
Niat adalah keinginan yang disertai dengan perbuatan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang. Begitupun dengan Reza yang sudah berniat untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik dari Reza sebelumnya. Reza berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi berbangga-bangga diri, karena merasa dirinya ganteng dan cerdas, dan Reza juga berjanji untuk bisa melaksanakan sholat lima waktu tepat pada waktunya. Dimulai ketika ia kembali ke rumah sesaat setelah perjumpaan dengan sahabatnya Eka.
Saat sampai di rumah, seperti biasa Reza terlebih dahulu membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. Lalu ia kembali mengingat-ingat apa yang tadi Eka bahas.
"Ah Masaaa... "
"Ha Masaaa, ehh bukan"
"Oohhh iya HAMASAH"
Ucap Reza berbicara sendiri sambil melambungkan satu tangannya ke atas.
Reza memilih untuk beristirahat di kamarnya, sambil menunggu waktu sholat ashar tiba. Karena khawatir ketiduran, Reza menyetel alarm di handphonenya untuk berbunyi 20 menit sebelum waktu sholat ashar tiba. Ternyata benar saja Reza tertidur, karena tadi pagi ia habis keluar bertemu dengan Eka. Bersyukur Reza sudah menyetel alarm, jadi saat alarm berbunyi Reza langsung bangun dan duduk terlebih dahulu di tepi tempat tidur untuk mengumpulkan energinya. Tidak lama kemudian terdengar adzan sholat ashar berkumandang. Reza bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat ashar.
Setelah selesai sholat ashar Reza mengucapkan syukur karena lega bisa mengerjakan sholat ashar tepat pada waktunya. Begitu juga dengan sholat maghrib, alhamdulillah berhasil dikerjakan di awal waktu. Entah kenapa, ketika bisa mengerjakan sholat di awal waktu Reza merasa senang sendiri.
Selepas selesai sholat maghrib, Reza keluar kamar untuk menuju ruang keluarga. Jika di keluarga lain mungkin akhir pekan adalah waktu berkumpul keluarga, berbeda dengan di Keluarga Ayah Dimas. Rumah terasa sepi, hanya ada Ka Resti dan Bi Iyoy sang asisten rumah tangga. Ka Rizki akhir pekan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkumpul dengan teman-temannya setelah dari Senin hingga Jum'at harus dihadapi dengan urusan pekerjaan.
Ayah Dimas yang memiliki sebuah hotel didaerah anyer, saat weekend seperti ini biasanya hotel ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, sehingga Ayah Dimas jika sabtu dan minggu malah sibuk mengurus hotelnya, dan Ibu Kania hari ini mengikuti Ayah Dimas berangkat ke hotel. Hotel milik Ayahnya Reza yaitu Ayah Dimas bernama 'Hotel Semilir', hotel yang sudah berdiri selama 30 tahun ini merupakan hotel peninggalan dari Kakeknya Reza yang kemudian dilanjutkan oleh Ayahnya Reza, karena beliau adalah anak tunggal. Hotel ini dulu merupakan Hotel kecil, tetapi sejak dipegang oleh Ayah Dimas, Hotel Semilir menjadi berkembang.
Semua kamar di hotel ini dilengkapi dengan meja. Semua kamar memiliki kamar mandi pribadi dengan shower dan perlengkapan mandi gratis, TV layar datar, dan AC. Beberapa kamar memiliki teras. Di akomodasi, semua kamar mencakup seprei dan handuk.Sarapan halal tersedia setiap pagi di Hotel Semilir .Staf di hotel tersedia untuk memberikan saran di resepsionis 24 jam. Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sekitar 103 km dari Hotel, dan akomodasi ini menawarkan layanan antar-jemput bandara berbayar.
Untuk fasilitas Outdoornya, Hotel Semilir ini memiliki area piknik, tepi pantai, area pantai pribadi, fasilitas BBQ, teras dan taman. Wi-Fi tersedia di area umum hotel dan tidak dikenai biaya. Hiburan dan layanan keluarga yang tersedia berupa peralatan bermain outdoor anak dan area bermain indoor. Dulu ketika Rizky, Resti dan Reza masih kecil mereka senang sekali ketika akhir pekan diajak ke Hotel tersebut, tapi lama kelamaan satu persatu anak-anak Ayah Dimas menolak ketika diajak ke Hotel dengan alasan sudah bosan.
Ada Resti yang sedang makan malam sendirian di meja makan, lalu Reza pun ikut bergabung dengan Resti yang menikmati makan malamnya. Bi Iyoy memasak menu sederhana untuk makan malam, karena Bi Iyoy berfikir hanya Resti dan Reza yang akan makan malam. Di meja makan sudah terhidang Ayam goreng mentega dan capcay goreng. Reza lalu menyeduh makanan tersebut ke piringnya.
"Dari tadi Kaka tungguin lama banget de" Ucap Ka Resti.
"Tadi nanggung sholat maghrib dulu Ka" Jawab Reza.
"Oh iya.. Kaka lupa, bentar lagi deh beres makan Kaka sholat maghribnya" Ucap Ka Resti.
"Za.. Jangan masuk kamar dulu ya, habis ini kita nonton yu buat ngisi waktu" Ucap Ka Resti.
"Ok... Reza tunggu di ruang keluarga ya Ka" Jawab Reza.
Setelah menyelesaikan makan malamnya Resti bergegas menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat maghrib, sedangkan Reza langsung menuju ke ruang keluarga sambil menunggu Resti selesai sholat maghrib. Tidak lama kemudian Resti muncul, lalu mereka memilih film yang mau mereka tonton.
"Za..tolong setel ya, Kaka mau ke dapur dulu ambil stok camilan buat teman nonton" Ucap Resti.
"Siapp Ka.. " Jawab Reza.
Lalu Resti datang kembali ke ruang keluarga dengan membawa keripik kentang, kacang atom, kuaci dan minuman kemasan untuk mereka nikmati selama menonton. Mereka menonton film horor yang berjudul 'The Boogeyman", film ini menceritakan tentang seorang psikiater, di mana seorang pria bernama Lester Billings bercerita kepada dokter tentang 'pembunuhan' ketiga anaknya yang masih kecil, dan menceritakan peristiwa-peristiwa beberapa tahun terakhir.
Anak pertama dan kedua meninggal dengan cara yang misterius dengan penyebab yang tidak terinci secara jelas, mereka kejang-kejang saat ditinggalkan sendirian di kamar tidur mereka. Satu-satunya kesamaan adalah bahwa anak-anak itu menangis dan berteriak "Boogeyman!" sebelum ditinggalkan sendirian. Saat mayat mereka ditemukan, pintu lemari terlihat terbuka meskipun Billings yakin pintu tersebut sebelumnya tertutup.
Meski hanya cerita fiksi, nyatanya nonton streaming film horor tetap bisa membuat seseorang merasakan ketakutan yang nyata. Kemampuan akting yang apik dari para aktor, ditambah dengan alur cerita misterius serta efek suara yang dramatis, sukses membuat para Resti dan Reza merasa kepayahan di tempat duduknya. Bahkan Resti memangku sebuah bantal, yang akan ia pergunakan untuk menutup wajahnya jika ada adegan horor yang menurutnya sangat mengerikan.
Film bergenre horor sering kali menyajikan jump-scare atau munculnya adegan-adegan yang mengagetkan dan terkesan mendadak. Pada saat kaget inilah aliran darah ke arah jantung akan meningkat dan menyebabkan jantung seseorang berdebar lebih cepat. Semakin cepat debaran irama jantung, maka semakin banyak pula oksigen yang dibutuhkan. Oleh karenanya, saat jantung seseorang berdetak hebat, maka mereka juga akan bernapas lebih cepat dan tampak tersengal-sengal. Bahkan beberapa adegan berhasil membuat Resti berteriak kencang, sehingga Reza pun yang ada disebelahnya ikut terkejut bukan karena adegan horor pada film, tapi terkejut karena teriakan Resti yang terdengar mencekam.
"Whaaaaaaaa.....aaaaa....." Teriak Ka Resti saat menyaksikan adegan horor yang bikin dirinya tegang dan merinding.
Sampai Bi Iyoy yang sedang beraih-bersih didapur lari terburu-buru mencari sumber suara, khawatir ada apa-apa sama Resti, dan setelah dilihat Bi Iyoy ternyata Resti teriak - teriak karena sedang menonton film horor akhirnya Bi Iyoy kembali lagi ke belakang. Resti sempat mengajak Bi Iyoy untuk ikutan menonton tetapi Bi Iyoy menolak.
"Neng Resti... Bibi kaget, dengar Neng teriak-teriak, kirain Neng kenapa-napa, ehhh.... Taunya lagi nonton pelm horor" Ucap Bi Iyoy.
"Heheheh... Maaf ya Bi, habis seru filmnya, sinih-sinih Bi ikutan nonton yuu biar tambah rame penontonnya" Ajak Resti ke Bi Iyoy.
"Iiiiihhh .....ogah Bibi mah nonton pelm horor gituan, nakut-nakutin diri sendiri. Ya udah ya Bibi balik lagi ke belakang" Ucap Bi Iyoy.
__ADS_1
"Iya... Iya" Jawab Resti sambil matanya tetap asiik menatap televisi.
Karena asiik dengan apa yang ditonton dan suara televisi pun dikencangkan supaya efek horornya terasa, sehingga suara adzan sholat Isya tidak terdengar, dan Reza pun tidak melihat ke arah jam dinding dari tadi karena sudah larut menikmati cerita filmnya. Sehingga Reza tidak sadar jika sudah masuk waktunya sholat.
Durasi film ini sekitar 1 jam 38 menit. Tadi mereka memulai nonton sekitar jam 7 kurang dan sekarang saat film selesai sudah jam setengah sembilan. Reza baru tersadar ada hal yang ia lewatkan. Ia melupakan janji pada dirinya sendiri untuk sholat lima waktu tepat pada waktunya. Reza lalu memukul keningnya sendiri, karena sudah abai dengan janjinya.
Setelah televisi dimatikan, Resti dan Reza bergegas masuk ke kamarnya masing-masing karena hari juga sudah malam. Reza bergegas mengambil wudhu dan segera melaksanakan Sholat Isya.
"Ya Allah besok mudah-mudahan aku bisa sholat lima waktu tepat pada waktunya" Ucap Reza pada dirinya sendiri.
Setelah selesai sholat, Reza menyetel alarm untuk sholat subuh supaya bisa dikerjakan tepat waktunya. Reza pun lalu segera tidur agar besok pagi ia tidak mengantuk.
Tiiiiiitut....
Tiiiiiitut...
Tiiituttt...
Alarm di handphone Reza sudah berbunyi dari 20 menit sebelum masuk waktu sholat subuh, tapi ternyata sang pemilik handphone sama sekali tidak mendengar alarm nya berbunyi, ia tetap pulas tertidur. Dan lagi-lagi Reza terbangun seperti biasanya jam 05.30, saat bangun Reza langsung terkejut sendiri, karena ia menyadari ada yang salah, ia bersalah karena tidak menepati janjinya sendiri. Lantas Reza bergegas mengambip wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Lalu setelah melaksanakan sholat subuh yang tidak sampai 5 menit ia kerjakan, Reza lanjut mandi pagi dan memakai seragam sekolahnya.
***
Hari ini setelah mengikuti pembelajaran di kelas, Riska dan Zia setelah bada dhuhur diminta Ibu Ros guru matematika di sekolah tersebut untuk latihan soal-soal matematika, sebagai persiapan menghadapi Lomba Olimpiade Matematika. Ketika waktu istirahat tiba, sambil menunggu adzan berkumandang, Riska memilih untuk memakan bekalnya terlebih dahulu. Tadi pagi Mama Dinda sudah membuatkan Spaghetti Bolognese dan kentang goreng kesukaan Riska. Tidak lupa Mama Dinda membawakan bekalnya serba dua, karena tahu Riska dan Zia bersahabat. Spaghetti bolognese adalah sajian pasta khas Italia dengan tambahan saus dari pasta tomat, daging sapi cincang, dan bumbu lainnya. Rasa pasta bolognese asam segar sekaligus gurih, terkadang ditambahkan keju parmesan untuk memperkuat cita rasanya. Zia sebenarnya tidak terlalu menyukai makanan asli Italia tersebut, tetapi jika Mama Dinda yang membuatnya Zia mendadak menjadi suka. Sambil menikmati spaghetti dan kentang mereka berdua juga sambil mengobrol.
"Ris... Mama Dinda masak apa sih yang nga enak hasil masakannya? " Tanya Zia.
"Hmmmm.... Apa ya??? Masak air kali Zi, kan air mah tawar rasanya, hihihiiii" Jawab Riska sambil terkekeh.
"Yaaah....air kan diminum Ris bukan dimakan" Ucap Zia, kesel dengar jawaban Riska.
"Iyaaaa, tapi kan sama-sama masuk mulut Zi" Lagi-lagi Riska menjawab sambil terkekeh.
Tidak lama kemudian terdengarlah suara adzan sholat dhuhur berkumandang Riska dan Zia bergegas menuju musholla sekolah. Saat berjalan di lorong sekolah Riska melihat Eka dan Reza sudah berjalan jauh didepan mereka, Riska berharap langkah Reza adalah menuju musholla. Tanpa Riska duga, ternyata memang langkah Reza sedang menuju musholla. Riska tidak mengetahui bahwa Reza sedang belajar untuk merubah dirinya menjadi lebih baik. Riska membulatkan matanya sempurna tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Alhamdulillah ya Allah, Reza mau berubah" Ucap Eka didalam hatinya.
Sambil berjalan di lorong, pelan-pelan Eka juga sambil memberikan nasihat kepada Reza.
" Bro, Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan seburuk-buruk shaf laki-laki adalah yang paling belakang. Sedangkan sebaik-baik shaf bagi perempuan adalah yang paling belakang, dan seburuk-buruk shaf perempuan adalah yang paling depan." Ucap Eka.
"Shaf?? " Tanya Reza.
"Iya, Shaf itu barisan jamaah dalam shalat berjamaah" Jawab Eka.
"Ooooo... Kalau barisan sholat aku tahu Ka" Ucap Reza sambil tersenyum.
Lalu sesampainya di musholla sekolah, mereka berdua mengambil wudhu terlebih dahulu baru mengambil shaf nya. Reza pun mengambil shaf paling depan disamping Eka.
"Ehhh kok belum iqomah si Cunguk udah sholat??? Sholat apa dia?? Ya udah deh ikutin aja" Ucap Reza sambil mengikuti apa yang dilakukan Eka sambil matanya sedikit melirik ke Eka karena khawatir salah jumlah rakaatnya.
Setelah itu tidak lama terdengar suara iqomah. Iqomah yaitu panggilan atau seruan agar para jamaah segera berdiri untuk memulai sholat berjamaah. Secara umum, iqomah ditujukan untuk mereka yang sudah berada di dalam masjid atau musholla.
Setelau selesai melaksanaan sholat dhuhur berjamaah, setelah salam Reza melihat ke arah Eka. Eka sedang menengadahkan kedua tangannya.
"Khusyu sekali dia" Ucap Reza didalam hatinya.
Setelah selesai berdoa. Reza langsung beranjak untuk memakai sepatunya, saat ia melihat ke samping ia tidak melihat sosok Eka. Lalu Reza mencari-cari ke dalam musholla.
"Ehhh kemana tuh Cunguk satu"
__ADS_1
"Haaaaa???? Sholat???? Sholat apa lagi???? " Ucap Reza didalam hatinya sambil mengkerut kan keningnya. Lalu Reza memilih untuk segera memakai sepatunya sambil menunggu Eka selesai. Setelah Eka selesai, mereka berdua lalu bergegas menyusul Ardi dan Rais yang sudah ada di kantin.
"Waaahhh cerah nih wajahnya yang udah sholat" Ucap Ardi.
"Buruan sholat bro.. " Ucap Reza.
"Entar deh nanggung beresin makan. Batagor dulu, kan enak kalau perut kenyang, jadi nga bunyi nih perut pas waktu sholat, hehehe" Jawab Ardi.
Lalu Ardi dan Rais setelah menghabiskan batagor dan es tehnya, mereka lanjut melaksanakan sholat dhuhur. Reza dan Eka memilih untuk memesan makanan di kantin. Eka memesan mie ayam dan air mineral, sedangkan Reza memesan bakso dan juice melon. Ketika sedang makan, Reza pun sambil menanyakan sesuatu kepada Eka.
"Ka.... Tadi kan belum iqomah, tapi kok kamu udah sholat duluan sih? " Tanya Reza penasaran.
"Hahahahah... Za... Za itu namanya sholat tahiyatul masjid" Jawab Eka.
"Tahiyatul masjid?? " Tanya Reza lagi karena belum paham.
"Iya, tahiyatul masjid dapat diartikan sebagai sholat sunnah dalam rangka menghormati masjid. Sementara secara terminologi artinya, sholat sunnah yang dilakukan saat seseorang memasuki masjid dan hendak berdiam diri di dalamnya" Jawab Eka.
"Jumlahnya empat rakaat ya? " Tanya Reza.
" Dua rakaat Za" Jawab Eka.
"Laaah tadi aku perhatiin empat rakaat" Ucap Reza.
"Kamu merhatiin kapan? Bukannya tadi kamu juga ikutan sholat? Terus tadi kamu sholat apa? " Eka nanya balik ke Reza.
"Ya aku kan lihat dari mata samping. Nga tahu aku juga sholat apa tadi, liat kamu sholat ya aku ikutan sholat, karena aku pikir tadi sholat dhuhur ehhhh taunya pas iqomah aku baru ngeuh itu bukan sholat dhuhur ya, hehehe" Jawab Reza sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Za setelah sholat tahiyatul masjid, tadi aku Sholat qobliyah dhuhur, itu sholat sunnah yang dikerjakan sebanyak dua atau empat rakaat sebelum sholat fardu dhuhur"
" Setelah sholat dhuhur tadi itu aku sholat badiyah dhuhur"
" Keutamaan sholat sunnah qobliyah dan badiyah adalah dijauhkan dari api neraka, sebagaimana hadis riwayat Imam At-Tirmidzi 'Barang siapa saja yang menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah mengharamkannya atas siksa neraka" Jawab Eka.
"Oooo... Entar ajarin ya Ka"
"Tapi jadi lama ya sholatnya, entar keburu cape nih kaki" Ucap Reza semangat mendapat ilmu baru dari sahabatnya.
"Lebih baik lama dan cape tapi berpahala Za"
" Pahala itu ganjaran untuk hamba Allah yang mengerjakan amalan shaleh dan perkara-perkara yang makruf. Pahala sendiri beriringan dengan amal baik seseorang. Seorang hamba yang melakukan amal sholeh yang diajarkan dalam Al Quran dan hadist, mendapat balasan baik atau pahala dari Allah" Ucap Eka.
"Iyaaa tenang aja yang penting semangat ya untuk belajar. Sekarang mah sholat lima waktu on time aja dulu. Gimana tadi sholat subuhnya, on time kan bro? " Tanya Eka.
" Emmmm... Alhamdulillah" Jawab Reza sambil menggaruk keningnya.
"Alhamdulillah ikut senang kalau punya sohib kayak gini" Ucap Eka.
" Emmm.....Alhamdulillah tadi sholat subuhnya, jam 05.30" Jawab Reza sambil tersenyum kecil.
"Zaaaaa... Jangan diulangi lagi ya, nanti jadi kebiasaan" Ucap Eka.
"Iya... Iya janji... Mudah-mudahan bisa ya" Jawab Reza sambil menyengir.
"Bismillah... Harus bisa" Ucap Eka.
Lalu setelah menghabiskan makanan dan minumannya, Eka kembali menuju kelasnya, sedangkan Reza harus segera menuju ke ruang guru karena harus mendampingi Riska dan Zia untuk latihan soal-soal matematika.
Setelah selesai sholat dhuhur Riska dan Zia memilih langsung bertemu dengan Ibu Ros di Ruang Guru. Riska dan Zia memang sama-sama jago matematika, tetapi cara Riska menghitung dan menemukan jawaban matematika lebih cepat sepersekian detik dari Zia. Reza yang sedari pagi diminta Ibu Ros untuk mendampingi Riska dan Zia tentu tidak bisa menolak tugas tersebut, walaupun jika ditanya ia untuk sementara malas untuk bertemu dulu dengan Riska. Hati masih terasa sakit, menyisakan luka-luka irisan tetapi perasaan tidak sejalan dengan hatinya yang selalu ingin berjumpa dengan Riska.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Terima Kasih sudah mampir, tidak mudah untuk menyelesaikan tiap bab, untuk itu biar ada booster jangan lupa untuk like, komen, hadiah dan vote. Nya ya.