
"Aku tidak tau apa maksud kamu membohongi semua orang, Kak. Tapi aku tidak bisa kamu bohongi" ucap Alena dalam batinnya.
"Untuk saat ku lebih baik aku memang harus tetap menjalankan peran ku sebagai pria buta, Selain aku ingin mencari siapa yang menjadi tikus di kantor, Aku juga ingin tau apa alasan Alena yang sebenarnya, Kenapa dia mau menikah dengan pria buta seperti ku" batinnya sambil terus melangkahkan kakinya mengusuri anak-anak tangga di sana.
Setelah tiba di dalam kamarnya, Alkan merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Sedangkan Alena, Wanita itu masuk ke dalam kamar mandi dan memutuskan untuk berendam dalam bathtub. Memasang wewangian dengan aroma bunga Lily.
Memejamkan kedua matanya sambil menikmati aroma bunga lily yang selalu mampu menenangkan pikiran nya.
"Rasanya tenang sekali pikiranku" ucapnya sambil terus memejamkan kedua matanya.
Di Luar
Alkanna merenggangkan otot-otot tangan dan juga kakinya, Rasanya hari ini dia cukup lelah. Tiba-tiba saja Alkan teringat akan perkataan Ara beberapa saat yang lalu.
Pa, Ara pengen tinggal bareng sama papa dan juga mama, Ara ingin merasakan kasih sayang dari kalian berdua.
Suara mungil itu tiba-tiba saja mengganggu pikiran Alkan, "Apa yang harus aku lakukan"ucapnya pelan sambil menatap langit-langit kamarnya.
Satu jam berlalu, Namun Alena masih belum keluar dari dalam kamar mandi, Hal itu tentu saja membuat Alkan merasa penasaran sekaligus takut ada sesuatu hal yang terjadi pada Alena.
" Kemana wanita itu, Kenapa belum juga keluar" ucapnya sambil menatap pintu kamar mandi yang masih samar-samar.
**Di dalam kamar mandi.
Saat sudah berendam di dalam bathtub, Alena memutar lagu kesukaannya sambil memejamkan kedua matanya. Mencoba menenangkan hati serta pikiran nya dengan cara yang biasa dia lakukan selama ini. Karna terlalu menikmati, Alena sampai ketiduran di dalam bathtub itu**.
Tok..... Tok.... Tok....
"**Alena, Kamu baik-baik saja kan?"
__ADS_1
Alkan yang merasa ada keanehan bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Mengetuk pintu kamar mandi itu sambil menempelkan telinganya di pintu.
Tok.... tok.... tok....
"Alena, Kamu dengar saya" ulang Alkan lagi saat tak mendengar sahutan dari Alena.
Namun lagi-lagi masih senyap tak ada sahutan sepatah katapun. Hal itu entah kenapa membuat Alkan merasa ada sedikit perasaan khawatir.
"Jangan-jangan ada sesuatu hal yang terjadi pada wanita itu" ucapnya serta langsung mencari kunci cadangan kamar mandi.
Setelah menemukan kunci cadangan kamara mandi, Alkan kembali berjalan cepat menuju kamar mandi dan langsung membuka pintu itu. Namun saat pintu sudah terbuka, Alkan membulatkan kedua matanya saat menemukan Alena yang sedang tertidur di dalam bathtub sambil mendengarkan alunan lagi dari Virgoun yang berjudul Saat kau telah Mengerti.
Entah kenapa Alena begitu menyukai lagu itu, Menurut Alena, Setiap lirik terasa sangat ngena. Dan lagunya mampu menenangkan hati serta pikiran nya yang sering terasa kacau.
"Ya elah, Orangnya malah enak-enak molor" ucapnya sambil menatap raut wajah Alena.
"Wanita ini cantik juga, Kenapa aku baru sadar akan wajah cantiknya" pujinya tanpa sadar.
Namun sedetik kemudian, Alkanna menarik kata-kata nya lagi saat sudah menyadari apa yang baru saja dia katakan.
"Dih ngapain juga aku memuji-muji ini orang, Aku tarik lagi aja kata-kata itu" ucapnya.
Di saat Alkan mau keluar dari dalam kamar mandi itu, Tiba-tiba saja Alena yang baru membuka kedua matanya langsung berteriak saat melihat keberadaan Alkanna di sana.
"Aaaaaaaaaaa" teriak Alena dan membuat Alkan terkejut. Pria itu terlalu reflek malah ikut berteriak"Aaaaaaa" teriak Alkan
"Kenapa kamu teriak-teriak?" tanya Alkan pada Alena.
"Kak Alkan juga kenapa teriak?"
__ADS_1
"Aku teriak karna kamu teriak. Kamu kenapa teriak-teriak? Nanti mama malah mikir yang macem-macem. Udah gitu teriaknya kenceng lagi"
"Maaf kak, Aku reflek karna ada kak Alkan di sini. Kak Alkan ngapain kesini? mau ngintip aku mandi?" tanya Alena sambil menutup tubuh atasnya.
"Jangan kegeeran, Saya tadi haus mau ambil minum, Panggil-panggil kamu malah gak nyaut. Saya salah pintu" ucap Alkan berbohong.
"Oh ya, Tapi kenapa kak Alkan bisa masuk? Perasaan aku sudah kunci pintunya"
Perkataan Alena membuat Alkan terdiam, Kali ini alasan apalagi yang akan dia katakan pada Alena. Karna tidak mungkin jika Alkan mengatakan jika dirinya memang sengaja masuk ke dalam kamar mandi menggunakan kunci cadangan karna merasa khawatir sama Alena yang tak keluar-keluar.
"Kenapa diem, Kak?" tanya Alena lagi.
"Apa yang harus aku katakan. Kalau aku bilang yang sebenarnya wanita ini bisa besar kepala nanti"gumam Alkan dalam batinnya sambil terus terus memikirkan alasan yang tepat.
" Tidak usah banyak tanya. Cepat mandinya, Saya sudah lapar. Apa kamu mau melihat saya mati kelaparan karna ulah kamu" ucapnya dingin dan berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Iya kak, Tapi kak Alkan keluar dulu"
"Tanpa di suruh juga saya akan keluar. Jangan pakek lama" ucap Alkan lagi.
Di bawah
Sinta dan Arseno saling lirik saat mendengar suara teriakan dari kamar Alkan. Mereka berdua saling senyum "Sepertinya kita akan segera memiliki cucu, Pa" ucap Sinta sambil tersenyum
"Semoga saja ya ma, Papa sudah tidak sabar ingin menggendong seorang cucu" balas Arseno sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.
Kenzo yang baru saja pulang seketika menghentikan langkahnya saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh kedua orang tuanya.
"Semoga saja ini adalah yang terbaik buat hidup kamu, Al. Aku akan mendoakan semoga kamu selalu bahagia bersama dengan kak Alkan. Semoga saja kak Alkan tidak akan pernah menyakiti kamu. Karna kalau sampai hal itu terjadi, Aku berjanji akan merebut kamu dari kak Alkan bagaimanapun caranya. Sebab aku gak rela jika wanita yang begitu aku cintai harus merasakan luka" batin Kenzo sambil menahan rasa sakit dari dalam hatinya.
__ADS_1