
Pesawat pun mendarat dengan sempurna. Setelah pesawat mendarat, penumpang keluar dari pesawat sesuai arahan dari pramugari. Penumpang perlu menunggu hingga pesawat berhenti sepenuhnya dan pramugari memberi izin untuk keluar, setelah itu penumpang diarahkan untuk mengambil bagasi.
Setelah Bima mengambil koper hitamnya, Bima keluar dari bandara dengan menaiki taksi yang memang sudah tersedia di bandara untuk menuju rumahnya. Di rumah Mama Bima yang bernama Mama Sekar sudah menunggu kedatangan anak pertamanya ini. Mama Sekar sudah menyiapkan ketoprak dan es jeruk kesukaan Bima, pastinya selama ngekost di Yogjakarta Bima sangat merindukan masakan Mamanya. Mama Sekar sangat suka sekali memasak, di keluarga besar Mama Sekar semua anak perempuannya pandai memasak semua.
Tibalah taksi yang membawa Bima memasuki halaman rumah Bima yang cukup luas dan Mama Sekar sudah menyambut Bima di teras rumah dengan senyuman terindahnya.
"Assalamu'alaikum Mama" Ucap Bima sambil menciun punggung tangan Mamanya dengan takzim.
"Wa'alaikumussalam.. " Jawab Mama Sekar, lalu memeluk tubuh anaknya tersebut dengan erat untuk menghilangkan rasa rindunya dan mencium pucuk kepala Bima.
"Ahhhh Mama kangen sama kamu" Ucap Mama Sekar tidak mau melepas pelukannya.
" Maaa... Bima sesak niih ga bisa nafas" Ucap Bima, karena Mamanya lama sekali memeluk dirinya.
"Kamu niih Mama kangen banget sama kamu tauu" Ucap Mamanya.
"Kangen sih kangen tapi jangan kenceng banget meluknya nanti kan kalau sampai nga bisa nafas Bima nga jadi nikah Ma" Jawab Bima asal.
"Nikah??? Siapa yang mau nikah? " Tanya Mama Sekar.
"Hahahahah.... Bima mau lah mah nikah tapi ya nga sekarang" Jawab Bima.
"Kamu niih ah.. Oh iya kamu masih sama Tasya Bim?" Tanya Mama Sekar.
"Alhamdulillah masih Ma, nanti juga aku mau jemput dia ke sekolah annya" Jawab Bima.
"Yaaaahhh baru datang sebentar sudah mau berangkat lagi? Makan dulu, Mama sudah siapkan ketoprak dan Es Jeruk" Ucap Mama.
"Siap Mamaku yang paling cantik seantero dunia" Jawab Bima sambil membungkukan badannya.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah, Bima ijin ke Mama Sekar untuk ke kamar terlebih dahulu untuk menyimpan koper dan tas gendongnya.Setelah menyimpan tas gendong dan koper hitamnya, Bima menemui Mamanya lagi untuk menikmati ketoprak dan es jeruk yang sudah Mamanya siapkan untuk menyambut kedatangan Bima. Bima berbincang-bincang dengan Mamanya sampai dengan waktu dhuhur. Setelah selesai sholat dhuhur dan Bima mandi sebentar untuk menyegarkan tubuhnya dan berganti pakaian, masih dengan menggunakan kaos berwarna biru dongker dan celana jeans serta sepatu kets, Bima bersiap untuk memberika kejutan kepada kekasih hatinya, ya kekasih hati Bima adalah Tasya. Tasya sama sekali tidak tahu bahwa Bima akan datang untuk menjemputnya ke sekolah, karena setelah itu Bima ingin mengajak Tasya makan berdua di rumah makan favorit mereka berdua dari awal bertemu dulu.
Bima berpamitan dulu kepada Mama Sekar.
"Bima ijin dulu ya Ma, mau ke sekolahan Tasya" Ucap Bima sambil mencium punggung tangan Mama Sekar.
"Iya hati-hati ya Bima, ingat jangan macam-macam sama anak orang" Pesan Mama Sekar.
"Tenang Ma, nga akan macam-macam kok, paling satu macam saja, hahahaha" Bima menjawab pertanyaan Mama Sekar sambil tertawa.
"Tidak ada satu macam juga, kalau nga nanti nama kamu Mama coret dari Kartu Keluarga" Ucap Mama.
"Kan cuma dicoret ini, pakai pensil lagi, bisa dihapus dong Ma, hahahaha" Jawab Bima sambil menggoda Mamanya.
"Kamu niih" Ucap Mamanya.
"Udah ya Ma, nanti khawatir telat jemput. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" Jawab Mama Sekar.
Mama Sekar sebenarnya kurang menyukai Tasya, tapi tidak mungkin Mama Sekar mengatakannya kepada Bima, karena Mama Sekar mengetahui bahwa Tasya adalah gadis yang senang nongkrong dari kafe ke kafe bersama teman-temannya hingga larut malam. Tapi Mama Sekar berharap dengan adanya Bima bisa merubah Tasya menjadi gadis yang lebih baik lagi.
Keluarlah kendaraan sedan berwarna abu-abu metalik dari halaman rumahnya, Bima memilih untuk mampir ke toko bunga terlebih dahulu, sudah lama ia tidak membawakan Tasya bunga. Bima mampir ke Toko Bunga 'Dahlia Florist' dan membeli sebuket bunga yang berisi bunga mawar, baby breath, lili. Siapa yang tidak suka dengan bunga mawar, pohonnya berduri, bunganya berbau wangi dan berwarna indah, terdiri atas daun bunga yang bersusun, meliputi ratusan jenis, tumbuh tegak atau memanjat, batangnya berduri, bunganya beraneka warna, seperti merah, putih, merah jambu, merah tua, dan berbau harum.
Bunga Baby breath atau nafas bayi ini kerap dimaknai sebagai lembaran baru. Harapan baru serta cinta kasih. Bunga ini dapat didefinisikan sebagai nafas bayi. Nafas bayi dapat berarti sebuah kepolosan, kesucian hingga putih bersih.
__ADS_1
Sedangkan Bunga Lili, secara umum, bunga ini melambangkan kemurnian, ketulusan, dan kesuburan. Bunga lily memiliki pesona yang manis dan lugu. Sehingga seringkali dihubungkan dengan kehidupan dan kelahiran. Bunga lily memiliki tampilan yang cantik dengan kelopak bunga yang memanjang, lebar, dan tipis serta memiliki putik yang menonjol. Bunga ini cukup populer dan mudah dijumpai karena banyak tumbuh di dataran Eropa hingga Asia, termasuk Indonesia.
Ketiga bunga tersebut adalah bunga kesayangan Tasya. Tentu Bima sudah hafal diluar kepala, karena setiap kali Bima akan menemui Tasya, pasti Bima akan membawa buket bunga yang berisi bunga mawar, bunga breath baby dan bunga lili. Untuk bunga mawar, Tasya lebih suka bunga mawar berwarna merah muda atau pink. Bunga Mawar Pink memiliki arti sebagai ucapan rasa syukur, berkah, dan kebahagiaan, mawar pink dapat kita berikan pada orang yang kita kagumi. Bisa kepada keluarga, ibu, atau teman dan pasangan sebagai simbol rasa kagum kepada mereka.
Mawar berwarna merah muda punya arti yang sangat istimewa, yaitu melambangkan sifat manis, penghargaan, apresiasi, kebahagiaan, kefemininan, kekaguman, kelembutan dan rasa terima kasih. Bagaimana Tasya tidak bisa tidak jatuh hati kepada Bima yang mempunyai sifat romantis.
Mmerlukan hampir 40 menit perjalanan dari rumah Bima untuk menuju sekolah Tasya, beruntung saat sampai disekolah, bel sekolah belum berbunyi. Bima memilih untuk menunggu Tasya di dalam mobil, sambil mengecek handphonenya berkirim pesan dengan sepupunya Bagas yang diamanatkan memegang toko selama Bima keluar kota. Tidak lama kemudian terdengar suara bel sekolah berbunyi sebanyak tiga kali, ini menandakan bahwa pelajaran telah usai. Bima pun memilih untuk menunggu Tasya didepan mobilnya, khawatir Bima tidak melihat Tasya saat melewati parkiran, karena memang Bima tidak mengabari Tasya akan menjemputnya ke sekolah hari ini.
Tasya yang pada saat pulang sekolah langsung mendatangi Reza ke kelasnya dengan maksud meminta maaf untuk kejadian tadi pagi, karena telah merusak barang-barang hiasan dekor lomba dan sekalian minta diantar pulang ke rumah. Tasya jalan sambil merangkul lengan Reza, yang dirangkulnya hanya bersikap dingin karena masih kecewa dengan peristiwa tadi pagi. Dibelakang Reza ada sahabat-sahabatnya Reza, yaitu Ardi, Rais dan Eka. Tiba-tiba saat diparkiran ada yang memanggil nama Tasya sontak Tasya pun menengok ke arah dimana namanya dipanggil. Begitupun dengan Reza, kepalanya pun ikut menengok untuk memastikan siapa yang memanggil Tasya.
"Tasyaaaaaa.... " Panggil Bima.
Tasya pun menengok dan kaget tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, sosok pria yang ia rindukan tiba-tiba ada didepan matanya. Sontak Tasya sempat diam mematung sejenak untuk meyakinkan dirinya bahwa yang dilihatnya adalah benar Bima.
"Ka Bima???? " Ucap Tasya dalam hati sambil mengkerut kan keningnya karena binggung, karena tidak mengira Bima akan datang menjemputnya.
"Surpriseeeee" Ucap Bima dengan senyum yang lebar.
"Ka Bima????? Ahhhhh bener Ka Bima" Tasya sontak berteriak senang, rasa bahagia yang membuncah sekian lama tidak berjumpa, langsung Tasya melepas rangkulan tangannya dan bergegas mendekati Bima dan langsung memeluk Bima erat. Bima pun mengulurkan kedua tangannya untuk menyambut Tasya ke dalam pelukannya. Walaupun tadi Bima melihat Tasya sedang merangkul lengan Reza, tapi Bima sama sekali tidak menaruh curiga dengan Tasya, karena yang Bima tahu memang Tasya manja anaknya jadi ia biasa merangkul lengan siapapun, walaupun sebenarnya Bima tidak suka dengan sikap Tasya yang suka merangkul lengan siapapun dan pernah menegur Tasya untuk sikapnya itu. Tapi Bima tidak mau merusak kejutannya hari ini, jadi ia membiarkan saja hal itu tanpa mau bertanya yang sebenarnya dengan Tasya.
"Ka Bimaaaaaa..... Tasya kangen" Ucap Tasya sambil memeluk Bima erat.
"Ka Bima juga kangen berat sama Tasya" Jawab Bima sambil mengeratkan tangannya memeluk Tasya.
"DEEEEEGGGHH"
Reza merasa sesak didadanya, menyaksikan live show antara Tasya yang memeluk Bima dan mengatakan 'kangen' kepada Bima , Reza bisa melihat jelas raut wajah bahagia Tasya saat melihat Bima.
"Bima???? "
"Apa ini pacarnya Tasya?? " Ucap Reza didalam hatinya.
Ketiga sahabat Reza pun, yaitu Eka Ardi dan Rais ikut terkejut menyaksikan Tasya yang berlari ke arah lelaki yang terlihat lebih dewasa dan langsung memeluk lelaki tersebut. Ketiganya sampai membuka mulutnya hingga mengangga saking terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Laaaaahhh ini kan cowo yang waktu itu aku liat berdua sama Tasya di malioboro"
"Apa dia pacarnya Tasya ya?? Terus Reza????" Ucap Ardi berdialog dengan dirinya sendiri.
"Sudah ya pelukannya, malu disekolah, nanti Tasya ditegur guru loh" Ejek Bima sambil mencolek hidung Tasya yang mancung.
"Ihhh Ka Bima, biarin aja, kepo aja gurunya ga tau orang kangen apa" Ucap Tasya tidak mau melepaskan pelukannya dari Bima.
"Oh iya, tadi kamu sama siapa Tasya, kok jalannya sama cowo semua, mesra lagi" Tanya Bima sambil tersenyum.
"DEEEEGGGHHH.... "
Jantung Tasya langsung berdetak cepat, Tasya lupa kalau tadi ia sedang bersama Reza dan sahabat-sahabatnya. Saking senangnya melihat Bima yang datang tanpa berkirim kabar terlebih dahulu, membuat Tasya spontan berjalan cepat mendekati dan memeluk Bima dengan erat.
"Hmmm... Itu Tasya lagi mau pulang bareng sama teman-teman Ka, tadi sih ada Yane, tapi Yane sudah pulang duluan " Jawab Tasya berbohong.
"Oooh ya sudah, kita pamit dulu sama teman-temanmu ya" Ucap Bima. Tasya pun menurut saja mengikuti Bima, walaupun hatinya gelisah harap-harap cemas, karena sudah melihat wajah Reza yang menunjukan wajah tidak bersahabat.
"Maaf dengan siapa saja ya ini? Saya Bima, pacarnya Tasya" Tanya Bima kepada Reza, Rais, Eka dan Ardi sambil mengulurkan tangannya untuk mengajak mereka bersalaman.
"DEEEGGGHH"
__ADS_1
"Pacarrrr???? "
"Apa katanya tadi??? "
"Pacar???? "
"Terus akuuu??? "
Pikiran Reza penuh dengan pertanyaan. Bagai tersambar petir di siang bolong,tapi Reza masih bisa mengendalikan amarahnya, karena Reza berfikir ini pasti letak kesalahannya ada di Tasya. Reza langsung memasang wajah tidak bersahabatnya kepada Tasya. Lalu mereka pun bersalaman.
"Reza"
"Ardi"
"Rais"
"Eka"
"Ok, semuanya kami berdua pamit duluan ya" Pamit Bima kepada Reza dan sahabat-sahabatnya. Kemudian Bima membukakan pintu penumpang untuk Tasya dan menutupnya kembali ketika Tasya sudah masuk ke dalam mobil. Lalu Bima pun masuk ke dalam mobil,sebelum Bima melajukan mobilnya Bima mengambil buket bunga yang sudah dibelinya tadi kepada Tasya yang ia simpan di bangku belakang.
"Special For You My Love" Ucap Bima sambil menyerahkan buket bunga.
"Ahhhhh Ka Bima, thank you honey" Jawab Tasya yang merasa senang dan berbunga-bunga karena diberikan buket bunga oleh Bima.
"You're welcome my sweety" Ucap Bima lagi. Lalu Bima pun melajukan mobilnya keluar dari parkiran sekolah menuju ke rumah makan favorit mereka berdua dari jaman awal pacaran dulu.
"Oooh iya... Iya" Hanya Eka yang menjawab pada saat Bima berpamitan. Sambil setelahnya Eka memandang wajah Reza yang memerah karena menahan amarah. Tapi untuk saat ini Eka tidak berani berbicara apapun kepada Reza.
"Za... Itu dia cowo yang waktu itu aku bilang berdua dengan Tasya di malioboro" Ucap Ardi.
"Oooh... " Jawab Reza simpel. Reza sudah tidak bisa berfikir apa-apa lagi. Walaupun faktanya Reza tidak merasakan debaran apa-apa selama menjadi pacarnya Tasya, tetapi bagaimanapun juga Tasya sudah mengisi hari-harinya selama beberapa bulan ini dan tentunya membekas di hati Reza.
Reza memilih untuk langsung masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumah. Dan kebetulan sekali saat Reza sedang mengemudi salah satu radio kesayangannya sedang memutar lagu dari salah satu artis ibukota, yaitu 'Judika' dengan lagunya yang hits 'Aku Yang Tersakiti'. Sang penyiar radio seperti yang mengetahui suasana hati Reza saat ini, lantas Reza mengencangkan volume radionya untuk bisa mendengarkan lagu tersebut dengan jelas.
Pernahkah kau merasa Jarak antara kita? Kini semakin terasa Setelah kau kenal dia
Aku tiada percaya Teganya kau putuskan Indahnya cinta kita Yang tak ingin kuakhiri
Kau pergi Tinggalkanku
Tak pernahkah kau sadari? Akulah yang kau sakiti Engkau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh, Tuhan, tolonglah aku Hapuskan rasa cintaku Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia
Memang takkan mudah Bagiku 'tuk lupakan segalanya Aku pergi untuk dia
Tak pernahkah kau sadari? Akulah yang kau sakiti Kau pergi dengan janjimu yang telah kau ingkari
Oh, Tuhan, tolonglah aku Hapuskan rasa cintaku Aku pun ingin bahagia (walau tak) walau tak bersama dia.
Oh, Tuhan, tolonglah aku Hapuskan rasa cintaku Aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia.
Memang titik percintaan yang paling tinggi adalah ikhlas. Ikhlas melihat dia bahagia dengan yang lain. Walau hati harus berkorban dan merasakan perih dan sesak didada.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya, Terima kasih.