga menjual makanan untuk makan siang pekerja kantor "
Ersa terkesan dan heran dibuatnya, itu adalah balasan terpanjang dan terjelas selama Ersa menanyainya selama mereka duduk di cafe sejam ini.
" Waw, kau sangat mengenal tempat itu "
" Apa kau begitu menyukainya ? " tanyanya lagi.
" Hng " ucapnya sambil tersenyum ke arah Bar.
' Dia tersenyum ?, mengapa sedari tadi dia menengok kesana ? apa yang dilihatnya ? ', Ersa mengikuti arah pandang Alexi, tepat di depan sana seorang gadis keluar menenteng 2 kantong sampah di tangannya.
' Siapa dia ? ', Ersa melihat Alexi dan memastikan arah pandangannya sekali lagi. Alexi tersenyum sambil melihat gadis lain sementara Ersa ada di depannya. Hal ini membuatnya tersinggung dan terdiam kesal. Ia menyilangkan tangan didadanya dan merajuk kesal.
' Siapa sih dia ? membuatku bad mod saja ' ucapnya dalam hati.
...****************...
Nampan besi dan beberapa gelas jatuh ke lantai dan membuat semua orang menoleh kearahnya, Azkia berdiri tidak jauh dari sana.
" Kau punya mata ? " ucap pelanggan itu kesal.
__ADS_1
" Maaf, maaf " ucap pelayan bar yang Azkia kenal dengan nama Betty. Ia terlihat gemetar ketakutan sambil memungut gelas yang jatuh dilantai.
Pelanggan itu mendorongnya dan terus memakinya dengan emosi. Terlihat Betty mencoba untuk berdiri dan kembali menunduk meminta maaf.
" Kau kira baju yang ku kenakan ini sama halnya denganmu ?, gajimu setahun saja tidak akan cukup " bentaknya.
Pelayan lainnya yang berada didekatnya mendekat dan membantu Betty berdiri dan berulang kali meminta pengampunan pada pelayan atas kesalahan rekan kerjanya.
Seriana mendekati mereka, berjalan seperti biasanya dengan anggun dan acuh. Gaun yang dikenakannya malam ini merupakan jenis Halter Dress, jenis dress wanita tanpa lengan yang memiliki kerah yang melingkari leher, berwarna biru gelap dihiasi dengan beberapa manik berbentuk permata segi tiga yang melingkari daerah pinggangnya dan hal itu menambah kesan glamornya.
" Apa yang terjadi ? " Tanyanya dengan suara rendah sambil mengamati situasi sekitar.
" apa kau penanggung jawab disini ? "
" Ya " jawab seriana.
" Apa kau tidak bisa mendidik karyawanmu dengan baik ?, kau tahu, dia telah menyebabkan masalah untukku, baju ini sangat mahal dan aku meminta ganti rugi "
Seriana menatap pelanggan wanita arogan itu dari atas kebawah, membuatnya risih terganggu. Beberapa orang disekitar mereka saling berbisik dan mengkritik pelanggan wanita itu dengan tanggapan yang berbeda.
" Hei bukannya itu keterlaluan ? " ucap pelanggan yang sedang berbisik dengan temannya, tepat dihadapan Azkia.
" Ya, gaunnya terlihat tidak begitu mahal, apa dia hanya mencari perhatian dan keuntungan saja ? "
" Tutup mulut kalian "
" Aaaghh " mereka berdua terkejut sambil melindungi wajah merek dengan tangan.
" Hei, apa kau gila ? " umpatnya berteriak.
" Kau baik-baik saja ? " tanya teman disampingnya.
" Ya, tapi kemana arah lemparannya itu ? "
Ia melirik sekitarnya dan mendapati pelanggan lainnya terluka karenanya, Ia pun beranjak dari kursinya dan membantu gadis itu yang tidak lain adalah Azkia. Darah segar terlihat di lengannya. Pecahan kaca mengenainya dan membuatnya terluka.
Pelanggan wanita yang menyadari perbuatannya yang makin bertambah rumit terlihat panik dan berusaha acuh dengan kesalahannya sambil memperbaiki rambutnya yang sebahu. Dalam kepanikan emosinya makin menjadi, arah pandang dihadapannya membuatnya kembali melihat pelayan kolot yang tadi menabraknya. Ia semakin menyalahkan pelayan itu.
" HAH, Ini semua karena mu, dasar pelayan tidak tahu diri"
Betty menangis sesegukan dengan situasi yang bertambah runyam karena kelakuannya. Nyonya seriana juga sedang melihat kejadian ini dan pastinya Betty akan dimarahi serta diberi sangsi.
' Matilah aku ' batin Betty.
__ADS_1
" HEI, BERHENTI MENGGERTAK KARYAWANKU " ucap Seriana dengan nada dingin mengancam. Semua orang terdiam dan menoleh ke arahnya dan kemudian mengikuti arah pandang Seriana. Pelanggan wanita itu gemetaran mendapati perlakuan mengintimidasi untuknya. semua mata tertuju padanya dengan pandangan risih.
" A...aku, Hah tempat apa ini, aku akan menuntut mu "
Seriana tersenyum mendapati wanita itu gemetaran akibat ulahnya sendiri. Menuntut ? selama ini ada beberapa pelanggan yang menyebabkan keributan namun baru kali ini mendapati yang tidak tahu moral dan tidak sopan seperti ini. Seriana menatapnya tajam sambil tersenyum sinis.
" Silahkan, aku akan menuntut balik sesegera mungkin, AKU AKAN MENUNTUT BALIK DENGAN LAPORAN PENYERANGAN BRUTAL TERHADAP KARYAWANKU " ucapnya dengan suara rendah tegas tanpa teriakan.
Tidak ingin berlama-lama pelanggan itu akhirnya berteriak dan mengancam seriana.
"Awas saja, aku akan menghancurkan tempat kumuh mu ini " Teriaknya sambil meninggalkan BAR. Orang-orang yang menyaksikan kepergiannya memiliki pendapat masing-masing namun mereka sepakat bahwa wanita itu sepertinya sakit mental. Seriana mempersilahkan tamu yang lainnya untuk santai dan kembali ke rutinitas mereka dan menghampiri karyawannya bergantian. Baru kali ini rasanya dia membentak pelanggan sebegitu nya.
" Hah, kau bawa dia masuk " ucapnya pada pelayan lain yang membantu Betty. Gadis itu masih gemetaran dan baju fan celananya juga basah, melihatnya seperti itu ia bagaikan kucing yang kehujanan.
' Haih ' Seriana menggeleng pelan.
Menyadari sesuatu seriana segera bergegas mendekati Azkia, ia memeriksa keadaanya dan menyuruh beberapa karyawan lain untuk mengambil beberapa perban dan kotak P3.
" Kenapa ta' menghindar ? " tanya Seriana menyeka darah di sekitar lengan Azkia.
" Ah~ untuk itu, maaf aku tidak menyangka pecahannya akan mengenai ku " Ucap Azkia menahan perihnya alkohol yang saat ini dioleskan di lukanya.
" Bukanya luka ini akan sembuh agak lama ? " tanyanya tersadar.
" Ya, tidak mungkin dia akan langsung sembuh esok harinya, bukan ? " ucap seriana dingin
" Hehe " jawab Azkia terkekeh canggung dengan suasana yang tidak mengenakkan ini.
' Matilah aku ', Batinya. Wajah Elio dan keluarganya terbesit di ingatannya. Dan soal pelayan tadi...., Azkia melirik pada Seriana di hadapannya.
" Mengenai perempuan tadi, apa kau tidak akan mendapat masalah karenanya ? " tanyanya khawatir.
" Kau istirahat saja, untuk 2 hari kedepan, kau tidak perlu bekerja dulu, aku berbaik hati kali ini "
Seriana tidak menjawab pertanyaan Azkia mengenai pelanggan tadi, namun mendengarnya mendapat libur Azkia senang dan sangat bersyukur, 2 hari kedepan ini, dia akan memiliki waktu seharian menjaga Miss Bell.
" Terima kasih " ucapnya dengan senyuman termanis yang pernah seriana lihat setelah perkenalan mereka.
' Apa dia se senang itu tidak bekerja ' batinnya. Ia mersa cukup sedih dengan senyuman itu dan juga merasa lega, bahwa gadis ini baik-baik saja.
" Istirahatlah dengan baik, aku belum memecat mu " candanya.
" Ya "
__ADS_1
...****************...