Ketika Takdir Berkata Lain

Ketika Takdir Berkata Lain
Bab 31 Ka Rina Sakit


__ADS_3

Tentu Riska pulang kerumah dengan bahagia karena Tim Madingnya telah berhasil memperoleh dua piala sekaligus, Piala Juara Ke satu dan Piala Presentator Terbaik. Tidak sabar Riska ingin menceritakan semuanya tadi saat lomba kepada Mamanya.


"Assalamu'alaikum" Ucap Riska saat memasuki pintu rumah.


"Kok tumben tidak ada yang menjawab" Ucap Riska didalam hatinya. Riska lalu mendekati Pa Mamat, yang tadi setelah membukakan pintu pagar supaya mobil Riska bisa masuk, Pa Mamat melanjutkan aktifitasnya membersihkan pekarangan rumah.


"Pa Mamat, Mama pergi? " Tanya Riska. Soalnya biasanya ketika Riska mengucapkan salam, Mama Dinda langsung menjawab salam dari Riska dan menghampiri Riska. Tapi Riska lihat mobil Ka Rina ada terparkir rapi di garasi.


"Ada ko neng Riska, mungkin lagi di kamar Neng Rina" Jawab Pa Mamat.


"Kamar Ka Rina?? " Tanya Riska sambil mengkerutkan dahinya.


"Iya... Dari tadi pagi neng Rina muntah-muntah terus" Jawab Pa Mamat.


"Astaghfirullah..... "


"Ya sudah deh Pa, Riska ke kamar Kaka dulu, Terima kasih ya Pa Mamat" Ucap Riska. Lalu Riska buru-buru melangkahkan kakinya menuju kamar kakanya, terlihat dari ruang keluarga pintu kamar Ka Rina sedang terbuka dan terdengar suara seseorang sedang mengeluarkan isi perutnya. Memang dari semalam Ka Rina mengeluh kepalanya sakit dan badannya demam dan ternyata pagi ini bukannya membaik, malah yang ada sakitnya nambah banyak.


"Hooooekkssss"


"Hoooekkkkkks"


Riska lalu masuk ke kamar Ka Rina. Ternyata benar Mama Dinda lagi duduk di sofa yang terdapat dikamar Ka Rina dan ada Bi Iyem juga yang sedang memijit Kaka.


"Assalamualaikum Ma" Ucap Riska sambil mencium punggung tangan Mama Dinda.


"Waalaikumsalam... Aduhh maaf ya Ris, kamu datang Mama sampai nga tahu" Jawab Mama Dinda.


"Iya Ma, tidak apa-apa, Kaka kenapa Ma" Tanya Riska.


"Nga tahu nih dari tadi pagi Kaka kamu muntah-muntah terus padahal belum makan apapun" Jawab Mama Dinda.


"Subhanallah, Mama sudah telephone dokter? " Tanya Riska.


"Iya sudah, Mama sudah telephone tantemu" Jawab Mama Dinda.


"Syukur atuh kalau Mama sudah telephone Tante Devina, sebentar lagi juga pasti datang" Jawab Riska, lalu Riska mendekati Ka Rina.


"Ka Rina sabar ya... Syafakillah La ba sa Thohurun Insya Allah" Ucap Riska.


"Iya de, Aamiin Jazakillah Khairan ya de" Jawab Ka Rina.


"Wa Jazakillah Khairan Ka Rina" Ucap Riska.


Kalimat 'laa ba sa thahuurun insyaallah', sejatinya tak ubahnya seperti sebuah doa yang dipanjatkan untuk orang yang tengah sakit, yang berarti 'Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insyaallah'.


"Nga tahu nih de perut kaka dari tadi pagi mual tiba-tiba" Ucap Ka Rina. Tidak lama kemudian Ka Rina pun kembali melangkah ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.


"Hoooekkkkkks"


"Hoooooekkkks"


Saat keluar kamar mandi terlihat sekali wajahnya pucat dan badannya lemas. Bi Iyem kembali membalurkan minyak kayu putih di tengkuk Kaka.


"Neng Rina diminum dulu ini teh manisnya, biar nga lemas" Ucap Bi Iyem sambil menyodorkan gelas yang berisi teh manis. Lalu Ka Rina meminum teh tersebut hingga abis.


"Terima kasih ya Bi" Ucap Ka Rina.


"Iya neng... Sama-sama"


"Ohh iya neng, maaf nih ya... Emmmm biasanya kan yang suka mual-mual teh orang ngidam" Ucap Bi Iyem polos.


Sontak Mama Dinda, Ka Rina dan Riska langsung membulatkan matanya mendengar apa yang baru saja Bi Iyem ucapkan.


" Jadi maksud Bi Iyem Rina hamil gituuu?"Tanya Mama Dinda. Mama Dinda jadi ikut berburuk sangka mendengar ucapan Bi Iyem.


"Naudzubillah min dzalik....Iiih Bi Iyem jangan suka suudzon gitu ah" Ucap Riska. Riska mengucapkan naudzubillah, karena ucapan tersebut merupakan doa meminta perlindungan kepada Allah, ketika sesuatu yang buruk terjadi


"Si Udjon?? "


"Iiiihhh Neng Riska tau darimana Bi Iyem dulu suka sama si Udjon waktu dikampung, jaman belum ketemu sama Mang Mamat? " Tanya Bibi yang sepertinya tidak nyambung dengan apa yang diucapkan Riska.


"#&+@+@+" Riska memutar matanya malas.

__ADS_1


"Suudzon Bi, bukan Si Udjoooooon" Ucap Riska.


"Oooh Suudzon, bibi pikir si Udjon udah GR aja bibi, kan jadi KLTK neng, hihihiii....."


"Terus suudzon itu apa? " Tanya Bi Iyem.


"KLTK????? Apaan tuh bi? " Tanya Riska penasaran dengan singkatan yang baru didengarnya sambil mengkerutkan keningnya mencari jawaban dikepalanya.


"Kisah Lama Teringat Kembali neng, masa nga tau" Jawab Bi Iyem sambil terkekeh menutup mulut dengan satu tangannya.


Riska langsung menepuk jidadnya, Mama Dinda hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat keceplosan dan kepolosan asisten rumah tangganya, dan Ka Rina hanya menjadi pendengar saja, karena badannya terasa lemas, walaupun sebenarnya Ka Rina ingin ikut bersuara karena merasa gemas dengan ucapan Bi Iyem.


"Suudzon itu memiliki arti berburuk sangka. Suudzon atau berburuk sangka ini berupa tindakan yang merujuk pada sikap seseorang yang memiliki asumsi negatif terhadap orang lain tanpa adanya bukti yang kuat atau jelas" Ucap Riska.


"Ooooo.... " Jawab Bi Iyem sambil membulatkan bibirnya.


Tidak lama kemudian terdengar suara Tante Devina mengetuk pintu kamar terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum" Ucap Tante Devina.


"Waalaikumsalam" Jawab kami bersamaan.


"Kenapa ini? " Tanya Tante Devina.


Kemudian Mama menjelaskan singkat tentang gejala yang Ka Rina alami dari tadi malam.


"Bentar ya aku periksa dulu" Ucap Tante Devina. Lalu Tante Devina memeriksa Ka Rina ditemani oleh Mama Dinda. Riska memilih untuk ke kamarnya yang terletak disebelah kamar Ka Rina untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya dan Bi Iyem memilih untuk ke dapur menyiapkan minuman dan camilan untuk Tante Devina.


Lalu setelah Riska selesai membersihkan dirinya dan sudah berganti pakaian menjadi pakaian rumah, Riska kembali menuju ke kamar Ka Rina, dilihatnya Tante Devina sedang berbicara dengan Mama Dinda.


"Jadi gimana de, Rina sakit apa? " Tanya Mama Dinda pada Tante Devina.


"Demamnya dan kepala pusingnya itu dari kondisi badan yang terlalu diforsir dan mual-mualnya itu karena maag, lambungnya bereaksi karena seringnya telat makan atau lupa makan" Ucap Tante Devina kepada Mama Dinda. Mama Dinda masih mengkerutkan keningnya mencoba memahami penjelasan dari adiknya.


"Demam umumnya terjadi sebagai reaksi dari sistem imun dalam melawan infeksi kuman penyebab penyakit. Gejala yang muncul biasanya berbeda, tergantung infeksi atau penyakit apa yang di alami, namun secara umum gejala yang di rasakan ketika demam antara lain,berkeringat terus menerus, meriang dan menggigil, sakit kepala, nyeri otot dan badan pegal, hilang nafsu makan, mudah emosi, dehidrasi, dan merasa lemas. "


"Untuk meredakan demam, bisa dicoba dengan merendam kaki, mengompres dengan air hangat, memperbanyak asupan cairan, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, mengonsumsi air kelapa, istirahat yang cukup dan mengenakan pakaian yang ringan."


"Sakit kepala adalah rasa sakit atau nyeri di kepala yang bisa muncul secara bertahap atau mendadak. Nyeri akibat sakit kepala dapat muncul di salah satu sisi kepala, terpusat di titik tertentu, atau menyebar hingga ke seluruh bagian kepala."


Sejak Ka Rina sibuk menyusun skripsinya sampai akhirnya Ka Rina berhasil menyelesaikan skripsinya dan sekarang sedang menunggu waktunya sidang skripsi, Ka Rina sering kedapatan tidur sampai larut malam karena keasikan menyusun skripsinya dan kejar target. Belum lagi mengabaikan sinyal lapar di perutnya. Ditambah sekarang mau menghadapi sidang skripsi, Ka Rina makin strees saja , karena kata Ka Rina salah satu pengujinya adalah dosen yang terkenal killer di kampusnya. Jadi Ka Rina makin intens giat mempelajari materi skripsinya agar saat mempresentasikan dan ditanya oleh penguji, Ka Rina dapat menjawab dengan baik dan penguji puas dengan jawaban Kaka, karena kan Ka Rina orangnya tipe perfect jadi ya apa-apa harus sempurna.


Kemudian Tante Devina dan Mama Dinda turun ke lantai bawah dan duduk di ruang keluarga sambil menikmati minuman dan camilan yang sudah dipersiapkan Bi Iyem, kemudian Tante Devina menuliskan resep untuk ditebus di apotik terdekat.


"Ini ya Ka resepnya, ada obat untuk demam, sakit kepala dan maagnya serta vitamin" Ucap Tante Devina kepada Mama Dinda sambil menyerahkan secarik kertas yang berisi resep obat dan vitamin.


"Oh iya de, Terima kasih banyak ya sudah mau datang ke sini" Ucap Mama Dinda.


"Tolong Rina diminta jangan terlalu stress menghadapi sidangnya, ditambah asupan makanan sama minumnya juga dijaga ya" Ucap Tante Devina.


"Baik de, nanti biar Kaka bicarakan dengan Rina, iya itu anak apa-apa harus perfect sampai mengabaikan dirinya sendiri" Jawab Mama Dinda.


'Ya sudah kalau begitu, aku langsung pamit ya Ka mau langsung ke Klinik" Ucap Tante Devina.


"Baiklah" Jawab Mama Dinda.


"Assalamu'alaikum" Ucap Tante Devina.


"Waalaikumsalam.... " Jawab Mama Dinda dan Riska bersamaan.


Kemudian Mama Dinda meminta Bi Iyem untuk memanggil Pa Yuda, untuk menebus resep yang tadi diberikan di apotik di depan komplek perumahan tempat mereka tinggal.


"Biiii.... Biiii Iyemmmm " Ucap Mama Dinda.


"Iyaaa Nyonyaaaa aasiappppp" Jawab Bi Iyem sambil memasang sikap hormatnya.


"Biasaaa aja kali Biiiiiii" Ucap Riska.


"Kan biar keliatan keren neng Riska, hehehehe.... " Jawab Bi Iyem.


Riska lantas memutar kedua bola matanya. Memang Bi Iyem ini orangnya rame dan suka sok tahu, tapi inilah yang bikin khas dari Bi Iyem, kalau Bi Iyem tiba-tiba mendadak diem aja seharian itu tandanya Bi Iyem lagi merasa tidak enak badan, sakit gigi atau sedang ada yang dipikirkan.


"Biiii tolong panggilan Pa Yuda ya" Ucap Mama Dinda.

__ADS_1


Mendengar Mama Dinda meminta Bi Iyem memanggil kan Pa Yuda untuk menemui Mama Dinda, Riska lalu bergegas memakai jilbabnya. Di Rumah Keluarga Prasetyo, untuk pegawai laki-laki harus ijin terlebih dahulu jika ada keperluan masuk ke dalam rumah, yang diijinkan keluar masuk ke dalam rumah hanyalah Bi Iyem saja. Karena baik itu Mama Dinda, Rina, Rini dan Riska saat didalam rumah mereka tidak mengenakan jilbabnya.


Jilbab adalah salah satu syariat Islam yang bermanfaat menjaga kehormatan wanita. Seluruh aurat ditutup dari pandangan lelaki yang bukan mahram, di mana pun itu. Jika ada lelaki non mahram di dalam rumah, sang muslimah wajib menutup auratnya agar tak terlihat oleh si lelaki. Namun jika si lelaki sudah pergi, dia boleh kembali melepaskan jilbabnya.


Tidak lama kemudian Pa Yuda mengetuk pintu, tanda ijin untuk masuk ke dalam.


Tok... Tok... Tok...


"Masuuuuk Pa" Ucap Mama Dinda.


"Iya Bu, ada apa? Kata Bi Iyem Ibu mencari saya? " Tanya Pa Yuda.


"Oh iya Pa Yuda, saya minta tolong belikan obat dan vitamin di apotik depan komplek ya, ini resepnya Pa" Ucap Mama Dinda.


"Baik bu, kalau begitu saya ijin berangkat sekarang ya bu" Jawab Pa Yuda.


"Iyaa... " Ucap Mama Dinda simpel.


Setelah sekitar 30 menit Pa Yuda datang lagi menghampiri Mama Dinda untuk menyerahkan obat dan vitamin yang tadi sudah dibelinya di apotik depan komplek. Lalu Mama Dinda segera ke kamar Ka Rina kembali untuk memberikan obatnya supaya cepat diminum. Riska membantu Mama Dinda menyiapkan obat untuk Ka Rina.


"Rin, ini diminum dulu obatnya" Ucap Mama Dinda. Lalu Mama Dinda bergegas keluar kamar karena melihat sudah ada Riska yang menemani Rina di kamar.


"Iya Ma... " Jawab Ka Rina lemas.


"Ini minumnya Ka" Ucap Riska sambil memberikan gelas yang berisi air putih untuk Ka Rina minum setelah makan obat.


"Terima kasih ya de" Ucap Ka Rina.


"Sama-sama, habis ini Kaka istirahat yang cukup, makan sama minumnya jangan sampai lupa" Ucap Riska.


"Iya de, hadduhhh Kaka nga lagi-lagi deh bergadang sampai tengah malam ditambah telat sampai lupa makan sama minum, yang ada malah Kaka yang rugi sendiri, kalau sudah sakit begini malah jadi ngerepotin semuanya" Ucap Ka Rina sambil tersenyum simpul.


"Lagi Kaka siih sudah tahu bergadang tidak baik, Ka Rina tahu nga beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang sering bergadang akan lebih rentan mengalami gangguan fungsi otak dan juga gangguan tidur berupa insomnia. Dalam jangka panjang, efek begadang tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas."


"Ehhh ditambah lagi telat makan sampai lupa makan, pasalnya, telat makan bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan seperti irritable bowel syndrome yang mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung, termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta kembung."


"Nanti yang ada bukan tampil maksimal saat sidang malah drop lagi pas sidang skripsi" Ucap Riska mengingatkan Ka Rina.


"Iiihhh jangan do'ain gitu atuh, Kaka kan harus bisa ikut sidang yang sekarang, biar bisa ikut Wisuda tahun ini" Jawab Ka Rina.


"InsyaAllah aku pasti doakan yang terbaik untuk Ka Rina, sudah sekarang Ka Rina istirahat dulu ya, aku mau ke bawah dulu nemuin Mama, kalau ada perlu panggil aku saja ya Ka" Ucap Riska.


"Iya de, Terima kasih ya " Jawab Ka Rina. Lalu Riska keluar dari kamar Ka Rina dan menutup pintu kamarnya, supaya Ka Rina bisa istirahat. Riska mencari Mamanya dibawah, terlihat Mama Dinda sedang membaca-baca resep masakan di internet.


"Mama lagi apa? " Tanya Riska.


"Ehhhh iniiiii Mama lagi liat-liat resep masakan, Mama mau coba ah bikin masakan khas Aceh, kemarin waktu pengajian di rumah Bu Icuk, suguhannya Mie Aceh, ternyata lezat banget loh Ris, seumur-umur Mama baru nyobain makan Mie Aceh hehehehe" Ucap Mama Dinda sambil terkekeh.


"Mie Aceh Ma? Riska taunya mie instan rasa mie Aceh" Ucap Riska sambil tertawa kecil.


"Kamu mah kalau mie instan aja hafal deh"


"Iya Mie Aceh, masakan mie pedas khas Aceh . Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie aceh biasanya ditaburi dengan bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis... Haddduuuhhh ngebayanginnya saja Mama jadi ngiler, besok Mama mau belanja dulu ah buat bahan-bahan bikin Mie Aceh" Ucap Mama Dinda.


"Asiiiiikkkk... Gitu dong Ma, eksplorasi masakan nusantara namanya" Jawab Riska.


"Gimana Kaka kamu? " Tanya Mama Dinda.


"Lagi istirahat dulu Ma, tadi sudah dimakan obatnya, makanya Riska turun ke bawah" Jawab Riska.


"Oooh iya tadi kamu lomba ya Ris, Mama sampai lupa nanyain, habis Ka Rina, pagi-pagi sudah bikin heboh seisi rumah saja"


"Gimana... Gimana lombanya" Tanya Mama Dinda. Akhirnya Riska menceritakan secara detail tentang lomba yang ia ikuti hari ini sampai pada akhirnya Tim Sekolah mereka dinobatkan menjadi juara pertama dan juga memenangkan kategori presentator terbaik.


"MasyaAllah... Mama bangga sekali sama kamu Ris" Ucap Mama Dinda sambil memeluk Riska.


Hari pun sudah malam, seperti biasanya sebelum tidur Riska selalu menceritakan pengalaman hari ini kepada diarynya, Riska duduk di balkon kamarnya sambil sesekali memandang langit yang cerah bertaburan bintang-bintang yang sedang menari. Riska menceritakan semuanya kepada diarynya termasuk saat ia tidak sengaja memegang tangan Reza, lalu Riska refleks sambil tersenyum memegang kembali tangannya sambil membayangkan saat tadi tangannya memegang tangan Reza.


Ditempat lain, Reza pun sama lagi menghabiskan malamnya di pinggir jendela kamarnya. Sambil sesekali memandang langit dan bintang- bintang. Pengalaman hari ini entah kenapa membuatnya bahagia, Reza mengingat kembali rentetan peristiwa hari ini terutama saat ia menatap Riska yang sedang presentasi, wajah cantik natural dengan kulit yang putih bersih ditambah lesung pipit yang terlihat saat Riska sedang tersenyum, dan Reza pun teringat saat Riska menegurnya karena tidak membaca doa saat sedang makan buras ayam , ditambah Riska yang tidak sengaja memegang tangan Reza karena saking terbawa suasana bahagia, lalu tangannya yang tadi dipegang Riska, ia tatap kembali sambil terukir senyum diwajahnya.


"Ahhh tanganku dipegang tidak sengaja saja sudah berhasil membuat jantung ini berdebar-debar" Reza berbicara dengan dirinya sendiri.


Memang benar kata pepatah bahwa Cinta itu tidak bisa dilihat secara nyata, namun hanya bisa dirasakan pada setiap orang. Perasaan suka, kagum dan cinta kepada seseorang itu adalah karunia dari Allah yang ditanamkan dalam hati kita.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa like, comment, dan votenya ya.


__ADS_2