
Jika di rumah Riska, Riska dan keluarga sedang merasakan kebahagiaan karena kakaknya yang bernama Rina telah dilamar pujaan hatinya. Lain lagi di rumah Reza. Reza sedang menunggu kedatangannya sahabatnya yang bernama Eka. Eka berjanji akan datang selepas ia mengajar ngaji di Taman Pendidikan Qur'an di komplek rumahnya.
Setelah berjanji dengan dirinya sendiri untuk bisa sholat lima waktu tepat pada waktunya, hari ini adalah hari ke enam Reza sudah menjalani janji pada dirinya sendiri untuk tidak ujub dan sholat tepat pada waktunya. Alhamdulillah Reza bersyukur bisa menepati janji pada dirinya sendiri untuk tidak ujub dan sholat tepat pada waktunya, kecuali sholat subuh.
Untuk sholat subuh, Reza masih seperti biasanya sulit bangun sebelum waktu sholat tiba. Padahal alarm sudah disetel, niat juga sudah diucapkan tetapi lagi-lagi selalu terlewatkan untuk bisa on time. Tetapi Reza belum menyerah, ia menceritakan semua kepada sahabatnya Eka, perihal kesulitannya untuk bangun sebelum waktu sholat subuh tiba. Akhirnya Reza meminta Eka untuk menginap di rumahnya selama seminggu.
Sholat Subuh mempunyai banyak keutamaan. Ini antara lain karena sholat Subuh termasuk dua di antara sholat yang berat dilakukan, di samping sholat Isya.
Sholat Subuh itu lebih dari dunia dan seisinya. Dalam hadits Muslim, “Dua rakaat sholat sunah Fajar lebih baik dari dunia dan seluruh isinya.” Sholat Subuh secara berjamaah akan menjadi cahaya yang sempurna bagi orang-orang mukmin di Hari Kiamat Kelak. Rasulullah dalam sabdanya, mengatakan, “Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid ialah memperoleh cahaya sempurna di Hari Kiamat.” Hal ini lah yang membuat Reza tidak mau menyerah untuk bisa melawan dirinya agar bisa melaksanakan sholat subuh tepat pada waktunya.
Eka juga ketika diminta Reza menginap di rumahnya, harus meminta ijin terlebih dahulu kepada Ayah dan Ibunya. Awalnya Reza meminta Eka menginap sampai Reza bisa sholat subuh tepat pada waktunya, tetapi Eka keberatan. Akhirnya disepakati bahwa Eka hanya akan seminggu menginap di rumahnya Reza.
Eka meminta ijin terlebih dahulu kepada Ayah dan Ibunya dengan mengatakan alasan yang sebenarnya. Tentu saja mendengar penuturan Eka, Ayah dan Ibu Eka memberikan ijinnya, karena Eka menginap di rumah Reza dengan tujuan yang baik.
Tibalah Eka dengan mengendarai sepeda motor maticnya. Reza yang sudah menunggunya dari tadi segera membukakan pintu pagar supaya Eka bisa masuk. Lalu masuklah mereka ke dalam. Ayah Dimas dan Ibu Kania juga sudah mengetahui bahwa Eka akan menginap, tetapi Reza tidak mengatakan yang sebenarnya tujuan Eka menginap. Reza hanya mengatakan bahwa Eka menginap karena ada tugas yang harus mereka selesaikan bersama.
Eka lalu menghampiri dan salim kepada Ayah Dimas yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke hotel miliknya bersama Ibu Kania, dan kepada Ibu Kania, Eka hanya menangkup kan kedua tangannya didepan dada dan menganggukkan kepala. Lalu Eka diarahkan Reza ke kamar tamu yang letaknya tidak jauh dari kamar Reza. Setelah Eka menyimpan tasnya yang berisi pakaian dan buku-buku sekolahnya,karena nanti selama beberapa hari Eka akan berangkat sekolah dari rumah Reza. Reza lalu mengajak Eka untuk makan siang. Menu makan siang hari ini adalah
Ayam goreng, Orek tempe pedas manis dan sayur bayam sudah tersaji di meja makan. Eka sudah tidak sabar untuk menikmatinya, karena memang tadi ia setelah selesai mengajar ngaji langsung berangkat ke rumah Reza, sehingga ia belum sempat mengisi perutnya.
"Ayoo Ka kita makan" Ajak Reza.
"Hmmm harumnya, Bi Iyoy pinter masak juga ya" Ucap Eka sambil mengendus-endus wangi masakan.
"Udah buruan makan, ntar tuh cacing diperut teriak-teriak kelaparan lagi" Ucap Reza.
"Enak aja... Emang aku keliatan seperti anak cacingan apa? " Jawab Eka.
Eka pun lalu mengambil setiap hidangan yang ada di meja makan ke dalam piringnya, saat Eka hendak berdoa terlebih dahulu, Eka melihat Reza langsung memakan makanannya tanpa berdoa terlebih dahulu.
"Woyyy mau makan tuh berdoa dulu kenapa, maen masukin ke mulut aje" Ucap Eka sambil menahan tangan Reza yang sudah siap memasukan sendoknya ke dalam mulut. Kemudian Reza pun menengok ke arah Eka. Rasa-rasanya Reza teringat, ini kedua kalinya Reza ditegur karena makan tanpa berdoa terlebih dahulu. Pertama kali, yaitu ketika sedang Lomba Mading. Reza ditegur oleh Riska karena makan Lemper tanpa berdoa terlebih dahulu.
"Kenapa sih mau makan aja harus berdoa dulu, ribet amet"
"Dulu waktu lomba Riska yang negur aku gara-gara cuma makan lemper ayam doang kaga doa, ehhh sekarang kamu Ka! Nasib... Nasib... " Ucap Reza.
__ADS_1
"Ehhhh...tau nga Za, berdoa sebelum makan dalam Islam merupakan salah satu adab yang harus dilakukan seorang muslim selain menggunakan tangan kanan. Tujuan berdoa tidak lain agar setiap makanan dan minuman yang dimakan bisa menjadi kekuatan dan keberkahan untuk beribadah kepada Allah"
"Makanan adalah rezeki dari Allah yang perlu disyukuri. Oleh karenanya, sebelum menyantap makanan, seorang muslim wajib membaca doa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon perlindungan dari Allah agar terhindar dari godaan setan" Ucap Eka menjelaskan kepada Reza.
"Terus... Nanti kalau selesai makan berdoa juga??" Tanya Reza.
"Iyaaa dong harus" Jawab Eka.
"Nga cuma ma makan sama selesai makan saja yang harus berdoa, banyak Za, mau tidur dan bangun tidur, mau keluar dan masuk ke dalam rumah, mau naik kendaraan, masih banyak lah Za" Ucap Eka.
"Banyak banget yaaa... Kalau nga hafal semua gimana? " Tanya Reza.
"Nanti juga kalau lama-lama jadi terbiasa kok, pelan-pelan aja dulu" Jawab Eka.
"Pantes aku suka dengar, Riska sering kali ngucapin Bismillah" Ucap Reza.
" Iya Za, dengan mengucapkan bismillah, seseorang senantiasa mengagungkan Allah di tiap tindakannya. Bismillahirrahmanirrahim diucapkan sebagai bentuk pengakuan bahwa Allah merupakan sang penguasa alam semesta yang agung" Jawab Eka.
"Oh ya, mumpung aku disini, nanti kita sholat di masjid saja ya, biar kamu juga belajar terbiasa sholat di masjid terus nanti kita murojaah, gimana?? " Ajak Eka.
"Sekali-kali sholat di rumah tapi boleh kan ya? " Tanya Reza.
"Ya Boleh jika ada udzur, kalaupun mau di rumah sebaiknya dilakukan berjamaah dengan orang-orang yang ada di rumah"
" Ada haditsnya nih, Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Yang artinya Sholat seorang laki-laki dengan berjama'ah akan dilipat-gandakan dua puluh lima kali lipat daripada sholat yang dilakukan di rumah dan di pasarnya"
"Seseorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah. Jadi gimana Za masih mikir lagi mau sholat di rumah saja? Sedangkan jika kita sholat di masjid jauh lebih besar pahalanya? " Ucap Eka.
"Udzur? " Tanya Reza.
" Iya, Udzur itu adalah istilah yang menggambarkan berbagai halangan yang menyebabkan seorang muslim diberi keringanan dalam menunaikan ibadah wajibnya. Udzur adalah keringanan yang dapat berupa banyak hal dalam ibadah sehari-hari, namun umumnya lebih sering dikaitkan dengan shalat" Jawab Eka yang tidak pernah bosan menjawab pertanyaan dari Reza.
Bi Iyoy yang sedang membersihkan dapur, ikut senang mendengar pembicaraan antara Reza dan Eka. Bi Iyoy ikut bersyukur Reza mempunyai sahabat seperti Eka, dan mau belajar dengan Eka.
Setelah selesai makan, mereka masih melanjutkan obrolannya, karena banyak sekali hal yang ingin Reza ketahui dan pelajari, mumpung sahabatnya Eka sedang menginap di rumahnya.
__ADS_1
Akhirnya mulai hari ini, Reza shalat di masjid bersama dengan Eka. Reza juga mulai mencoba untuk melaksanakan sholat sunnah yang sebelumnya hampir tidak pernah ia kerjakan.
Baju koko yang sudah lama tidak terpakai, akhirnya terpakai lagi. Biasanya Reza hanya menggunakan baju koko saat sholat Idul Fitri, Sholat Idul Adha, dan acara-acara keagamaan di sekolah. Untuk sholat di rumah biasanya Reza hanya mengenakan kaos yang dipakainya dan celana panjang, atau jika sedang mengenakan celana pendek ia mengenakan sarung. Reza yang sudah pada dasarnya ganteng, menggunakan koko dan sarung nambah kelihatan gantengnya. Eka sempat menasehati Reza ketika akan berangkat ke masjid hanya mengenakan kaos dan celana panjang saja.
"Cuyy mau ke mall atau mau ke masjid? "
"Santai benar bajunya" Tanya Eka.
"Lahhh kok nanya?? Kan kita mau ke masjid bareng" Jawab Reza.
"Emang nga punya baju koko? " Tanya Eka.
"Ada siiih... Tapi nanggung biar sekalian kotor nih baju" Ucap Reza.
"Za...ini perintah Allah untuk mengenakan pakaian yang terbaik saat memasuki masjid untuk menyiapkan diri agar khusyuk dalam shalat. Sungguh masuk akal saat Allah meminta kita untuk mengenakan pakaian yang bersih dan indah saat masuk ke masjid"
"Termasuk di antara penyempurna shalat adalah memakai pakaian terbaik, bukan “asal pakaian"
"Ganti sana sama baju koko" Ucap Eka.
"Iya... Iya.. Ustadz bawelll" Jawab Reza sambil menuju kamarnya kembali untuk mengganti pakaiannya. kemudian Reza pun keluar kamar dengan sudah mengenakan baju koko berwarna putih dan sarung.
"Gituuuu donk" Ucap Eka, sambil mengacungkan jempolnya.
Eka pun ternyata membawakan Reza hadiah yang berisi Baju Koko berwarna merah marun dan bawahannya dengan tujuan supaya Reza lebih giat lagi ibadahnya. Hadiah tersebut akan ia berikan kepada Reza nanti setelah pulang dari masjid.
Sahabat yang baik akan mengingatkan kita kepada Allah, mendengarkan perkataannya menambah ilmu agama, melihat gerak-geriknya mengingatkan kita pada kematian.
Bahkan Imam Syafi’i berkata:“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”
Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Sahabat yang saleh akan selalu membenarkan dan menasehati kita apabila salah. Inilah sahabat yang sesungguhnya, bukan hanya sahabat saat bersenang-senang saja atau sahabat yang memuji karena basa-basi saja.
☀☀☀
Jangan lupa Like, komen, hadiah dan votenya ya. Dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author menulis. Terima Kasih
__ADS_1