Ketika Takdir Berkata Lain

Ketika Takdir Berkata Lain
Bab 29 Panti Asuhan


__ADS_3

"Move on Za, bukan berarti melupakan, melainkan berbaikan dengan semua kenangan dan ingatan yang terjadi. Yakini bahwa semua hal yang terjadi di masa lalu itu mengandung pembelajaran sehingga kita tak lagi merasa sakit saat mengingatnya"


"Pelajaran hidup adalah hadiah indah dari perjalanan tersebut. Namun, pelajaran itu tidak selalu datang melalui kebahagiaan, sukacita, dan tawa."


"Kita juga akan menerima pelajaran hidup lewat kesedihan, duka, dan air mata. Terkadang, kita mendapat pembelajaran lewat ujian maupun tantangan yang akan membuat kita berjuang dan bekerja keras."


"Pada akhirnya, itu semua akan membuat kita makin memahami arti kehidupan. Mungkin tidak sekarang, namun seiring berjalannya waktu, bertambahnya usia, kita akan menjadi 'lebih pintar' dalam menjalani sekolah kehidupan ini." Ucap Eka, yang berusaha membuka pembicaraan kepada Reza. Karena dari tadi di sekolah hingga diperjalanan menuju ke panti asuhan, Reza sama sekali tidak berbicara sepatah katapun. Reza yang mendengar sahabatnya yang bernama Eka berbicara, hanya melirik sebentar sambil berusaha mencerna semua ucapan yang keluar dari mulut Eka tadi.


Hari ini merupakan jadwal berkunjung ke Panti Asuhan Anak dan Balita 'Bina Insan'. Setelah selama satu minggu semua siswa dan siswi diminta untuk menyisihkan rezekinya baik berupa barang-barang yang dibutuhkan Panti, seperti pampers, bubur bayi, beras, biakuit bayi, snack anak, Baju-baju bayi dan anak dan juga berupa uang untuk keberlangsungan hidup Panti, seperti membayar listrik dan pemakaian air PDAM.


Panti asuhan adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial kepada anak telantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak telantar, memberikan pelayanan pengganti fisik, mental, dan sosial pada anak asuh, sehingga memperoleh kehidupan yang lebih layak.


Biasanya, anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini juga kerap diadopsi oleh pasangan suami istri yang ingin menambahkan anggota keluarga baru di rumahnya.


Selain itu, panti asuhan juga kerap menjadi tempat bagi orang-orang berkecukupan untuk melakukan kegiatan amal.


Riska dan Zia pun sangat senang sekali bisa ikut mengunjungi Panti Asuhan. Zia yang semula kebingungan karena niatnya ingin ikut menyumbang, alhamdulillah melalui ijin Allah Zia akhirnya bisa ikut menyumbang.


Tujuan sekolah mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan adalah membuat wawasan anak terbuka lebar. Bahwa hidup tidak hanya berisi kesenangan dan hura-hura. Mereka akan menjadi lebih sederhana dan tidak hanya menuntut liburan ke tempat-tempat wisata yang mahal. Dewasa ini banyak kekhawatiran yang muncul, anak tidak lagi memiliki empati pada orang lain.


Kegiatan yang nanti akan diadakan di Panti Asuhan, yaitu Kegiatan Sosial dan Keagamaan, seperti pengajian, bermain bersama Anak-anak Panti Asuhan, berbagi Ilmu dan materi penting, berbagi bingkisan sesuai kebutuhan Anak-anak Panti Asuhan.


Akhirnya tibalah rombongan bus kami di depan Panti Asuhan 'Bina Insan'. Kami semua sudah disambut oleh para pengurus Panti dan anak-anak penghuni Panti Asuhan. Setelah sebelumnya Bapak Kepala Sekolah kami terlebih dahulu berbincang-bincang dengan Ketua Panti Asuhan, dimulailah acara formal yang pertama, yaitu Sambutan dari Ketua Panti Asuhan 'Bina Insan' yaitu Ibu Santi Almaira.Kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah kami, yaitu Bapak Rahmat Wijaya, dan selanjutnya pembacaan doa oleh Guru Pendidikan Agama kami, yaitu Bapak Shalehudin. Lalu penyerahan sumbangan secara simbolis oleh Kepala Sekolah kepada Ketua Panti Asuhan.


Masuk ke acara inti, yaitu memperlihatkan kemampuan dan bakat-bakat dari anak-anak yang ada di Panti Asuhan. Ada anak yang membaca puisi, untuk yang membaca puisi ini dibacakan oleh anak yang bernama Mawar umurnya sudah 6 tahun, Mawar membacakan puisi 'Ibu'


Ibu…


Di sinilah kutulis cerita tentangmu


Sembilan bulan lamanya engkau mengandungku


Tanpa rasa lelah, letih kau selalu sabar membimbingku


Dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang


Ibu…


Terima kasih engkau telah melahirkanku di dunia ini


Mawar membaca puisi tersebut dari awal dengan penuh penghayatan bahkan matanya terlihat berkaca-kaca sampai ada air mata yang menetes dan membuat semua yang mendengar puisinya ikut larut merasakan arti tangisannya. Bagaimana Mawar tidak menangis, Mawar membacakan puisi tentang Ibu, yang Mawar sendiri tidak pernah tahu siapa Ibu dan bapaknya, Mawar sendiri tidak tahu rasanya belaian kasih sayang seorang ibu, karena Mawar sudah dititipkan di Panti dari bayi.

__ADS_1


Kemudian ada yang bernyanyi, yang bernyanyi ini namanya Lala dan Akmal. Lala masih berumur 3 tahun sedangkan Akmal berusia 6 tahun, Lala dan Akmal ini adalah kakak beradik korban kecelakaan lalu lintas, Ibu dan bapak mereka meninggal di tempat, semula Lala dan Akmal dirawat oleh Om dan Tantenya, tetapi lama kelamaan karena himpitan ekonomi, sedangkan Om dan Tantenya juga masih harus menghidupi keempat anak lainnya, akhirnya dengan berat hati Lala dan Akmal dititipkan ke Panti Asuhan supaya mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


Lala dan Akmal bernyanyi lagu berjudul 'Bintang Kecil',


Bintang kecil di langit yang tinggi


Amat banyak menghias angkasa


Aku ingin terbang dan menari


Jauh tinggi ke tempat kau berada.


Lagu anak sepanjang masa ini, liriknya asyik, nadanya sederhana, dan pesannya kuat. Lagu yang menceritakan tentang keindahan alam semesta dan keagungan Tuhan dan sebagai fantasi anak terhadap dunia dan cita-cita masa depan.


Lala dan Akmal lalu meminta semua yang ada si ruangan aula untuk ikut bernyanyi bersama. Padahal lagu yang dinyanyikan lagu anak-anak tetapi ternyata hampir semua yang ada diruangan hafal dengan lagu tersebut.


Penampilan selanjutnya dari Gema. Gema adalah anak laki-laki yang ditinggalkan Ibunya di Panti karena harus menjadi TKW di Arab, sedangkan bapaknya lari entah kemana. Gema baru berusia 3 tahun, ia akan membacakan cerita tentang 'Lebah binatang kecil yang menakjubkan', semua yang ada di aula pun mendengarkan dengan seksama cerita yang disampaikan penuh dengan penghayatan tersebut.


Gema menceritakan bahwa lebah merupakan serangga kecil yang banyak bermanfaat bagi manusia dan merupakan salah satu binatang ciptaan Allah yang selalu taat akan perintah Rabb-nya. Serangga penghasil madu ini sering dijadikan permisalan sebagai orang shalih, dimana ia mengambil yang baik-baik dan mengeluarkan yang baik-baik pula. Bahkan didalam Al Qur'an nama lebah dijadikan nama surat, yakni Surat An Nahl.


Terakhir penampilan dari anak berusia 5 tahun tetapi sudah memiliki hafalan Al Qur'an 2 juz. Namanya Khairunisa atau biasa dipanggil Ica oleh semua penghuni Panti. Ica melantunkan Surat An Naba ayat 1 sampai 5 tanpa membuka mushaf Al Qur'an.


Bismillahirrahmanirrahim


Anin-nabaa-il 'aziim


Allazi hum fiihi mukh talifuun


Kallaa sa y'alamuun


Thumma kallaa sa y'alamuun


Dan disebelah Ica ada Fauzan atau yang biasa dipanggil Ojan, usianya juga baru 5 tahun, Ojan akan membacakan terjemahan dari surat yang tadi telah dibacakan oleh Ica


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?


Tentang berita yang besar (hari kebangkitan),


yang dalam hal itu mereka berselisih.

__ADS_1


Tidak! Kelak mereka akan mengetahui,


sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.


Ica yang menjadi tilawah dan Ojan yang menjadi saritilawah walaupun masih berusia 5 tahun, tetapi Ica bisa melantunkan ayatnya dengan merdu dan begitu juga Ojan membacakan terjemahan suratnya dengan penuh penghayatan, membuat semua yang hadir disana tanpa terasa matanya berkaca-laca bahkan ada yang meneteskan air mata. Termasuk Riska dan Zia, mereka bangga melihat Ica dan Ojan telah berhasil tampil di depan orang banyak tanpa ada rasa gugup sekalipun. Usianya baru 5 tahun dan mereka berdua tumbuh tanpa kasih sayang ibu dan bapak, tetapi bukan berarti mereka tidak bisa tumbuh seperti anak-anak lainnya, bahkan mereka walaupun hidup di Panti tetap bisa menjadi penghafal Qur'an.


Setelah semua sudah menunjukkan penampilan terbaiknya, semua anak-anak yang tampil tadi berkumpul ke depan aula untuk mengucapkan salam, dan tiba-tiba mereka semua berlari ke arah tempat duduk siswa siswi Sekolah dan memeluk salah seorang siswi dari Sekolah X, satu persatu dari mereka kemudian bergiliran untuk mencium punggung tangan siswi tersebut bahkan anak Panti yang bernama Mutiara atau yang akrab dipanggil dengan Muti meminta digendong oleh siswi tersebut. Sontak pemandangan ini membuat pihak sekolah maupun siswa siswi dari Sekolah X terkejut dan penasaran kenapa sampai semua anak-anak Panti berlarian ke arah siswi tersebut. Ya... Riskalah sosok yang anak-anak Panti tuju.


*flasback*


Panti Asuhan Bina Insan adalah Panti Asuhan dimana Keluarga Prasetyo sering berkunjung ke sini, tidak hanya sekedar menyumbangkan rezekinya tetapi juga mengajak anak-anak Panti bermain, mengajarkan mereka membaca menulis dan menggaji. Bahkan ada yang dibiayai sekolahnya oleh Papa Pras.


Dua hari sebelum kunjungan sekolah x ke Panti asuhan ini, Riska dan keluarganya berkunjung ke sini. Kemudian Riska sempat berkata kepada para pengurus Panti perihal tentang sekolahnya yang akan mengunjungi Panti asuhan ini, Riska meminta supaya para pengurus panti asuhan tidak usah bercerita apa-apa kepada pihak sekolah tentang peran Riska atau keluarganya di Panti Asuhan tersebut. Riska pun tidak bercerita kepada anak-anak Panti Asuhan kalau dia nanti akan ada diantara rombongan sekolah x.


Tetapi ternyata, saat Rombongan Sekolah X tiba, Nazmi yang ditugaskan oleh teman-temannya untuk mengecek apakah ada Riska diantara rombongan tersebut, Nazmi menangkap sosok Riska ketika baru turun dari Bus dan Nazmi langsung melapor kepada teman-temannya. Seluruh anak-anak Panti Asuhan merasa senang sekali ketika Nazmi mengatakan bahwa Riska ada diantara rombongan, lantas untuk anak-anak yang kebagian untuk tampil mereka semua berdiskusi dan berencana untuk memberikan penampilan terbaiknya, supaya bisa membuat Riska bangga dan mereka juga punya rencana kejutan untuk Riska.


Rencana mereka semua berhasil, mereka semua berhasil tampil memukau, tepuk tangan terdengar diberikan kepada mereka semua. Lalu mereka semua sudah tidak tahan menahan rasa rindunya ingin berjumpa dengan sosok yang selalu tertawa, ramah dan penyayang saat mengajari mereka, lalu anak-anak Panti asuhan tersebut langsung berhamburan ke arah Riska. Riska awalnya kaget saat melihat mereka semua berlari ke arahnya dan langsung memeluk serta satu persatu bergiliran mencium punggung tangan Riska, kemudian Riska berjongkok untuk memeluk mereka semua dan menggendong Muti yang langsung mengangkat kedua tangannya tanda minta digendong oleh Riska. Muti atau yang bernama lengkap adalah anak Panti Asuhan Bina Insan yang memang nama tersebut Riskalah yang memberinya. Saat itu, 3tahun yang lalu ada seorang bayi merah didalam dus yang diletakkan didepan pintu Panti Asuhan, entah siapa yang menyimpannya disitu, kemudian ditemukan oleh salah satu pengurus panti dan dibawa masuk ke dalam untuk dibersihkan. Siangnya kebetulan Keluarga Prasetyo datang, Ibu Shanty kemudian bercerita tentang bayi yang tadi pagi baru ditemukan didalam dus, kemudian mereka semua melihat bayi tersebut. Bayi cantik yang tidak berdosa, kemudian entah kenapa Riska ingin sekali menggendong bayi tersebut, saat didalam dekapan Riska bayi tersebut merasa sangat nyaman, kemudian berawal Riska menyebut bayi tersebut dengan nama Mutiara, karena melihat bayi tersebut simbol kemurnian, keyakinan, kepolosan, dan integritas. Ibu Panti mendengar sebutan nama yang Riska sematkan untuk bayi tersebut dan setuju jika bayi tersebut diberi nama Mutiara.


*flashback off*


Kemudian anak-anak Panti Asuhan tersebut menarik tangan Riska untuk maju ke depan. Mau tidak mau dengan malu-malu Riska maju ke depan, sambil saat melewati guru-guru dan kepala sekolah Riska menundukan kepalanya, dan saat Riska sudah berada didepan masih dengan Muti berada di gendongannya, seorang anak yang bernama Nana berbicara melalui microphone.


"Assalamu'alaikum Bapak Ibu kaka-kaka sekalian"


"Mungkin kalian semua pasti sudah mengetahui siapa nama yang ada di depan kalian semua"


"Tapi ada hal lain yang pasti kalian belum mengetahui tentangnya, Ya... Ka Riska ini adalah Kaka kesayangan kami semua, Ka Riska ini selalu hadir untuk kami, mengajarkan kami banyak hal dengan penuh kasih sayang, Ka Riska selalu menjadi tempat cerita untuk kami semua berkeluh kesah, Ka Riska selalu senang mendongeng untuk kami semua, Ka Riska selalu bisa membuat kami tertawa dan yang pasti Ka Riska selalu membelikan kami makanan-makanan kesukaan kami semua anak-anak Panti"


"Terima Kasih ya Ka Riska, kami semua sayang Ka Riska" Ucap Nana sambil tangannya mengecilkan tanda sayang untuk Riska.


Riska tidak bisa berkata apa-apa lagi, matanya penuh dengan air mata bahagia, bahagia karena mendapat kejutan dari anak-anak Panti Asuhan yang ternyata tanpa Riska duga mereka semua mengetahui kehadiran Riska disana.


Kepala sekolah Riska, yaitu Pa Rahmat dan Wali kelas Riska yaitu Ibu Meffi, serta guru-guru yang hadir disana ditambah seluruh siswa-siswi sekolah x merasa terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Nana, karena selama ini mereka tidak mengetahui perihal tersebut. Bahkan saat Ibu Meffi bertanya dikelas 'siapa yang suka berkunjung ke Panti asuhan', Riska diam saja tidak menjawab apa-apa. Prinsip Riska, jika pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan pelajaran dan ia tahu jawabannya, maka ia akan menjawab, tetapi jika pertanyaannya diluar pelajaran, maka ia memilih diam. Apalagi jika berkaitan dengan hal sedekah, jika memberikan sesuatu kepada orang yang membutuhkan secara sembunyi-sembunyi, maka itu adalah lebih utama dibandingkan dengan terang-terangan. Menampakkan sedekah diperbolehkan selama dengan tujuan supaya dicontoh orang lain. Sedangkan menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, jika menampakkannya itu dapat menimbulkan riya pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi.


Semua hal yang baru saja terjadi tidak lepas dari pandangan Reza. Reza yang daritadi memilih lebih banyak diam, Tiba-tiba terukir senyum di wajahnya. Apalagi melihat Riska yang dikelilingi oleh anak-anak Panti Asuhan dan melihat Riska menggendong seorang anak kecil di Panti tersebut, hati Reza merasa teduh. Reza semakin kagum dengan sosok Riska. Sepertinya banyak yang harus Reza gali mengenai Riska, karena segala hal tentang Riska selalu membuatnya tertarik.


"Za... Riska cocok ya gendong anak gitu, anak orang aja nempel sama dia, apalagi anak kalian nanti Za" Ucap Eka sambil tersenyum saat mengucapkannya.


Reza tidak menjawab apapun ucapan Eka, Reza hanya mencerna ucapan Eka saja. Akhirnya setelah semuanya berinteraksi sesaat dengan seluruh penghuni Panti Asuhan, saatnya untuk pamit. Semua penghuni Panti asuhan menghantarkan kepulangan rombongan Sekolah x hingga bus mereka tidak terlihat lagi.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen, hadiah dan votenya ya, Terima kasih.


__ADS_2