
Akhirnya setelah dua minggu berkutak kutik konsentrasi latihan untuk menghadapi lomba mading, hari ini tibalah saat yang dinanti-nanti. Tim lomba, supporter yang terdiri dari 5 orang yang dimana semuanya anggota kelompok mading dan 2 guru pendamping, yaitu Ibu Reni dan Ibu Lastri, semuanya sudah berkumpul di sekolah pagi-pagi sekali, karena mereka akan berangkat menuju tempat lomba, yaitu di Gedung Dinas Pendidikan Kota. Mereka berangkat menaiki dua mobil kijang milik sekolah.
Materi dan dekorasi hiasan sudah dipersiapkan sebaik mungkin. Untuk materi mading, sudah ditulis dikertas hanya belum ditempelkan saja ke madingnya, karena memang peraturannya mading dihias dan ditempelkan ditempat lomba diadakan. Yang akan menjadi juri pada Lomba Mading antar sekolah tingkat SMA adalah Kepala Bagian di Dinas Pendidikan Kota, Wartawan dari salah satu koran lokal, dan Perwakilan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi.
Dalam penilaian penampilan apa saja yang akan dinilai oleh juri, yaitu desain dan kreativitas, teknik pengerjaan, serta presentasi dan penampilan model mading menjadi faktor-faktor utama yang dinilai oleh para juri.
Lomba pun dimulai, Riska dan Tim. Nya dikasih waktu 40 menit untuk menghias dekorasi mading untuk kemudian nanti dilanjutkan dengan presentasi. Semuanya ada 20 peserta sekolah yang ikut dalam lomba mading ini. Tim Kelompok Sekolah Menengah Atas X mendapat giliran nomor urut 5 untuk presentasi dan Riska dipercaya oleh teman-temannya untuk melakukan presentasi. Awalnya Riska menolak, karena Riska tidak percaya diri serta merasa masih anak baru di kelompok mading, dengan ia diikutsertakan dalam lomba saja ia sudah merasa senang, tapi untuk diminta melakukan presentasi Riska merasa keberatan. Riska merasa Reza, Lina atau Ibam lah yang lebih berhak untuk maju presentasi, karena mereka bertiga kedudukannya di kelompok mading lebih senior. Tetapi kemudian semua menjelaskan kalau di kelompok mading tidak ada yang namanya junior senior, semua sama yaitu satu kelompok, kelompok mading, akhirnya setelah dibujuk Riska menyanggupi untuk maju presentasi mewakili Timnya. Waktu untuk presentasi hanya diberikan 15 menit, jadi harus singkat jelas dan padat.
Tampilan peserta nomor urut 1 untuk presentasi. Di tampilkan oleh siswa yang bernama Aldi Yusar, yang berasal dari Sekolah Menengah Atas HJ. Aldi tampil dengan percaya diri dan dapat memukau para juri. Penampilan Aldi sebagai penampilan pembuka sempat membuat peserta lain merasa gugup, pasalnya baru juga penampilan pertama tetapi yang ditampilkan sangat sempurna sekali ditambah mading yang dibuat tim mereka juga terlihat bagus sekali.
"Riss.... baru peserta nomor satu saja sudah keren penampilannya" Bisik Zia.
"Tidak apa-apa, semua juga pasti akan berusaha menampilkan penampilan yang terbaiknya kan Zi" Jawab Riska.
"Teman-teman..... Mading mereka bagus banget" Ucap Lina sambil bersuara pelan.
"Ka Lina, mending mumpung masih ada waktu kita berdoa bersama-sama saja yu, biar mendapat hasil yang terbaik" Ucap Riska.
Akhirnya mereka berlima, Reza, Lina, Ibam, Zia dan Riska berdoa didalam hatinya masing-masing untuk diberikan kemudahan saat presentasi nanti. Riska juga tidak henti-hentinya beristighfar untuk menghilangkan kegugupannya. Hingga akhirnya tiba giliran Sekolah Menengah Atas X untuk tampil. Riska pun maju ke depan. Riska selalu mengucapkan kata saktinya, yaitu Bismillah. Hal ini tidak luput dari perhatian Reza.
"Bismillah"
"Assalamu'alaikum, perkenalkan nama saya Riska Tri Hapsari, saya dari Sekolah Menengah Atas X, saya mewakili Tim saya yang terdiri dari Reza, Lina, Ibam, dan Zia" Sapa Riska kepada Juri dan audience yang hadir disana. Lalu Riska memulai presentasinya.
Pertama Riska menjelaskan mengenai 'Pengertian Pelestarian Lingkungan', yaitu sebuah proses atau cara perlindungan dari kemusnahan dan kerusakan. Penataan sumber daya alam yang menjamin pemakaiaannya secara berkesinambungan simpanannya yaitu dengan tetap meningkatkan kualitas nilai keanekaragamannya dan tetap memeliharanya.
Kemudian Riska menjelaskan tentang 'Peran Pemerintah Dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan, ' yaitu dengan ikut membantu dan mensosialisasikannya kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan dengan kebiasaan- kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya dan membuatkan program penghijauan dan reboisasi untuk hutan yang gundul.
Riska lalu menjelaskan juga tentang 'Langkah yang bisa lakukan Untuk Menjaga Lingkungan Hidup, yaitu dengan Melakukan Enam Langkah, yang pertama tidak membuang sampah sembarangan. Sampah masih menjadi permasalahan besar yang dihadapi oleh Indonesia.Yang kedua, tidak membakar sampah, yang ke tiga menghemat energi,yang ke empat yaitu menggunakan produk daur ulang, yang ke lima adalah menanam pohon dan terakhir yang ke enam yaitu mengurangi sampah.
__ADS_1
Sebagai penutup Riska menjelaskan tentang 'Program Reduce, Reuse dan Recycle. ' Reduce sendiri memiliki arti mengurangi sampah. Maksud dari langkah ini adalah mengurangi penggunaan produk yang nantinya berpotensi menjadi sampah. Reuse yang berarti menggunakan kembali. Tahap ini mengajak untuk menggunakan kembali produk yang sudah terpakai. Dengan menggunakannya kembali maka sampah yang timbul dari produk-produk tersebut dapat berkurang. Dan tahap terakhir dari konsep 3R adalah Recycle yang berarti mendaur ulang. Langkah ini paling banyak dilakukan mengingat sudah banyaknya sampah yang tersebar di berbagai lokasi seperti laut, tanah, dan udara. Recycle merupakan salah satu cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik dengan berbagai jenisnya. Sehingga Penerapan sistem 3R sangat baik untuk mengelola sampah dari berbagai jenis plastik dari yang aman hingga beracun.
Kemudian Riska menutup presentasi dengan dengan mengucapkan salam. Tepuk tangan bergema di ruangan, bagaimana tidak Riska tampil dengan percaya diri dan terlihat sangat menguasai topik dan materi yang disampaikan. Bahkan saat Riska tampil terlihat seolah-olah ia terbiasa tampil di muka umum. Reza sampai terkagum-kagum ketika melihat Riska berbicara di hadapan juri dan audience,bahkan mulut Reza pun tanpa sadar menganga saking takjubnya. Sama sekali tidak terlihat gugup. Kemudian Riska dipersilahkan untuk kembali ke Timnya.
Hingga akhirnya selesailah presentasi kelompok terakhir. Kemudian diberikan jeda waktu sekitar 30 menit untuk juri menghitung akumulasi nilai. Selama menunggu hasil pengumuman pemenang, para peserta diberikan snack box untuk mengisi perutnya. Riska dan teman-temannya memilih untuk memakan snack box tersebut, karena memang perutnya sedikit merasa lapar. Mereka duduk bersama dengan posisi duduk melingkar. Saat sedang makan, Riska melihat ke arah Reza, yang ketika membuka snack boxnya langsung mengambil buras ayam, lalu membuka buras tersebut dan langsung memakannya. Lalu spontan Riska menegur Reza.
"Ka Reza, baca doa dulu" Ucap Riska.
Reza yang mulutnya sedang terisi sebagian dari buras ayam yang tadi sudah masuk ke dalam mulutnya langsung melihat ke arah Riska.
"Kayak anak TK saja Ris, harus pakai baca doa dulu" Jawab Reza enteng.
"Ka... Baca doa itu wajib untuk semua usia bukan untuk anak TK saja" Ucap Riska berusaha mengingatkan Reza.
Membaca doa sebelum dan sesudah makan dan minum merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas rezeki yang telah didapatkan. Ini pun bertujuan untuk menjaga keberkahan makanan yang akan disantap dan agar setan tidak ikut makan apa yang kita makan.
"Ahhh nanggung Ris ini tinggal setengah lagi" Jawab Reza, lalu melanjutkan memakan sisa buras ayam yang belum termakan.
"Cieee yang perhatian" Bisik Zia.
"Zi... Kita kan sebagai teman harus selalu mengingatkan hal-hal yang baik" Jawab Riska.
Zia tidak menjawab lagi ucapan Riska dia hanya menyengir saja, karena Zia sedang ingin menikmati snack box yang kebetulan isinya kue-kue basah kesukaan Zia semua.
Akhirnya 30 menit berlalu, tiba saatnya juri mengumumkan pemenang lomba. Dimulai dari Juara 3 dengan total nilai 235 jatuh kepada Sekolah Menengah Atas BG, lanjut pengumuman ke Juara 2 dengan total nilai 260 jatuh kepada Sekolah Menengah Atas HL. Riska dan kawan-kawan serta guru-guru dan supporter sudah harap-harap cemas, karena sudah diumumkan dua pemenang tetapi bukan Sekolah mereka yang diumumkan. Tiba pengumuman terakhir, yaitu pengumuman siapa yang menjadi juara ke satunya. Lalu juri mengumumkan juara ke satu. Zia dan Lina sudah menutup wajah dengan kedua tangannya. Reza sudah menangkupkan kedua tangannya menutup mulutnya dan Ibam tangan kanannya sudah diangkat memegang kepalanya.
"Juara ke satu dengan total nilai 285, jatuh kepadaaaa....... Sekolah Menengah Atas X" Ucap salah seorang juri.
Sekolah Menengah Atas X bukan hanya memenangkan Juara 1 Mading saja, tetapi juga memenangkan kategori presentator terbaik, karena memenuhi kriteria penilaian, yaitu kesesuaian tujuan dan isi presentasi, tampilan presentasi, validnya konten presentasi, cara menyampaikan, segi berbusana presenter, alat peraga atau pendukung.
__ADS_1
Sontak semua supporter, guru pendamping dan teman-teman Tim langsung bersorak gembira. Riska dan Zia langsung sujud syukur, seketika yang entah kenapa tiba- tiba diikuti Reza, Lina dan Ibam yang juga ikut melakukan sujud syukur yang seperti Riska dan Zia lakukan. Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih atas rezeki tidak terduga yang diberikan oleh Allah.Lalu Ibu Reni dan Ibu Asmi yang mendampingi Tim Lomba Mading dan para supporter mendekati Riska dan teman-teman sambil bersuka cita bersama atas keberhasilan yang mereka peroleh. Bahkan saat Riska meloncat kegirangan tanpa sadar Riska memegang tangan Reza, karena Riska berfikir ia memegang tangan Zia karena tadi Zia lah yang ada di sampingnya, padahal tanpa sepengetahuan Riska, Zia ijin ke kamar mandi. Reza yang dipegang tangannya oleh Riska langsung berdetak kencang irama jantungnya dah dig dug, dan yang pasti Reza sangat senang sekali melihat Riska sorak gembira terlihat wajah cerianya dengan deretan giginya yang rapi putih dan bersih menambah nilai kecantikan wajahnya.
"Tangannya halus sekali" Reza bermonolog dengan dirinya sendiri sambil tersenyum bahagia.
Kemudian Riska pun tersadar tangan siapa yang ia pegang. Setelah ia melihat Zia yang baru kembali dari kamar mandi. Dan Zia melihat dengan mata membulat tangan Reza yang sedang Riska pegang.
"Astagfirullah" Tiba-tiba Riska panik dan melepas tangan Reza.
"Maaf Ka Reza" Ucap Riska sambil memerah wajahnya karena malu.
"Kenapa minta maaf, aku senang kok kamu pegang tangan aku" Jawab Reza simpel.
"Ka Reza ihhh... " Ucap Riska malu.
"Beneran... Niiih mau pegang lagi" Jawab Reza sambil menjulurkan tangannya karena senang melihat wajah Riska yang sudah memerah karena malu.
"Enngggggaaaa... Tadi itu aku nga sengaja Ka" Ucap Riska langsung menutup wajah dengan tangannya.
Reza tidak menanggapi lagi ucapan Riska, karena melihat wajah Riska sudah memerah karena menahan malu.
Tiba-tiba Ibu Reni mendekati Riska.
"Kamu hebat Ris" Kata Ibu Reni.
"Bukan Riska yang hebat Bu, ini semua karena Allah beri kemudahan , kan kita satu Tim" Jawab Riska dengan senyuman manisnya dan disambut anggukan kepala oleh teman-temannya. Lalu Riska dan teman-teman satu Tim diminta untuk maju ke depan, Masing-masing mendapatkan mendali dan sebuah piala serta uang tunai sebesar Rp. 5.000.000. Sedangkan untuk hadiah kategori presentator terbaik mendapatkan sebuah piala dan uang tunai sebesar Rp. 250.000. Lalu setelah berfoto bersama dengan para peserta lomba dan dewan juri, acara pun berakhir. Riska dan rombongan kembali pulang ke sekolah dengan penuh syukur karena usaha mereka selama ini membuahkan hasil. Bahkan disekolah pun, Riska dan teman-teman satu Tim sudah disambut oleh Kepala Sekolah beserta jajarannya, dan Reza sebagai Ketua Mading menyerahkan piala tersebut kepada Kepala Sekolah, yaitu Bapak Rahmat Wijaya, kemudian Bapak Rahmat beserta jajarannya memberikan selamat kepada Tim Peserta Lomba atas keberhasilannya memperoleh juara 1 dan presentator terbaik. Untuk hadiah uang tunai oleh Kepala Sekolah diberikan kepada Reza, Riska, Lina, Zia dan Ibam sebagai hadiah atas usaha mereka, hanya saja untuk bagian Riska, Riska serahkan kepada bendahara kelompok mading untuk dimasukkan ke dalam uang kas mading, karena saat awal Riska ingin bergabung dengan kelompok mading, Riska bercita-cita ingin memajukan mading supaya unggul tidak kalah dengan ekstrakulikuler lainnya yang ada di sekolahnya.
Saat kita bisa melakukan kebaikan, pada hakekatnya bukan disebabkan karena kita yang hebat, tetapi karena Allah-lah yang telah berkenan memberikan kemudahan dan taufiq-Nya kepada kita.
Karenanya, janganlah berbangga diri dengan kebaikan yang telah kita lakukan apalagi sombong, ber-mohonlah agar Allah senantiasa memberikan kemudahan dan taufiq-Nya. Jangan sampai kita menganggap semua hal yang kita dapatkan adalah hasil upaya kita sendiri sehingga kita melupakan campur tangan Allah.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Jangan lupa tekan like, isi komen dan tekan hadiah ya. Terima Kasih sudah mampir.