
Manusia bisa jatuh cinta karena ada dorongan naluriah atau emosi yang melibatkan nafsu, kemarahan, dan kesenangan. Namun tidak hanya itu, ada juga proses sadar yang melibatkan refleksi, kepercayaan, empati, perhatian, dan perencanaan jangka panjang.
Dan cemburu adalah emosi yang dialami ketika seseorang merasa hubungan dengan pasangan terancam dan mengakibatkan hilangnya kepemilikan, biasanya ini akan timbul apabila ada pihak ketiga dalam hubungan tersebut.
Dan keduanya adalah perasaan yang sedang Reza alami saat ini saat sedang berada di Villa, yaitu jatuh cinta dan cemburu. Jatuh cinta karena bisa dekat dan melihat Riska setiap saat tanpa terbentang jarak. Cemburu karena adanya kenyataan bahwa ada saingan lain yang juga menyukai Riska saat sedang berada di Villa.
Rencana hari ini akan kembali ke Jakarta sekitar jam 10, dan sebelumnya mereka akan kerja bakti bersama terlebih dahulu agar saat meninggalkan Villa, Villa sudah dalam keadaan bersih. Hitung-hitung meringankan kerjaan Pa Didin dan Bi Ipop untuk membersihkan Villa hari ini.
Saat semua sudah pada tampil cantik dan ganteng, karena sudah pada mandi pagi semua, kerja bakti pun dimulai. Riska dan Zia memilih untuk membersihkan area sekitar taman depan. Saat Riska sedang berjongkok memungguti daun-daun yang berguguran dan sudah kering, Riska dikejutkan oleh suara Reza yang memanggil namanya. Reza pun baru juga berhadapan dengan Riska jangan ditanya irama jantungnya berdetak tidak karuan, dan perlu mengambil nafas berkali-kali agar tidak terlihat rasa gugupnya. Seorang Reza yang biasa tampil didepan podium dengan penuh percaya diri, ternyata hal itu tidak berlaku saat sedang berhadapan dengan Riska.
"Riska... " Ucap Reza.
"Eh iya Ka" Jawab Riska sambil menentukan kepalanya ke arah Reza.
"Degggg... Deggg... Deggg... '
Jantung Riska dan Reza sama-sama mendadak berdetak kencang.
" Boleh aku bicara dengan kamu? "Tanya Reza.
" Boleh Ka, kita duduk disini saja ya Ka" Jawab Riska yang kemudian mengajak Reza untuk duduk di bangku yang berada di taman depan. Melihat Reza yang mendekati Riska, Zia pun menyudahi kegiatannya memotong dahan-dahan bunga yang sudah tidak beraturan tumbuhnya. Zia lalu mendekati Riska dan Zia dan ikut duduk bersama mereka.
"Yaaaah... Ini Zia ngapain malah ikutan duduk" Ucap Reza didalam hatinya sambil menatap tidak suka karena kehadiran Zia.
"Ris... Nga bisa kita bicara hanya berdua saja?? " Tanya Reza.
"Maaf Ka, Riska sama Zia sudah satu paket" Jawab Zia.
" Satu paket???? "
" Udah kayak menu makanan di restoran aja, pakai paket segala"
"Paket apa??? Paket lengkap?? Paket combo??? Paket hemat??? Atau paket family?? " Tanya Reza.
"Kalau kita paket lengkap Ka"
"Dimanaada Riska pasti disitu ada Zia" Jawab Zia sambil terkekeh.
"Ziiiii.... " Ucap Riska, mengingatkan supaya Zia jangan terlalu bar-bar.
"Siiiiaaaapppp.... Komandan" Jawab Zia sambil bersikap seperti orang hormat tapi sambil tersenyum lebar.
Reza memutar bola matanya, merasa aneh dengan sikap Zia yang bertolak belakang dengan sikapnya Riska, tetapi Reza juga menyadari jika ingin mendapatkan Riska, maka harus bisa juga mendekati sahabatnya.
"Tenang aja Ka Reza anggap aja Zia mahkluk tak kasat mata, hihihiii" Ucap Zia sambil terkekeh. Riska pun tidak kuasa menahan tawanya saat mendengar ucapan Zia.
__ADS_1
"Degggg... Deggg... Degggg"
Hanya dengan melihat Riska yang tertawa kecil karena mendengar ucapan Zia, detak jantung Reza langsung berdetak kencang. Reza lalu menarik nafasnya panjang.
"Riska, aku mencintaimu bukan karena siapa kamu, tetapi karena siapa aku ketika aku bersamamu."
"Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku."
"Aku memilihmu. Dan aku akan memilihmu lagi, lagi dan lagi. Tanpa henti, tanpa ragu, dalam sekejap, aku akan terus memilihmu."
"Maukah kamu menjadi pacar aku Ris" Ucap Reza sambil memandang Riska intens penuh harap.
Seketika Riska sempat terpesona dengan kata-kata buaian yang keluar dari mulut Reza, lalu Riska memilih untuk mengalihkan pandangannya dan beristighfar.
"Kata-katanya bagus banget, nga nyangka Ka Reza bisa mengungkapkan kata-kata seperti itu"
"Ehhhhh... Astagfirullah, ingat Riska istighfar supaya tidak larut dalam pikiranmu" Ucap Riska dalam hatinya.
"Yaaa Ampun nga ngiraaa Ka Reza seorang pujangga, nanti kapan-kapan mau minta bikinin kata-kata kayak gitu juga ahhh" Ucap Zi di dalam hatinya masih dengan sikapnya yang pura-pura menjadi mahkluk tak kasat mata sambil memainkan handphonenya.
Lalu sebelum menjawab pertanyaan dari Reza, Riska sempat menutup matanya terlebih dahulu sambil mengembuskan nafasnya pelan-pelan.
" Ka Reza, kata-kata yang barusan keluar dari mulut Ka Reza sungguh indah, bahkan sulit untuk Riska berkata tidak, tetapiiiii....hingga saat ini Riska belum pernah memikirkan cinta. Riska merasa nyaman tanpa pacaran. Maaf, ya Ka.... "
Sebenarnya Mulut dan hatinya tidak sejalan, hatinya berkhianat... Sakit saat ia harus menjawab seperti itu, tapi Riska tidak mau merusak kepercayaan kedua orangtuanya untuk tidak berpacaran.
"Ddduuuuarrrrr"
Bagai tersambar petir di siang bolong. Hatinya terasa teriris-iris seketika. Reza tidak menyangka ungkapan perasaannya akan ditolak mentah-mentah oleh Riska. Reza semula mengira mendapatkan Riska akan semudah saat ia dulu mendapatkan Tasya, bahkan banyak siswi-siswi di sekolah yang mengantri untuk menjadi pacarnya Reza. Tetapi ternyata berbeda dengan Riska. Penolakan memang suatu hal yang menyakitkan. Reza lalu bergegas meninggalkan Riska dengan hati yang terasa rapuh.
"Ya sudah deh Ris kalau begitu, aku tinggal dulu ya" Ucap Reza. Terlihat mata Reza berkaca-kaca, karena Reza baru merasakan sakitnya ditolak.
"Iya Ka.... " Jawab Riska.
Zia terkejut ketika Reza menyatakan perasaannya ke Riska, tetapi Zia sebagai sahabat sudah bisa menebak pasti Riska akan menolak permintaan Reza untuk menjadi pacarnya. Karena Zia paham dengan aturan di Keluarga Prasetyo yang melarang ketiga putrinya untuk berpacaran.
"Waaahhh Ris.... Ka Reza ternyata suka sama kamu.... Ihhhh sayang ya seandainya kamu diperbolehkan pacaran....... " Ucap Zia.
"Huzzz... Nga boleh berandai-andai, ingat Zi jika kita tidak memperoleh sesuai yang diinginkan, janganlah katakan seandainya aku lakukan demikian dan demikian, pasti …"
"Ketetapan mengenai hal ini telah ada, tidak mungkin hal tersebut dirubah kembali. Urusan tersebut telah ditetapkan di Lauh Al Mahfuzh sebelum penciptaan langit dan bumi 50.000 tahun yang lalu."
"Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaithon, Maksudnya yaitu perkataan seandainya dalam keadaan seperti ini akan membuka rasa was-was, sedih, timbul penyesalan, dan kegelisahan. Akibatnya karena rasa sedih semacam ini" Ucap Riska walaupun sebenarnya hatinya juga sedang tidak baik-baik saja setelah kejadian tadi.
Reza lalu memilih masuk kembali ke dalam Villa untuk membereskan barang-barang bawaannya, karena sekitar jam 10, mereka semua akan kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Eka yang melihat perubahan raut wajah Reza pun tidak berani menanyakan apa-apa kepada sahabatnya itu. Eka menunggu biar Reza saja yang akan bercerita tanya dirinya harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, walaupun cukup dengan melihat sikap dan raut wajah Reza yang menjadi berbeda, Eka sudah bisa menebak semuanya.
Akhirnya tepat jam 10, rombongan kelompok mading kembali pulang menuju Jakarta. Disertai perasaan yang berbagai macam, ada yang senang, ada yang galau bahkan ada yang kecewa.
Setelah Riska berpamitan dengan Pa Didin dan Bi Ipop, Riska pun ditemani Zia masuk ke dalam mobilnya. Pa Didin dan Bi Ipop sangat senang jika Villa didatangi oleh anggota Keluarga Prasetyo, jadi terasa ramai, beda dengan hari-hari biasanya, Villa terasa sepi paling sesekali Pa Didin dan Bi Ipop membawa keluarganya untuk menginap di Villa tersebut, hitung-hitung hiburan gratisan, karena Papa Pras memang mengijinkan Pa Didin dan Bi Ipop menggunakan Villa tersebut untuk keluarganya asal kan dipakai untuk hal-hal yang bermanfaat.
Di jalan Zia sempat berbicara kepada Riska perihal tadi, tentang isi perasaan Reza.
"Ris... Kalau Ka Reza nga pernah lagi ngungkapin lagi perasaannya ke kamu gimana? " Tanya Zia.
"Ya nga gimana-gimana Zi, itu namanya bukan jodoh" Jawab Riska simpel sambil mengangkat kedua alisnya.
Lalu Riska meminta Pa Yuda untuk stop di pemberhentian rest area, Riska teringat bahwa ia belum melaksanakan sholat dhuha, karena tadi pikirannya terlalu berkecamuk dengan apa yang diucapkan Reza.
Saat patah hati, rasanya campur aduk dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Patah hati akan memunculkan rasa sakit mendalam yang tak bisa dijabarkan bagaimana sakit tersebut. Saking sakitnya, beberapa orang bahkan hanya akan berbaring di tempat tidur dan tidak melakukan apa-apa sepanjang hari.
Begitupun dengan Reza, saat diperjalanan pulang sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, hanya sesekali ia bersuara itupun hanya ketika ditanya dan Reza hanya menjawab seperlunya. Bahkan saat diperjalanan Reza memutar lagu 'Hampa', lagu yang dinyanyikan oleh artis ibukota 'Ari Lasso' berisi tentang patah hati menjadi suatu hal yang menyesakkan, seolah hati yang semula terisi kini menjadi hampa. Lagu ini memiliki nuansa galau yang mungkin relevan dengan perasaan orang-orang yang tengah patah hati.
Eka yang berada satu mobil dengan Reza mau tidak mau ikut menyimak lirik demi lirik lagu tersebut dan mencoba menebak suasana hati sahabatnya saat ini dari lagu yang Reza putar.
Kupejamkan mata ini Mencoba 'tuk melupakan Segala kenangan indah Tentang dirimu, tentang mimpiku
Semakin aku mencoba Bayangmu semakin nyata Merasuk hingga ke jiwa Tuhan, tolonglah diriku
Entah di mana dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu Apakah di sana kau rindukan aku? Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu Selalu merindukanmu
Tak bisa aku ingkari Engkaulah satu-satunya Yang bisa membuat jiwaku Yang pernah mati menjadi berarti
Namun kini kau menghilang Bagaikan ditelan bumi Tak pernahkah kau sadari Arti cintamu untukku?
Entah di mana dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu Apakah di sana s'lalu rindukan aku? Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu Selalu merindukanmu
entah di mana dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu Apakah di sana s'lalu rindukan aku? Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu Selalu merindukanmu
Entah di mana dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu Apakah di sana s'lalu rindukan aku? Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu Selalu merindukanmu
Pepatah mengatakan cinta itu buta, hingga membuat mereka yang sedang jatuh cinta siap melakukan apa saja. Tak jarang mereka berjuang mati-matian untuk bisa memperjuangkan cintanya.
Perasaan cinta memang tak mampu terlukiskan. Emosi cinta dapat membuatmu ingin mengekspresikan apa yang ada di hati. Kata-kata bijak tentang cinta bisa kamu gunakan untuk mengungkapkan perasaan. Tetapi kadang seseorang kebingungan bagaimana caranya menyampaikannya dan bagaimana cara menyusun kalimat dengan baik.
Cinta itu tidak bisa dijelaskan seberapa besarnya, orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun tidak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika.
🌹🌹🌹
Jangan Lupa like, komen, hadiah dan votenya ya. TERIMA KASIH
__ADS_1