
Malam hari seringkali menjadi momen yang tepat untuk merenung dan memikirkan rencana hidup. Sebab, malam hari cenderung sepi dan membuat otak senantiasa muncul berbagai pikiran mengenai kehidupan.
Saat malam mulai gelap, biarkan kekhawatiranmu memudar. Hanya tidur lelap yang bisa membantumu memulai hari besok dengan penuh energi. Malam menyampaikan apa yang tak terlisankan terang, sunyi memiliki gaduhnya sendiri, dan kosong tak selalu dapat disinggahi.
Tiitut...
Tiitut...
Tiitut..
Terdengar alarm jam Riska berbunyi, ini menandakan sudah jam 03.30 WIB. Riska terbangun dari tidurnya, mematikan alarmnya kemudian duduk sebentar ditepi tempat tidur untuk mengumpulkan dulu energinya. Zia pun melakukan hal yang sama dengan Riska, terbiasa bangun sebelum datangnya waktu subuh. Kemudian mereka berdua bangun untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud. Salat Tahajud adalah salat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau malam menjelang pagi di sepertiga malam setelah terjaga dari tidur.
Bagi umat muslim yang dapat menjalankan sholat sunnah tahajud secara rutin maka akan mendapatkan salah satu manfaat, yaitu mendapatkan ridha dari Allah. Sholat tahajud yang dilakukan secara konsisten dapat membawa ketentraman hati dan pikiran. Sholat tahajud adalah waktu untuk berkomunikasi kepada Allah , dimana kita sebagai muslim dapat mencurahkan segala isi hati dan memohon pertolongan kepada Allah.
Dimana pun Riska dan Zia berada, seperti saat ini mereka sedang berada di Villa bersama teman-temannya, mereka berdua tidak pernah meninggalkan yang namanya sholat tahajud. Setelah selesai melaksanakan sholat tahajud, Riska menegadahkan kedua tangannya untuk berdoa. Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Allah pun sangat mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam terakhir di waktu tersebut, Allah turun ke bumi.
Entah doa apa yang Riska dan Zia panjatkan, hanya Riska dan Zia yang tahu. Riska dan Zia berdoa dengan sikap tunduk, penuh kekhusyukan, dan ketakutan kepada Allah. Kemudian didengarnya sudah ada suara orang yang mengaji dari masjid di masjid di kampung dekat Villa Keluarga Prasetyo. Riska dan Zia memilih untuk kebawah, ke ruang keluarga tempat biasanya dilaksanakan sholat berjamaah.
Sambil menunggu adzan sholat subuh berkumandang, Riska dan Zia memilih untuk membaca Al Qur'an. Riska melanjutkan murojaahnya yang di Rumah, yaitu sudah sampai pada surat Al Mulk. Salah satu keutamaan surat Al Mulk adalah bisa menjadi penolong atau penghalang dari siksa kubur bagi umat Islam yang sering membacanya. Keutamaan surat Al Mulk tentu sangat didambakan. Mengingat siksa kubur adalah salah satu hal yang ditakuti dan tak ingin dialami oleh umat manusia. Surah Al-Mulk merupakan surah ke-67 dalam Al-Qur'an. Surah ini termasuk dalam kategori surat Makkiyah dan terdiri dari 30 ayat. Nama "Al-Mulk" yang berarti "Kerajaan" diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Sedangkan disisi lain sudah terlihat Eka, yang juga melakukan hal yang sama. Sambil menunggu adzan sholat subuh berkumandang, Eka pun membuka Al Qur'annya. Sebenarnya Riska berharap Reza ada bersama Eka, tapi kenyataannya tidak. Tidak lama kemudian satu persatu pada bangun dan ber siap-siap untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Terlihat di wajah- wajah mereka wajah -wajah masih mengantuk. Riska mencari sosok pujaannya, tapi belum muncul juga.
"Kemana Ka Reza? "
"Masa iya masih tidur, ini sudah mau masuk waktu sholat subuh" Riska berbicara dengan dirinya sendiri. Sambil matanya mencari sosok Reza. Tidak lama kemudian terdengarlah adzan sholat subuh berkumandang dan sholat subuh berjamaah pun dimulai. Setelah selesai sholat subuh berjamaah, ada yang memilih untuk tidur kembali, mungkin mau melanjutkan mimpinya yang tadi sempat tertunda. Riska dan Zia memilih untuk menemani Bi Ipop menyiapkan sarapan pagi. Saat hendak menuju ke arah dapur, berpapasan lah mereka dengan Eka. Akhirnya Riska untuk menghilangkan rasa penasarannya bertanya sesuatu kepada Eka.
"Ka Eka daritadi Riska perhatikan Ka Eka sendirian. Ka Reza kemana emangnya?" Tanya Riska
" Iyaa niih Ris, Reza masih tidur, tadi aku bangunin susah bangettt, Reza kalau udh tidur kayak kebo susah bangunnya" Jawab Eka.
"Ooooh"
"Ya sudah Riska ma Zia mau ke dapur dulu ya Ka" Ucap Riska.
Dengan perasaan kecewa mendengar jawaban dari Eka bahwa Reza masih tertidur pulas. Kemudian Riska dan Zia pun membantu Bi Kpop menyiapkan sarapan pagi. Sarapan pagi yang simpel, sederhana tetapi mengenyangkan, yaitu nasi goreng, ayam nugget, telor ceplok, dan kerupuk udang. Setelah selesai nasi goreng dan kawan-kawannya disajikan dimeja makan. Saat Riska sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan sekitar jam 05.45. Riska melihat ada Reza yang terlihat dengan wajah bangun tidurnya. Antara senang dan sedih, senang bisa melihat wajah orang yang kita kagumi, sedih karena tahu kenyataannya, bahwa ia sholat subuhnya tidak tepat waktu dan tidak berjamaah. Setelah semua selesai tertata rapi di meja makan, Zia membuat suatu pengumuman untuk semua yang saat itu sudah berada di area sekitar meja makan.
"Teman-teman silahkan sarapan pagi sudah tersedia, spesial buatan Riska, Zia dan Bi Ipop" Ucap Zia.
"Ziaaa ihhh apa-apaan aku pikir kamu mau ngapain taunya mau pengumuman" Ucap Riska sambil terkekeh.
Semua yang mendengar bahwa pagi ini sarapan dibuat oleh Riska salah satunya, langsung pada antusias mengambilnya, ditambah perut juga memang sudah berbunyi dan lapar melanda.
"Riska pinter amet ya bikin nasgornya enak" Ucap Ibam, berbicara sambil mulutnya penuh dengan nasi goreng.
"Dduhh paket lengkap ini namanya, udah cantik, kaya, pinter masak lagi" Ucap Arman yang sukses membuat Afif dan Reza tersedak.
"Minum dulu Za" Ucap Eka, kita makan di belah sana aja yu.
Lalu Reza dan Eka berpindah tempat, ke arah lain.
"Za.. Tadi Riska nanyain pas dia mau ke dapur" Ucap Eka.
"Terus Riska bilang apa? " Tanya Reza.
"Riska kayaknya nyariin kamu dari mulai sholat subuh berjamaah tadi" Jawab Eka.
"Mati aku!!! "
"Plakkkkk"
Reza memukul baju Eka dengan tangannya.
"Adawwww pagi-pagi udh cari ribut aja, sakit tau" Ucap Eka.
__ADS_1
"Terus dijawab apa sama kamu Ka? " Tanya Reza penasaran.
"Yaa.. Aku jawab apa adanya, aku bilang kamu masih tidur Za" Jawab Eka.
"Plakkk"
Reza memukul kembali bahu Eka dengan tangannya.
" Adawww sekali lagi aku aduin sama Riska nihh kamu suka KDRT" Ancam Eka.
"Lagi kenapa bilang masih tidur" Ucap Reza sambil menepuk jidadnya.
"Laaahhh terus.... Aku harus bilang apa?? " Tanya Eka.
" Bilang aja lagi nga enak badan, kan bisa, atau nga semalam minum obat jadi susah bangun" Jawab Reza.
"Iiihhh...... di suruh boong, ogah dah, disogok duit cepe juga nga mau kalau disuru boong mah"
" Za....kita harus belajar untuk jujur, jujur atau aś-śidqu bermakna, kesesuaian antara ucapan dan perbuatan, kesesuaian antara informasi dan kenyataan, ketegasan dan kemantapan hati dan sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan."
"Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: Rasulullah bersabda: “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur" Ucap Eka.
"Yailah malah dapat ceramah, hadeeeuh Eka... Eka" Jawab Reza.
Eka tidak melanjutkan lagi perdebatannya dengan Reza, sedangkan Reza langsung khawatir bagaimana penilaian Riska tentangnya, karena Reza tidak mengikuti sholat subuh berjamaah tadi karena masih tertidur pulas. Reza mengusap wajahnya kasar. Lalu mereka melanjutkan sarapannya sambil Reza mencari dimana keberadaan Riska, karena daritadi Reza tidak melihat Riska didalam Villa.
Di sudut lain, Riska memilih untuk sarapan didepan kolam renang bersama Zia. Zia yang melihat raut wajah sahabatnya sedikit berbeda dari tadi subuh akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Lagi ada yang dipikirin Ris? " Tanya Zia.
"Ehhh anuuu... Emmmm... Nga Zi" Jawab Riska.
"Nga usah bohong, aku udah hafal dengan raut wajahmu itu"
"Mikirin Ka Reza kan" Ucap Zia.
"Kenapa dengan Ka Reza?? " Tanya Zia.
"Sepertinya Ka Reza tidak pantas untuk dikagumi Zi" Ucap Riska sambil pandangan matanya menerawang ke depan.
"Hanya gara-gara dia tadi nga ada waktu sholat subuh berjamaah? "
"Atau ada hal lainnya yang mengganjal? " Tanya Zia.
"Ris.. Gunanya sahabat itu ya untuk berbagi. Ingat Ris, sahabat sejati adalah mereka yang mengenal kita dengan baik dan berusaha selalu ada untuk kita tak hanya saat kita bahagia tetapi juga saat kita sedih. Sahabat sejati adalah mereka yang tidak akan meninggalkan kita meski kita ada dalam kondisi yang buruk, meski saat itu semua orang memilih pergi, dan aku akan selalu ada kapanpun kamu butuh aku" Ucap Zia sambil memberikan senyumannya.
"Bukan hanya waktu subuh saja, tetapi saat ditunjuk menjadi Imam sholat Maghrib dan Isya, kamu lihat sendiri kan Ka Reza yang ditunjuk akhirnya yang maju Ka Eka lagi... Ka Eka lagi. Sepertinya ada hal yang aku nga tahu tentangnya" Ucap Riska sambil memandang ke arah Zia.
"Daripada nebak-nebak yang ada malah jadi suu'dzon. Prasangka buruk memang bukan sebuah tindakan dan aksi nyata, tetapi lebih kepada penyakit hati yang bisa menggerakkan manusia berbuat sesuatu yang tercela. Oleh karena itu, meskipun su'uzon merupakan prasangka di dalam hati, tetap dilarang karena banyak mengandung dosa, mending kamu tanya langsung Ris ke Ka Reza biar clear" Jawab Zia.
"Masa aku tanya langsung??? Ya malu ahhh, nanti ketahuan aku punya rasa sama dia" Ucap Riska.
"Ehhh apa kamu bilang tadi Ris??? Nga salah ucap kan?? Kamu punya rasa sama Ka Reza?? " Tanya Zia sambil membulatkan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar karena tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya.
"Hmmm... Aku sendiri nga yakin sih Zi, tapi entah kenapa kalau ada Ka Reza aku selalu merasa nyaman, dan entah kenapa Ka Reza selalu hadir dipikiran aku" Ucap Riska.
"Sebenarnya kamu nanya ke aku juga salah Ris, aku juga nga tau gimana rasanya suka sama lawan jenis, orang aku pacaran juga kan nga pernah, hihihiii... "
"Tapi menurut akung gugel yang pernah aku baca tanda bahwa kita suka sama seseorang itu ya itu tadi, kita nyaman berada di dekat dia" Ucap Zia, yang berbicara seolah-seolah dirinya adalah ahli dalam hal perasaan.
"Tapiiii.... " Ucap Riska menggantung.
Tiba-tiba belum juga Riska menyelesaikan ucapannya, Afif mendekati Riska yang sedang duduk berdua dengan Zia.
__ADS_1
"Hai Ris... " Sapa Afif.
"Ada apa Fif? " Tanya Riska.
"Boleh nga aku bicara berdua saja dengan kamu? " Tanya Afif.
"Maaf Fif, nga bisa, Riska sama aku itu satu paket, aku sudah janji sama Papa dan Mama Riska untuk selalu menemani Riska" Jawab Zia.
"Yaaaaahhhh... Gimana ya... Aku kan cuma mau bicara sama Riska?" Ucap Afif kecewa.
"Maaf Afif, Riska tidak boleh berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahrom" Ucap Riska.
"Oooh ya sudah deh nga Papa deh Zi kamu disini tapi jangan nguping ya? " Ucap Afif.
"Tenang aja Fif... Anggap aja aku nyamuk, hihihiii" Jawab Zia sambil terkekeh. Riska hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Zia. Akhirnya Afif pun duduk disebalah bangkunya Riska.
"Emmmm... Emmmm..." Afif menjadi gugup sehingga susah untuk berkata-kata.
"Katanya mau ada yang dibicarakan kok malah emmm... Emmm terus? " Tanya Riska.
"Oh iya, aku lupa Terima kasih ya untuk coklatnya, semalam langsung ludes dimakan berdua sama Zia" Ucap Riska.
"Iiiiyaaa..... Sama-sama" Jawab Afif.
Zia yang mendengar Afif hanya mengeluarkan kata-kata emmm... Emmm... Sebenarnya gatel ingin nyeletuk, tapi berhubung Zia sudah berjanji untuk sementara berubah menjadi nyamuk jadi Zia terpaksa menahan rasa gatalnya tersebut.
"Giniii Ris... Eeee... Eee...aaaa. , aduuh Kok susah amet ya mau ngomong"
"Bentar Ris... Aku tarik nafas dulu" Ucap Afif sambil berkali kali menarik dan meniupkan kembali nafasnya.
"Si Afif mau ngomong aja pake acara narik tiup nafas, udah kayak orang lagi latihan yoga aja" Ucap Zia didalam hatinya.
Riska juga sebenarnya ingin tertawa melihat tingkah Afif, tapi Riska masih bisa menahan tawanya, Riska masih menghormati Afif yang sedang ada disampingnya.
"Anu Ris... Itu anu... Eee...anuuu" Ucap Afif sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Anu??? Anu apa Fif?? " Tanya Riska mengkerut kan keningnya.
"Yaelahhhh niih cowo minta ditakol juga kepalanya, susah bener mau ngomong aja" Ucap Zia didalam hatinya yang udah gregetan melihat tingkah Afif yang tidak kunjung bicara. Akhirnya Zia merasa kesal juga karena Afif tidak kunjung bicara.
"Fif.... Kamu tuh mau bicara apa mau akting?? Susah bener mau bicara aja! " Ucap Zia.
" Eeee... Maaah bicara sihh, ta... Ta.. Piii binggung ngomongnya" Jawab Afif.
"Bukannya apa-apa, masalahnya aku cape nih berubah jadi nyamuk, dikira gampang apa jadi nyamuk" Ucap Zia.
" Ziiii..... " Ucap Riska.
"Tuuuh pake dibela sama Riska, cepetan mau bilang apa sama Riska? " Tanya Zia.
"Iya Fif, aku juga binggung kamu mau bilang apa sih sama aku? " Tanya Riska sambil menatap wajah Afif.
Dan yang ditatap malah tambah gugup dan nga percaya diri.
"Eee.. Ris lain kali saja deh aku ngomongnya, nanti aku latihan dulu dirumah! " Jawab Afif lalu bergegas meninggalkan Riska dengan sedikit perasaan kecewa karena tidak berhasil mengungkapkan perasaannya hari ini ke Riska.
Riska sendiri binggung ada apa dengan Afif. Semalam saat Afif memberikan bingkisan untuk Riska yang isinya adalah sebuah coklat dan ada secarik surat yang berisi perasaannya Afif ke Riska selama ini. Kebetulan saat baru tiba di kamar, Riska menyimpan terlebih dahulu bingkisan tersebut, karena Riska ingin mencuci wajahnya yang terasa kotor setelah api unggun. Lalu Zia menanyakan perihal bingkisan yang Afif berikan dan Riska menawarkan jika emang Zia penasaran silahkan Zia saja yang membuka bingkisannya. Ternyata suratnya Afif selipkan didepan kotak dan hanya ditempel oleh selotip, sehingga pada saat Zia membuka bungkusannya dan langsung membuangnya ke tempat sampah, suratnya terbawa oleh bungkusan yang terbuang tersebut, sehingga Riska sama sekali tidak tahu menahu tentang isi surat yang sudah Afif bikin.
Afif sendiri merasa binggung, kenapa tiba-tiba dia sangat gugup ketika harus berbicara tentang perasaannya ke Riska. Gugup atau Grogi adalah perasaan umum yang disebabkan oleh respons stres pada tubuh. Akhirnya Afif bertekad untuk berlatih didepan cermin terlebih dahulu sebelum berbicara langsung dengan Riska mengenai perasaannya.
Saat Reza sedang mencari dimana keberadaan Riska, Reza malah mendapatkan pemandangan tidak enak, yaitu Afif yang sedang duduk di sebelah Riska, walaupun sebenarnya disitu juga ada Zia, tapi tetap Reza terbakar api cemburu. Akhirnya Reza memilih untuk kembali ke dalam Villa.
Cemburu merupakan emosi yang timbul dari setiap diri individu. Seorang yang cemburu kerap kali ia merasa kesal, jengkel, bertingkah aneh, sedih, dan merasa iri hati. Cemburu biasanya dikaitkan dengan perasaan cinta.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Terima Kasih sudah mampir, jangan lupa like, komen hadiah dan vote. Nya ya.