
Patah hati adalah metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.
Tak pelak, saat sedang patah hati orang bisa mengalami rasa tidak nyaman seperti sesak napas, sakit dada, dan tidak enak badan. Di beberapa kasus yang parah, patah hati juga bisa menyebabkan perubahan nafsu makan seperti akan berlebihan atau tidak nafsu makan, perubahan berat badan drastis, sakit kepala, sampai sakit perut akut.
Begitu pun dengan Reza, ditolak cintanya oleh Riska langsung membuatnya merasa menjadi orang yang paling menderita seantero dunia. Bahkan saat satu persatu teman-temannya turun Reza hanya menganggukan kepalanya saja, begitupun saat Eka mau turun.
"Bro... Aku turun dulu ya, Terima kasih udah dianterin sampai rumah"
"Sabar ya bro.... " Ucap Eka, entah kenapa Eka pingin mengucapkan kata tersebut.
Reza hanya menatap Eka malas tanpa niat menjawabnya. Setelah Eka turun Reza melakukan kembali mobilnya menuju rumahnya.
"Apa dia bilang tadi???? "
"Sabarrrr??? "
"Gampang ngomong doang mah, coba dia ngerasain yang aku rasain, masih bisa nga bilang sabar" Ucap Reza berbicara pada dirinya sendiri. Tidak terasa sampailah mobil yang Reza kemudikan di depan rumahnya, kemudian Bi Iyoy membukakan pintu pagar untuk tuan mudanya masuk. Ibu Kania melihat putra bungsunya yang datang langsung bergegas ke teras rumah untuk menyambut kedatangan putra bungsunya tersebut. Menyambut dengan senyuman khasnya.
"Haiii sayangkuuuu sudah pulang??"
'Gimana acara di Villanya?? Seru?? " Tanya Ibunya Reza yang bernama Ibu Kania.
"Biasa aja, Bu... Reza ke kamar dulu ya" Jawab Reza ringkas dengan raut wajah yang datar.
"Ehhh kenapa anak kesayangan Ibu, kok pulang-pulang wajahnya kayak kanebo kering? " Tanya Ibu Kania sambil mengkerutkan keningnya.
"Nga apa-apa Bu, Reza cuma cape aja" Jawab Reza.
Lalu setelah masuk ke dalam rumah, Reza langsung menuju ke kamarnya. Berniat untuk membersihkan dirinya terlebih dan mengganti pakaiannya.
Setelah bersih dan berganti pakaian, Reza duduk di bangku dekat jendela sambil memandang keluar jendela dan entah pikirannya menerawang kemana. Kemudian terdengar suara pintu diketuk dan suara Ibu Kania didepan pintu kamarnya.
"Tok.. Tok... Tok"
"Za..... Boleh Ibu masuk? " Tanya Ibu Kania.
Sebagai seorang ibu, feeling Ibu Kania merasakan ada hal yang tidak beres dengan Reza. Jalinan emosi antara ibu dan anak sangatlah luar biasa. Ikatan batin antara ibu dan anak memang sangat kuat dan tiada batasnya. Ibu Kania memiliki tugas untuk merawat anak anaknya, sebagian besar waktunya seringkali dihabiskan untuk selalu mendampingi anaknya. Tidak heran jika tercipta sebuah ikatan batin yang sangat kuat antara ibu dan anak. Seperti saat ini yang terjadi dengan Reza.
Reza lalu membukakan pintu untuk Ibunya supaya bisa masuk.
"Masuk aja Bu, orang nga dikunci juga" Jawab Reza.
"Oh iya ini Ibu bawakan pastel sama es jeruk, Ibu sengaja bikin, ehhh kamunya nga turun-turun ke bawah ya sudah Ibu bawakan saja ke sini" Ucap Ibu Kania.
"Reza cape Bu" Jawab Reza.
"Emmm... Dari kamu datang tadi sampai sekarang, Ibu perhatikan ada yang beda dengan kamu Za? " Tanya Ibu Kania.
__ADS_1
"Beda gimana sih Bu, ini masih Reza yang sama kok Bu? " Jawab Reza tidak mengerti maksud Ibunya apa.
"Ibu perhatikan wajah kamu kusut dan kamu menjadi sedikit pendiam, biasanya kalau habis dari mana-mana cerita panjang sama Ibu. Lahhh kok ini nga ada cerita sama sekali? " Ucap Ibu Kania.
"Emang acaranya biasa-biasa aja kok Bu, nga ada yang spesial" Jawab Reza sambil matanya tetap memandang ke luar jendela. Awalnya Reza enggan bercerita kepada Ibunya, tetapi pada akhirnya ia berfikir untuk mengeluarkan beban yang ada dikepalanya ya ia harus bercerita, dan Ibu Kania memang tipe Ibu yang cocok untuk dijadikan tempat anak-anaknya bercerita. Karena setelah anak-anaknya bercerita, ia tidak pernah membahasnya kembali dengan siapapun kecuali dengan ayahnya Reza saja.
"Bu.... Kenapa sih kalau kita ditolak itu rasanya sakit sekali? " Tanya Reza pelan sambil memandang wajah ibunya.
"Kamu habis ditolak?? "
"Sama siapa??? "
"Terus hubungan Tasya sama Kamu gimana? " Ucap Ibu Kania, karena memang Ibu Kania tidak tahu menahu tentang yang terjadi antara Tasya dan Reza.
"Ibuuuu mah... Bukannya ngejawab pertanyaan Reza, malah balik tanya" Jawab Reza sambil mengusap wajahnya.
"Jawab dulu pertanyaan Ibu, nanti Ibu jawab pertanyaan Reza" Ucap Ibu Kania.
"Tuuuu kan malah pake tawar menawar"
"Tasya sama Reza sudah tidak ada hubungan apa-apa Bu, ceritanya panjang, tapi intinya Tasya ngeduain Reza, nanti kapan-kapan saja ya Bu... Reza ceritanya, sekarang lagu nga mood soalnya" Jawab Reza.
"Laaah terus itu kamu ditolak siapa? " Tanya Ibu Kania.
"Riskaaaaaa Bu" Jawab Reza sambil matanya sedikit berkaca-kaca.
"Riska adiknya teman Ka Resti? " Tanya Ibu Kania.
"Iya Riska yang itu" Jawab Reza.
"Waaahhh kalau sama Riska Ibu setuju Za, bakal kalau besok pas kamu lulus minta ngelamar Riska, Ibu sama Ayah pasti mau ngelamarnya. Siapa coba yang nga mau punya calon menantu kayak Riska. Anaknya terlihat sholehah Za" Ucap Ibu Kania.
"Iyaaa... Ibu sama Ayah mau, tapi Riskanya yang nga mau" Jawab Reza.
"Maksudnya Za? " Tanya Ibu Kania binggung.
"Iyaaa... Riska yang nga mau sama Reza" Jawab Reza, Lagi-lagi matanya nampak berkaca-kaca.
"Wahhh anak Ibu tampan begini ternyata ada yang nolak juga?? " Ucap Ibu Kania.
"Entahlah Bu, kata Riska sih dia nga boleh pacaran sama papa mamanya" Jawab Reza.
"Pada saat ditolak biasanya kita menjadi stres , membuat penolakan menjadi terasa berat. Stres itu memicu respon "melawan atau tinggalkan"
" Jangan nyerah Za, dulu juga Ayahmu berkali-kali menyatakan perasaannya ke Ibu, yang ke enak kali baru Ibu Terima" Ucap Ibu Kania.
"Masaaaa??? " Tanya Reza.
__ADS_1
"Iyaaa.... Makanya Ibu Bilang jangan menyerah, siapa tahu saja memang kamu nga masuk kriterianya Riska, mungkin buat Riska tampan dan cerdas saja nga cukup. Coba kamu cari tahu kriteria idamannya Riska? Ucap Ibu.
" Kenapa Reza nga kepikiran ke sana ya Bu dari awal? " Ucap Reza tiba-tiba sependapat dengan apa yang diucapkan Ibunya.
"Kamu sih nga bilang-bilang sama Ibu kalau suka sama Riska, kan kita bisa tanya-tanya lewat Ka Resti" Ucap Ibu Kania.
"Terus kalau sudah tahu kriteria idamannya Riska gimana Bu? " Tanya Reza tidak mengerti.
"Yaa kamu berubah mungkin saja ada hal di diri kamu yang Riska tidak suka" Jawab Ibu Kania.
"Berat Bu, lagi.... Riska juga kan nga mau pacaran" Jawab Reza.
"Bagus itu.. Berarti Riska maunya langsung nikah nanti setelah lulus" Ucap Ibu Kania.
"Kelamaan Bu, cape nunggunya" Jawab Reza.
"Terserah Reza... Saran Ibu, cari pendamping itu ya yang sholehah, harus jadi figur yang baik, karena ia yang akan mendidik anak-anak kalian kelak"
"Jodoh juga nga akan kemana Za, meskipun begitu, kita tetap dianjurkan untuk berusaha dengan ikhlas dan berdoa untuk mendapatkannya" Ucap Ibu Kania.
"Nga sama Riska juga nga apa-apa Bu, lagi kalau dekat-dekat Riska, jantung Reza jadi berdetak kencang terus Bu. Jedad jedud gitu rasanya. Bisa-bisa Reza lama-lama kena penyakit jantung" Ucap Reza.
"Masaaa??? " Ucap Ibu Kania yang memilih masih ingin mendengarkan penjelasan Reza.
"Iya... Reza harus tarik ulur nafas dulu baru bisa tenang, kalau nga ini jantung nari-nari terus Bu. Kalau Reza baca di internet itu tanda-tanda gejala penyakit jantung,malah tadinya Reza mau minta ditemanin Ibu untuk chek ke dokter spesialis kardiovaskular"
Jawab Reza.
"Hahahahhaha... Za.... Kamu nih lucu" Ucap Ibu Kania sambil menangkup pipi Reza dengan kedua tangannya.
"Ibu malah ketawa, apanya yang lucu Bu? " Ucap Reza tidak mengerti.
"Ya Lucuuu... Mana ada jadi kena penyakit jantung hanya gara-gara dekat-dekat dengan orang yang kita sukai. Zaa... Penyakit jantung adalah kondisi ketika bagian jantung yang meliputi pembuluh darah jantung, selaput jantung, katup jantung, dan otot jantung mengalami gangguan. Penyakit jantung bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti sumbatan pada pembuluh darah jantung, peradangan, infeksi, atau kelainan bawaan"
"Yang harus kamu datangi itu bukan dokter spesialis kardiovaskular tapi dokter spesialis cinta, hahahah.. Ibu jadi gemes sama kamu Za gitu aja kok nga tau" Jawab Ibu Kania.
"Iya... Iya dehhh yang dokter spesialis curhat" Ucap Reza.
"Ya sudah ya, Ibu mau nyiapin untuk kita makan malam dulu, sebentar lagi ayah kamu pulang soalnya" Ucap Ibu Kania. Sambil beranjak dari tempat dimana tadi ia duduk, lalu Ibu Kania keluar dari kamar Reza sambil tersenyum-senyum sendiri. Merasa geli sendiri mendengar ucapan Reza yang ternyata masih polos untuk urusan hati.
Reza pun ketika Ibunya sudah keluar kamar, sambil menikmati pastel dan es jeruk sambil memikirkan semua ucapan Ibunya. Reza memutuskan besok ia harus ke rumah Eka, karena selama ini hanya Eka satu-satunya sahabat yang selalu menasehatinya walaupun kadang nasehat dari Eka serasa menyayat hati tapi setelah Reza pikir-pikir semua yang Eka ucapkan ada benarnya juga.
Sahabat sejati adalah orang yang selalu memberi dukungan, baik saat susah maupun senang. Ia akan dengan senang hati mendengarkan, memvalidasi perasaanmu, atau membuatmu merasa lebih baik, tetapi tidak membuatmu terjebak toxic positivity.
🌹🌹🌹
Selamat membaca. Jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya ya.
__ADS_1