Ketika Takdir Berkata Lain

Ketika Takdir Berkata Lain
Bab 8 Makan Siang Bersama


__ADS_3

Di rumah Riska. Setelah masuk kamar, Riska langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti baju dengan baju rumah. Saat Riska sedang menyisir rambutnya yang hitam panjang didepan cermin tiba- tiba terlintas wajah Reza saat pandangan mereka sempat bertemu ketika di kantin tadi.


"Astagfirullah... Kenapa dia muncul dipikiran aku ya? " Riska berbicara sendiri.


"Lebih baik aku ke ruang makan sekarang, daripada sendirian di kamar jadi keingat wajah itu mahkluk".


Riska keluar kamarnya, ternyata sudah ada mama dan kedua kakanya yang lagi menunggu kedatangan Riska untuk makan siang bersama di meja makan. Sambil makan diselingi candaan dan obrolan -obrolan ringan tentang aktifitas masing-masing saat tadi disekolah dan di kampus. Tiba-tiba Ka Rini berbicara


"Hebat looh hari pertama sekolah sudah ada yang punya fans, mahkluk ganteng pula".


" Mahkluk ganteng? "Tanya mama dan Ka Rina heran.


" Iya, tadi kan Zia ikut pulang bareng sama kita, tadi Zia cerita kalau Riska ada yang ngeliatin terus, ganteng banget orangnya, iiih kaka jadi penasaran seganteng apakah dia? Gantengan mana ya sama Kim Soo Hyun" Celoteh Ka Rini.


"Kim Soo Hyun? Siapa dia Ka? " Tanya mama.


"Ituloh ma, artis Korea yang ganteng banget, yang ada di drakor" Jawab Ka Rini.


"Kamu nonton drakor Rin" Tanya Ka Rina.


"Ehhh... Nga aku cuma penasaran saja pingin tahu drakor seperti apa dan aku penasaran sama artis Korea yang diidolakan temanku" Jawab Ka Rini.


"Oooh... Mama pikir kamu ngikutin drakor".


Tidak lama telephone rumah berbunyi, bi iyem pun mengangkat telephone tersebut, tidak lama kemudian bi iyem menghadap mama

__ADS_1


" Bu, Bapa telephone"


"Oh iya bi, Terima kasih ya"


" Sama-sama".


Kemudia mama berbicara dengan papa di telephone. Setelah menerima telephone dari papa, mama kembali berkumpul dengan kami di meja makan.


"Papa bilang nanti papa pulang cepat, karena sedang tidak banyak kerjaan di kantor dan tadi juga papa menerima telephone dari Ustadz Farhad, katanya beliau bersama Ummi Ida mau berkunjung ke rumah kita nanti sore. Dulu sebelum kami memanggil dengan sebutan Ummi Ida, kami memanggil beliau dengan Ustadzah Ida, tetapi kemudian beliaulah yang meminta kami memanggil Ummi Ida supaya lebih akrab.


Ustadz Farhad adalah pemilik Pondok Pesantren Nur Hidayah di kota ku. Saat Ustadz ataupun Ummi Ida sedang mengisi kajian di masjid, kami sering mengikuti kajian mereka.


Ustadz Farhad dan Ummi Ida sering diminta papa datang setidaknya seminggu sekali, untuk membenarkan bacaan kami semua saat murojaah dan memberikan sedikit tausiah.


Ummi Ida adalah guru yang mengajarkan Riska dan kedua kakanya mengaji, mereka bisa membaca Al Qur'an dari mulai terbata-bata hingga akhirnya bisa lancar membacanya. Ummi Ida selalu memberi semangat kepada Riska dan kedua kakanya ketika pertama kali belajar mengaji. Ummi Ida memberikan nasehat bahwa


Pertama kali papa bilang bahwa akan mendatangkan Ustadzah untuk mengajarkan Riska dan kedua kakanya mengaji, semua merasa keberatan tetapi Riska dan kedua kakanya tahu protes pun percuma, karena kalau papa sudah membuat keputusan tidak bisa dibantah. Akhirnya Riska dan kedua kakanya membuat rencana, kami akan berpura-pura tertidur di jam mendekati Ummi Ida akan datang. Apakah rencana kami berhasil? Tentu saja tidak, karena kami berfikir dengan kami berpura-pura tidur Ummi Ida memilih akan pulang kembali, nyatanya Ummi Ida mau menunggu sampai kami bangun. Alhasil kami jadi merasa bersalah sendiri, ternyata beliau begitu sabar dan bersahabat menghadapi kami.


Memang sangat menyenangkan bisa makan siang bersama seperti ini, moment langka kami bisa makan siang bersama, karena biasanya kami sudah disibukan dengan kegiatan masing-masing.


Masakan mama pun habis tidak bersisa, mama tentunya sangat senang sekali anak-anaknya makan dengan sangat lahap. Tidak lama kemudian terdengar kumandang adzan Sholat Dhuhur, Riska ijin masuk kamar untuk menunaikan sholat. Setelah selesai sholat Riska selalu menyempatkan untuk membaca Al Quran, karena barangsiapa yang membaca satu huruf saja dari Al Qur'an maka akan mendapatkan kebaikan satu kali dan setiap satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali.


Setelah selesai membaca Al Qur'an Riska menyimpan kembali Al Qur'an nya di rak yang terdapat dikamarnya, kemudian Riska merasa ngantuk sehingga Riska memutuskan untuk tidur siang sebentar dan tidak lupa menyetel alarm khawatir tidurnya kelamaan.


Selang satu jam kemudian, alarm berbunyi itu tanda bahwa Riska harus bangun. Dilihatnya jam di dinding

__ADS_1


"Ahh sore masih lama, aku mau dikamar saja dulu sambil menunggu waktu ashar tiba". Riska berbicara sendiri.


Riska memilih sebuah buku novel di rak buku di dalam kamarnya untuk mengisi waktunya. Tidak terasa adzan sholat ashar berkumandang, Riska pun menunaikan sholatnya dan setelah sholat Riska memilih untuk mandi biar badan terasa lebih segar, mengingat nanti sore keluarga mereka akan kedatangan tamu spesial.


Setelah rapih lengkap dengan kerudungnya, Riska memilih keluar kamar, ternyata sudah ada Papa di ruang keluarga sedang asik menonton berita di televisi. Riska pun menghampiri papanya.


"Eh papa sudah dirumah, kapan sampai? "


"Anak papa ini dari tadi sebelum waktu ashar papa sudah sampai di rumah nak, cuma tadi papa tanya ke mama kemana kamu dan kaka-kaka, mama bilang kalian sedang istirahat di kamar jadi papa tidak mau menganggu istirahat kalian".


" Oh iya mama sudah menyampaikan kan kalau Ustadz Farhad dan Ummi Ida mau datang? "


"Sudah pa, makanya ini aku sudah rapih, aku mau bantu mama dulu ya pa di dapur".


Riska menghampiri ibunya yang sedang sibuk didapur dibantu bi Iyem dan Ka Rini.


" MasyaAllah anak mama sudah cantik saja jam segini".


"Alhamdulillah ma, tadi sehabis ashar sekalian mandi saja biar segar, sini ada yang bisa Riska bantu tidak? "


"Sudah siap semuanya sih, cuma tinggal memotong buah-buah saja, mama mau siap-siap dulu ya".


" Sini buah-buah biar aku yang potong" Sahut Riska.


"Kaka juga mau siap-siap dulu ya de, nanti Ustadz dan Ummi datang Ka Rini masih bau lagi, hehehe... "

__ADS_1


"Ya sudah sana kaka siap-siap, sisanya biar aku sama bi Iyem yang beresin".


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, terdengar suara pagar rumah kami dibuka oleh Pa Mamat. Pa Mamat adalah penjaga rumah kami dan merupakan suami dari bi Iyem, Sepertinya Ustadz Farhad sudah tiba. Kami semua menyambut kedatangan Ustadz Farhad dan Ummi Ida. Terlihat sosok yang begitu bersahaja turun dari mobil yaitu Ustadz Farhad dan Ummi Ida.


__ADS_2