
Alyssa menghentakkan kakinya kesal saat melihat sebuah Video dirinya yang sudah menyebar di berbagai awak media.
"Bagaimana ini, Aku harus segera mencari hacker untuk menghapus video sialan itu. Lagian siapa yang sudah berani menyebarkan video itu. Awas saja nanti jika aku tau orangnya. Akan aku beri dia pelajaran yang setimpal" ucap Alyssa sambil masuk ke dalam apartemen miliknya.
"Arrrggghhh. Menyebalkan sekali"
Di saat Alyssa masih ngedumel dan pusing memikirkan videonya yang sudah viral, Tiba-tiba saja ponselnya berdering, Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari ayahnya. Melihat nama yang tertera di sana membuat Alyssa mengambil nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Pasti mau minta uang lagi" ucapnya sambil menatap layar ponsel nya.
Dtttttt..... Dtttttttt....... Dtttttttt....
Ponsel itu terus saja berdering dan terasa sangat mengganggu, Hingga dengan sangat terpaksa Alyssa menjawab telpon dari ayahnya.
📞:Halo ayah. Ada apa?
📞:Kalau ayah sudah telpon, Seharusnya kamu mengerti, Sasa!
📞:Uang lagi? Kan aku baru kirimkan uang sama ayah dia hari yang lalu, Masa uangnya sudah habis sih yah
📞:Ck! Uang segitu mana cukup, Sasa. Belum lagi pengobatan ibu kamu, Uang jajan kedua adik kamu. Ayah gak mau tau, Hari ini kamu harus mengirimkan ayah yang sebesar sepuluh juta, Kalau tidak, Jangan harap ayah mau merawat ibu kamu yang sudah sakit-sakitan
Setelah itu ayah Alyssa langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengarkan jawaban dari Alyssa terlebih dahulu. Alyssa membanting ponselnya dan mengacak rambutnya kasar.
"Arrrggghhh, Dari mana aku bisa mendapatkan uang sepuluh juta dalam hitungan jam" ucapnya yang terlihat sangat frustasi.
Tak lama kemudian, Ada seseorang yang datang dan menepuk pundak Alyssa. Hal itu tentu saja membuat Alyssa merasa sangat terkejut.
"Apaan sih lho ngagetin gue saja" ucap Alyssa pada orang itu.
__ADS_1
"Ups sorry. Tapi gue datang ke sini membawa kabar bahagia" ucap satunya.
"Kabar bahagia apaan?" tanya Alyssa sambil menatap sosok yang baru saja datang.
"Ada om-om yang mau memboking lho siang ini, Dan bayarannya lho tau berapa?"
"Berapa memangnya?"
"Lima puluh juta Sa, Sekali tidur doang lho bakal di kasih uang segede itu"
"What, Lho gak salah ngomong kan?"
"Ya nggaklah, Gue sudah pastiin dulu tadi. Lho mau kan, Kalau lho mau, Gue bakal konfirmasi sama om itu"
"Seperti nya memang ini satu-satunya jalan buat gue menghasilkan duit dengan cepet"
"Oke gue mau"
"Lho mah enak cuma makelar doang, Lah gue, Harus melayani para pria hidung belang yang kurang belaian. Ueekkk, Sebenarnya gue jijik sama profesi ini, Hanya saja gue terpaksa melakukan ini demi keluarga gue" ucap Alyssa
"Sudah jangan banyak bicara. Sekarang lho siap-siap. Nanti akan gue anter ke tempat dimana lho dan om itu akan bertemu"
"Hmm"
****
"Bagaimana hasil pemeriksaan nya, Sayang? . Sudah ada kemajuan kan dengan mata kamu? " tanya Sinta saat melihat Alkan dan juga Alena masuk ke dalam rumahnya.
Alena melirik ke arah Alkan, Karna tidak tau mau berbicara apa"Assalamu'alaikum, Ma" ujar Alena sambil mencium punggung tangan Sinta.
__ADS_1
"Mama kebiasaan deh, Mereka baru saja masuk, Belum duduk loh, Masa mama sudah langsung main tanya aja" gumam Arseno sambil menoleh pada istrinya.
"Habisnya mama penasaran sih pa sama hasil pemeriksaan Alkan hari ini"
"Biarkan mereka duduk dulu. Kasian kan mereka berdua capek"
"Iya pa, Iya"
Sinta menoleh pada Alena dan juga Alkan yang sudah duduk di sofa sebelahnya "Bagaimana hasil pemeriksaan nya, Sayang. Sudah ada kemajuan kan?" tanya Sinta sambil menoleh pada Alena dan juga Alkan secara bergantian.
Alena yang mendengar itu hanya bisa diam sambil mengangkat kedua sudut bibirnya. Tidak tau harus menjawab apa. "Kenapa kalian diam saja, Sudah ada kemajuan kan sayang?" tanya Sinta lagi.
"Bagaimana ini, Apa yang harus aku jawab. Aku saja tidak tau bagaimana hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh kak Alkan. Dia saja tidak memperoleh kan aku masuk"
"Kok kalian diam saja, Hmm" tanya Sinta lagi, Karna Alena dan Alkan masih sama-sama diam tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Hasilnya masih sama ma, Tidak ada kemajuan sama sekali. Kalau gitu Alkan kekamar dulu, Ma. Capek mau istirahat" ucap Alkan dan langsung mengajar Alena untuk naik ke kamarnya.
Alena menatap raut wajah Alkan. Wanita itu bisa melihat jika saat ini Alkan sedang menyembunyikan sesuatu "Sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan, Kak. Aku tau kalau sebenarnya kamu sudah bisa melihat, Walaupun tidak sepenuhnya. Sebagai calon dokter spesialis mata, Aku sudah cukup paham bagaimana mata sehat dan juga sebaliknya" ucap Alena dalam batinnya sambil terus menatap Alkan.
"Alena, Kita ke kamar" ucap Alkan dingin.
"Iya, Kak" jawabnya dan langsung bangun dari duduk nya.
"Alena ke kamar dulu ya, Ma, Pa" ucap Alena sopan pada kedua mertuanya.
"Iya, Sayang. Selamat istirahat"
Setelah itu, Alena dan Alkan naik naik ke atas kamarnya dengan beriringan. Rasa penasaran itu terbesit dalam benaknya.
__ADS_1
"Aku tidak tau apa maksud kamu membohongi semua orang, Kak" batinnya