
Kata nasihat memiliki arti ajaran atau pelajaran baik. Nasihat juga berupa anjuran seperti petunjuk, peringatan, teguran yang baik. Beberapa orang membutuhkan nasihat untuk setiap permasalahan hidup yang dijalani.
Orang yang disebut sahabat adalah mereka yang selalu menyertai dan menemani dalam setiap keadaan. Baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan lapang maupun sempit, sahabat akan selalu hadir untuk kita. Reza merasa diantara ketika sahabatnya, yaitu Eka, Ardi dan Rais, hanya Eka lah yang selalu ada untuk Reza. Selalu setia memberikan nasihatnya untuk Reza walaupun seringkali ditolak mentah-mentah nasihat tersebut, tetapi lagi dan lagi Eka selalu tidak pernah bosan untuk menasihatinya. Akhirnya pagi-pagi sekali Reza sudah menghubungi Eka, ia ingin sekali ketemu Eka, karena biasanya walaupun terkadang nasihat Eka mengiris ke lubuk hatinya, tetapi jika direnungkan ada benarnya juga. Setelah tersambung, tanpa menunggu lama, Eka langsung mengangkat telephone dari Reza.
π "Assalamu'alaikum" Sahut Eka mengawali sambungannya telephonenya.
π "Ka, pagi ini ada acara nga? " Tanya Reza langsung tanpa menjawab salam dari Eka.
π "Woyyyy... Aku kan udah ingetin berkali-kali kalau ada yang mengucapkan salam dijawab dong! " Ucap Eka sewot.
π "iya... Iya lagi juga udah dijawab dalam hati kok" Jawab Reza asal.
π "Eh.... Jaja.... Aku tuh ngucapin salamnya dengan ucapan bukan dengan hati ya harus dijawabnya dengan ucapan lagi atuuh" Ucap Eka.
π " Iyaaa... Ya... Waalaikumsalam Ustadz Eka" Jawab Reza terpaksa.
π "Nahhh gitu dong, kan jadi enak dengernya nih kuping, Memberikan salam kepada saudara Muslim sangat dianjurkan atau disunahkan, sedangkan hukum menjawab salam adalah WAJIB, coba buka Al Qur'annya Za, ada di Surat An-Nisa ayat 86. Selain itu menjawab salam kepada sesama muslim Adalah hak bagi orang yang mengucapkan salam tersebut untuk dijawab atau dibalas" Ucap Eka.
π "Iya... Iya... Buka Al Qur'annya nanti saja kapan-kapan ya" Jawab Reza.
π" Heuuuh... Eh iya ada apa telephone? " Tanya Eka.
π "Aku ada perlu sama kamu Ka, tapi nga bisa ngomong di telephone, kamu ada di rumah jam berapa Ka? " Ucap Reza.
π "Wahhh... Wahhh... Wahhh ada perlu apa nih??" Tanya Eka.
π "Udah dibilang nanti aja dibahasnya" Jawab Reza.
π "Oh iya, assaiiiapp Bos Reza, kalau mau ke rumah sok aja, ada kok pagi ini" Ucap Eka.
π " Ya sudah setengah jam lagi ya on the way ke sana" Ucap Reza.
π " Ok siap bos" Jawab Eka.
Lalu telephone ditutup sepihak oleh Reza tanpa mengucapkan salam.
π" Ehhhhh... Kebiasaan si Cuplis yang satu ini main tutup telephone aja, salam dulu bro" Eka berbicara sendiri kepada handphonenya karena kesal dengan kebiasaan Reza yang suka main tutup telephone tanpa mengucapkan salam.
Setelah berpamitan dengan Ayaj Dimas dan Ibu Kania, Reza langsung meluncur ke rumah Eka. Memang jarak dari rumah Reza ke Rumah Eka tidak memerlukan waktu yang lama, dalam waktu setengah jam mobil Reza sudah tiba di depan rumah Eka. Eka langsung membukakan pintu pagar supaya Reza bisa masuk.
"Assalamu'alaikum" Ucap Eka.
"Waalaikumsalam" Jawab Reza.
"Nahhh gitu dong, dijawab salamnya baru keliatan gantengnya" Ucap Eka sambil terkekeh.
"Laaah mata kamu tuh belekan apa Ka, baru tau bukan kalau punya sohib ganteng? " Jawab Reza.
"Iyeee... Iyeee... Udah tau deh yang udah ganteng dari lahir mah" Jawab Eka.
"Masuuuk yuuu... " Ucap Eka.
"Ka... Kalau kita ke Kafe Coklat mau nga? Soalnya kalau ngobrol di rumah takut Ayah sama Ibu kamu nguping" Ucap Reza.
"Wooiii... Emang babeh nyak di rumah kurang kerjaan apa pake nguping obrolan anaknya, bilang aja emang pingin ngobrol di kafe"
"Tapi gratisan kan?? hehehe" Ucap Eka.
"Tenang aja, mau bungkus juga boleh" Jawab Reza.
"Ya sudah aku minta ijin sama pamit dulu ya ke ayah sama ibu" Jawab Eka. Lalu Eka masuk dulu ke dalam untuk meminta ijin kepada ayah dan ibunya. Kemudian setelah berganti pakaian, Eka dan Reza pamit kepada ayah dan ibunya Eka.
Sampailah mereka berdua di Kafe Coklat. Di Kafe Coklat Reza memesan Waffel coklat dan Ice Coklat sedangkan Eka memesan Roti Bakar Coklat dan Hot Chocolate. Lalu sambil menunggu pesanan datang, mulailah mereka mengobrol.
"Mau cerita apa sih Za, sampai harus di Kafe segala" Tanya Eka serius.
" Ka... Kemarin sore, aku curhat sama ibu tentang aku ditolak Riska. Kata Ibu jangan menyerah, kalau perlu cari tahu kriteria idamannya Riska itu seperti apa. Kira-kira kamu tahu nga Ka, kriteria cowo idamannya Riska seperti apa? "
"Mana aku tahu Za, emangnya aku papanya Riska apa? " Jawab Eka.
"Yaaaa siapa tahu aja kamu punya indera ke tujuh" Ucap Reza.
"Indera ke tujuh sih aku nga punya Za, tapi aku punyanya indera penglihatan, indera pendengaran, indera..... " Belum juga Eka menyelesaikan ucapannya Reza sudah memukul bahunya.
"Adawww, hobi banget sihh mukulin bahu" Ucap Eka.
"Lagi kalau ditanya tuh yang bener dong" Ucap Reza.
__ADS_1
Lalu tidak lama kemudian pesanan makanan dan minumannya mereka berdua datang. Sambil menikmati makan dan minuman yang telah dipesan, sambil melanjutkan obrolan.
"Terus kata ibu juga mungkin ada yang harus aku rubah, tapi apa ya Ka??? Wajah udah ganteng otak udah cerdas apa lagi yang harus dirubah?? Harus operasi plastik gitu?? " Tanya Reza.
"Zaaa..... Za... Makanya jadi orang itu jangan kepedean. Terbukti kan ganteng sama cerdas aja nga cukup mengambil hati Riska."
"Kamu merasa ganteng plus cerdas, itu UJUB namanya" Ucap Eka.
"UJUB??? Apaan tuh??? Aku mah tahunya UCUP Ka! " Jawab Reza.
"Siapa lagi tuu UCUP? Emang ada teman kita yang namanya UCUP? " Tanya Eka binggung.
"Itu di kartun sopo jarwo temannya si Adit kan namanya Ucup, hahahahahha" Jawab Reza sambil tertawa puas. Akhirnya setelah seharian terpuruk, hari ini Reza bisa tertawa kembali.
"Haaaa??? Kamu masih suka nonton kartun Za?? " Tanya Eka.
"Yaaa Kaga, tapi kan kalau lagi kumpul keluarga besar, keponakan-keponakan aku tuh suka nonton acara itu di tivi" Ucap Reza.
"Oooohh kirain" Ucap Eka.
"Buruan kasih tahu ujub itu apaan? Daripada nanti aku jadi penasaran! " Tanya Reza.
"Kamu nanya atau bertanya-tanya??? " Jawab Eka sambil mengejek Reza yang sudah memasang muka serius mendengarkan jawaban Eka.
"Plakkkkk"
Reza memukul baju Eka.
"Adawww... Sekali lagi bahu aku dipukul you and me end, kita nga usah sohiban lagi daripada KDP" Ucap Eka.
"Apaaa lagi KDP??? " Tanya Reza.
"Kekerasan Dalam Persahabat, hahahahaha" Jawab Eka sambil tertawa puas.
"Buruann nga... " Ucap Reza sudah kesal dengan Eka sambil memasang wajah sangarnya.
"Iya... Iya... Ujub itu merasa diri lebih baik, lebih hebat, merasa berjasa pada keadaan atau kehidupan orang lain. Ujub merupakan salah satu penyakit hati yang tidak seharusnya ada dalam diri seorang muslim. Karena sifat ini akan membawa seseorang pada murka Allah" Ucap Eka.
"Degggggghhh"
Reza langsung pias mendengar penjelasan dari Eka.
" Ujub adalah perilaku dan sifat tercela, sehingga sifat tersebut haram untuk dimiliki oleh umat Islam. Seorang muslim sudah sepatutnya merasa rendah diri di hadapan Allah bahwa hanya Allah saja yang pantas memiliki rasa bangga sebab Allah lah yang Maha Pencipta"
" Ujub dapat menghapus amal perbuatan saleh yang telah dilakukan " Ucap Eka.
"Ya ampun Ka, berarti selama ini aku udah ujub ya Ka? " Tanya Reza.
"Makanya kan sering aku ingatkan jangan ujub Za mentang-mentang punya wajah ganteng plus otak cerdas, jadi Allah tegur tuh melalui Riska"
"Terus sekarang aku harus gimana dong Ka? " Tanya Reza.
"Kamu harus selalu ingat bahwa semua yang terjadi itu kehendak Allah, harus selalu ingat bahwa yang kita punya itu hanya titipan, khawatirlah jika amalan yang dikerjakan tidak diterima, banyak mensyukuri nikmat Allah, selalu merasa bahwa diri masih banyak dosa, dan banyak-banyak beristighfar ya Za" Ucap Eka.
"Emang kamu masih belum nyerah ngejar Riska? " Tanya Eka.
" Awalnya aku nyerah, tapi setelah Ibu bercerita bahwa dulu pun ayahku berkali-kali menyatakan perasaannya baru setelah yang ke enam kali, ibuku menerima pernyataan perasaan ayahku Ka. Jadi akupun sama nga boleh nyerah" Jawab Reza.
"Whattt?? Enam kali??? Pejuang tangguh juga ayahmu Za" Ucap Eka.
"Terus Ka... Kira-kira selain ujub apalagi ya yang harus aku ubah dari diri aku? " Tanya Reza.
"Apa ya Za.... Emmmm... Kamu ganteng udah, cerdas udah, kaya iya walaupun tetep kayaan Riska hehehehe" Eka berbicara sambil terkekeh.
"Bentar Za,... Emmm.. Gimana kalau...gini aja kamu perbaiki dulu sholatmu" Jawab Eka.
" Woyyyyy... perbaiki sholat?? Lahhh aku kan emang ga pernah ninggalin sholat Ka" Ucap Reza.
"Sepanjang aku jadi sahabatmu alhamdulillah emang kamu rajin sholatnya Za, tapiiiii.... " Ucap Eka ragu mau mengatakan seadanya.
"Tapi apaaaa????? "
"Jangan bikin penasaran ah" Jawab Reza.
"Maaf ya Za, aku ngomong apa adanya nih" Ucap Eka.
"Iyaaa.... Iyaaa... Cepetan jawab" Ucap Reza.
__ADS_1
"Kamu hampir nga pernah solat tepat pada waktunya" Jawab Eka sambil menundukkan kepalanya karena khawatir Reza marah.
"Deeeeeggghhhh"
Perkataan Eka serasa meremas jantung Reza. Reza memang merasa ia hampir tidak pernah sholat tepat pada waktunya, kecuali belakangan ketika waktu sholat dhuhur, itupun karena ada tujuan, yaitu biar dilihat Riska.
"Khalifah Usman bin Affan menyatakan, Orang-orang yang memelihara sholat lima waktu dan mengerjakannya tepat pada waktunya, maka Insya Allah, Allah akan memuliakan orang itu dengan sembilan macam kemuliaan, diantaranya yaitu dicintai oleh Allah, tubuhnya akan senantiasa sehat dan akan dijaga oleh malaikat"
"Perbaiki sholatmu maka Allah akan perbaiki hidupmu, coba kamu lihat Za di Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 153 : "Hai orang-orang yg beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu"
" Sholat adalah salah satu cara untuk memperbaiki hidup, sebab sholat secara bahasa berarti doa. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa salat merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam. Oleh karena itu, jika kesusahan ingin cepat berlalu dari kehidupan maka senantiasalah untuk selalu memperbaiki sholat' Ucap Eka.
"Berat ya Ka... Apa aku sanggup?? " Tanya Reza.
"InsyaAllah kamu bisa Za, asal diniatkan semuanya karena Allah" Jawab Eka.
"Kalau aku harus belajar sholat tepat pada waktunya, berarti termasuk sholat subuh ya Ka?? " Tanya Reza.
"Ya iyaaa cuplis, emangnya kamu pikir sholat lima waktu dhuhur aja" Jawab Eka.
"Haduuuh gimana ya??? " Tanya Reza ragu.
"Emang kenapa Za?? " Tanya Eka balik melihat Reza seperti yang binggung.
"Aku susah bangun subuh Ka" Jawab Reza sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Haddduhhhh, broooo... Tau nga yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, akan rusak pula seluruh amal perbuatannya." Ucap Eka.
"Punya ide nga gimana biar aku bisa on time sholat subuh? " Tanya Reza.
"Kamu coba nih Za, ilmu yang dulu aku pelajari waktu di pesantren supaya sholat subuhnya tidak telat, hindari kebiasaan begadang, memasang alarm pengingat, hindari makan berat sebelum tidur, menjauhkan diri dari smartphone saat menjelang tidur, selalu berdoa sebelum menjelang tidur" Jawab Eka.
"Haddduhhh beratttttt, berati aku harus bangun sebelum adzan sholat subuh berkumandang ya?? Jam berapa sekarang waktu sholat subuh?? " Tanya Reza lagi-lagi sambil menyegir memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.
"Subhanallah Za, emang kamu biasa sholat subuh jam berapa?? " Tanya Eka balik.
"Pas aku bangun tidur pagi ya aku langsung sholat subuh, paling cepat ya jam setengah enam" Jawab Reza sambil terkekeh merasa nga enak sendiri.
"Ya ampunnn Za... Jangan diulangi lagi ya, nanti jadi kebiasaan" Ucap Eka.
" Iya... Ya... Tapi nga janji ya" Jawab Reza sambil mengacungkan kedua jarinya ke Eka plus senyum indahnya.
"Harus... Harus bisa dong, eh tau nga.. Saat waktu sholat tiba, terkadang kita berat untuk melakukannya, apalagi untuk melakukan sholat tepat waktu, padahal kita memiliki tekad untuk melakukannya.Namun setiap kali hendak melakukannya, kita merasakan beban yang teramat berat, seakan gunung dan merasa itu hal yang paling sulit. itu berasal dari syaitan. Maka kita wajib melawannya dengan menyambut seruan AllΓ’h Azza wa Jalla , memiliki tekad yang benar dan memiliki keinginan kuat untuk menunaikan sholat" Ucap Eka.
"Ihhh pake bawa-bawa setan segala, merinding nih aku bawaannya" Jawab Reza.
"Kan katanya aku harus bilang apa adanya" Ucap Eka.
"Ok... Ok... Bentar Ka, aku harus ingat-ingat dulu ini, Berarti yang harus aku perbaiki masalah ujub sama sholat ya Ka? " Tanya Reza sambil mencatat di aplikasi notes di handphonenya.
"Yaaa untuk sementara dua itu saja dulu ya Za. Hamasah!!!! " Jawab Eka sambil melambungkan satu tangannya ke atas.
"Apa????? Ah Masaaaa??? " Tanya Reza sambil mengkerut kan keningnya karena merasa asing dengan kata yang baru diucapkan Eka.
"HAMASAH ... Itu bahasa Arab Za, artinya SEMANGAT" Jawab Eka.
"Ohhhh... Ok.. Ok... HAMASAH!!! " Ucap Reza menirukan apa yang tadi diucapkan oleh Eka.
Tidak terasa adzan sholat dhuhur berkumandang, Eka lantas bergegas ke masjid yang ada diseberang Kafe Coklat diikuti oleh Reza. Tapi sebelumnya Reza membayar terlebih dahulu ke kasir. Mereka pun melakukan sholat berjamaah di masjid tersebut. Setelah selesai sholat Eka pamit ke Reza karena ingin mengikuti kajian yang ada di masjid di komplek rumahnya.
"Za, habis ini langsung pulang ya, sorry aku nga bisa lama-lama, bada ashar ada kajian di masjid komplek soalnya, atau kamu mau ikut kajian juga Za? " Ucap Eka.
"Nga deh lain kali aja ya, aku tuh suka ngantuk bawaannya kalau dengerin ceramah-ceramah gitu" Jawab Reza.
"Oooh ya sudah" Ucap Eka.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil Reza. Dan saat sudah sampai didepan rumah Eka, Reza hanya turun sebentar untuk pamit kepada kedua orang tua Eka. Lalu Reza pun melajukan mobilnya kembali menuju ke rumah. Mulai detik ini Reza bertekad untuk merubah dirinya menjadi lebih baik dari dirinya yang kemarin.
Menerima nasehat dan masukan dari orang lain dengan lapang dada merupakan akhlak yang mulia. Itu merupakan ciri kebersihan hati serta tanda sifat tawadhuk.
Orang yang mau menerima nasehat, menujukkan ia adalah orang yang suka dengan kebaikan dan juga suka kepada yang memberi nasehat. Sebab, dengan mendapatkan nasehat ia menjadi tahu sisi kekurangannya. Yang itu biasanya lebih bisa dibaca oleh orang lain dari pada dirinya sendiri. Ketika ia perbaiki, maka semakin berkuranglah keburukannya. Dan bila ia menolak nasehat, justru ia akan rugi. Karena, ia kehilangan momen untuk menambah kebaikan atau mengurangi keburukannya.
Nasihat sebagai tindakan mengingatkan seseorang dengan baik dan lemah lembut agar dapat melunakkan hatinya untuk mengajak ke jalan Allah dengan cara memberikan nasihat.
Wajib hukumnya bagi seorang Muslim memberikan nasehat kepada saudaranya. Karena hidayah Allah bisa datang kapan saja kepada orang yang Dia kehendaki. Bisa jadi, dengan nasehat itu Allah mendatangkan hidayah-Nya.
πΉπΉπΉ
__ADS_1
Terima Kasih sudah mampir. Jangan lupa tekan like, vote, komen ya, dan hadiah biar semangat untuk menulis bab-bab selanjutnya hingga bab ending.