KETIKA HATI TLAH MEMILIH

KETIKA HATI TLAH MEMILIH
Dia


__ADS_3

' Ia tersenyum '


Baru kali ini Azkia melihat Alexi dengan senyuman yang selembut itu, entah apa yang di pikirkannya dengan mata yang tertutup indah, rambutnya terlihat sedikit acak di mainkan angin laut. Pria itu terlihat rileks santai, melihatnya menikmati perjalanan kali ini membuat Azkia lega dan bersyukur, ternyata bukan dirinya saja yang menikmati moment ini.


"Hei, apa yang kau pikirkan pendek? kau tahu, aku merasa di abaikan" ucap seseorang datang dengan jitakan kecil di kepalanya, sehingga mengejutkan Azkia yang sedang berdiam diri.


Azkia mengelus dada, mendongkak ke arah pria besar di sampingnya.


" Bisakah kau tidak mengagetkanku El? " Ucapnya kesal. Elio kembali meledeknya dan membuat Azkia merasa terganggu dengan kedipan mata dan juluran lidahnya yang jail. Azkia membalasnya dengan pukulan di lengan Elio, yang cukup keras.


" Bisakah kau melepaskan ku kali ini El?, aku ingin menikmati hal ini dengan tenang."


" Baiklah, tapi ngomong_ngomong kau mungkin tidak sadar Kia, melihat kalian berdua bersebrangan seperti ini, terlihat sangat romantis, apa kau setuju dengan itu? "


Mendengar bualan Elio mengenai dirinya, membuat pipinya terasa memerah, telinganya terasa panas, ia malu, dan langsung memukul lengan pria itu kuat. Bagaimana bisa dia menyandingkannya dengan Alexi?, mereka pun baru beberapa hari ini saling mengenal, meskipun sejauh ini pria itu cukup perhatian padanya, namun bukan berarti ada rasa di antara mereka. Ia berusaha mengalihkan pikirannya.


" Aw, itu menyakitkan! "


" Itu semua salahmu, kau yang terlalu El, tak ku sangka kau mengatakan itu, aku baru mengenalnya beberapa hari dan ini belum cukup sebulan. " ucap Azkia sambil melirik sosok Alexi mengamati.


" OOHH, apa ini?, jadi maksudmu? kau ada kemungkinan.. menyu" Azkia menutup mulut Elio dengan tangannya .


" Berhenti berpikir yang tidak-tidak El, atau aku akan marah padamu "


'Hehe', terdengar suara tawa kecil dari El, rasanya sudah cukup ia menganggu gadis di hadapannya.


" Baiklah, baik, aku akan berhenti "


Elio menatap ke arah Alexi sambil tetap memerhatikan Azkia di hadapannya.


Alexi itu adalah sahabat terdekatnya saat ini, tapi jika ia berani berbuat macam-macam pada Azkia, ia pasti akan sangat marah padanya. Membayangkan saja membuat wajahnya memerah marah. Jika mereka bersama nantinya apakah itu hal yang baik?, apakah keluarga elit seperti Alexi akan menerimanya ?


Mengingat banyaknya wanita yang di jodohkan dengannya membuat Elio cemas, sudah cukup lama Alexi tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun semenjak kejadian 3 tahun lalu. Namun Elio sangat bersyukur bahwa sahabatnya itu bisa mulai melupakan sakit yang dirasakannya, ia takjub bahwa Alexi dapat berpikir jernih setelah insiden itu.

__ADS_1


'Hah Cukup El' benaknya


Elio buru-buru menghapus pikiran yang mengganggunya saat ini. Namun tidak di pungkiri bahwa sahabatnya itu termasuk tampan dan berlimpah harta. Maka dari itu tidak sedikit yang mengejar harta dan juga tergila-gila akan wajahnya. Jika saja Azkia akan bersama seorang pria, Elio berharap bahwa itu bukanlah Alexi.


Pria yang dari tadi dipikirkannya itu menoleh padanya, ia tersenyum jail menatap Elio, pria itu pasti mengira bahwa hubungan antara ia dan Azkia merupakan hubungan layaknya pria dan wanita. Tidak dapat di pungkiri jika Elio bersikap terlalu protektif kepada Azkia, Alexi pun pastinya akan salah paham di buatnya.


" Hei bung, apa yang kau senyumi? "


" Ahh, aku tidak melakukan apa-apa El! "


Azkia berbalik ke arah Alexi, ia tertegun, mata mereka saling menatap, ia tersenyum ringan kearahnya dan Alexi pun terlihat senang dengan semua itu.


" Hei El, sepertinya kita harus makan dan beristirahat sejenak".


" Mmm, Ok "


Tanpa mereka sadari beberapa mata sedang mengamati mereka sedari tadi. Mata mereka tidak lepas memandang gadis yang berada di hadapan tuan muda keluarga Will.


" Jangan gegabah, kita harus sangat berhati-hati, jika memungkinkan kita akan bergerak jika tuan muda keluarga Will itu sudah tidak berada di sekitar si gadis".


" Baik " ucap beberapa anggota di belakangnya.


Bekas luka pada keningnya masih terasa sakit, jika ia gagal lagi, maka Tuan Arthur kali ini akan benar-benar membunuhnya, dan semua anggotanya akan berlaku sama. Ia mencengkeram ranting pohon di hadapannya.


" Sangat sulit, cepatlah menjauh gadis manis "


...****************...


Dari kejauhan Alexi menatap sosok Azkia yang sedang duduk termenung di depan pantai.


' Apakah tidak bosan menatapnya seharian ini?' pikirnya


Setelah mereka makan, semuanya beristirahat ke kamar mereka masing-masing, di pantai ini terdapat vila keluarga Alexi yang memang di bagun khusus agar mereka dapat beristirahat dengan nyaman jika berkunjung.

__ADS_1


Alexi pun sempat masuk ke kamar dan memutuskan akan beristirahat dengan cepat, namun entah mengapa ia susah untuk tidur dan memutuskan untuk berjalan ke teras menikmati angin malam sejenak.


Namun gadis itu terlihat di sana, ia menggunakan selimut berukuran kecil untuk menutupi bagian pundak dan belakangnya yang terlihat kecil juga. Alexi agak ragu menegurnya, sehingga ia duduk dan memerhatikannya dari jauh.


Azkia tidak menyadari bahwa Alexi melihatnya dari kejauhan, ia merasa bahwa semua orang sedang istirahat dan pastinya Elio pun juga. Entah mengapa menetap laut itu sangat membuatnya nyaman, ia bisa berjam-jam hanya dengan menatap dan merasakan hembusan angin pantai yang menerpanya. Berbeda ketika hujan lebat dan guntur yang bersahutan terjadi, tubuhnya pasti akan bergetar kuat, tubuhnya seakan ketakutan, tapi ia tidak ingat kejadian apa yang membuatnya mengalami trauma akan hal itu.


Waktu pun semakin malam, Azkia memutuskan untuk kembali ke vila, namun sebelum ia dapat melangkah lebih jauh, seseorang membekap mulutnya dan menyeretnya menjauh dari pantai. Azkia meronta dan berusaha melepaskan tangan orang itu namun tenaganya kalah kuat dengannya.


' Apa yang harus kulakukan?, apakah tidak ada seorang pun yang akan menolongku?, siapa saja tolong! ' batinnya.


" Saya berhasil menangkapnya bos " kata orang yang membekapnya dan itu adalah seorang pria.


Azkia tetap berusaha melepaskan tangan pria itu, ia merasakan tangan pria itu melemah, Azkia pun dapat melepas bekapannya namun sayangnya pria itu sangat gesit hingga akhirnya Azkia tertangkap lagi.


" Lepaskan aku, apa yang kau lakukan? " tanya Azkia dengan suara bergetar.


" Diam kau gadis, tamatlah riwayatmu hari ini"


Pria itu akan segera mengangkat Azkia ke mobilnya namun Azkia menendang kakinya kuat dan berlari sekencang mungkin untuk menjauh dari pria yang menangkapnya.


" AAA.. DASAR WANITA KURANG AJAR!, Mau lari kemana kau? " teriaknya sambil mengejar Azkia, sepertinya tendangan Azkia tidak cukup berpengaruh padanya.


Azkia berlari sekencang mungkin, ia sekali melirik ke arah belakangnya untuk memastikan apakah pria itu dapat menjangkaunya apa tidak, ia berusaha mengejar Azkia, namun gadis itu berlari dengan seluruh kekuatannya hingga ia terhenti, sesuatu menghentikan larinya, ia menabrak seseorang!, apa itu kawanan penjahat yang mengejarnya?, ia takut, kakinya terasa lemas, namun kedua tangan menahan tubuhnya.


"AZKIA, kau baik-baik saja?" tanya sosok di hadapannya khawatir.


Mendengar suara yang tidak asing itu, Azkia menatap wajahnya, seketika perasaan lega bercampur syukur menjalari seluruh tubuh dan perasaannya, ia menangis seketika.


" Aa..aa.. Tolong aku ", ucapnya meminta sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh.


" Sssttt... tenanglah, aku bersamamu " ucapnya menenangkan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2