Ketika Takdir Berkata Lain

Ketika Takdir Berkata Lain
Bab 40 Rina dan Aimar


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinanti Rina tiba. Hari ini Rina akan menjalani sidang skripsi. Setelah perjuangan selama berbulan-bulan. Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan atau fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.


Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana di setiap Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.


Setelah Rina melalui proses penyusunan skripsi, yang antara lain pengajuan judul skripsi, pengajuan proposal skripsi, seminar proposal skripsi, penelitian, setelah penulisan dianggap siap dan selesai, Rina sebagai mahasiswa mempresentasikan hasil karya ilmiahnya tersebut pada Dosen Penguji atau yang disebut sidang tugas akhir setelah itu baru Rina sebagai Mahasiswa yang hasil ujian skripsinya diterima dengan revisi, melakukan proses revisi sesuai dengan masukan Dosen Penguji.


Ujian Skripsi ulang maksimal sebanyak 2 kali, bagi mahasiswa yang tidak lulus ujian Skripsi, diberikan kesempatan untuk melakukan ujian ulang dua minggu atau paling lambat satu bulan setelah melakukan perbaikan sesuai dengan masukan yang diberikan oleh tim penguji. Rina sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi ujian skripsi ini dan ia berharap hanya satu kali menghadapi ujian skripsi dan langsung lulus dengan nilai memuaskan.


Rina sudah berpakaian rapi dengan rok panjang, kemeja dan blazer, dipadukan dengan jilbab berwarna putih dan tidak lupa sepatu flatshoes berwarna hitam. Ia nampak anggun sekali. Sebelum berangkat ke kampus, Rina mencium kedua tangan orang tuanya, yaitu Papa Pras dan Mama Dinda sekaligus meminta doa restunya agar diberi kemudahan saat sidang skripsi nanti.


"Pa... Ma... Do'ain Rina ya diberi kemudahan saat sidang nanti" Ucap Rina.


"InsyaAllah doa Papa dan Mama selalu menyertai di setiap langkah dan usahamu" Jawab Papa.


Hari ini ada 9 mahasiswa yang akan maju sidang skripsi. Tujuan dari diadakannya sidang skripsi adalah untuk menilai wawasan, pengetahuan, kemampuan, dan juga kedalaman akademik yang dimiliki seorang mahasiswa. Sidang skripsi juga bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap penalaran dan analisis mahasiswa. Jangan ditanya perasaan Rina saat sedang menunggu giliran namanya di panggil untuk maju sidang skripsi.


"Deggg... Deg... Deg... "


Jantung Rina sudah berdebar-debar, belum lagi keringat dingin yang bercucuran padahal ruang tunggunya ber AC. Tidak lama kemudian terdengar nama Rina dipanggil.


'Rina Pradiskia'


Sebelum melangkah Rina mengucapkan kata 'Bismillah' terlebih dahulu, dan sambil mengatur nafasnya agar tidak terlalu gugup saat menghadapi penguji. Sidang skripsi Rina berlangsung kurang lebih selama satu jam, dan alhamdulillah semua pertanyaan dapat Rina jawab dengan lancar tanpa hambatan apapun. Rina benar-benar bersyukur usahanya membuahkan hasil. Setelah selesai sidang skripsi, Rina dipersilahkan menunggu kembali di ruang tunggu untuk menunggu pengumuman apakah dirinya lulus atau tidak.


Sidang skripsi memang menyeramkan, tapi selama rajin bimbingan, rajin membaca penelitian lain, dan serius mengerjakannya, kita pasti bisa menjawab semua pertanyaan sidang skripsi dengan baik.


Akhirnya pengumuman kelulusan sidang dimulai dan Rina dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Rina pun langsung sujud syukur, lalu ia segera menelephone Papa Pras dan Mama Dinda yang dari tadi sudah menunggu kabar darinya. Saat Rina baru saja selesai menelephone Mama Dinda, Tiba-tiba ada suara yang memanggilnya dari arah belakang. Rina pun langsung menengok untuk melihat siapa yang memanggil namanya, karena rasa-rasanya suara tersebut tidak asing di telinganya.


"Rina" Ucap Aimar.


"Ka Aimar" Jawab Rina sambil sedikit terkejut, tidak mengira, pujaan hatinya ada di sini.


"Selamat ya sudah lulus sidang" Ucap Aimar sambil menyerahkan buklet bunga yang berisi bunga mawar merah dan bunga lili kesukaan Rina.


"Iya Ka, Terima kasih"


"MasyaAllah.... Ka Aimar masih ingat bunga kesukaan Rina? " Ucap Rina.


"Selalu" Jawab Aimar sambil tersenyum.


"Ehhh Ka Aimar tumben ada di kampus? Lagi lepas rindu ya? " Tanya Rina.


"Iyaaa... Lepas rindu dengan gadis yang ada di depan aku" Jawab Aimar.


"Degggghhhh"

__ADS_1


Jantung Rina berdetak kencang dan wajahnya sudah merah merona bukan karena memakai blush on, tetapi karena terpukau dengan ucapan Aimar.


" Ka Aimar bikin Rina jadi GR aja" Ucap Rina.


"Apa yang aku ucapkan benar kok dari dalam lubuk hati aku, dan aku juga menagih janji kamu" Ucap Aimar.


"Degggh"


Jantung Rina jedad jedud dan Rina menjadi gugup dengan apa yang diucapkan Aimar. Ternyata Aimar masih mengingat ucapan Rina setahun yang lalu.


*flasback*


Aimar Wicaksana, pria berusia 22 tahun yang saat itu sedang menyelesaikan skripsinya, ia sangat tertarik dengan pesona Rina Pradiskia, nama panjang Rina merupakan nama gabungan kedua orangtuanya, yaitu Papa Prasetyo dan Mama Dinda Askia. Maklum Rina anak pertama pasangan tersebut jadi Papa Pras dan Mama Dinda ingin membuat kenang-kenangan dengan menggabungkan nama keduanya pada anak pertamanya.


Aimar yang sudah mengagumi Rina dari awal Rina masuk kuliah namun baru berhasil mendekati Rina dengan mengajaknya berbicara ketika Rina di semester tiga. Rina tipe wanita yang menjaga jarak dengan kaum pria, karena ia menjaga amanah dari Papa dan Mamanya. Ya mungkin bisa dikatakan 'Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama'Pertama. '


Cinta pada pandangan pertama akan secara otomatis menguatkan keingintahuan Aimar terhadap kehidupan Rina dan kepribadiannya. Aimar ingin tahu lebih banyak tentang apa pun menyangkut Rina. Hal-hal yang Rina suka, hal yang Rina benci dan setiap hal yang dilakukan Rina sebagai rutinitasnya. Semua terlihat manis dan indah dimata Aimar.


Rina yang terkenal di fakultas karena kecerdasannya dan terkenal juga karena kecantikannya namun tidak ada satu pria pun yang berhasil mendapatkan hatinya. Hal ini yang membuat seorang Aimar mencoba untuk mengungkapkan perasaannya. Aimar tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya kepada sosok Rina, mengingat sebentar lagi Aimar akan lulus.


Aimar sendiri tidak tahu apakah Rina juga menyukainya atau tidak, tetapi untuk Aimar tidak penting, bukankah rasa cinta bisa tumbuh seiring waktu. Yang terpenting sebelum Aimar lulus ia harus bisa mengungkapkan perasaannya kepada Rina, karena setelah lulus Aimar akan melanjutkan studinya di Amerika, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Jurusan hukum di Stanford. Jurusan hukum di Stanford punya sejarah yang panjang. Dikutip dari laman resmi Stanford, jurusan hukum di Stanford pertama ada pada tahun 1893. Sejak saat itu, jurusan hukum di Stanford terus berkembang hingga menjadi salah jurusan hukum terbaik di dunia.


Saat itu Rina sedang duduk di taman kampus dengan sahabatnya Mika. Dengan menatap wajahnya saja sudah mampu membuat irama jantung Aimar berdetak kencang, inilah yang membuat Aimar yakin bahwa Rina adalah jodohnya. Aimar sendiri belum pernah berpacaran, karena ia memang tidak mengenal prinsip berpacaran. Saat sudah berada di hadapan Rina, Aimar langsung meminta ijin untuk diberi kesempatan berbicara.


"Oooh boleh.... Boleh Ka, tapi maaf... Muka tetap disini ya Ka untuk menemani aku" Jawab Rina.


"Iya tidak apa-apa, aku mengerti" Ucap Aimar.


"Ada apa Ka? " Tanya Rina.


"Rina.... "


"Aku ingin kau tahu bahwa aku selalu menitipkan harapan ke dalam beribu rintik hujan dalam diam. Aku ingin hari-hari depanku bersamamu"


"Ketika aku melihat ke matamu, aku tahu aku telah menemukan cermin jiwaku"


"Dan Aku percaya pada satu cinta sejati, InsyaAllah aku yakin cinta sejati aku adalah kamu"


"Maukah kamu menjadi pendamping hidupku? " Tanya Aimar


"Deggghhh... "


Jangan ditanya irama jantung Rina pun sama seperti Aimar, berdetak tidak karuan iramanya.


"Masyaallah, Kata-kata yang barusan Kaka ucapkan sangat indah. Rina sampai terpesona dibuatnya. Tapi maaf Ka, Rina sekarang tidak bisa menerima permintaan Ka Aimar, karena Rina sudah berjanji pada diri sendiri bahwa Rina akan mecari pendamping hidup nanti setelah lulus kuliah" Jawab Rina.

__ADS_1


Kecewa... Iya pastinya mendengar jawaban dari Rina. Tapi dari kata-kata yang baru saja Rina sampaikan seperti ada kode rahasia yang tersirat. Untuk itu Aimar akan memegang kata-kata tersebut. Aimar berjanji akan kembali lagi untuk mengungkapkan perasaannya ke Rina dan meminta Rina untuk menjadi pasangan hidupnya.


"Baiklah... Tidak apa-apa Rin, aku mengerti"


"Tetapi ada hal yang harus kamu ketahui bahwa saat aku jatuh cinta, itu akan selamanya."


"Dan Aku akan kembali lagi saat waktunya tiba, Aku akan mencarimu, mencintaimu dan memintamu untuk menikah denganku"


"Hanya engkaulah pelabuhan terakhirku. Kapalku telah usang berkelana hingga ke ujung dunia untuk menemukan keindahan hatimu."


"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi yang terbaik. Tapi aku berjanji akan selalu mendampingi dirimu." Ucap Aimar tulus dari lubuk hatinya dan Rina bisa melihat kesungguhan hati Aimar dari tatapan matanya.


"InsyaAllah Ka, Rina tidak bisa berjanji kepada Kaka, karena jodoh adalah rahasia Allah. Kalau memang kita berjodoh maka akan Allah pertemukan kembali dengan cara-Nya. " Jawab Rina.


"Ya sudah ya Rin, Ka Aimar mau ada urusan ke perpustakaan dulu" Ucap Aimar.


"Oh iya Ka" Jawab Rina.


Aimar sebenarnya sosok yang Rina kagumi. Bagaimana tidak, Aimar adalah seorang Ketua Senat dan ia terkenal juga sebagai mahasiswa yang pandai. Selain itu Aimar juga bergabung dengan perkumpulan Mahasiswa Masjid, inilah yang membuat Rina menyukai Aimar didalam diamnya.


Perlahan-lahan Rina mencari tahu tentang sosok Aimar. Ternyata dari info akurat yang didapat. Aimar menghabiskan waktu sekolahnya dari SD hingga SMA di Pondok Pesantren, karena Aimar sudah menjadi seorang yatim sejak umur 5 tahun dan ibunya tidak menikah kembali. Ibunya memasukan Aimar ke pondok pesantren adalah agar Aimar menjadi shaleh dan tidak salah dalam pergaulan di masa muda, dan membentuk karakter serta akhlak yang mulia pada Aimar, karena dalam lingkungan pesantren, anak-anak dikenalkan dengan ajaran agama Islam secara menyeluruh, termasuk etika, moralitas, dan nilai-nilai Islam. Sehingga terbentuknya sosok Aimar yang sekarang, sosok yang cerdas tidak hanya dalam ilmu dunia tetapi juga agama, sopan dan santun, serta kharismatik.


Setelah pernyataan Aimar dua tahun yang lalu, Rina selalu menyisipkan nama Aimar didalam setiap doanya. Rina memohon kepada Allah, calon suami yang terbaik dari sisi Allah, calon suami yang juga bisa menjadi sahabat dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.


Selama dua tahun itu juga, setelah kelulusan Aimar, mereka selalu berkirim pesan tetap dalam koridor aturan batas-batas adab berkirim pesan dengan lawan jenis. Dan selama dua tahun itu juga Aimar pun sama dengan Rina, selalu menyisipkan nama Rina di setiap doanya, Meminta jika Rina adalah jodoh terbaik yang Allah berikan untuk Aimar.


* flashback off*


"Eeee.... Boleh Ka, Sabtu besok Kaka boleh ke rumah menemui Papa dan Mama " Jawab Rina sambil tersenyum dan tertunduk malu.


Saat mendengar jawaban Rina, Aimar langsung sujud syukur. Ia bersyukur karena Allah menjabah doanya.


"Baik Rin, Kaka akan bilang ke Om dan Mama untuk melamarmu, tunggu kedatangan Kaka dan keluarga ya Rin"


"Tapi InsyaAllah nanti malam, Kaka juga ke rumahmu untuk menemui Papa dan Mamamu terlebih dahulu untuk menyampaikan maksud Kaka dan membicarakan kedatangan keluarga Kaka ya" Ucap Aimar.


"InsyaAllah Ka, Rina tunggu. Rina juga nanti saat pulang akan sampikan kepada Mama dan Papa tentang rencana Kaka" Jawab Rina.


Sebenarnya Rina ingin menari-nari. Entah mimpi apa ia semalam, hari ini benar-benar merupakan hari yang membuatnya bahagia serasa ada di taman bunga. Selain ia lulus sidang dengan predikat memuaskan, ia juga dilamar oleh seorang Aimar Wicaksana, sosok yang ia kagumi dari awal mengenal Aimar. Tidak lepas lisannya untuk selalu berdzikir untuk mengingat kebesaran Allah. Apa yang terjadi hari ini tentu semuanya adalah rencana yang sudah Allah tetapkan untuknya.


Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu akan memberikan semua yang dirimu bisa dan tidak pernah mengharapkan balasan


🌸🌸🌸


Terima Kasih sudah mampir, perlu booster untuk membuat bab-bab selanjutnya biar lebih semangat. Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote ya.

__ADS_1


__ADS_2