Ketika Takdir Yang Memilihku

Ketika Takdir Yang Memilihku
Harapan mama Sinta


__ADS_3

Namaku adalah Alkanna Zalfa Rafian. Seorang presedir muda dengan lulusan terbaik di kota tokyo. Sejak kecil hidupku sudah bisa di bilang sangat sempurna, Hingga tak jarang begitu banyak wanita yang antri dan memperebutkan ku. Hanya saja hatiku jatuh pada sosok Alyssa, Seorang gadis cantik yang bekerja sebagai modeling di salah satu agensi ternama.


Saat itu, Aku yang sedang mencari seorang model untuk meluncurkan produk terbaru dari rancangan salah satu designer andalanku. Aku bertemu dengan Alyssa, Satu-satunya model yang menurutku paling sempurna dari pada yang lain. Sehingga tanpa aku sadari, Aku jatuh cinta pada sosok itu. Sosok gadis yang sudah mampu mengambil hatiku pada pertemuan pertama kami.


Waktu terus bergulir. Hari, Minggu dan bulan sudah berganti. Hubungan bersama dengan Alyssa sudah semakin dekat, Bahkan aku sudah memutuskan untuk melamarnya dan menjadikannya wanita ku. Satu-satunya ratu yang akan menemaniku hingga akhir hayat.


Namun semua yang aku rencanakan harus berakhir dengan sangat menyedihkan. Bahkan karna hal itu, Aku harus kehilangan penglihatan ku yang entah sampai kapan. Walaupun dokter mengatakan masih ada kesempatan untuk aku bisa melihat, Meskipun hanya 1℅ saja.


Malam itu, Aku yang sedang merasa begitu bahagia langsung melakukan mobilku menuju tempat tinggal Alyssa, Sengaja tidak memberitahu nya karna aku ingin memberikan kejutan jika malam itu, Tepat di ulang tahun ku yang ke 26 tahun aku akan melamarnya seperti apa yang sudah aku rencanakan.


Flashback satu tahun yang lalu


"Akhirnya hari ini datang juga. Gak sabar rasanya untuk membuat tau Alyssa jika malam ini aku akan melamarnya dan menjadikannya sebagai nyonya Alkan" ucap Alkan dengan kedua sudut bibir yang terangkat sempurna.


Malam ini adalah malam ulang tahun Alkanna yang ke 26 tahun. Memang tidak ada party seperti sebelumnya, Karna Alkann ingin merayakan ulang tahunnya bersamaan dengan hari peresmian pertunangannya dengan Alyssa, Atau biasa di panggil Sasa.


Di tengah perjalanan, Alkan menepikan mobilnya saat melihat sebuah kios bunga di depan sana. Tiba-tiba saja terbesit untuk membeli buket buat Alyssa.


"Lebih baik aku belikan buket buat Alyssa, Bukan kah dia memang sangat suka buket dari mawar putih" ucapnya sambil keluar dari dalam mobil.


Berjalan sedikit cepat pada kios bunga itu. Setelah sampai di sana, Alkan mendekat pada bunga mawar putih yang ada di sana.


Setelah memastikan jika bunga itu masih benar-benar fresh. Alkanna meminta untuk di buatkan buket dari bunga mawar tersebut.


"Berapa mbk?"


"350 mas"

__ADS_1


Pria itu langsung mengeluarkan empat lembar uang kertas dan dia berikan pada pemilik kios"Kembaliannya ambil saja" ucapnya serta langsung berlalu dari sana.


Alkanna kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Senyuman itu tak pernah luntur sedikitpun dari bibirnya. Satu hal yang ada dalam pikiran Alkanna saat ini, Bahagia bersama dengan Alyssa seperti apa yang sudah menjadi planning nya selama ini.


Namun siapa sangka, Saat mobilnya sudah tiba di depan tempat tinggal Alyssa, Ada sebuah mobil yang terparkir di sana, Melihat mobil itu membuat Alkan mengerutkan kecil keningnya.


"Mobil siapa itu, Apa mungkin ada orang tua Alyssa" ucapnya sambil turun dari dalam mobilnya


Alkanna yang mengira jika mobil itu adalah milik orang tua Alyssa membuatnya semakin mempercepat langkahnya. Bukan kah memang selama ini Alkan ingin bertemu dengan kedua orang tua dari wanita yang begitu di cintanya.


Ternyata pintu utama rumah itu tidak di kunci, Namun saat Alkan masuk ternyata rumahnya terlihat sangat sepi, Seperti tidak ada siapa-siapa di sana.


"Kenapa rumah ini sepi sekali" ucapnya sambil menatap setiap inci rumah Alyssa. Karna memang ini baru pertama kalinya Alkan masuk ke dalam rumah itu.


"Assalamu'alaikum" Gumamnya, Namun tidak ada sahutan sama sekali.


"Itu bukannya nada dering ponsel Sasa" ucapnya smbil melangkah menuju Sofa, Tempat dimana Alkan mendengar suara dering ponsel milik kekasihnya.


Kedua matanya memicing saat menemukan satu ponsel lagi"Ini ponsel siapa?"gumamnya pelan.


Tak berselang lama, Alkan bisa mendengar jelas suara orang yang sedang bercanda di dalam kamar yang tak jauh di sana. Alkan menempelkan telinga nya saat mendengar orang di dalam sana menyebutkan namanya.


"Kamu pintar deh sayang, Aku gak nyangka kamu bisa membodohi seorang Alkanna" ucap seorang laki-laki yang suaranya tak begitu asing pada indra pendengaran Alkan.


"Oh tentu baby, Karna aku cantik, Makanya tidak ada yang bisa menolak pesonaku, Termasuk si Alkanna"


"Tapi kamu tidak beneran cinta kan sama dia?"

__ADS_1


"Ya tentu saja tidak lah baby. Alkanna hanya aku manfaatin untuk menaikkan popularitas ku saja, Dan benar, Semenjak aku berhubungan dengan nya, Semakin banyak job yang aku Terima. Cinta ku hanya untuk kamu"


Mendengar itu membuat Alkanna mengepalkan kuat kedua tangannya, Hal yang tak pernah dia duga sebelumnya terdengar jelas malam ini.


"Jadi selama ini Alyssa hanya memanfaatkan ku saja" ucapnya


Bruughh


Pria itu menendang pintu kamar Alyssa, Ternyata di sana Alyssa sedang melakukan adegan panas dengan salah satu orang terdekatnya.


"Jadi ini yang kalian lakukan di belakang saya" ucap Alkan dengan suara lantang.


"Alkan" Ucap Alyssa yang terlihat sangat terkejut. Wanita itu menutup tubuhnya yang polos dengan selimut. Bahkan bukan hanya Alyssa, Malvin juga sangat terkejut saat melihat keberadaan Alkan di sana.


Malvin adalah salah satu orang terdekat Alkan. Pria itu sahabat Alkan dari jaman SMP hingga kuliah dan sama-sama menjadi presedir di perusahaan keluarga mereka masing-masing.


"Alkan kenapa kamu diam saja. Kenapa makanannya tidak di makan"


Suara itu menyadarkan Alkanna dari kejadian satu tahun yang lalu. Kejadian yang akhirnya harus membuatnya kehilangan penglihatannya.


"Sayang, Kenapa kamu diam saja, Dimakan ya, Ini makanan kesukaan kamu loh" ucap Sinta lagi sambil menepuk pundak Alkanna.


"Iya ma" jawabnya singkat dan dingin seperti biasa.


Semenjak kecelakaan yang menimpanya satu tahun yang lalu, Membuat Alkanna berubah menjadi sosok dingin dan juga cuek. Tidak pernah terlihat senyuman itu mengukir bibirnya kembali.


"Ya allah, Semoga saja setelah pernikahan Alkan dengan Ale, Alkan bisa seperti dulu lagi. Menjadi sosok yang sangat periang dan juga lemah lembut. Semoga saja Ale bisa mengembalikan semua sifatmu yang sudah hilang, Al. Mama sangat merindukan kamu yang dulu, Kamu yang penuh dengan senyuman dan juga semangat" ucap Sinta sambil terus menatap Alkanna yang sudah memakan makanannya namun terlihat tidak selera sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2