Ketika Takdir Berkata Lain

Ketika Takdir Berkata Lain
Bab 42 Acara Lamaran


__ADS_3

Hingga menunggu hari Sabtu tiba, hampir setiap hari Rina rajin melakukan Sholat istikharah, yaitu sholat sunnah yang sangat dianjurkan ketika seseorang mengalami situasi di mana ia dihadapkan pada dua pilihan yang berat untuk ditentukan. Sholat istikharah bertujuan untuk meminta petunjuk kepada Allah agar diberikan pilihan yang tepat tanpa adanya keraguan.


Rina didalam sholatnya memohon agar jika Aimar memang adalah jodoh yang Allah pilihkan, maka dekatkanlah, jika ternyata Aimar bukan jodohnya Rina, maka jauhkanlah. Rina mengerjakan sholat istikharah di waktu terbaik untuk mengerjakan sholat istikharah yaitu saat malam hari atau sekurang-kurangnya setelah mengerjakan sholat Isya, hingga sebelum masuk waktu sholat Subuh.


Akhirnya hari yang dinanti-nanti tiba. Pagi ini sekitar jam 9, Keluarga Besar Aimar Wicaksana akan datang menemui Keluarga Prasetyo untuk melamar secara resmi Rina Pradiskia yang merupakan putri pertama dari Papa Pras dan Mama Dinda. Lamaran ini adalah proses dimana seseorang secara resmi mengajukan permohonan pernikahan kepada pasangannya. Ini adalah langkah penting dalam hubungan romantis di mana seseorang menyatakan niatnya untuk membentuk ikatan pernikahan dengan pasangan mereka.


Jangan ditanya perasaan Rina bagaimana, senang campur berdebar nggak karuan karena akhirnya menemui ujung yang membahagiakan. Bahkan dari semalam Rina tidak bisa tidur, sehingga Riska terpaksa tidur di kamar Ka Rina untuk menenangkan perasaan Ka Rina menghadapi acara lamarannya.


Mama Dinda dari beberapa hari sebelumnya pun sudah disibukan untuk acara lamaran. Mama Dinda sudah memesan bunga Mawar, bunga Lily dan bunga sedap malam untuk menghiasi setiap sudut ruangan.


Mama Dinda juga sudah memesan jauh-jauh hari Catering Bu Lastri, catering milik temannya Mama Dinda, untuk hidangan saat acara lamaran berlangsung. Dan Mama Dinda juga sudah memesan aneka kue basah ke Ummi Farah, yaitu Umminya Zia.


Dari semalam rumah sudah ramai dan disibukan dengan persiapan untuk acara lamaran keesokan harinya. Tukang bunga pun sudah datang pagi hari, untuk meletakan bunga disudut-sudut tertentu rumah agar nampak indah dan wangi.


Catering Bu Lastri juga sudah tiba dari pagi hari, karena harus menyiapkan meja untuk hidangannya serta menyajikan masakannya agar terlihat rapi dan menarik. Mama Dinda memesan Nasi Putih, ayam bakar, ikan fillet asam manis, capcay goreng, kentang mustofa, potongan buah semangka, dan melon serta kerupuk untuk bisa dinikmati.


Untuk urusan kue-kue basah, Mama Dinda mempercayakan kepada Ummi Farah, yaitu Umminya Zia. Ummi Farah dan Zia yang juga sudah hadir di sana untuk membawa pesanan kue-kue basah dan menatanya di piring-piring yang telah disediakan. Mama Dinda memesan lemper ayam, kue lumpur, kue soes, pastel sayur, dan risol ragoet ayam.


Tibalah rombongan Keluarga besar Aimar. Aimar yang datang bersama dengan Om yang merupakan adik almarhum ayahnya beserta istrinya, Ibunya Aimar, Kakek dan Nenek dari Ibunya Aimar, Nenek dari almarhum ayahnya Aimar, beserta kaka-kaka dari Ibunya Aimar. Semua nampak berpakaian batik sambil membawa hantaran berupa, pakaian, kosmetik, perlengkapan sholat, dan kue-kue, karena Rina juga tidak menuntut hantaran yang mewah.


Di Keluarga Prasetyo semua kompak mengenakan warna abu-abu, karena warna abu-abu inilah warna kesukaan Rina. Mama Dinda, Rina, Rini dan Riska bahkan Ummi Farah dan Zia kompak mengenakan Gamis berwarna abu-abu yang sudah Mama Dinda persiapkan. Sedangkan Papa Pras mengenakan batik berwarna abu-abu.


Warna abu-abu adalah warna netral antara hitam dan putih yang terdiri dari campuran berbagai tingkat kecerahan hitam dan putih. Orang yang menyukai warna abu-abu adalah orang-orang yang adil. Mereka menghindari keberpihakan sebisa mungkin, dan ini membuat mereka selalu menilai keadaan dengan logis tanpa terbawa emosi. Inilah yang membuat mereka dikenal dengan penilaian-penilaiannya yang kritis dan selalu mengedepankan logika yang masuk akal. Entah kenapa hal ini sesuai dengan karakter Rina yang juga menyukai warna abu-abu.


Faktanya, salah satu arti warna abu-abu dalam psikologi adalah menunjukkan keseriusan. Selain memiliki makna sebagai keseriusan, abu-abu juga mempunyai banyak makna positif, misalnya memuat filosofi kelembutan, hormat, serta perilaku yang netral.


Awalnya Om nya Aimar yaitu Om Danu dan Ibunya Aimar yaitu Ibu Ghea ragu untuk menuruti permintaan Aimar untuk melamar Rina. Mengingat kelas sosial dan ekonomi keluarga mereka yang berbeda jauh. Tetapi kemudian Aimar berhasil meyakini Om dan Ibunya, bahwa Keluarga Prasetyo bukanlah keluarga yang membeda-bedakan kelas sosial dan ekonomi.


Kelas Sosial atau Golongan sosial mempunyai arti yang relatif lebih banyak dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas kriteria ekonomi. Jadi, definisi Kelas Sosial atau Golongan Sosial ialah sekelompok manusia yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi.


Keluarga Aimar terpukau dengan luas dan mewahnya rumah Keluarga Prasetyo. Mungkin ini pertama kalinya mereka bisa datang ke rumah mewah seperti ini. Luas halaman yang sama dengan luas lapangan sepak bola di kampungnya Aimar.

__ADS_1


"Waahhh rumahnya kayak istana ya, nenek juga mau kalau di kasih rumah seperti ini" Ucap Nenek Aimar yang bernama Nenek Elis.


"Siapa yang mau kasih Mah... Nunggu menang undian dulu baru bisa kasih rumah segede ini" Jawab Om Danu, yanga merupakan Om nya Aimar.


"Sudah... Sudah.. Jangan berdebat tidak enak, didepan sudah ada Papa dan Mama nya Rina, hayu kita samperin" Ucap Aimar.


Belum lagi mereka juga dikejutkan dengan penyambutan yang begitu ramah dari Papa Pras dan Mama Dinda. Penampilan Papa Pras dan Mama Dinda begitu sederhana tetapi bersahaja.


Mama Dinda tidak nampak sekalipun deretan gelang emas ataupun cincin emas seperti toko emas berjalan atau pun cincin dengan batu segede kerikil, kecuali cincin pernikahan saja di jari manis tangannya. Bahkan tangan Mama Dinda pun tertutup dengan menggunakan hand shock, yaitu sarung jari yang mempunyai fungsi menutup tangan dan biasanya hanya menyisakan bagian jari. Aksesoris kain ini biasanya dipakai buat para muslimah yang ingin totalitas dalam menutup aurat.


Papa Pras mempersilahkan rombongan keluarga Aimar untuk masuk. Kemudian sebelum acara dimulai Papa Pras sempat mengobrol sebentar dengan keluarga besarnya Aimar. Lalu acara lamaran pun dimulai. Dari Keluarga Prasetyo ada Tante Devina dan suaminya yaitu Om Agung adiknya Mama Dinda dan Om Wisnu dan Tante Sekar yang merupakan adik dari Papa Pras. Dari Keluarga Prasetyo diwakilkan oleh Om Agung yang menjadi juru bicara keluarga. Acara Lamaran pun dimulai, Om Danu menyampaikan maksud kedatangan keluarga besar mereka ke sini adalah untuk melamar Rina untuk menjadi pendamping hidup Aimar.


Kemudian Rina pun dihadirkan dengan diapit oleh kedua adiknya, Rini dan Riska. Saat mereka hadir dihadapan Keluarga Besar Aimar, tidak hanya Aimar yang terpukau dengan Rina, tetapi semua Keluarga Besar Aimar pun terpukau dengan pesona Rina dan Kedua Adiknya. Walaupun mereka menggunakan gamis dan jilbab yang lebar tetap terlihat cantik, mempesona dan anggun. Rina hanya didandani oleh Tante Devina sesuai permintaan Rina, yaitu dengan make up natural.


Make up natural ini merupakan bentuk riasan yang membuat wajah terlihat cantik dan segar seperti tidak menggunakan make up. Sebenarnya tanpa menggunakan make up pun Rina sudah cantik, apalagi ini didandani makin terlihat pangling sampai-sampai Aimar tidak mau mengalihkan pandangan matanya.


"Awas matanya nanti copot" Ucap Om Danu berbisik kepada Aimar, karena dari tadi memperhatikan keponakannya memandang terus calon isterinya.


"Astaghfirullah... Om, jangan atuh nanti nga jadi nikah" Jawab Aimar.


Selama acara lamaran Rina berlangsung, Riska mengamati dengan detail setiap prosesnya, bahkan ia sempat larut dengan lamunan dan khayalannya, ia mengkhayal kelak acara lamarannya dengan Reza sama persis dengan acara lamarannya Rina. Zia yang duduk disebelah Riska melihat sahabatnya senyum-senyum sendiri.


"Hayoooo.... Pasti lagi menghayal niiih" Bisik Zia.


"Ehhh Zi... Hehehe... Dikit-dikit ngebayangin kelak acara lamaran aku juga pingin seperti ini" Jawab Riska.


"Cieee... Cie... Sama siapa niiih" Ucap Zia.


"Tau ahhhh gelap... " Jawab Riska.


"hihihiiii.... " Zia terkekeh melihat Riska salah tingkah karena ketahuan sedang melamun.

__ADS_1


Setelah acara lamaran selesai, dilanjutkan dengan ramah tamah kedua keluarga, sambil. Menikmati hidangan yang sudah tersaji. Aimar yang sudah tidak sabar ingin berbicara dengan Rina langsung mendekati Rina yang saat ini sedang duduk berdua dengan Rini.


"MasyaAllah..... Ka Aimar sampai pangling liat Rina dandan" Ucap Aimar.


"Kenapa Ka, menor ya? " Tanya Rina.


"Nga Ko, sudah cantik aslinya di dandanin ya tambah cantik dong"


"Jadi tidak sabar mempersunting dirimu, supaya Kaka bisa memandang wajahmu setiap hari"


Jawab Aimar dan berhasil membuat hati Rina melambung ke udara.


"Jaga hatimu selalu untuk Kaka ya Rin" Ucap Aimar.


"InsyaAllah Ka" Jawab Rina.


"Ddeuhhh ini dari tadi sudah nga sabar ya pingin deketin calonnya" Ucap Om Danu.


"Om ganggu aja ihhh... " Ucap Aimar.


"Sengaja... Hehehe" Jawab Om Danu.


Rina hanya tersenyum melihat obrolan Om dan keponakannya ini. Dilain sudut Mama Dinda sedang mengobrol dengan Ibu Ghe dan Kakek Neneknya Aimar. Mereka semua nampak akrab tidak terlihat sama sekali kekakuan malah yang terlihat seolah-olah seperti yang sudah sering ketemu. Ini karena Mama Dinda orangnya humble dan friendly. Dalam bahasa gaul, memberikan nasihat kepada orang untuk bersikap humble biasanya disebut dengan stay humble yang artinya tetap rendah hati. Sedangkan friendly, sering dipakai untuk menjuluki seseorang yang sangat mudah membaur dan berteman dengan siapapun.


Hari makin siang, akhirnya rombongan Keluarga Aimar pun berpamitan untuk pulang. Hari ini merupakan hari yang membahagiakan untuk kedua belah pihak. Nanti malam Aimar harus kembali terbang lagi ke Amerika, karena ia hanya ijin kuliah dan bekerja selama seminggu saja. Untuk urusan pakaian pengantin pria ia serahkan kepada ibunya, karena ibunya sudah hafal ukuran baju dan celana Aimar. Maklum selama ini kemeja dan celana yang Aimar pakai adalah hasil jahitan ibunya sendiri karena untuk menghemat pengeluaran. Aimar berjanji kepada Rina akan kembali lagi ke Indonesia sebelum hari pernikahan tiba.


Jodoh sebenarnya bukanlah pilihan, melainkan takdir yang telah tercatat dengan jelas dan tegas di Lauhul Mahfudz.


Perasaan suka, kagum dan cinta kepada seseorang itu adalah karunia dari Allah yang ditanamkan dalam hati kita. Namun, manusia diberikan kapasitas atau kebebasan oleh-Nya untuk memilih dan melakukan perbuatan apa pun itu. Dan pasti ada balasan dari setiap perbuatan yang dipilih.


Allah menciptakan cinta agar kita saling menyayangi, bukan untuk saling menyakiti, maka ketika bersama jangan sampai ada yang terlukai. Didalam hidup kita diharuskan saling menyayangi satu sama lain, entah dengan orang tua, teman, sesama, terlebih dengan pasangan.

__ADS_1


🌼🌼🌼


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah dan Votenya Ya, dukungan kalian sangat berarti untuk semangat author menyelesaikan bab selanjutnya. Terima Kasih.


__ADS_2