Ketika Takdir Yang Memilihku

Ketika Takdir Yang Memilihku
Rasa curiga Alena


__ADS_3

"Bagaimana caranya aku bisa melupakan kamu, Al. Sedangkan setiap hari kita akan bertemu seperti ini, Rasanya aku tidak akan sanggup melihat kebersamaan kamu bersama dengan pria lain, Apalagi itu adalah kakakku sendiri. Seharusnya aku yang ada di samping kamu, Bukan kak Alkan" ucap Kenzo yang terdengar sangat lirih.


Kenzo memejamkan kedua matanya yang sudah mulai terasa pedih, Hatinya berdenyut nyeri melihat pemandangan di depan matanya. Pasalnya, Saat ini Alena dan Alkan terlihat sangat dekat. Bahkan tidak akan ada yang menyangka bagaimana sikap asli Alkan terhadap Alena saat mereka sedang berdua saja. Kecuali Sinta.


"Maafkan aku kak, Maafkan aku yang harus terpaksa memutuskan hubungan kita saat itu. Asal kamu tau, Bukan hanya kamu yang terluka, Aku lebih sakit, Sakit karna harus terpaksa menjauh dari kamu, Dari laki-laki yang hingga detik ini masih begitu aku cintai. Tapi untuk saat ini aku sudah memutuskan untuk melupakan semua tentang kita, Bahkan tentang perasaan yang ternyata masih sebesar itu. Karna mau bagaimanapun, Saat ini status kita sudah berbeda, Aku sudah menjadi istri dari kakakmu. Sosok laki-laki yang seharusnya mendapatkan cinta dan sayangku sepenuh nya. Walaupun aku tau, Kak Alkan masih sangat sulit untuk menerima aku sebagai istrinya, Aku akan selalu berusaha menjadi istri yang baik buat dia, Karna untuk saat ini, Dia adalah surga yang harus aku perjuangkan" ucap Alena dalam batinnya sambil menundukkan wajahnya.


Alena mengambil nafas panjang sejenak, Kedua matanya semakin panas saat kata-kata Parasit terngiang begitu saja.


"Kenapa takdir hidupku harus sesulit ini. Aku menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku cinta. Terlebih lagi, Laki-laki itu adalah kakak dari pria yang sangat aku cintai" batin Alena lagi.


"Kalian sudah mau berangkat ke rumah sakit? Apa mama harus ikut?" tanya Sinta pada Alkanna dan juga Alena.


"Tidak usah, Ma. Bukan kah sudah ada Alena yang akan menemani ku. Mama duduk saja di rumah, Istirahat ya. Alkan pamit dulu"


Setelah mengatakan hal itu, Alkan mencium punggung tangan Sinta dan langsung pamit berangkat dari sana. Sedangkan Alena hanya diam tak mengatakan sepatah katapun.


Hal itu membuat Sinta paham akan apa yang Alena rasakan saat ini" Maafkan mama, Alena. Maafkan mama yang sudah membuat kamu harus merasakan sikap dingin Alkan. Tapi mama janji, Mama akan membantu kamu agar Alkan bisa membuka hati untuk kamu, Walaupun hal itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama" gumam Sinta sambil menatap kepergian Alena dan juga Alkan.


Sedangkan Alena dan Alkan, Setelah naik ke dalam mobil, Mereka berdua sudah tidak ada sspetah katapun yang keluar baik dari Alkan ataupun Alena. Melihat raut wajah Alkan membuat Alena enggan untuk mengajaknya bicara.


Alena diam sambil menatap ke luar arah jendela. Di dalam mobil itu benar-benar sunyi sepi.


50 Menit kemudian, Mobil itu sudah tiba di salah satu rumah sakit terbesar di kota Alena. Alena melirik raut wajah Alkan yang ternyata masih tak menunjukkan ekspresi apapun. Masih datar dan dingin.

__ADS_1


"Kenapa aku merasa seperti sedang bersama dengan patung. Mas Alkan sama sekali tak menunjukkan ekspresi apapun dari wajahnya." ucap Alena dalam batinnya.


"Kita sudah sampai, Mas. Ayo aku bantu turun" ucap Alena yang terdengar sangat lembut.


"Hmmm" balasnya yang masih dengan nada dingin.


****


"Apa-apaan ini Alyssa, Kamu mau bikin malu agensi saya? Kenapa bisa sampai ada berita seperti ini?" tanya seseorang pada Alyssa.


Alyssa yang memang belum tau tentang video yang sedang menjadi trending topik hanya bisa mengerutkan keningnya "Apa maksudnya, Bos. Memangnya apa yang saya lakukan?" tanya balik Alyssa sambil mendekat pada pemilik agensi tempat Alyssa bekerja menjadi sebagai seorang modelling.


"Jangan pura-pura tidak tau. Jadi ini pekerjaan sampingan yang selama ini sering kamu katakan pada saya. Kamu wanita panggilan? Jawab Sasa! " sentak orang itu pada Alyssa.


Alyssa terdiam, Tidak tau harus berkata apa. Pasalnya selama ini pekerjaan nya selain modeling, Alyssa juga seorang wanita malam yang sering menerima bookingan dari orang-orang kaya raya.


Wanita yang bernama Alyssa mengangguk pelan sambil menundukkan wajahnya "Iya, Bos. Selama ini saya memang seorang wanita malam yang sering melayani pria hidung belang" jawab Alyssa yang terdengar sangat lirih.


"Astaga Alyssa, Kenapa kamu sampai melakukan hal itu? Apa gaji yang saya berikan masih kurang, Sampai-sampai kamu masih menjual diri. Hah"


"Anda tidak akan paham, Bos. Memang gaji yang Anda berikan sudah cukup besar buat saya, Tapi itu semua tidak cukup untuk biaya kehidupan kedua adik saya. Ibu saya sakit-sakitan, Bapak saya pemain judi dan hanya bisa mabuk-mabukan" ucap Alyssa lagi.


"Hidup saya tidak semudah yang orang lain lihat. Ada begitu banyak luka yang harus saya pendam sendiri. Bahkan karna pekerjaan ini, Saya harus kehilangan pria yang begitu saya cintai"

__ADS_1


"Siapa?"


"Anda tidak perlu tau siapa orangnya. Tapi asal Anda tau, Banyak hal yang saya korbankan demi keluarga saya. Salah satunya adalah kehormatan saya sebagai wanita" ucap Alyssa lagi dan langsung berlalu dari hadapan orang yang dia panggil dengan sebutan bos.


*****


"Alhamdulillah, Ternyata mata tuan muda sudah ada banyak kemajuan" ucap dokter itu sambil memeriksa kedua kornea mata milik Alkan.


"Hmmm. Dan saya minta, Anda jangan pernah kasih tau siapapun soal ini. Termasuk kedua orang tua saya. Cukup Anda dan saya yang tau" ucap Alkan dengan nada dinginnya.


Mendengar itu membuat dokter itu mengerutkan kecil keningnya "Kenapa begitu, Tuan?" tanya nya penasaran.


"Tidak perlu bertanya hal yang tak perlu Anda tau. Anda hanya perlu melakukan apa yang baru saja saya katakan. Bisa kan?"


"Baiklah, Tuan. Saya akan melakukan apa yang anda minta"


"Good"


Di Luar


"Untuk apa aku ikut ke sini, Jika aku saja tidak di perbolehkan masuk sama mas Alkan. Sebagai istri, Tentunya aku ingin tau bagaimana kondisi dari suamiku" ucap Alena


Beberapa saat yang lalu, Alkan memang melarang Alena untuk ikut masuk bersamanya. Karna Alkan tidak mau ada satu orang pun yang tau mengenai kondisinya saat ini. Entah apa yang menjadi alasan Alkan menyembunyikan dari semua orang.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Pintu ruangan pemeriksaan Alkanna terbuka. Alena bisa langsung melihat sosok suami dinginnya keluar dari sana.


"Jika aku perhatian, Seperti nya mas Alkan sudah bisa melihat. Buktinya dia keluar tanpa di bantu oleh siapapun. Sebenarnya apa yang sedang dia sembunyikan" batin Alena sambil menatap Alkan curiga


__ADS_2