
Bima pagi hari sekali sudah berangkat ke Bandara Soekarno -Hatta, Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta disingkat Soetta, sebelumnya secara hukum disebut Bandar Udara Cengkareng Jakarta, adalah bandar udara utama yang melayani penerbangan untuk wilayah Jakarta Raya dan sekitarnya. Karena Bima akan menaiki penerbangan jam 08.15 wib. Setelah Bima melakukan chek-in dan pemeriksaan, kemudian Bima masuk ke dalam pesawat.
Bima pulang dengan senyuman dan hati yang bahagia, karena masalahnya dengan Tasya dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Bima berfikir semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Setiap kesalahan dalam hidup dapat memberikan kita pembelajaran dan pengalaman. Bahkan kesalahan dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah luput dari salah dan dosa. Bahkan dapat dikatakan tidak ada satu orang manusia pun di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun kesalahan itu.
Memaafkan orang lain merupakan salah satu sifat muslim yang terpuji. Sebagai makhluk yang tidak sempurna, manusia kerap kali berbuat khilaf. Apabila seseorang yang khilaf memiliki kemauan untuk meminta maaf dan bertaubat, maka dianjurkan untuk memaafkan.
Ditempat lain, sepulang sekolah nanti. Kelompok Mading akan langsung berangkat bersama-sama menuju Villa milik Keluarga Prasetyo yang terletak di Puncak Bogor. Villa merupakan tempat tinggal atau rumah yang dengan sengaja difungsikan untuk disewakan atau digunakan sendiri dan biasanya dibangun pada kawasan objek wisata. Villa yang dimiliki oleh Keluarga Prasetyo termasuk ke dalam Private Villa, jenis vila ini dibangun sebagai tempat peristirahatan yang dimiliki oleh perorangan sebagai tempat peristirahatan sementara tanpa tujuan untuk disewakan atau dikomersilkan. Biasanya, Private Villa ditemukan sebagai bangunan yang berdiri sendiri dan tidak terhubung dengan villa lainnya.
Karena ini hari Jum'at, jadwal pulang sekolah lebih cepat dibandingkan hari lainnya. Bada sholat Jum'at Kelompok mading pun langsung berkumpul bersiap-siap untuk berangkat menuju Villa milik Keluarga Prasetyo. Semua merasa senang, terutama Reza, karena bisa seharian bertemu Riska. Riska... Riska dan Riska terus saat ini yang ada dipikirannya.
Jarak dari Jakarta ke Puncak kisaran 90 kilometer. Jika kondisi lalu lintas lancar maka estimasi waktu dari Jakarta sampai di Puncak yakni sekitar 2 jam. Namun apabila terjebak kemacetan karena ada sistem buka tutup maka biasanya akan terkena 4 jam perjalanan, tapi dikarenakan ini hari Jumat mereka semua berharap perjalanan menuju puncak lancar. Guru yang ikut hanya 2 orang yaitu Ibu Reni dan Ibu Isti. Mereka berangkat menaiki mobil yang dibawa oleh Reza, mobil Riska dan 2 mobil milik sekolah.
Alhamdulillah ternyata perjalanan menuju Villa milik Keluarga Prasetyo lancar. Kini tibalah rombongan Kelompok Mading didepan Villa milik Keluarga Prasetyo yang bergaya Modern Minimalis, Luas Bangunan: 250 m2 Luas Tanah : 215 m2.
Penggunaan kaca yang banyak, bentuk bangunan yang simpel ditambah dengan adanya kolam renang. Di ruang keluarga mengunakan perabotan berbahan kayu untuk menghadirkan kesan alami dan juga penempelan batu alam di bagian dinding. Furniture yang dipilih juga sangat menunjang keseluruhan tampilan desain. Beralih ke ruang makan, kesan desainnya sangat kuat di sini. Meskipun minimalis, tetapi ditunjang oleh pemilihan meja dan kursi makan plus adanya taman di tengah. Desain villa ini cocok untuk mereka yang menyukai desain simpel, rapi namun tetap kuat. Taman hijau yang luas, dengan penggunaan kaca terbuka membuat villa ini bisa membuat hidup lebih sehat sebab udara bebas dan cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa.
Semua terpukau melihat bangunan Villa milik Keluarga Prasetyo. Riska dan rombongan sudah disambut oleh Pa Didin dan istrinya Bi Ipop. Pa Didin dan Bi Ipop ini merupakan warga kampung sekitar yang bekerja untuk Keluarga Prasetyo yang diberi tugas untuk membersihkan dan menjaga Villa. Mereka sudah bekerja dengan Keluarga Prasetyo sejak awal Villa ini berdiri, mengingat betapa baiknya Keluarga Prasetyo membuat semua pegawai Keluarga Prasetyo awet untuk bekerja dengan mereka.
Pa Didin dan Bi Ipop begitu melihat nyonya kecilnya turun dari mobil langsung menyambut dan mengangukan kepala.
"Assalamu'alaikum neng Riska sehat? " Ucap Bi Ipop.
"Waalaikumsalam Bi Ipop dan Pa Didin alhamdulillah Riska sehat"
"Oh iya ini oleh-oleh untuk Bi Ipop dan Pa Didin" Ucap Riska sambil menyerahkan goodie bag yang berisi kue dan roti tersebut. Tadi saat Riska disekolah, Riska meminta tolong kepada Pa Yuda untuk mampir beli kue dan roti untuk bekal di Villa nanti dan oleh-oleh untuk Bi Ipop dan Pa Didin di Toko 'Yummy Cake & Bakery'.
"MasyaAllah neng Riska Terima kasih ya" Ucap Bi Ipop dengan wajah yang sumringah.
Lalu Pa Didin membukakan pintu utama untuk rombongan kelompok mading. Semua interaksi antara Riska dan kedua pegawai nya di Villa tersebut tentu menjadi sorotan kedua gurunya, yaitu Bu Reni dan Bu Isti, Teman-teman satu kelompok mading dan khususnya Reza. Hanya Zia yang sudah paham Riska seperti apa, itu karena mereka sudah bersahabat sejak jaman SD.
Riska yang notabenenya seorang yang kaya raya, anak pengusaha ternama, tetapi ia tetap bisa menghormati orang-orang yang berada dibawahnya, bahkan Riska jauh dari kata sombong. Tetap sederhana walaupun sudah kaya raya. Riska dan kedua kakanya dididik untuk bersikap tidak sombong walaupun mereka hidup berkecukupan. Ummi Ida pernah berpesan " Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
Papa Pras dan Mama Dinda pernah berpesan kepada ketiga putrinya, bahwa Sombong merupakan salah satu sifat tercela. Maknanya adalah seseorang memandang dirinya berada di atas orang lain, lalu timbul dalam hatinya rasa lebih hebat, lebih kuat, dan lebih tinggi dari pada orang lain. dan meremehkan mereka. Akibat yang timbulkan bagi orang yang sombong adalah tidak mampu mengambil pelajaran, jiwa gundah dan terguncang, selalu melakukan kesalahan dan kekurangan, tidak dapat meraih surga, menjauhkan dari rizki Allah malu menerima kebenaran, sulit mendapat bantuan dan pertolongan Allah.
Riska dan kedua kakanya diajarkan untuk Tawaduk, artinya tidak sombong dan angkuh. Orang yang memiliki sifat tawaduk pastinya memiliki sikap baik yang bisa dengan mudah dikenali. Hal ini karena tawaduk merupakan kebalikan dari sikap takabur, orang yang bertawaduk pasti akan jauh dari kesombongan.
Riska kemudian mengajak rombongan kelompok mading untuk masuk.
"Bu Reni, Bu Isti masuk yuuu... "
"Teman-teman hayuuu kita masuk"
"Selamat datang di Villa Keluarga Prasetyo" Ucap Riska sambil menggandeng lengan Ibu Reni. Kemudian Riska meminta teman-temannya yang perempuan untuk menyimpan perlengkapan menginapnya di lantai atas, karena mereka yang perempuan nantinya akan tidur di lantai atas. Sedangkan yang laki-laki tetap di lantai bawah.
__ADS_1
"Waaahhh calon mertuamu tajirrr abis Za" Bisik Eka kepada Reza. Sambil mengagumi pemandangan sekitar Villa.
"Huzzz... Ga enak kalau kedengaran Riska" Jawab Reza sambil menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya.
"Lagi aku tuh suka Riska bukan karena dia kaya, tapi ya karena personalnya"
"Siapa yang nga suka sama Riska, udah wajahnya cantik, kulitnya putih bersih, cerdas, ramah, horang kaya lagi. Aku juga mau punya calon Istri kayak gitu Za" Ucap Eka yang langsung mendapat sorotan mata tajam dari Reza.
"Tenang-tenang Za, aku nga akan makan teman kok, silahkan Riska untukmu dan Zia untukku" Ucap Eka sambil terkekeh.
Lalu yang laki-laki membantu Pa Yuda dan Pa Didin menurunkan dari mobil persediaan makan dan minum mereka selama menginap di villa. Bi Ipop dibantu Riska, Zia, dan Lina merapikan meja makan. Camilan dan roti yang tadi Riska beli semua sudah rapih tertata di atas meja makan. Siapa yang mau tinggal ngambil. Bahkan Mama Dinda tahu Riska mau menginap dengan rombongan madingnya, selepas subuh langsung berkutik di dapur untuk membuat Macaroni Panggang untuk disantap bersama di Villa. Tidak lama kemudian terdengar adzan sholat ashar berkumandang, mereka pun sholat berjamaah di ruang tengah dan yang menjadi Iman sholat Ashar adalah Reza. Riska sempat kagum melihat orang yang dikaguminya memimpin sholat. Zia menangkap pandangan Riska yang lain ketika ternyata Reza lah yang menjadi Imam sholat ashar.
"Cieee.... Cie... Idola jadi Imam nie yeee" Bisik Zia.
"Ssssttttt... Ah berisik" Jawab Riska.
Setelah sholat ashar berjamaah, dilanjutkan acara bebas. Ada yang berenang, ada yang baca buku, ada yang main catur, ada yang ngobrol-ngobrol sambil selfie.an dan ada yang hanya benggong sambil duduk menikmati pemandangan sekitar Villa. Riska dan Zia memilih bergabung dengan teman-temannya untuk mengobrol, supaya lebih akrab.
Tidak terasa adzan sholat maghrib pun berkumandang. Shalat maghrib pun dilakukan secara berjamaah karena mereka sebelumnya sepakat bahwa selama di Villa ketika sudah masuk waktu sholat, maka sholat dilakukan secara berjamaah. Karena sholat berjamaah memiliki keutamaan, yaitu akan mendapatkan ganjaran pahala sebanyak 27 kali lipat. Berbeda dengan melakukan sholat secara sendiri yang hanya mendapatkan 1 pahala kebaikan.
Saat semua meminta Reza kembali yang menjadi imamnya, Reza langsung terkejut, Reza pikir hanya tadi saja saat sholat ashar ia diminta menjadi imam.
"Ayooo Reza lagi jadi imam kan pa ketua" Ucap Ibam.
"Laaah emangnya kenapa Za, lagi halangan? " Tanya Eka heran kok Reza tiba-tiba menolak menjadi Imam.
'Plllakkkkk'
Reza memukul bahu Eka dengan tangannya.
"Bukan lagi halangan tapi lagi PMS" Jawab Reza kesal.
"Hahahahha halangan sama PMS sepaket Za" Ucap Eka.
"Terserahlah kaga ngarti aku kayak gituan cuma suka dengar aja kalau Ka Resti lagi datang bulan suka PMS" Jawab Reza.
"Bro.. PMS atau premenstrual syndrome adalah sebuah sindrom ketika wanita merasakan rasa sakit secara fisik maupun emosi menjelang menstruasi. Kondisi ini kerap dianggap lebay oleh para pria, tapi pada kenyataannya PMS adalah situasi yang memang nyata dialami wanita dan memang ada penjelasan secara medis" Jawab Eka.
"Laaah kok situ tahu?? " Tanya Reza.
"Disini kan tukang tahunya Za ya jadi tahu lah" Jawab Eka asal sambil terkekeh.
"Plakkkk"
Reza kembali memukul bahu Eka dengan tangannya.
__ADS_1
"Makanya punya handphone canggih tuh jangan main game sama sosmed terus, buka tuh berita kalau nga buka eyang gugel" Ucap Eka meledek Reza.
"Plakkkkk"
lagi-lagi Reza memukul bahu Eka dengan tangannya.
"Sakit tau beneran dia mah mukulnya, ntar aku laporin camat setempat loh Za" Ucap Eka lagi
"Reza ini gimana jadi kita teh mau berjamaah, kok daritadi Ibu lihat kalian berdua malah sibuk diskusi" Tanya Bu Reni.
"Heeeeuuuhh gimana sih Reza sama Eka, malah main pukul-pukul bahu segala, kalau nga Winda mau sholat sendiri aja deh di kamar" Ucap Winda.
"Ehhh iya Bu jadi, bentar ya Bu, Dewan Masjid lagi rapat darurat" Jawab Reza asalasal dengan wajahnya masih menunjukan wajah serius.
Bu Reni mengkerut kan keningnya tidak mengerti maksud Reza apa, Riska dan Zia pun sama. Daritadi semua sudah pada siap mau sholat berjamaah, tetapi ini yang didepan malah sibuk diskusi.
"Udah cepatan Eka... Aku kan binggung bacaanya, takut jamaah pada kecewa nanti" Akhirnya Reza kelepasan juga yang menjadi kekhawatirannya apa.
Eka yang mendengar ucapan Reza, langsung menepuk jidadnya, ia lupa kalau sahabatnya itu masih pas-pas an jika membaca ayat Al Qur'an, akhirnya Eka mengambil alih menjadi Imam. Reza tadi saat sholat ashar mau menjadi Imam, karena pada saat sholat ashar Imam tidak perlu mengeluarkan suaranya untuk membaca ayat-ayat Al Qur'an. Hal ini karena sebagai muslim, sudah sepatutnya untuk mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menjalankan ajaran Islam.
Saat Eka mengambil alih menjadi Imam sholat maghrib, sekarang giliran Zia yang senyum-senyum sendiri, hatinya bahagia karena pujaannya yang menjadi Imam dan ternyata tidak disangka, Eka membaca ayat-ayat Al Qur'an dengan tartil, yakni membaca Al-Qur'an dengan perlahan-perlahan dengan bacaan yang fasih serta merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu sehingga berkesan di hati.
Setelah selesai sholat berjamaah. Zia berbisik kepada Riska.
"MasyaAllah Ris, bacaan suratnya bikin merinding dan hati meleleh" Bisik Zia kepada Riska sambil terkekeh lalu senyum-senyum sendiri.
"Yaaa... Zi, MasyaAllah ya Ka Eka keren banget, tuhh Zi calon Imam Rumah Tangga yang baik seperti itu"
"Aku jadi penasaran kalau Ka Reza bacaan surat Al Qur'annya seperti apa ya? " Ucap Riska sambil mengkerutkan keningnya. Riska tadi sempat kecewa ternyata bukan Reza yang menjadi Imam sholat maghrib dan Riska juga penasaran sebenarnya tadi apa yang didiskusikan Reza dan Eka sebelum sholat sehingga membuat semuanya menunggu.
"Coba aja kamu tes Ris" Jawab Zia.
"Ide yang bagus Zi"
"Cerdas deh idenya" Ucap Riska sambil tersenyum.
"Ziaaaaa gitu loh... Menyelesaikan masalah tanpa masalah" Jawab Zia.
"Hihihiii... Zi udah kayak iklan aja kamu" Ucap Riska.
Setelah selesai sholat maghrib berjama'ah, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama, kebetulan tadi di perjalanan Riska sempat mampir ke salah satu restauran yang menjual masakan Jepang. Riska memesan menu simpel set chicken teriyaki, yang isinya nasi, chicken teriyaki, egg chicken roll dan acar. Sebelum memulai acara makan bersama, Ibu Reni dan Ibu Isti memberikan sepatah dua patah kata untuk Kelompok Mading. Bu Reni dan Bu Isti berharap Kelompok Mading makin kompak , berkembang dan berprestasi. Lalu Bu Reni memberikan contoh kerja sama tim yang baik, yaitu menghormati keputusan bersama tanpa ada konflik Saling support satu sama lain, bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat, memiliki kesabaran saat menunggu anggota tim lainnya. Lalu mereka pun berdoa bersama, berdoa untuk kemajuan kelompok Mading. Setelahnya dilanjutkan dengan makan bersama menikmati makanan Jepang yang tadi sudah dibeli dan hidangan- hidangan lainnya yang sudah tersedia di meja makan.
🌹🌹🌹
Terima Kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan menekan like, comment, hadiah dan vote.
__ADS_1