
Mobil sedan berwarna abu-abu yang dikemudikan Ka Rina melaju dengan kecepatan sedang, jalanan memang masih terpantau lengang mungkin karena kami berangkat masih pagi sekali.
Setiap kali naik mobil Ka Rina, aku selalu ingat mobil ini diperoleh Kakaku ketika kaka berusia 17 tahun, untuk memudahkan mobilitas jika kakaku ada kegiatan diluar rumah. Dulu sebelum kaka mempunyai mobilnya sendiri, papa atau mama lah yang selalu mengantarkan kemana kaka pergi. Begitu juga dengan Ka Rini, yang mendapatkan hadiah mobil ketika mencapai usia 17 tahun. Duuhh aku jadi GR sendiri pingin buru-buru mencapai usia 17 tahun biar bisa nyetir sendiri, hehehe... "aku jadi senyum- senyum sendiri mengingatnya".
Ka Rina ini adalah kakaku yang no satu. Kuliah di Fakultas Hukum semester akhir. Saat ini Ka Rina sedang menyelesaikan skripsinya dan beberapa mata kuliah. Karena anak pertama jadi Ka Rina terbentuk menjadi sosok yang mengayomi kedua adiknya. Kalau kata orang-orang mah anak pertama adalah pemegang tahta tertinggi di dalam keluarga, tetapi walaupun begitu mama dan papa membagi rata kasih sayangnya kepada kami bertiga. Tidak membeda-bedakan hanya karena anak ke satu, ke dua atau ke tiga.
__ADS_1
Ka Rina selalu menjadi pendengar yang setia untuk setiap keluh kesah adik-adiknya dan selalu bersedia jika memang waktunya sedang senggang untuk menemani adik-adiknya. Orangnya sangat detail sehingga jika ada satu hal saja yang menurutnya tidak sesuai maka urusannya bisa panjang. Seperti waktu kami berniat memberikan kejutan untuk papa dan mama yang baru pulang dari luar kota. Kami memesan kue yang bertuliskan "Papa Prasetyo dan Mama Dinda, kami sayang kalian, hanya karena tulisan nama papa ditulis oleh yang membuatnya Prasetio, Ka Rina langsung meminta untuk ditulis ulang menjadi Prasetyo. Aku sudah bilang sama Ka Rina " sudahlah ka, yang penting kan mirip nama papa". Tapi Ka Rina tetap pada pendiriannya harus diganti, kalau sudah begini, aku dan Ka Rini hanya senyum simpul saja melihat kelakuan Ka Rina. Padahal kalau menurutku dan Ka Rini ya sudahlah hanya kesalahan kecil saja yang penting kan mirip. Tapi tidak demikian untuk Ka Rini, segala sesuatu harus sesuai dengan yang direncanakan. Jadi saja memakan waktu lagi untuk membuat tulisan ulang, hanya karena satu kesalahan huruf saja.
Ka Rina juga pecinta warna abu-abu, buatnya segala yang berwarna abu-abu pasti bagus. Dinding kamarnya pun dicat sesuai warna favoritnya, sampai Sepre, handuk, dan hampir semua barang yang Ka Rina miliki berwarna abu-abu, sampai-sampai mama pernah menegur kakaku kalau beli baju, gamis, ataupun rok sekali kali jangan yang berwarna abu-abu saja, nanti dikira tidak punya baju. Tapi tetap saja, Lagi-lagi selalu warna abu-abu yang dipilihnya palingan yang membedakan hanya model dan motifnya saja. Sampai aku pernah menjuluki Ka Rina dengan Miss Bubu alias Nona abu-abu. Ehhh tapi malah kaka suka dengan julukan yang aku berikan, "bagus boleh juga sekali-kali dipanggil miss bubu" kata kaka.
__ADS_1
Kami bertiga mengenakan kerudung saat beraktivitas diluar rumah atau pun saat ada tamu di rumah. Saat kecil mama sudah membiasakan kami menggunakan kerudung walaupun sesekali kami lepas, tetapi ketika kami sudah mencapai usia akil baligh maka kerudung tersebut wajib kami pakai. Awalnya emang karena terpaksa, karena tidak mau membuat mama dan papa kecewa. Tapi lama kelamaan, ternyata dinikmati juga. Ternyata enak mengenakan kerudung, salah satunya yaitu kami nga perlu menyisir dan menata rambut terlalu lama. Kata papa dan mamaku dengan mengenakan kerudung berarti telah melaksanakan perintah Allah dan dapat lebih mendekatkan diri kepadaNya dan merupakan identitas seorang muslimah serta ada tanggung jawab pribadi.
Bukan Ka Rina, namanya kalau tidak bersuara. Tanpa harus menghidupkan radio di mobilnya pun, sudah ramai dengan cerita-cerita yang keluar dari mulut Ka Rina selama perjalanan. Tapi ketika sedang menyetir sendirian, kakaku biasanya menyetel murotal, radio islami atau ceramah-ceramah.
__ADS_1
Tanpa terasa mobil kami sampai didepan gerbang sekolahku. Sebelum turun aku merapihkan kerudung ku dikaca depan, khawatir ada rambut yang menyelip keluar. "Sudah rapih kok de, sudah cantik malahan" kata Ka Rina. "alhamdulillah, Terima kasih Kakaku yang juga cantik seantero dunia" sahutku. "Mau kaka temani nga turunnya? " tawar Ka Rina. " Ihhh kaka emangnya aku anak TK apa sampai harus ditemani ke dalam, ckckckck" jawabku sambil tertawa kecil. "Ya sudah hati-hati ya de" kata Ka Rina. dan aq pun mengantuk sambil mengucapkan salam "Assalamu'alaikum Ka" dan Ka Rina pun menjawab "Waalaikumsalam". Lalu kemudian aku pun turun dari mobil.