
Makan malam yang disertai obrolan dan foto-foto bersama semakin mempererat keakraban diantara para anggota mading. Sambil menunggu datangnya waktu sholat Isya.
Saat adzan sholat Isya berkumandang, Lagi-lagi terjadi perdebatan sengit antara Reza dan Eka, padahal Eka memberikan semangat kepada Reza, bahwa Reza pasti bisa. Hanya saja Reza tidak percaya diri bacaan Qur'annya kurang bagus. Sehingga ia pun merasa malu apalagi ada Riska disana. Dan pada akhirnya Eka lagi yang menjadi Imam sholat Isya. Riska jadi bertanya-tanya didalam dirinya, ada apa ini sebenarnya? Kenapa tiap kali masuk waktu sholat Eka dan Reza berdebat? Apa yang mereka perdebatkan? Kenapa Eka yang pada akhirnya menjadi Imam sholat, bukan Reza?
Setelah sholat Isya berjamaah selesai. Dilanjutkan dengan acara api unggun. Api unggun ini adalah api di luar ruang yang didapat dari sengaja menyalakan kayu bakar, potongan kayu, atau kumpulan dahan, ranting, jerami, atau daun-daun kering. Sambil diadakan aktivitas seperti diselingi oleh ajang mengobrol bersama, melaksanakan aneka permainan, atau barbeque.
Barbeque merupakan teknik memasak daging dengan menggunakan panas tidak langsung. Panasnya datang berupa asap dari proses pembakaran kayu. Jadi, bisa dibilang bahwa barbeque merupakan daging yang dimatangkan dengan proses pengasapan. Riska dan teman-temannya sudah menyiapkan daging, jagung, baso, sosis dan buah untuk di jadikan bahan barbeque. Riska dan teman-temannya barbeque menggunakan 'Charcoal Grill' yang memang sudah tersedia di villa tersebut, karena Keluarga Prasetyo pun saat sedang berada di villa selalu melakukan kegiatan barbeque. Charcoal Grill adalah kompor pemanggang barbeque yang mengunakan batu charcoal atau lava stone dan mengunakan api low pressure yang memudahkan dan mempercepat proses memanggang makanan.
Zia dan Winda yang memasak menggunakan Charcoal Grill, Riska, Della dan Lina yang menyusun masakan yang sudah selesai dimasak untuk disusun di wadah phyrex. Yang laki-laki sibuk bernyanyi sambil diikuti irama gitar yang dimainkan oleh salah seorang anggota mading juga yang bernama Arkan di depan api unggun. Mengelilingi api unggun saat berkemah merupakan sebuah keasyikkan tersendiri. Momen tersebut tentu akan menjadi semakin syahdu tatkala bulan menampakkan sinarnya tanpa terhalang oleh apa pun. Seperti biasa bukan Della namanya kalau tidak mengeluarkan celetukannya yang khas.
"Ris... Enak ya jadi kamu" Ucap Della.
"Enak gimana Ka? Kayak makanan aja enak" Jawab Riska sambil terkekeh.
"Ya enak... Lahir-lahir udah kaya raya" Ucap Della.
" MasyaAllah, alhamdulillah Ka. Tapi aku kan nga bisa milih, Allah yang nentuin semuanya. Ingat Ka, Kita memang tidak bisa memilih dari orangtua mana kita dilahirkan. Tapi kita bisa memilih tujuan hidup seperti apa yang kita inginkan. Isi hidup seperti apa yang kita usahakan" Jawab Riska.
"Ya kamu enak... Apa-apa ada, nga perlu susah payah dulu" Ucap Della.
"Kaka pikir sulap apa langsung ada"
"Ka, harta merupakan ujian dari Allah, harta merupakan suatu ujian keimanan, dalam hal ini ujian yang membuat manusia semakin dekat dengan Allah dan beriman kepada Allah atau justru malah sebaliknya, menjauhkan manusia dari keimanan dan ketaatannya kepada Allah"
" Harta bukanlah tujuan, namun hanya sebagai sarana untuk memperoleh ridha Allah, yakni untuk melaksanakan kegiatan zakat, infak, dan sedekah, tapi sayangnya masih banyak yang lalai. Dikasih harta melimpah tetapi malah dipakai untuk berfoya-foya" Jawab Riska.
"Naahhh ini yang aku suka dari kamu Ris, tau nga awalnya waktu pada bilang Papa kamu tuh seorang pengusaha sukses ternama aku nga percaya, abis penampilan kamu sehari-hari disekolah nga ada kinclong-kinclongnya, tapi pas aku lihat sendiri dengan mata kepalaku kamu turun dari mobil fortune keluaran terbaru baru deh aku percaya kalau kamu tuh anak horang kayah" Ucap Della ceplos.
"Ahhh Kaka niih yang kaya kan Orang tua aku, apa yang mau dibanggain? Semuanya bukan hasil kerja kerasku, tapi hasil kerja keras Papaku. Lagi pula apa yang Papa peroleh pun hanya titipan dari Allah, ingat Ka semua yang dimiliki manusia hanyalah barang titipan Allah. Baik berupa barang primer, sekunder maupun tersier, seperti rumah, tanah, kendaraan, pakaian, dan perhiasan. Bahkan jasad dan ruh kita sendiri bukan milik kita. Kesemuanya milik Allah, kapanpun Allah ambil kita bisa apa? " Jawab Riska yang berhasil membuat Della terpukau mendengar apa yang diucapkan Riska.
__ADS_1
"Iya.. Iya Ris... Dduh aku dapat ilmu baru nih dari kamu" Ucap Della.
Momen api unggun ini akan memungkinkan siapa pun untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran dan perasaan. Ketika api sudah menyala, maka obrolan yang mengarah pada gibah semakin asyik dan akan semakin hangat.
Reza, Ibam, Afif dan yang lainnya bernyanyi lagu 'Resiko Orang Cantik' dari 'Blackout', sambil diiringi lantunan gitar yang dimainkan oleh Arman. Lagu ini menambah daftar lagu yang genjreng-able, tapi memiliki kekuatan untuk membuat kaum hawa tersenyum tipis. Selain sebagai lagu pedekate, lagu ini juga dapat dinyanyikan secara bersama-sama sehingga suasana malam api unggun menjadi semakin hangat.
Ku tahu kau punya temanku Tapi ku tak bisa bohongi diriku Ku tak ingin hilang asa ini Kau pantas jadi pacarku
Andai saja kau mengerti Isi hatiku padamu Sejak dulu sampai saat ini Hanya kau dihatiku
Reff:
Kau memang cantik Resiko orang cantik disukai banyak lelaki Bukan salahku Sebelum janur melengkung ku masih bebas untuk memilih
Andai saja dirimu mengerti Isi hatiku padamu Sejak dulu sampai saat ini Hanya kau dihatiku
Kau memang cantik Resiko orang cantik disukai banyak lelaki
Setelah Lagu 'Resiko Jadi Orang Cantik, 'dilanjutkan dengan lagu 'Kemesraan'. Lagu 'KEMESRAAN' awalnya dinyanyikan oleh Franky Sahilatua dan Jane Sahilatua namun tidak begitu dikenal. Kemudian lagu ini dinyanyikan oleh Iwan Fals berduet bersama Titiek Hamzah lagi-lagi tidak berhasil. Baru setelah dinyanyikan oleh artis-artis Musica Studios, lagu ini menjadi populer.
Lagu sepanjang masa ini merupakan lagu yang menceritakan tentang perasaan berat seseorang ketika harus berpisah dari orang-orang terdekat atau orang yang disayanginya. Cara bernyanyi yang santai membuat lagu ini nyaman terdengar di telinga. Lirik lagunya cukup mudah diingat dan dinyanyikan. Nada yang digunakan sangat mudah dipelajari.
Ibu Isti dan Ibu Reni pun menikmati suasana malam puncak yang dingin menjadi terasa hangat karena adanya api unggun dan kebersamaan dengan anak-anak bimbingannya. Sambil menikmati baso panggang yang dicocol saus sambal sambil menikmati lantunan lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak.
Riska dan Zia sendiri sebenarnya bukan pecinta musik. Mereka berdua lebih senang dengan sholawatan. Karena dengan sholawatan akan mendatangkan syafaat dari Rasulullah bagi orang yang membacanya. Sholawat akan mencukupkan apa yang diinginkan seseorang. Sholawat menjadikan seorang hamba dekat dengan Rasulullah pada hari kiamat kelak. Sholawat dapat menjadi bentuk sedekah bagi orang yang tidak mampu bersedekah. Tetapi mereka berdua tidak bisa melarang teman-temannya untuk bernyanyi, khawatir malah akan merusak suasana. Jadi Riska dan Zia hanya melihat saja menyaksikan saja teman-temannya yang sedang bernyanyi, duduk mengelilingi api unggun, sambil menikmati jagung bakar. Waktu sudah menunjukan jam 10 malam, akhirnya acara api unggun diakhiri.
Setelah selesai menggunakan api unggun, harus dipastikan untuk memadamkan sepenuhnya dengan air atau pasir. Pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan area tersebut. Lalu mereka semua masuk kembali ke dalam villa. Hawa sekita villa mulai terasa dingin. Saat Riska hendak naik ke tangga, Afif memanggil Riska, lalu Afif memberi Riska sebuah bingkisan. Bingkisan ini sudah jauh-jauh hari Afif persiapkan sebelum acara ke villa. Di dalam bingkisan tersebut ada coklat dan surat pernyataan perasaan Afif ke Riska, karena Afif tidak berani menyatakan perasaannya langsung ke Riska.
"Riska tunggu" Ucap Afif.
__ADS_1
"Eh iya, kenapa Fif? Jawab Riska.
" Nnnngggaaa.. Aku cuma mau kasih ini" Ucap Afif sambil memberikan bingkisannya kepada Riska.
"Apa ini? Tanya Riska.
" Hmmmm... Hmmm... Kamu buka sendiri saja nanti diatas ya"
"Ya sudah ya Ris aku mau siap-siap tidur" Ucap Afif.
"Oh iya Fif, Terima kasih ya, InsyaAllah nanti aku buka di atas" Jawab Riska. Lalu Riska melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamar yang berada di lantai atas.
Reza yang baru saja masuk ke dalam villa bersama Eka, karena tadi habis membantu Pa Didin mematikan api unggun, melihat Afif yang mendekati Riska saat hendak naik tangga. Jelas Reza cemburu, padahal kalau dipikir Riska bukan pacarnya, tapi kenapa Reza harus merasa cemburu?
'Ngapain itu si cunguk deketin Riska?"
"Apa jangan-jangan dia juga suka sama Riska? "
"laaahhh itu dia kasih apa ke Riska???"
"Ahhhh gawatt ini ada saingan berat" Ucap Reza didalam hatinya.
Lalu setelah membersihkan dirinya, Reza merebahkan dirinya di kasur. Sambil terlintas bayangan Riska saat di api unggun tadi dengan bercahaya kan bintang.
Kecemburuan umumnya mengacu pada pikiran, emosi, atau perasaan tidak aman, ketakutan, dan kekhawatiran atas kurangnya rasa kepemilikan atau keamanan. Seringkali, rasa cemburu muncul karena kita merasa kurang percaya diri. Saat kita melihat pasangan atau orang yang kita sukai berinteraksi dengan orang lain yang terlihat lebih menarik atau pintar, kita merasa insecure. Rasa cemburu adalah perasaan yang alami dalam hubungan, tapi jika tidak diatasi dengan baik, bisa merusak kepercayaan.
🌹🌹🌹
Terima Kasih sudah mampir, jangan lupa like, hadiah dan votenya ya. Biar booster buat nulis bab selanjutnya.
__ADS_1