
Siang yang sangat terik terasa sangat melelahkan dan menguras emosiku hari ini di kampus. Dengan jadwal ujian yang baru dibagikan. Terasa beban dipundak aku bertambah berat.
Sepulangnya dari kampus aku melihat mamah yang sedang santai menontron sinetron kesukaannnya. Lalu aku pun bercerita kepada mamaku kalo Ardi tadi menemuiku di kampus, dengan raut wajah yang tidak suka mama menatapku.
Mama langsung bertanya apa maunya dia, sehingga mendatangiku kekampus. seperti orang yang tidak punya malu dengan apa yang sudah diperbuatanya.
Aku pun langsung menjawab kalo dia hanya berbicara sebentar dan lalu pergi meninggalkan ku.
Mama sekali lagi menasehatiku dan mengingatkanku.
dia bukan orang yang baik, sekali orang itu pergi kedukun untuk menyakiti orang pasti hatinya sudah hitam. Karena dia sudah berteman dengan setan. Ucap mama
Aku mengerti maksud mama, aku tidak di bolehkan lagi bertemu atau sampai menjalin hubungan dengannya.
Akupun tidak ada niatan untuk dekat, menjalin hubungan atau apapun itu. Hanya saja dia yang mendatangiku dan mengikutiku.
Ardi seperti bermain denganku. Aku tau dia pasti ingin tau apakah usahnya mengguna-gunaiku membuahkan hasil. Dengan dia mencoba datang menemuiku langsung.
Akupun bercerita kepada mamah tentang Ardi yang selalu lewat depan rumah ini. Dan ternyata mama juga tau tapi tidak ingin bercerita kepadaku
Aku pulang ke rumah kontrakanku, aku berbaring di kasur dan memikirkan Ardi yang tiba-tiba mendatangiku. Bukannya dia pindah keluar kota, atau dia sudah kembali lagi? Aku mulai memikirkan hal yang indah dengan mengenang saat-saat kami masih pacaran dulu.
Seketika aku sadar kalo aku mulai memikirkan Ardi lagi. Aku langsung saja mengambil wudhu dan melaksanakan sholat zuhur.
Aku harus melawan diriku sendiri ketika aku mulai memikirkan Ardi lagi, bahkan aku selalu menyetel murrotal al-quran dicannel youtube di HP ku, selain untuk mengusir penghuni-penghuni yang ada di rumah ini, sekalian yang ada dalam tubuhku. Agar tidak menggangguku.
Aku tertidur sebentar sampai akhirnya aku terkejut dan terbangun saat mendengar suara ketukan pintu rumahku.
"Evi.Tok tok tok asalamualaikum." Evi mengetuk pintu kontrakanku.
Aku langsung turun kebawah, kubuka pintu dan aku liat ternyata itu Evi.
"Santy.Ada apa Evi?" jawabku dengan malas.
"Santy.Kenapa ngak telpon atau mengirim pesan seperti biasanya.? tanya Santy.
"Evi. menjawab kalo sudah menelponku berkali-kali dan mengirimiku pesan disemua sosial mediaku sekiranya yang mana yang aktif duluan di situ aku akan membuka pesan itu."
"Santy.Aku pun mencek hpku dan ternyata ada 5 panggilan tidak terjawab. Dan ada pesan dari evi disemua sosial mediaku."
__ADS_1
"Evi.Aku mau kerumah mamah, kamu mau ikut ngak?" Tanya evi kepada santy.
"Santy.iya tentu mau lah."jawab Santy kepada Evi.
Aku pun langsung mengangguk dengan semangat,
Aku bersiap untuk mandi dulu karena bangun tidur. Evi ku suruh masuk kedalam sambil menungguku.
Aku sudah siap lalu langsung mengunci pintu dan menitipkan kunci rumah kepemilik kontrakan kalo-kalo adik atau kakakku mau masuk rumah di saat aku pergi.
Pemilik kontrakan ada di sebarang rumah,jadi sangat mudah untuk beliau mengetahui saat ada yang datang kerumahku.
Sebelum sampai kerumah Mamah, aku dan Evi mampir ke minimarket untuk mencari buah tangan dan untuk cemilan kami saat disana.
Sampai di rumah Mamah. Aku duduk dulu di teras sambil melamun memandang lingkungan sekitar yang sangat damai, tentram dan tenang. Ingin rasanya aku tinggal di rumah ini dengan cukup lama. Apalagi kalo dibandingkan dengan rumah kontrakan itu, belum apa-apa sudah ngajakin "say hello" Untung juga ngak ngajakin ketemun...hehe (pikirku)
Evi terus mengetok pintu
"Evi.Tok tok tok assalamualaikum mah.? Evi mengetuk pintu rumah.
Sudah beberapa kali Evi mengetok tapi tetap tidak ada sahutan, akhirnya Evi duduk di sampingku sambil mengambil cemilan yang kami beli tadi.
Kami menunggu sekitar 10 menit sampai akhirnya Mamah datang,
"Mamah.Walaikum salam." Mamah membalas salam itu sambil tersenyum dan bertanya apakah kami sudah lama menunggu.
pandangan Mamah berubah ramah, tidak seperti pertama saat aku datang kesini.
Mamah begitu ramah menemui kami yang sudah ada di depan rumahnya.
"Evi.Lama pun tak apa mah, kami terasa piknik di teras rumah mamah. "ucap Evi kepada Mamah. sambil nyengir dengan bungkus snack yang berserakan.
Mamah berlalu untuk membukakan pintu rumah, kami dipersilahkan masuk dan Mamah pamit untuk membersihkan dirinya dulu.
Evi, aku ingatkan kembali untuk membersihkan bungkus snack yang habis dia makan tadi. Berserakan di teras rumah mamah.
Dengan santai dan Seperti rumahnya sendiri Evi pergi kedapur mamah untuk membuat teh es manis untuk kami bertiga. Dan menyiapkan cemilan yang sudah kami beli tadi di luar.
"Santy.Eh... Evi kaya di rumah sendiri aja langsung nyelonong masuk dapur rumah orang." ucap Santy kepada Evi yang langsung masuk kedapur
__ADS_1
"Evi.Ah...biasa aja Santy." ujar Evi kepada Santy anggap rumah sendiri aja kalo disini.
"Evi.Mamah lebih suka kaya gitu dari pada Mamah yang repot-repot anggap kita tamu. Kasihan beliau." ucap evi.
Mamah sudah selesai membersihkan diri dan mamah langsung duduk di dekatku.
"Mamah.Bagimana keadaanmu san?" Tanya mamah kepada Santy.
"Santy.Cukup baik mah... Bagaimana menurut mamah, apa aku masih seperti yang pertama mamah liat?" Santy bertanya kepada Mamah tentang kondisinya
"Mamah. Mamah bersyukur keadaanmu, sudah lebih baik dari sebelumnya kita bertemu san." ujar mamah kepada Santy.
Evi datang sambil membawakan kami teh es manis dan cemilannya, dan langsung bertanya mamah dari mana?
"Evi.Mamah tadi dari mana?" tanya Evi kepada Mamah.
"Mamah.Mamah baru selesai bantu-bantu orang yang mau nikahan besok." balas Mamah.
"Mamah.Karena memang kebiasaan disini orang-orang pasti gotong-royong setiap ada hajatan."Ucap mamah menjelaskan kembali kepada kami.
" Mamah.Kalian ada keperluan apa datang kemari?" Mamah bertanya kepada kami tentang maksud kedatangan kami berdua.
"Santy dan Evi.Kami hanya ingin kemari mah. "jawab Santy dan Evi, silahturahmi.
" Mamah. Owh, iya syukurlah anak-anak mamah ini masih ingat dengan mamahnya. " mamah mengucapkan itu sambil tersenyum yang menambah kenyamanan rumah ini.
aku iseng bertanya kenapa mamah tidak menikah lagi. Bukankah lebih nyaman ada yang menemani disaat tua seperti ini.
"Santy.Mamah kenapa tidak menikah lagi?" Tanya Santy kepada Mamah.
Mamah pun menjawabbahwa suaminyalah sahabat serta suami yang terbaik menurutnya.
"Mamah.Mamah hanya ingin disatukan lagi di surgaNya nanti." ujar mamah menjelaskan kepada Santy.
"Mamah. Dan mungkin karena jodohnya juga sudah tidak ada lagi san." jawab mamah.
Seandainya jodohnya masih ada mungkin mamah sudah menikah dari dulu, tapi kalo untuk sekarang mamah sudah tua.
Mamah lebih baik fokus untuk beribadah dan bermain bersama cucu-cucu Mamah.
__ADS_1
Aku tau perkara menikah tidak segampang yang di ucapkan. Banyak ujian didalamnya.
Dan harus banyak kesabaran dan ilmu agama yang cukup.