
Reza kini sudah move on, ia mengikuti saran dari sahabatnya yang bernama Eka. Memang kalau dipikir rugi juga terpuruk hanya karena patah hati, karena orang yang membuat luka dihati saja sedang bahagia dan tersenyum masa orang yang dibuat lukanya harus terpuruk terus. Malah dengan putusnya Reza dengan Tasya bisa melancarkan rencana Reza untuk semakin mengenal Riska.
Cinta ditolak, ditinggal saat masih sayang-sayangnya, atau diselingkuhi adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami patah hati.
Adakalanya patah hati membuat orang yang mengalaminya menjadi tak bergairah ketika melakukan sesuatu, ada rasa kecewa, marah, dan mungkin sedih yang tak kunjung berkesudahan. Situasi dan kondisi psikologis seperti ini pasti mengganggu dan bisa merusak kualitas keseharian. Siap jatuh cinta berarti juga siap patah hati. Sebab nggak semua perjalanan cinta itu berakhir menyenangkan. Patah hati, jangan sampai terlalu larut dalam waktu yang lama. Sebab terkadang harapan berbanding terbalik dengan kenyataan.
Apa yang ada didiri Riska mampu membuat debaran jatungnya berdetak tidak karuan. Reza bersyukur masih harus mendampingi Riska dan Zia dalam pelatihan soal-soal untuk Lomba Olimpiade Matematika. Jadi mereka masih intens bertemu selain bertemu di kelompok mading. Seperti biasa saat bertemu Riska, Reza selalu mencuri pandang, walaupun yang dipandangnya selalu menundukan pandangannya. Orang yang sedang naksir seseorang biasanya senang melihat wajah orang yang ditaksirnya.
Rencana setelah bubar sekolah, kelompok mading mau berkumpul untuk membicarakan acara syukuran yang akan diadakan di Villa sekaligus mempererat antar anggota kelompok mading.
Teeeeet....
Teeeeet...
Teeeeettt..
Bel berbunyi tiga kali, tanda bahwa pelajaran hari ini telah usai. Bunyi yang selalu dinanti-nanti oleh setiap siswa-siswi di sekolah setelah bel istirahat.
Riska dan Zia pun bersiap-siap untuk ke ruangan kelompok mading. Saat mereka berdua sudah sampai di ruangan kelompok mading, hampir semua anggota mading sudah berkumpul, semua lagi asiik membicarakan sesuatu, terlihat dari wajah-wajahnya sepertinya lagi membicarakan trending topic. Lalu Riska dan Zia pun mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum.... " Ucap Riska dan Zia.
"Waalaikumsalam... " Jawab semuanya yang ada diruangan tersebut bersamaan.
"Waaah sudah pada kumpul ya, sepertinya lagi asik diskusi niih" Ucap Zia.
"Ris.. Zia... Sini buruan gabung" Ucap Isti salah satu anggota mading.
Riska dan Zia karena penasaran sepertinya serius sekali pembahasannya jadi buru-buru duduk bersama mereka semua.
"Kalian sudah dengar belum kalau Si Nanik anak kelas 3 sudah tunangan?" Tanya Winda.
"Emang kenapa Ka kalau sudah tunangan? " Tanya Riska binggung.
"Iiihhh masa masih SMA udah tunangan sih" Jawab Rere.
"Kaka tau dari mana Ka Nanik tunangan? " Tanya Zia penasaran.
"Nanik sendiri yang pengumuman sambil pamer cincinnya, mana bagus banget tuh cincinnya" Jawab Winda.
"Katanya setelah lulus SMA dia mau langsung kawin" Ucap Della anggota mading yang lain.
Anggota mading yang laki-laki hanya menjadi pendengar saja, karena buat mereka bahasan ini tidak menarik alias unfaedah.
" Nikah kali Ka bukan kawin, emang kucing pakai acara kawin segala" Jawab Zia sambil terkekeh.
"Laaah apa bedanya sama saja kan kawin sama nikah?? " Tanya Della sambil mengkerut kan keningnya karena Della pun ternyata baru dengar kalau nikah dan kawin ternyata berbeda.
"Ya bedalah Ka,... Nikah adalah ikatan sakral antara suami dan istri yang sah di mata agama, dan negara, sedangkan kawin adalah hubungan biologis antara suami istri" Jawab Riska sambil tersenyum karena melihat wajah Della yang melongo karena baru tahu perbedaan keduanya.
"Ooooo..... " Ucap Della.
"Del,... Oon dipelihara, Jangan melihara Oon tapi melihara marmut aja lebih imut, hahahahah" Ucap Ibam sambil tertawa lepas.
"Plakkkkk"
Della melempar buku ke wajah Ibam karena kesal dibilang oon.
"Adduuuh sakit tau, yang dilempar tuh jangan buku napa, sekali kali uang 100 ribu dong" Ucap Ibam.
"Uang seratus ribu mbahmu... Kalau itu sihh aku juga ogah melempar ke kamu, mending aku jajanin siomay sama es doger, weeeekkks" Jawab Della sambil menjulurkan lidahnya.
" Huss..husss....sudah-sudah lagi membicarakan Nanik kok ini malah keluar topik jadi bawa-bawa siomay sama es doger segala" Ucap Winda.
"Yang jadi hot topik itu, calon suaminya Nanik beda 13 tahun!! Mana tajir bangeuttt. Pasti Nanik ngincer uangnya deh ga mungkin mau sama yang lebih tua kalau karena nga kaya mah" Ucap Winda.
"Bisa jadi... Kenapa dia nga ngincer yang seumuran atau anak kuliahan, ini kok malah sama om-om" Ucap Lina.
"Isshhh... Ishhh.. Ini kalian bicaranya kok jadi jauh gini sih, sudah-sudah jangan Ghibah ah nga baik, ingat Ghibah merupakan pembicaraan jahat tentang seseorang yang tidak hadir. Pembicaraan itu benar tapi tidak penting. Prinsip utamanya adalah kata-kata akan menyakiti hati orang yang dibicarakan. Menurut agama Islam ghibah adalah sebuah dosa. Istilah ghibah mirip dengan gosip, fitnah, dan buhtan" Ucap Riska.
__ADS_1
" Ahhh Riska mah nga seru, nga bisa diajak nge ghibah" Jawab Della.
"Ka, ghibah adalah salah satu bentuk akhlak yang tercela, karena ghibah adalah salah satu perbuatan yang dibenci Allah , sehingga pelakunya akan mendapatkan dosa" Ucap Zia.
"Iya... Iya sekali-kali kan juga nga apa-apa biar seru, masa ngebahas yang formal-formal aja ya nga menarik lahh" Jawab Della.
Riska dan Zia hanya menghebuskan nafasnya mendengar jawaban dari teman-temannya di mading, prinsip Riska dan Zia yang penting mereka sudah diberitahu bahwa hal yang yang tadi dilakukan adalah tidak baik, selanjutnya nerima atau tidak nerima setelah dinasehati ya dikembalikan ke diri masing-masing.
"Lagi katanya kita mau membahas acara ke Villa, lahh ini kok malah membahas Nanik? " Ucap Eka cape mendengar perdebatan para wanita diruangan itu.
"Ris... " Tanya Reza tiba-tiba, sambil memandang ke arah Riska.
"Iya Ka" Jawab Riska sambil memandang ke arah Reza juga, untuk sesaat pandangan mata mereka bertemu, tapi lalu Riska menundukkan kembali pandangannya.
"Bagaimana menurut kamu tentang nikah muda" Tanya Reza. Semua langsung mengkerut kan keningnya mendengar pertanyaan Reza, hanya Eka dan Zia yang paham bahwa pertanyaan itu sebuah sinyal dari Reza untuk mengulik lebih dalam tentang Riska.
"Hmmm... Nga ada yang salah kok Ka dengan Nikah Muda, bahkan aku dan Zia pun ingin nikah muda" Jawab Riska.
"Whattttt.....???? Kamu sama Zia mau nikah Ris??? " Ucap Della kaget.
"Ahhh si Della kambuh lagi deh oon. Nya" Ucap Ibam sambil menepuk jidadnya.
"Apaan sih Bam, kamu dengar sendiri kan Riska mau nikah sama Zia??? " Jawab Della nga mau kalah.
Ruangan ricuh dengan suara tawa mendengar Della yang salah tangkap dengan apa yang Riska ucapkan.
"Ka Della... Bukan aku yang nikah sama Riska, tapi Riska sama Aku itu punya cita-cita sama, yaitu pingin nikah muda" Jawab Zia.
"Bilang kek dari tadi kayak gitu kan jelas, aku pikir kalian hombreng udahlah ke mana-mana berdua terus wajar dong aku mikirnya gitu" Jawab Della.
"Lagi cita-cita kok nikah muda, orang lain mah cita-citanya jadi dokter, insinyur, guru ehhh kalian mah malah cita-citanya nikah muda" Ucap Della.
"Hadeeeuhhh"
"Udah dibilang aku sama Riska itu bestie se frekuensi dan sejalur"
Jawab Zia sambil menepuk jidadnya.
Riska tidak mau menanggapi lagi ucapan Della, khawatir malah semakin panjang pembahasannya. Terkadang ada saatnya lebih baik kita diam sekalipun kita mampu untuk berbicara. Riska teringat pesan Mama Dinda tentang 'Berkata Yang Baik atau Diam", maksudnya adalah ucapan yang mendatangkan manfaat bagi orang lain. Ucapan ini tidak memuat dusta dan tidak pula menyinggung perasaan. Diam dapat digunakan sebagai cara untuk menghormati dan menjaga batasan diri sendiri. Jika seseorang merasa tidak nyaman atau tidak ingin berbicara tentang suatu topik, diam bisa menjadi pilihan yang sah untuk mempertahankan kesejahteraan dan integritas pribadi.
"Apa Ris, kamu punya cita-cita nikah muda? " Tanya Eka, lalu pertanyaan Eka langsung mendapat tatapan tajam dari Reza karena nga Terima Eka nanya seperti itu ke Riska.
"Emangnya kenapa Ka? " Tanya Riska.
"Laaah ditanya kok malah nanya balik? Maksud aku kamu nga takut masa muda kamu hilang? Kan perkara nikah itu berat" Ucap Eka.
"Ka, kalau sudah ada jodohnya kenapa tidak? Pernikahan usia dini hukumnya sah sepanjang telah terpenuhinya syarat dan rukun nikah" Jawab Riska.
"Sudah-sudah kok malah jadi bahas pernikahan tadi katanya mau bahas soal ke villa, gimana sih! " Ucap Winda.
Eka berbisik kepada Reza tentang pernyataan Riska tadi
"Tuuuh Za, jodoh sudah ada di depan mata. " Ucap Eka.
Reza tidak menjawab ucapan Eka, hanya tersenyum saja mendengar apa yang baru Eka ucapkan. Lalu mereka pun kembali ke tujuan awal berkumpul untuk membahas tentang acara ke Villa. Rencananya keberangkatan ke Villa akan diadakan hari Jumat sepulang sekolah langsung berangkat ber sama-sama menuju Villa. Riska menawarkan menggunakan Villa milik keluarganya saja untuk menghemat biaya, dan semua setuju. Sebelumnya hal ini sudah Riska bahas dengan Mama Dinda dan Papa Pras. Mama Dinda dan Papa Pras pun memberikan ijin untuk Villanya digunakan untuk acara kelompok mading tentunya ada syarat-syarat yang harus Riska patuhi dan Riska menyanggupi syarat-syarat tersebut. Papa Pras dan Mama Dinda memberikan ijin karena mereka percaya dengan Riska yang bisa menjaga dirinya.
Villa milik Keluarga Prasetyo terletak didaerah Puncak. Daerah Puncak memiliki kontur alam yang unik. Hampir sebagian besar wilayah ini diselimuti perkebunan teh dengan latar belakang pegunungan. Kawasan Puncak terkenal dengan pemandangannya yang indah. Berada di dataran tinggi dan dikelilingi Gunung Gede Pangrango dan Gunung Halimun Salak menjadi nilai tambah kawasan ini. Hawa dengan jajaran perbukitan yang hijau dan suasana pegunungan yang menyejukkan, akan memberikan penyegaran dari ragam kepenatan ibukota.
Fasilitas utama yang ada di dalam villa milik Keluarga Prasetyo mencakup kebutuhan umum seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, area laundry, garasi, kolam renang, dan ruang penyimpanan.
Dilain tempat, sepulang sekolah Tasya dan Bima sedang makan berdua, hari ini adalah hari terakhir mereka bisa bertemu, karena besok pagi Bima akan kembali ke Yogyakarta. Berat sekali rasanya Tasya melepas kepergian Bima, makanya dari tadi Tasya nempel terus seperti amplop dan perangko dengan Bima. Bima yang mengenakan Kaos Distro berlengan pendek milik usahanya sendiri, dan celana chinos, yaitu tipe celana yang menggunakan bahan katun twill, makin terlihat kadar ketampanannya.
"Sudah-sudah nyandarnya, aku susah nih mau makan gimana kalau kamu nyandar ke tangan aku terus" Ucap Bima.
"Ngaaa mauuu.... Habis sebal, lagi kangen-kangennya udah mau ditinggalin lagi" Jawab Tasya sambil mengkerucutkan bibirnya.
"Duuuhhh itu bibir sampai maju-maju gitu udah mirip bebek aja" Ucap Bima sambil terkekeh.
"Iya deeehh... Iya dehhh... Niiih senyum" Jawab Tasya.
__ADS_1
" Naaah gitu dong kan keliatan cantiknya" Ucap Bima.
"Bluuuussshhhh" Wajah Tasya langsung merah merona mendapat pujian dari Bima.
"Oh iya, aku mau kasih sesuatu ke kamu Sya, sebenarnya sudah aku bawa dari kemarin-kemarin rapi sengaja mau aku kasih pas hari terakhir kita ketemu" Ucap Bima. Lalu Bima mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tas slempangnya.
"Waaah apa ini Ka" Ucap Tasya dengan wajah sudah bersinar karena mendapatkan kejutan dari Bima, lalu Tasya membuka kotak tersebut, yang ternyata isinya adalah kalung yang terbuat dari perak dengan liontin inisial huruf BT, yang berarti Bima Tasya.
Tidak hanya kaya akan destinasi wisata dan berbagai kuliner yang sedap, Yogyakarta juga menghasilkan berbagai macam produk kriya yang tidak kalah populer. Salah satu produk kriya asli Yogyakarta yang populer dan masih menjadi incaran banyak wisatawan adalah kerajinan perak yang berada di daerah Kotagede. Sering dijuluki “Jewellery of Jogja”, Kotagede masih menjadi sentra kerajinan perak populer di Indonesia, dan selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Berjejernya berbagai macam toko kerajinan perak menjadi salah satu bukti banyak warga Kotagede yang menggantungkan hidupnya dari subsektor kriya satu ini.
Seluruh pengrajin perak di Kotagede juga menciptakan ratusan jenis kerajinan yang unik dan sangat khas, mulai dari cincin, bros, miniatur sepeda, miniatur andong, dan berbagai perhiasan hingga aksesori lainnya.
Seluruh kerajinan perak yang dihasilkan para pengrajin di Kotagede tidak hanya unik dan indah, melainkan menjadi karya seni bernilai tinggi. Harga kerajinan perak yang ditawarkan bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga puluhan juta Rupiah, tergantung dari tingkat kerumitan pembuatannya.
"Kaaaaaaa..... Bagus banget" Ucap Tasya, matanya sudah berkaca-kaca karena bahagia.
"Sinih aku pakein ya" Ucap Bima lalu memakaikan kalung tersebut ke Tasya.
"Ahhh aku suka banget, Terima kasih ya Ka" Ucap Tasya sambil memeluk Bima.
"Iya sama-sama, itu sengaja liontinnya pakai inisial nama kita berdua, biar kamu ingat aku terus" Ucap Bima.
"Iya Kaaa... Pasti dong bakal Tasya pake terus, biar inget sama Ka Bima terus" Ucap Tasya.
"Janji??? " Ucap Bima sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Janjiiii.... " Jawab Tasya yang juga mengangkat kelingkingnya lalu menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Bima.
"Jangan ngeduain lagi ya Sya, apalagi nge tiga. in" Ucap Bima. Bima sudah tahu perihal Tasya yang menduakannya. Bima tahu dari temannya yang bernama Omar. Omar yang saat itu juga sedang bersama teman-temannya makan di kafe tersebut tidak sengaja melihat Tasya yang sedang berdua dengan Reza, lalu Omar merekam kegiatan Tasya dan Reza selama di kafe. Dan saat Bima sedang main ke rumahnya, Omar menunjukan video tersebut, lalu Bima teringat sosok yang sedang bersama Tasya adalah salah satu temannya Tasya yang ketika Bima menjemput Tasya ke sekolah Tasya juga sedang memegang lengan pria tersebut. Makanya sebelum Bima pulang kembali ke Yogyakarta Bima ingin menyelesaikan permasalahan tersebut dengan Tasya supaya tidak ada ganjelan.
"Deeeeggghhhh"
Raut wajah Tasya seketika berubah dan jantungnya berdetak kencang.
"Ka... Ka... Bima tahu? " Tanya Tasya.
"Reza kan? " Ucap Bima sambil tersenyum.
" Ma.... aaf in Tasya ya Ka" Tasya menunduk dan seketika matanya langsung berair karena merasa bersalah sudah membohongi Bima.
"Sya.... Kunci keberhasilan suatu hubungan salah satunya adalah setia, yaitu berpegang teguh pada janji dan prinsip hidup yang telah dibuat, bukan malah mengkhianatinya. Kesetiaan ini merupakan sikap yang mulia, perwujudan dari pribadi hebat dan bisa dipercaya. Menjaga sebuah kesetiaan bukan perkara mudah, butuh usaha yang tidak main-main"
"Selain tidak selingkuh, setia dalam hubungan juga berarti yakin sepenuhnya untuk menjalani hidup ke depannya bersama pasangan. Tidak hanya menikmati asyiknya pacaran saat ini saja, tapi juga yakin untuk menata masa depan bersama pasangan" Ucap Bima sambil tersenyum.
"Iiiii... Ii... Iya Ka, Tasya salah"
"Riska ya pasti yang cerita? " Ucap Tasya.
"Iih kamu tuh main tuduh aja. Riska malah belum cerita apa-apa tentang tentang kamu waktu aku main ke rumahnya" Jawab Bima.
Terus kalau bukan Riska atau sahabatnya Zia siapa atuh yang ngadu? " Tanya Tasya.
"Omar" Jawab Bima sambil tetap tersenyum karena melihat gerak gerik Tasya yang gelisah.
"Ka Omar?? " Tanya Tasya lagi.
"Iya... Omar, memang teman Ka Bima yang namanya Omar ada berapa Sya? " Jawab Bima.
"Sekarang Ka Bima maafin, tapi tidak ada lain kali ya Sya, makanya apa-apa itu harus jujur ya Sya. Kejujuran memang menjadi salah satu hal vital dan mahal yang ada di dalam hubungan. Pasalnya tidak semua pasangan mau melakukan kejujuran untuk membuat hubungan mereka tetap positif. Kejujuran adalah kualitas untuk selalu mengatakan kebenaran dan menjadi benar-benar otentik, lugas, dan transparan dalam kata-kata dan tindakan kita" Ucap Bima.
"Iya Ka... Tasya janji nga lagi-lagi, jadi Ka Bima mau maafin Tasya kan? " Tanya Tasya.
"Apa sih yang nga buat kamu Sya" Ucap Bima sambil mengacak-ngacak rambut Tasya.
"Kaaaa Bimaaaa jadi berantakan deh nih rambut, iiiihhhh" Ucap Tasya sambil membenarkan rambutnya yang panjang.
Lalu mereka melanjutkan makannya yang tadi sempat tertunda. Bima memang sangat sayang sekali dengan Tasya. Walaupun Bima juga tahu Mamanya kurang menyukai Tasya, tapi Bima yakin dirinya perlahan bisa merubah Tasya ke arah yang lebih baik. Dan Tasya sejak hari ini berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Meminta pasangan berubah tidak semudah kelihatannya. Kepribadian dan sikap adalah hal yang sudah tertanam di dalam diri dan menjadi pola yang akan terus berulang. Oleh karena itu, butuh usaha lebih dan niat yang sangat kuat untuk mengubahnya.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Terima Kasih sudah mampir di bab ini. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan Like, Komen Hadiah dan Votenya ya