
"Nanti kamu juga akan tau, Mereka adalah anak-anakku. Sudah tidak usah banyak bertanya, Kamu hanya perlu mengikuti instruksi yang saya berikan" ucap Alkan yang masih dengan nada dingin.
"Iya mas"
"Jangan panggil saya mas, Jijik dengernya"
Mendengar Alena memanggilnya dengan sebutan mas membuat Alkanna teringat akan Alyssa, Sosok wanita yang sudah menghancurkan hidupnya. Namun bodohnya, Alkan masih menyimpan rasa untuk wanita itu. Padahal dirinya sudah tau apa yang telah Alyssa lakukan di belakang nya. Terlebih lagi pria itu adalah sahabat dekatnya yang bernama Damian.
"Sabar, Alena. Sabar, Kamu pasti bisa melewati semua ini. Sabar, Ya. Mas Alkan hanya butuh waktu untuk menerima kamu sebagai istrinya. Untuk saat ini lebih baik kamu mengikuti apapun yang dia katakan" batin Alena sambil memejamkan kedua matanya yang terasa pedih.
Alena menatap Alkan"Sebenarnya apa yang sudah terjadi di masa lalumu mas, Bukan lah dulu banyak yang mengatakan jika tuan muda keluarga mera adalah sosok yang sangat ramah, Lembut, Penyayang. Tapi kenapa aku malah tidak melihat semua itu dari kamu, Mas" ucap Alena sambil terus menatap Alkanna.
Setelah itu, Alena berjalan mengekor di belakang pak Iwan sambil menggandeng tangan Alkanna, Biarpun rasanya takut, Namun Alena berusaha untuk membuang rasa takut itu demi membantu Alkan untuk melewati jalanan bebatuan di sana.
"Huft, Sebenarnya males banget di gandeng sama wanita ini. Tapi ada apa dengannya, Kenapa tangannya terasa basah" batin Alkan saat merasakan tangan Alena yang lembab.
"Kamu kenapa?" tanya Alkan di sela langkahnya.
"T... tidak apa-apa kok, Mas, Eh, Kak"
"Ingat ya, Jangan sesekali memanggil saya dengan sebutan, Mas. Karna saya jijik dengan panggilan itu" ucap Alkan di sela langkahnya.
"Iya, Kak. Maafkan aku"
Cukup jauh mereka berjalan kaki, Karna mobil tidak memungkinkan masuk ke dalam, Selain jalanan yang masih bebatuan, Jalannya juga sangat sempit, Hanya bisa di lewati dengan jalan kaki atau motor saja.
Saat sudah tiba di sana, Alena kembali di buat terkejut, Ternyata di dalam ada sebuah perumahan yang terbuat dari bahan kayu, Rumahnya kecil namun elegan, Di sekeliling tempat itu terdapat banyak tanaman hias yang membuat tempatnya terlihat semakin Asri.
"Ya ampun, Indah sekali tempat ini" ucap Alena sambil menutup mulutnya.
Alena menatap sekeliling, Memperhatikan beberapa anak kecil yang sedang berlari ke arahnya sambil mengucapkan kata papa dengan kedua sudut bibir yang terangkat.
__ADS_1
"Papa" ucap mereka secara bersamaan sambil berlari ke arah Alkan.
Alkan sendiri yang mendengar suara khas anak-anak asuhnya ikut mengangkut kedua sudut bibirnya. Rasanya sudah lebih satu bulan Alkan tidak menginjakkan kakinya ke tempat ini.
"Papa, Kami sangat merindukan papa" ucap salah satu dari mereka. Anak kecil yang umurnya kisaran lima tahun. Wajahnya terlihat sangat cantik, Imut dan menggemaskan.
"Papa kenapa lama tidak datang kesini. Ara sangat merindukan papa" ucapnya sambil memeluk Alkanna.
Mendengar suara Ara, Alkanna duduk berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh gadis kecil itu.
"Maafkan papa ya, Sayang. Akhir-akhir ini papa sangat sibuk. Ada banyak hal yang harus papa lakukan" jawab Alkan yang terdengar sangat lembut sambil memeluk tubuh mungil Ara.
"Tidak masalah, Papa. Ara hanya merindukan papa saja" balasnya dengan nada manja.
Setelah itu, Ara menoleh pada Alena yang kini sedang menatapnya. Ara melepaskan pelukan Alkan dan berjalan mendekat pada Alena"Selamat datang, Mama. Ini pasti mama kan? Terimakasih papa sudah mewujudkan permintaan kami, Papa benar-benar datang membawa mama untuk kami" seru Ara sambil memeluk Alena.
Alena yang masih tidak paham hanya tersenyum sambil membalas pelukan Ara"Mama, Nama mama siapa? Mama cantik sekali" ucapnya lagi.
Belum sempat Alena menjawab, Alkan menarik Ara dan membawanya dalam gendongannya. "Kita masuk sekarang ya, Sayang. Papa masih sangat merindukan kalian"
Kelima anak kecil itu menggandeng tangan kekar Alkan masuk ke dalam salah satu rumah di sana. Sedangkan Alena, Hanya terdiam sambil menatap punggung Alkan yang sudah semakin menjauh.
"Kamu harus sabar menghadapi Alkan yang terkadang bersikap dingin"
Suara itu membuat Alena membalikkan tubuhnya. Menatap seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan ke arahnya"Bisa saya bicara sebentar?"tanya nya sambil menatap Alena.
Alena mengangguk "Boleh, bu. Apa yang mau ibu bicarakan pada saya. Tapi kalau boleh tau ibu siapa?" tanya Alena yang memang merasa penasaran dengan mereka semua.
"Kita duduk di sana yuk. Nanti saya akan menceritakan semua hal yang mungkin membuat kamu penasaran" ucapnya dan berjalan mendahului Alena ke suatu tempat.
Alena tak lagi menjawab. Wanita itu hanya mengekor di belakang ibu tadi.
__ADS_1
"Duduk lah disini, Nak. Ada banyak hal yang harus kamu ketahui"
"Iya, bu"
Alena duduk di samping bu Rin, Lebih tepatnya bu Ririn. Dia adalah satu-satunya orang yang merawat anak-anak di sini. Anak-anak yang Alkan bawa dari jalanan.
"Sebelumnya, Perkenalkan, Nama saya Ririn, Kamu bisa panggil dengan sebutan bu Rin"
"Nama saya Alena bu"
"Nam yang cantik, Sesuai dengan orang nya. Kamu istrinya Alkan kan?"
Alena hanya mengangguk "Saya sudah tau jika kamu adalah istrinya Alkan, Karna tepat di hari pernikahan kalian, Pak Iwan datang dan mengatakan semuanya"
Alena hanya diam, Tak tau apa yang harus dia katakan. Sampai hal yang sangat mengganggu di pikirannya itu datang dan membuatnya menanyakan kenapa Langit bisa sampai buta.
"Bu, Apa saya boleh tanya sesuatu?"
"Tanya saja apa yang ingin kamu ketahui"
"Apa ibu tau kenapa kak Alkan bisa sampai buta?" tanya Alena pada bu Rin.
"Katanya karna kecelakaan. Tapi untuk penyebab kecelakaan nya saya tidak tau pasti"
"Dulu, Alkan adalah sosok yang sangat ramah, Sosok yang begitu penyayang. Sosok yang sangat ceria. Namun setelah kecelakan yang dia alami, Semua sikap itu hilang. Alkan berubah menjadi sosok yang pendiam, Tak banyak bicara, Sikapnya sangat dingin, Bahkan terkadang acuh sama orang lain"
"Hanya pada mereka Alkan yang tetap bersikap hangat"terang bu Rin lagi sambil menatap Alkan yang terlihat asyik bersama anak-anak asuhnya.
" Lalu apakah mereka adalah anaknya kak Alkan?"
Bu Rin mengangguk "Iya, Mereka adalah anak-anak Alkan. Lebih tepatnya anak asuh Alka. Alkan menemukan mereka di jalanan, Sehingga membuat Alkan memiliki keinginan untuk membuat tempat ini"
__ADS_1
Alena mengerutkan kecil keningnya "Maksudnya bagaimana, Bu.? Saya tidak terlalu paham"tanya Alena lagi.
" Iya, Mereka semua adalah anak asuh Alkan yang Alkan besarkan di tempat ini. Coba kamu liat Ara, Alkan menemukannya di saat usianya masih bayi, Oleh karena itu, Ara yang paling manja di antara mereka semua. Karna menurut Ara, Alkan adalah orang tua kandungnya"