Ketika Takdir Yang Memilihku

Ketika Takdir Yang Memilihku
Cobaan apa ini!


__ADS_3

Kenzo hanya bisa bermonolog dalam batinnya sambil menatap kedua orang tuanya yang terlihat sangat bahagia. Hatinya terasa di iris, Sangat amat luka.


Setelah itu Kenzo kembali melanjutkan langkahnya, Naik ke atas tangga untuk masuk ke dalam kamarnya. Karna memang kebetulan letak kamar Kenzo bersebelahan dengan kamar Alkan yang ada di lantai dua.


Namun langkahnya terhenti saat suara lembut sang mama menerpa indra pendengarannya.


"Kenzo, Kamu sudah pulang sayang? Kesini sebentar, Mama mau tanya sesuatu sama kamu" ucap Sinta dan langsung menghentikan langkah Kenzo.


"Iya, Ma. Ada apa, Ma? Mama mau tanya apa sama aku?" tanya Kenzo sambil berjalan mendekat pada kedua orang tuanya.


"Sini dulu sayang. Kamu sudah makan?" tanya Sinta dengan dengan sangat lembut.


Kenzo duduk di samping sang mama. Menatap wajah mamanya dengan raut wajah penasaran. Penasaran akan apa yang akan di tanyakan olehnya.


"Ken sudah makan kok, Ma. Mama mau tanya apa?" ucap Kenzo sambil menatap wajah sang mama.


Sinta tak langsung menjawab, Wanita paruh baya itu masih mengambil nafas sejenak sambil menatap wajah putra bungsunya.


"Jadi begini, Ken. Waktu itu kamu kan pernah bilang sama mama kalau kamu akan menikah setelah kakakmu menikah, Ini kan kakak mu sudah menikah, Lalu kamu kapan yang mau menikah? Bawalah calon kamu ketemu sama mama dan juga papa" ucap Sinta pada Kenzo.


Mendengar perkataan sang mama membuat Kenzo teringat akan perkataannya beberapa bulan yang lalu. Tepatnya saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga sambil membicarakan perihal perjodohan Alkan dengan anaknya Lina.


Kenzo akan menikah setelah kak Alkan menikah, Ma. Mama jangan khawair, Karna Kenzo sudah ada calon yang pastinya akan langsung cocok sama mama. Lain waktu aku akan bawa dia kesini


Kalimat itu tiba-tiba saja terngiang pad indra pendengaran Kenzo. Kenzo menundukkan wajahnya sedih saat teringat akan apa yang dia sendiri katakan beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


"Ken, Kok malah bengong" ucap Sinta lagi sambil menepuk pundak Kenzo.


"Eh, Iya kenapa kata mama tadi?" tanyanya setelah tersadar


Sinta menatap Kenzo"Tadi mama tanya. Kapan kamu akan menikah? Bukannya kamu sudah ada calon. Sesekali calonnya kamu bawa kesini, Kenalin sama mama dan juga papa"ulang Sinta sambil terus menatap Kenzo.


Lagi-lagi Kenzo terdiam. Pria itu menundukkan wajahnya "Bagaimana aku mau segera menikah, Ma. Orang wanita yang dulu mau aku kenalkan sama mama sudah menjadi milik kakak. Dia ada di sini, Ma. Dia sudah menjadi mantu mama. Tapi bukan menjadi istri Ken, Melainkan kakak ipar Ken"batin Kenzo yang terdengar sangat lirih.


"Ken, Kamu kenapa kok diam saja?" tanya Sinta sambil mengerutkan kecil keningnya.


"Ken gak papa kok, Ma. Hanya saja hari ini Ken merasa sangat lelah. Banyak sekali pekerjaan di kantor yang harus Ken selesaikan" balas Kenzo yang sengaja berbohong dan ingin mengalihkan pembicaraan mamanya.


"Ya sudah. Kalau begitu kamu istirahat sana, Sayang. Jangan lupa sholat dulu ya" ucap Sinta sambil mengusap lengan Kenzo.


"Iya, Ma. Pasti"


"Kenapa takdir kita harus seperti ini, Al.Kenapa di saat kita di pertemukan, Kamu malah menjadi kakak iparku."ucap Kenzo yang terdengar sangat lirih.


Di Dalam Kamar


Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Alkan membuang nafas kasar, Baru kali ini dia melihat sosok wanita cantik tanpa menggunakan busana.


"Huuffft. Jika saya melihatnya seperti itu, Bagaimana jika sampai saya tergoda. Secara saya kan masih pria normal" ucap Alkan sambil duduk di sisi ranjangnya.


"Semoga ini menjadi pertama dan terakhir. Astaga, Kenapa tadi aku harus masuk ke dalam kamar mandi itu" ucapnya lagi.

__ADS_1


15 menit sudah berlalu, Namun Alena belum juga keluar dari dalam kamar mandi"Kemana itu orang, Kenapa belum juga keluar, Apa dia sengaja mau membuat saya kelaparan" ucap Alkan saat Alena tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.


"Alenaa, Belum selesai juga mandinya? Apa kamu sengaja mau membuat saya kelaparan" teriak Alkan yang pasti terdengar oleh Alena.


Di Dalam kamar mandi.


"Aduh, Bagaimana ini. Kenapa aku pakai acara lupa bawa baju ganti sih" gumam Alena sambil berjalan kesana kesini sambil memikirkan bagaimana caranya keluar dari dalam kamar mandi.


"Alena, Kamu dengar saya?"


Suara Alkan kembali menerpa indra pendengarannya "Aduh, Bagaimana ini" ucap Alena lagi.


"Iya kak, Aku dengar kok"jawabnya.


"Kalau sudah selesai lalu kenapa belum keluar dari dalam kamar mandi?"


"Aku lupa bawa baju ganti kak. Bisa minta tolong ambilkan aku baju"


"Kamu lupa kalau saya buta. Keluar dan ambil sendiri"


Tak lama kemudian, Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Dan Alena keluar hanya dengan menggunakan handuk sepaha.


Melihat Alena seperti itu membuat Alkan menelan ludah nya susah. Pasalnya, Saat ini di depannya sedang menampakkan paha putih mulus sosok wanita yang sudah menjadi halal untuknya.


"Kak Alkan tutup mata ya, Jangan ngintip" ucap Alena sambil mengambil baju dari dalam lemari.

__ADS_1


"Siapa juga yang mau ngintip. Kan saya gak bisa melihat" jawab Alkan sambil berusaha agar tidak tergoda dengan apa yang ada di depannya.


"Astaga, Cobaan apa ini."batin Alkan sambil terus menatap Alena yang sedang mencari baju miliknya.


__ADS_2